
"Sudah mendengar kabar bahwa Kenzo akan kembali ke Australi?"
Tanya seorang Pria yang duduk membelakangi para anak buahnya ditengah ruangan yang minim cahaya.
"Kabar yang kami dapat seperti itu Bos!
Lusa dia akan menginjakkan kakinya kembali ke Australi setelah 20 tahun pergi tanpa membawa nama besar Sminth di negara sebelah...
Kini dia sudah menikah!"
Jelas seorang anak buah dari Pria misterius itu yang wajahnya di tutupi topeng tengkorak.
"Benarkah?
Dengan wanita pribumi dari tempat pelariannya?"
Tanya Pria misterius itu sambil memutar pistol di tangannya.
"Iya Bos!
Ia pun sudah memiliki seorang puteri... Kini puterinya sudah berumur tiga tahun...
Istrinya sangat cantik, kabarnya ia menikahi seorang anak dari mucikari pemilik Club Elit tempatnya bersenang-senang..."
Pria itu mengisi pistol itu dengan peluru, dan... menembak tepat sasaran.
Peluru itu melesat menghancurkan kaca jendela di depannya. Serpihan kaca itu berhamburan bagai serpihan kristal yang berkilauan.
Kini nampak pemandangan langit malam yang kelabu dan lampu-lampu kota Autrali dari lantai 12 dimana Pria misterius itu berada.
Pria itu mengepalkan tangannya hingga nampak urat-urat yang menjalar di lengannya.
"Tempat itu!!
Hancurkan tempat itu...!
Disanalah Kenzo menjebak Chris hingga tewas...!
Rupanya ia sudah mengetahui rencanaku untuk mensabotase aset-aset berharga miliknya disini...
Aku tidak bisa memaafkannya!
Sekalipun aku bersalah karena mengorbankan Adikku sendiri sebagai umpan mengambil kepercayaan Kenzo...
Cari Club dimana adikku Chris meregang nyawa!!"
Titah pria misterius itu yang ternyata bernama Duke, Kakak dari Chris yang merupakan teman dekat Kenzo, bahkan Kenzo sudah menganggapnya saudara sendiri sebelum mengetahui ternyata Chris punya niat terselubung atas sikap baiknya selama ini.
Kenzo yang lihai dan cekatan dalam menghabisi seseorang tanpa terbaca oleh korban niat busuknya, berhasil menyingkirkan Chris tanpa menggunakan kedua tangannya. Uang memuluskan segalanya.
Chris masuk perangkap halus namun mematikan, mentraktir Chris untuk tidur dengan seorang wanita malam yang sudah dibayar sebelumnya untuk membunuh Chris, dan otak dari semua itu tentu si tempramental Kenzo.
"Tapi Bos, tempat itu kini bukan lagi sebuah Club, melainkan sebuah butik yang di miliki oleh mertuanya Kenzo, namun orang yang bernama Noni itu sudah mati dua tahun lalu, tepatnya lima bulan setelah kematian sang Kakek, si pembisnis hebat itu!
"Begitu?"
Kalau demikian, mata-matai ia mulai dari Bandara, pantau terus gerak-geriknya tanpa membuatnya curiga,
Insting bajingan yang sudah mendarah daging pada dirinya akan mudah mengendus hal yang mencurigakan disekitarnya,
Jangan gegabah, melangkah dengan hati-hati, gelagat kacung-kacung kelas teri akan mudah dia tebak dan tidak segan untuk ia habisi...!"
"Ok Bos, kami akan bekerja seApik mungkin"
"Bagus! Kalau begitu pergi dan cari Informasi tentangnya lebih lanjut!"
Ucap Duke dengan geram.
"Baik Bos! Permisi!"
Para anak buah Duke pun bergegas dengan membentuk beberapa kelompok untuk mengintai Kenzo dan keluarga kecilnya yang hanya hitungan jam akan tiba di Australia.
"Kenzo...
Bajingan ulet sepertimu harus enyah dari dunia ini...
Aku akan membayar dendam Chris!
Bersiaplah...
Hahaha!!"
"I love you"
Ucap Kenzo sambil mendekap Bulan ke pelukannya.
Ciumannya hampir saja menyentuh bibir Bulan, tapi...
"Dady...? Dady cium Ibu terus..."
Angelia kembali duduk sambil mengucek mata.
Bulan dan Kenzo pun terkejut.
"I..iya sayang..."
Jawab Bulan kikuk sambil menghampiri malaikat kecilnya yang tumbuh menjadi anak yang manis.
Kenzo hanya terlihat pasrah.
"Katamu Angelia sudah tidur?"
Bisik Kenzo di telinga Bulan, membuat bulu roma Bulan berdiri.
__ADS_1
"Kenzo...?!
Tidak sekarang..."
Jelas Bulan pelan tapi tegas.
"I know..."
Jawab Kenzo.
Kenzo dan Bulan lalu kembali ketempat tidur, masing-masing berbaring di sisi Angelia.
"My baby belum tidur? Anak manis jam segini harus sudah tidur"
Jelas Kenzo sambil memeluk Angelia.
"Kok, Ibu sama Dady belum tidur..?"
Tanya Angelia polos.
Kenzo tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Sayang, jawab pertanyaan Anakku itu...
Kenapa kamu belum tidur jam segini..?"
Bulan membulatkan matanya pada Kenzo.
"Tadi kami belum mengantuk sayang, kalau sekarang...
'Hhhuuuaammh'
Ibu ngantuk sekali..."
Jelas Bulan sambil mengusap punggung Angelia agar tidur kembali.
"Alasan...!"
Celetuk Kenzo dengan tatapan menggoda.
"Sssttt...."
Bulan perlahan menyelimuti tubuh Angelia.
"Ia tidak mewarisi sifat mu Kenzo, dia tidak bisa tidur kalau terlalu kedinginan...
Tidak seperti kau yang justru membuat kamar seperti kutub utara...!"
Perlahan Bulan dan Kenzo turun dari tempat tidur.
Kenzo lalu menarik tangan Bulan kedalam pelukannya.
"Itu benar sayang...
Dan ciumanmu pun termasuk, salah satu cara untuk membuat hatiku sejuk...
Beri Aku satu ciuman...!"
Bulan mendongakkan wajahnya, matanya mulai terpejam. Kenzo dengan lembut menyibakkan rambut Bulan ke sisi sebelah kanan, tangan kekarnya mulai mengelus dan menjelajah punggung Bulan.
Ciuman mereka semakin memanas, hingga mereka tenggelam dalam nikmatnya cinta yang mereka beri satu sama lain di atas sofa di kamarnya.
****
"Jam sembilan kita harus sudah di Airport !! Cepat cepat..!"
Teriak Kenzo pada sebagian Anak buahnya yang akan ikut dengannya pulang ke Australi
"Dady...?"
Malaikat kecilnya menggenggam jemari Kenzo yang tengah memberi intrusksi pada anak buahnya.
Kenzo seketika memasang wajah lembut dan manis pada puterinya.
"Yes baby...?"
Jawab Kenzo sambil berlutut. Mencubit manja pipi sang puteri sambil tersenyum.
"Australi itu dimana?"
Tanya Angelia yang sangat menggemaskan.
"Australi ya Australia..."
Jawab Kenzo lembut.
"Autralia itu jauh Dad?"
"Hmm, begitulah...
Kita perlu menumpang pesawat terbang..."
Jelas Kenzo sambil menggendong Angelia.
"Bos, semua sudah siap. 15 orang akan ikut bersama mu, dan sisanya akan menjaga rumah ini."
Jelas Mike, si tangan kanan Kenzo yang terpercaya.
"Dimana Istriku?"
"Aku dibelakangmu Kenzo..."
Kenzo menangkap raut wajah Bulan yang sepertinya habis menangis.
__ADS_1
Kenzo lalu mendekapnya.
"Kalau ada kesempatan, kita pasti akan kembali kesini, setelah semua urusan ku disana beres...
Beginilah kenapa aku harus memiliki banyak anak, kelak mereka akan membantu meneruskan bisnis keluarga Sminth yang begitu besar...
Tidak meletakkan beban semua hanya pada satu Anak..!"
Kenzo menyeka sisa tetesan air mata Bulan.
"Dont cry...
Ayo kita harus segera masuk ke dalam mobil..."
Bulan menggandeng tangan Kenzo yang tengah menggendong Angelia yang lucu.
"Yee yeey... Naik pesawat...
Ayo kita ke As..As..Astrai?"
"Bukan Astrai sayang, tapi Australia..."
Jelas Bulan dengan rasa gemas.
"Semuanya, come on!
Dua mobil di depan dan di belakang mobil Bos Kenzo!
Kalian harus terus mengawal jangan sampai ada hal yang tidak di inginkan terjadi!
Untuk kalian yang di sini, tetap jaga keamanan rumah ini, jangan sampai ada kekacauan! Bahkan satu batu koral di rumah ini hilang, tangan kalian yang akan menjadi bayarannya...
Aku akan tetap mengawasi kalian dari ponselku, jadi sayangi apa yang tidak bisa kalian beli, yaitu nyawa kalian!
Apa kalian mengerti??!!"
"Yess Mike!!"
Sahut mereka bersamaan.
"Lucas, kau ku tunjuk sebagai ketua disini...
Bertugaslah dengan baik!"
"Dengan senang hati, Mike!!"
"Good!
Mobil-mobil mewah itu melesat dengan cepat menuju Bandara.
Butuh waktu 6 jam untuk mendarat di Ibu Kota Autralia itu.
Bandara disni sudah di penuhi oleh para jurnalis yang berebut mencari informasi, dan berlomba-lomba untuk mengambil foto keluarga Sminth yang kembali lagi ke Autralia.
Desas desus kembalinya Kenzo Sminth menjadi tranding topik di negeri itu selama berhari-hari, bahkan sebelum Kenzo dan keluarga kecilnya menginjakkan kaki di tanah Autrali, tanah kelahiran Kenzo yang menjadi saksi kelam dan rumitnya masa lalu Kenzo, namun kini ia telah di tinggal oleh orang-orang di masa lalunya itu untuk selamanya.
"Bagaimana Mike? Apa para Body Guard keluarga Sminth sudah stand by di Bandara?
Orang-orang dan para wartawan pasti memenuhi Bandara itu, pastikan mereka dapat menahan desakkan para pencari berita agar kami bisa berjalan menuju mobil...
Aku tidak mau Angelia sampai terdesak bahkan terdorong oleh kerumunan tukang gosip itu..!!"
"30 orang Body Guard pilihan sudah siap mengawal Anda dengan aman...Akan ku pastikan semua terkendali..."
Ucap Mike yang meyakini Kenzo bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Kerja bagus Mike, kau memang dapat di andalkan!
***Di Bandara Internasional Ausi***
Kilatan cahaya dari kamera-kamera para jurnalis menyerang Kenzo dan keluarga kecilnya yang baru saja mendarat.
Suasana begitu ramai, para jurnalis saling dorong berebut mengambil foto Kenzo dan keluarga kecilnya dari Angle tebaik. Berjuta pertanyaan di lontarkan oleh para pemburu berita.
"Tuan Kenzo selamat datang kembali!"
"Apakah mereka Istri dan Anak Anda?"
"Apa kalian akan menetap disini?"
"Siapa nama puteri cantik Anda?"
Kenzo tidak bisa menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang di layangkan kepadanya, karena dia fokus menuntun Bulan dan menggendon malaikat kecilnya untuk melewati orang-orang itu.
Mereka hanya melempar senyum terbaiknya.
Duke yang tengah duduk di kursi kebesarannya melihat siaran datangnya Kenzo yang diliput seluruh stasiun televisi di negeri itu secara live.
Tangan Duke mengepal kuat.
Ia lalu bangkit dan membanting TV besarnya hingga hancur.
'Brraaaakkkhh!!!'
"Hhhh.....
Bajingan yang bak selebriti...
Selamat datang Kenzo, kau akan berkenalan dengan Duke...
Its time to begin!!
Hahaha hahaha!!"
__ADS_1
ayo ikuti terus... di jamin makin seru. jangan lupa dukung authornya...