
Bulan kelelahan, disaat Angel cilik yang begitu menggemaskan terlelap, Bulan pun menyempatkan diri untuk tidur juga.
Setengah jam kemudian, Kenzo datang sambil membawa nampan berisi nasi, lauk-pauk beserta buah-buahan untuk Bulan.
Ia meletakkan makanan itu di meja.
"Hmm, sebenarnya aku tidak tega membangunkannya, tapi Bulan belum makan siang..."
kenzo menepuk lembut pipi Bulan, dia mencoba membangunkannya.
"Sayang...
Ayo bangun, Kau kan belum makan?
Nanti Angelia keburu bangun..."
Usaha Kenzo membangunkan Istrinya sukses. Bulan membuka matanya perlahan.
'Hhuuuuaaamh'
"Aku ketiduran..."
Ia lalu melihat keadaan Angelia yang ternyata masih tertidur pulas.
"Kau pasti lelah ya!
Aku membawakan mu makan siang, Mommy yang memasak semua ini..."
Kenzo mengambil makanan yang ia taruh di atas meja.
"Ayo buka mulutnya, 'aaaa' ?"
Kenzo menyuapi Bulan yang matanya masih terasa lengket untuk terbuka.
"Bagaimana rasanya?"
"Enak bangeet, Aku harus belajar masak sama Mommy."
Ucap Bulan bersemangat.
"Tidak perlu...
Memasak itu tugas Acy, tugasmu mengurusku dan anakku saja..."
Jelas Kenzo sambil menyuapi Bulan.
"Pokoknya Aku mau belajar masak...
Seorang Istri itu harus pandai memasak, Kenzo!"
"Nenekku tidak bisa masak tapi dia bisa sampai punya cucu buyut..."
Bulan tidak mengerti dengan perkataan Kenzo.
"Apa hubungannya?
Nenek kan pembisnis, wanita karir dia sibuk di luar rumah,
Sedangkan aku tidak punya kegiatan selain menjadi Ibu Rumah Tangga,
Masa gak bisa masak dihubungkan sama punya cucu..!"
"Ya jelas ada hubungannya!
Nenek tidak bisa masak tetapi kakek masih sehat dan panjang umur sampai sekarang, mereka memakan Restoran ataupun makan masakan ART nya...
So... Kita masih bisa hidup dan makan walau tidak bisa masak!"
Kepala Bulan menjadi pusing mendengar penjelasan Kenzo yang rumit.
"Kau benar, memakan rumput pun kita akan tetap hidup..!
Tapi memasak itu salah satu bukti cinta seorang istri atau Ibu pada keluarganya...
Kau ini aneh Kenzo, diluar sanah suami menuntut Istri untuk pandai masak, tapi kau sebaliknya..."
Kenzo menghela nafas.
"Aku bukan tipe laki-laki kere plus pelit! Uangku banyak dan aku baik hati. Aku cuma tidak mau Istriku kelelahan, itu saja...
Kau bilang memasak bukti cinta pada keluarga?"
Bulan mengangguk sambil mengunyah makanan yang disuapi Kenzo.
"Itu Hoax..!!"
Kata Kenzo dengan nada ketus.
__ADS_1
"Kok begituu?"
Tanya Bukan singkat.
"Ya itu Hoax, kau tidak percaya?
Buktinya, ketika kau belum mengandung puteriku dan kau sangat saaangat membenciku kau sudah Aku suruh masak kan?
Tapi...kau sama sekali tidak cinta sama aku! Hhuhf..!"
Kenzo cemberut, membuat Bulan tertawa.
"Hahaha...!
Uhuuk uhhukk uhuuk !"
Bulan langsung tersedak. Kenzo dengan cepat memberi Bulan air minum.
"Kalau sedang makan jangan tertawa! Kau bahagia ya melihatku galau waktu itu..?!"
"Waktu itu kau seperti monster! Melihatmu saja aku malas dan sebal!"
Kenzo membulatkan matanya.
"Kau malas melihat wajahku yang handsome and imut seperti ini?"
"Iyaa! Tapi itu dulu..!"
Jawab Bulan.
"Kalau sekarang? Kau tergila-gila padaku kan?"
Tanya Kenzo dengan percaya diri.
"Biasa saja..."
Jawab Bulan datar.
"Kau selalu mudah membuatku kesal, kau itu tidak pernah berniat memuji diriku ya,
Oohh Kenzo, kasihan sekali kau ini, ckckck!"
Bulan kembali tertawa melihat ekspresi Kenzo yang galau.
"Hahaha..cup cup cup..
Ledek Bulan sambil mengelus dagu Kenzo.
"Kalau Aku anak pinter, dapat susu dong?!"
Ucap Kenzo sambil mengedipkan mata.
"Kalau itu namanya bukan anak pinter, tapi anak genit!"
'Hahaha...'
Mereka tertawa bersama, menjahili dan meledek satu sama lain.
Sore hari mereka semua berkumpul di balkon rumah Kenzo.
Sambil mengobrol hangat dan memuji si cantik Angelia yang begitu menggemaskan.
Semua tertawa dan merasa senang melihat ekspresi wajah Angelia yang aneh dan lucu, memancing gelak tawa mereka yang melihatnya.
"Seru sekali...
Anakku benar-benar membuat kalian bahagia yaa?
Makanya berterima kasihlah padaku, Angelia berada di dunia ini berkat kerja kerasku, membuat Angelia benar-benar menguras keringat dan tenagaku...
Iya kan Bulan?"
Bulan tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya yg memerah karena malu, tetapi kata- kata Kenzo membuat adik, Ibu serta kakeknya tertawa.
"Kamu ini ngomong apa sih Kenzo..!?"
Ucap Arumi ketus.
"Hahaha...
Jangan malu begitu Bulan, Mommy dan kakek juga melakukan hal yang sama seperti kita..."
Kenzo ikut bergabung bersama mereka, ia pun tak lupa mencium puteri yang begitu ia sayangi.
"Uuhhh anak Dady...
Kita berdua memang cute..."
__ADS_1
Kemudian Kenzo mencium bibir Bulan di depan Agnes, Mommy dan kakek tanpa rasa malu sedikitpun.
"Iihhh Kenzo...!"
Bulan salah tingkah, mereka semakin tertawa melihat kejahilan Kenzo pada Bulan.
"Kita bisa lihat kan, Istrinya itu sangat sopan dan pemalu, tapi lihat suaminya..
Ckckck...
Muka tembok, dia tidak punya malu sedikitpun..."
Ucap Agnes yang kembali menambah heboh suasana di sore hari ini.
"Kenapa harus malu, kita kan suami istri...
Heyy anak ingusan, siapa bilang aku tidak punya malu?!
Buktinya aku membuat Angelia dikamarku kan?
Kalau untuk urusan Pabrik Aku tertutup lho..!
Iya kan sayang..?"
Jelas Kenzo sambil nyengir.
"Aduhh kalian berdua ini bikin kakek tertawa terus, sampai sakit perutku!"
kakek mencoba menahan tawanya yang sulit berhenti sambil memegang perut.
"Iya Dad, Tika juga sampai sakit perut. Kenzo ada-ada saja!"
Tambah sang Ibu yang lelah karena tertawa terus.
"By The Way, Kau sudah setampan dan serapih ini, mau kemana?"
Tanya Agnes sambil memperhatikan Kenzo.
"Mau tau aja urusanku, anak ingusan!"
Agnes memukuli punggung Kenzo karena kesal sang Kakak memanggilnya anak ingusan terus.
"Iihhh kau menyebalkan...itukan dulu..lihat sekarang Aku sudah secantik ini, masa mau jadi anak ingusan terus!"
"Tetap saja kau pernah menjadi anak ingusan, Agnes! Hahaha"
Kenzo tertawa girang melihat Agnes BeTe.
"Mommy...lihatlah Kenzo selalu mengejekku, huuhff..."
Ucap Agnes manja sambil memeluk Ibunya.
"Kenzo... Jangan mengejek adikmu seperti itu terus..."
Kata sang Ibu lembut.
"Hhhh dasar manja!"
Sahut Kenzo sambil menjulurkan lidahnya.
"Kakek, ayo marahi Kenzo..!"
"Duuhh kalian itu sudah dewasa, masa masih seperti Tom and Jerry saja...ckckck.."
kakek geleng- geleng kepala.
Kenzo terkekeh, ia lalu berbisik pada Bulan.
"Aku mau pergi ke rumah Pak Ronald untuk mengurus pembebasan Ibumu, ok!"
Bulan mengangguk, setelah berbisik Kenzo lalu mencium pipi Bulan.
'Emmuuaachh'
"Kena kau!"
Kelakuannya membuat Bulan jadi senyum-senyum sendiri. Diapun tersenyum dan mengedipkan mata genitnya lalu bergegas pergi.
"Kau mau kemana Kenzo?!"
Tanya Ibunya.
"Aku ada urusan penting, Bye semuaa!!"
Jawab Kenzo tanpa menoleh, ia hanya melambaikan tangannya saja.
"Ada-ada aja kelakuan anak itu. Tapi Mommy bahagia... semoga kalian selalu di limpahkan kebahagian terus ya, Bulan!"
__ADS_1