Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Merayu


__ADS_3

Ciuman mesra mendarat di kening Jesy.


"Hai calon mempelai wanita..."


Sapa Kenzo sambil mengangkat tangannya ke arah Jesy.


Jesy segera menghampiri Bos besar nan tampan itu, ia lalu menjabat tangan Kenzo.


"Halo Tuan Kenzo, Tuan Mike"


Jesy pun menjabat tangan Mike.


"Halo, seminggu lagi akan menikah kalian masih sibuk bekerja saja!"


Ucap Mike sambil melihat tangan Jesy yang menjinjing sekantong makanan dan tas laptop di tangan satunya.


Jesy hanya tersenyum, lalu duduk berdampingan dengan Nic.


"Tidak apa, masih ada beberapa hal lagi yang perlu kami urus, seperti meeting siang ini" Jelas Jesy santai.


"Betul sekali, setelah semuanya selesai, kami baru bisa cuti dengan tenang." Timpal Nic membenarkan ucapan Jesy.


Kenzo merasa tersindir dan tidak enak hati, bukannya ia tidak memperbolehkan Nic dan Jes untuk cuti, hanya saja mengenai kerja sama dengan Dominic Group, ia tentu akan sering bertemu Celsi, mantan pacar yang masih mengganggunya.


"Ayo semuanya, silahkan cicipi makanan yang aku bawa"


Jesy lalu menaruh makanan itu di atas meja.


Kenzo terdiam, ia memikirkan cara terbaik. Jika memberi Nic dan Jesy cuti dari sekarang, tentu ia akan berhadapan dengan Celsi.


Tapi, setelah berfikir beberapa saat...


"Nic, Jesy aku sudah putuskan...kau harus cuti mulai hari ini. Semua pekerjaan kalian, biar aku yang mencovernya"


Tegas Kenzo.


"Kau yakin?"


Tanya Nic sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Tentu saja, kalian tidak boleh kelelahan menjelang hari pernikahan seminggu kedepan"


Jelas Kenzo sambil menepuk bahu Nic.


"Seminggu? Bukankah pernikahan kami 2 minggu lagi?"


Tanya Jesy heran.


"Aku baru saja memutuskan, kalau pernikahan kita,,,,


Maju satu minggu, menjadi 1 minggu"


Jelas Nic sambil tersenyum.


"Lho, kenapa Nic?"


Tanya Jesy heran.


"Itu karena...karena..."


"Karena dia sudah ingin cepat mencetak baby seperti Mike, dan kau harus hati-hati terhadapnya, karena ia mulai mengintai mu"


jelas Kenzo sambil terkekeh.


Wajah Nic dan Jesy seketika merah.


"Kk..kau! kau ini apa-apaan, bicara sembarangan! "


ucap Nic sambil memalingkan wajahnya.


"Nic...tidak usah malu, tadi kau bilang setelah menikah kau tidak akan membiarkan Jesy tertidur pulas..."


sambung Mike membuat mata Nic melebar.


"Dan aku juga masih ingat, Nic mengatakan bahwa kau akan bersama Jesy sehari 28 jam, aahhh kau ini pura-pura saja..."


timpal Kenzo membuat Nic semakin geram.


"Heyy pria-pria amnesia, kalian berdua yang mengatakan itu, bukan aku! Aku ingin cepat menikahi Jesy karena aku sudah tidak sabar ingin menjadi suaminya... memulai hidup baru ya g lebih berwarna, tidak fokus hanya dengan urusan ranjang seperti kau berdua ini!"


'ahahahaha...' tawa Mike dan Kenzo serentak bersama


"Urusan ranjang, itu yang paling penting, karena itu yang membuat wanita semakin mencintaimu...

__ADS_1


apa kau butuh nasehat tentang itu?"


ucap Mike yang kembali membuat Kenzo tertawa.


Nic lalu menggandeng tangan Jesy.


"Ayo kita pergi dari sini, kita harus cepat menyelesaikan tugas kita karena besok, Tuan Kenzo yang terhormat, yang akan bertolak ke Singapore bersama Nona Celsi Bernadeth...


congrats for you Bos!"


Nic tersenyum licik sambil berlalu meninggalkan Kenzo dan Mike


"Permisi semuanya..."


kata Jesy yang tangannya terus di tarik oleh Nic.


Mendengar penjelasan Nic, Kenzo lalu menelan ludahya.


'glekkk'


wajahnya seketika pucat, sambil mengacak-acak rambutnya ia menghela nafas berat.


'Hhhhhhh!'


"Santai saja bos, Celsi tidak mungkin mengganggumu..."


ucap Mike meyakinkan


"Kau tidak tau betapa agresif dan nekadnya wanita itu!"


jelas Kenzo dengan wajah suntuk.


"Kau takut tergoda?"


tanya Mike.


"Aku? hhaaahh, yang aku takutkan Bulan akan salah persepsi padaku...


istriku jauh lebih cantik dari nenek sihir itu...!"


"Kalau begitu kau beri pengertian pada Nona Bulan kalau kau akan terbang ke Singapore bersama dengannya, ya walau itu urusan bisnis"


Kenzo semakin bingung.


****


Bulan dan Rere tengah bermain dengan Angelia sambil bicara tentang seputar kehamilan. Karena jelas Bulan lebih berpengalaman.


Angelia begitu asyik mengayuh sepedanya, berputar-putar mengitari taman.


Lalu, datanglah Kenzo yang berjalan ke arah mereka.


'Fiuuhhhhh'


"Kau bisa Kenzo....!"


Gumanya dalam hati.


"Hai sayang... Aku mencarimu, rupanya kau disini."


"Iya, aku tengah menemani Angelia bermain sepeda. Ada apa? Kelihatannya begitu penting?"


Bulan menarik tangan Kenzo dengan mesra agar duduk di sebelahnya. Rere pun bergeser ke agak menjauh dari Bulan.


Kenzo tersenyum menatap Bulan, walau jantungnya berdetak begitu cepat.


"Sayang, aku mau bilang kalau...besok aku akan berangkat ke Singapore, ada urusan mendadak..."


Jelas Kenzo sambil membelai rambut Bulan.


"Mendadak sekali...?"


"Ya kau tau kan, berbisnis itu tak kenal waktu, iya kan jagoan ku?"


Kenzo engelus perut Bulan yang sudah membesar.


"Huuuhhm, berapa lama?"


Bulan merebahkan kepalanya di bahu Kenzo.


"Aku tidak tau, tapi yang jelas aku akan cepat menyelesaikan urusanku di sana..."


Jawabnya sambil menggenggam tangan Bulan.

__ADS_1


"Nic juga ikut?"


"Tidak, sebenarnya ini tugas si calon mempelai sok tampan itu, tapi berhubung ia memajukan hari pernikahannya, aku menyuruhnya cuti dan akulah yang menyelesaikan tugasnya.."


"Apa Mike ikut??"


Sambung Bulan, membuat Rere menoleh pada mereka.


"Tentu saja... Dia kan bayangan Kenzo! Kenzo tersenyum.


"Tunggu dulu! Kau bilang, kau akan menyelesaikan tugas Nic?"


Bulan kini menatap Kenzo dengan tajam.


"Bb..bbenar..."


"Tugas Nic kan...


Mengurus kerjasama SIC dan Dominic group?? Perusahaan milik...?!


'Glekkk'


Kenzo tersenyum kikuk.


"Tungu tunggu sayang. Jangan salah paham dulu, aku tidak ada maksud lain.. I'm swear!!"


Bulan memalingkan wajahnya dan bersedekap.


Kenzo memeluk Bulan mesra dari belakang.


"Sayang, tidak ada pilihan lain...aku tidak mungkin tega pada Nic dan Jesy, sayang?"


Bulan sebenarnya kesal. Walau dia tau tidak mungkin suaminya hanya pergi berdua dengan para staff ke duanya pasti akan ikut, hanya saja, jika berfikir sang suami pergi bersama ke luar negeri dengan mantan pacarnya?


Tentu hati akan mendadak sesak dan panas.


Tapi Bulan mencoba memberi kepercayaan pada Kenzo.


Ia lalu melirik Kenzo walau dengan tatapan dingin.


"Baiklah, ini untuk kebaikan Perusahaanmu, karena Kakek memang menyerahkan seluruh beban perusahaan ke bahumu Kenzo...


Ingat yaa! Untuk SIC, bukan untukmu bernostalgia!!"


Kenzo tersenyum dan mencium tangan Bulan.


"Tentu tidak sayang. Kau pegang kata-kata ku, lagi pula akupun muak dengan tingkah si Nenek sihir itu"


Bulan kembali melirik Kenzo sinis.


"Kau begitu muak padanya, Kenzo?"


"Tentu saja!"


Kini Kenzo merebah dengan kepalanya di pangkuan Bulan.


"Aku pun mencintaimu di awali dengan rasa muak Kenzo, jadi hati-hatilah dengan rasa muakmu terhadapnya!"


"Sayang, jangan bicara seperti itu...kau ini wanita yang paling aku cintai di jagat raya ini, kau, Angelia, dan super hero ku dalam rahimmu ini, kalian sangat berharga, aku tidak mau menukar kalian yang begitu beharga dengan sampah masa lalu seperti Celsi."


Penjelasan Kenzo membuat hati Bulan tersipu, tapi ia masih berlagak acuh.


"Sayang...? Percayalah padaku, Kau bisa menanyakan seluruh aktivitasku pada Mike..."


"Apa? Mike? Hahah..! Dia itu lebih dari bayanganmu! Dan aku tidak percaya kalian berdua!!!"


"Lalu, aku harus bagaimana?"


Tanya Kenzo dengan wajah memelas.


"Kau yang harus Video Call aku setiap saat, dan Rere juga harus mengatakan hal yang sama pada Mike!


Kau setuju kan Rere?"


Rere mengangguk, ia pun sebenarnya takut Mike macam-macam.


"Tidak sekalian saja kalian berdua menyuruh agen FBI untuk memata-matai kami?"


Ucap Kenzo setengah tertawa.


"Itu tidak perlu, aku hanya butuh Tuhan untuk mengawasi suami yang ku cintai ini"


Kata-kata Bulan membuat hati Kenzo terenyuh.

__ADS_1


__ADS_2