
"Kenzo...!
Kau kan basah!
Hiissh kau ini...lihat semuanya jadi basah termasuk aku!
Bulan mencoba bangkit, namun Kenzo menahannya.
"Aku suka yang basah-basah..!"
"Kau itu sejenis ikan?!"
Tanya Bulan sambil meronta, mencoba keluar dari pelukan tangan Kenzo yang berotot.
"Bukan...
Aku makhluk yang senang membuat kita basah karena aku selalu membanjiri cinta..."
"Kenzo... Lepas!
Aku jadi basah...Aku sudah mandi..!!"
"Oya?
Kalau begitu...mandi lagi...!!"
Kenzo lalu menggendong Bulan untuk ikut masuk kedalam kamar mandi.
"Tidak...Aku tidak mau mandi lagi Tuan pemaksa...!!"
"Apa kau bilang?!
Tuan pemaksa?!"
Kenzo mengerutkan dahinya.
"Iya!
Kau Tuan pemaksa!"
"Hhhh...
Pemaksa tapi kau suka kan? Bahkan Angelia adalah buktinya.
Tidak tau terimakasih!"
"A...apa ?!"
"Ssssttt...!!"
Kenzo mendesis agar Bulan berhenti bicara.
"Kau selalu berisik Bulan! Aku akan membuatmu lebih berisik lagi...!"
Kenzo sukses membawa masuk Bulan bersamanya kedalam kamar mandi. Dari dalam masih terdengar Bulan yang meronta minta di bukakan pintu.
"Kenzo... Buka pintunya, Angelia sendirian...! Kau saja yang mandi!"
"Aaarrgghhh, kau banyak alasan,
Angelia bersama dua uncle nya yang hebat! Kau tenang saja..!"
"Ta..ta..tapi...?!"
"Berisik!"
Kenzo membentak Bulan, namun kali ini Bulan benar-benar berhenti berkata.
Satu jam kemudian.
Kenzo keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk yang menutupi bagian pinggang hingga pahanya.
Dia menyisir kasar rambutnya dengan jari dengan wajah yang fresh.
Lalu keluarlah Bulan yang menggunakan handuk juga sambil senyum-senyum sendiri.
Ia lalu melingkarkan tangannya di pinggang Kenzo dan menyandarkan wajahnya di badan suaminya itu.
"Hhhhh...kenapa peluk-peluk Tuan Pemaksa ini?!"
Tanya Kenzo yang juga tersenyum.
"Iihhh...Kenzo!"
Bulan malu-malu kucing.
"Kalau mau kau tidak usah gengsi, apa yang ada di tubuhku ini milikmu...
Kau jangan sungkan...
Jadi kau tidak perlu marah-marah tidak jelas seperti tadi!"
Bulan mengangguk. Kenzo lalu membalikkan badannya hingga berhadapan dengan Bulan.
__ADS_1
"Kau mau lagi...?"
Tanya Kenzo dengan sentuhan tangan yang menjelajah tubuh Arumi.
"Mmhh... Aku..."
Bulan mulai tenggelam dalam sentuhan Kenzo.
"Kenapa kau menggeliat begitu?
Aku cuma menyentuh badanmu..?!"
Mata Bulan membulat, kini dia yang lebih dulu mencium bibir Kenzo dan ********** dengan bringas sampai mereka berdua terbaring di tempat tidur.
"Oowh oowh...
Aku suka ini...!"
Ungkap Kenzo.
Mereka berdua melanjutkan hasrat yang begitu menggelora.
Lalu terdengar suara ketukan pintu yang menjeda aksi mereka beberapa saat.
"Permisi Tuan, Anda ditunggu Mike di lantai bawah"
Kata orang yang berada diluar kamarnya.
"Katakan padanya, tunggu satu jam lagi!
Oya, sedang apa puteriku?"
"Nona Angelia baru saja selesai berenang, kini sedang bermain bersama para pengasuhnya"
"Ok thanks!"
Ucap Kenzo. Tidak mau menunggu lama, Bulan kembali menyerang lebih dulu.
Mike dengan bosan menunggu Kenzo, lebih dari sepuluh kali ia melihat jarum di jam tangannya.
"Jika Kenzo berkata satu jam, itu berarti dua jam!
Hhhh...
Kenzo..Kenzo...
Harta dan kuasanya begitu besar, namun tidak lebih besar dari hasratnya untuk menyentuh wanita...
Dan kini, ancaman besar apa yang telah menunggumu diluar sana Kenzo?"
Jangan berbaring saja sambil senyum-senyum sendiri..!"
Kenzo yang sudah berdandan rapi lalu berbisik pada Bulan.
"Dan...lekas pakai bajumu, nanti kau masuk angin..."
Kenzo tersenyum sambil mencubit mesra pipi Bulan.
Bulan lalu memeluk Kenzo dengan mesra.
"Hhmm, seperti inilah kau ketika merasa puas, selalu menempel padaku seperti prangko...
Cukup untuk pagi ini, karena ada hal penting yang harus ku bicarakan dengan Mike."
Kenzo membalas pelukan Bulan dan mencium bibirnya.
Ia lalu berdiri dan merapikan bajunya.
"Aku mau menemui Mike"
Bulan hanya mengangguk dengan wajah yang menggoda.
"Oooowh jangan wajah itu baby..."
Kenzo merentangkan tangannya dan hendak memeluk Bulan.
"Stop. Cukup...
Lanjut nanti malam!
Hush hush... Aku mau pakai baju, kau cepat temui Mike, dia pasti sedang menunggumu..."
Bulan lalu turun dari tempat tidur dan hendak membuka lemari pakaiaannya. Ketika ia menarik pintu lemari itu, Kenzo dengan cepat menahan pintu lemari itu dengan tangannya.
"Kau mengusirku?
Setelah Aku mengerahkan seluruh tenagaku pagi ini?!
Kau memang luar biasa...!"
Kenzo memasang wajah geram. Tapi Bulan tidak takut sama sekali, dia justru merangkul leher Kenzo.
"Hanya itu kemarahanmu...?"
__ADS_1
Tanya Bulan sambil mengelus leher kekar Kenzo.
"Kau bahkan tau seberapa tinggi level kemarahanku!"
"Kalau begitu cepat marahi Aku!"
Ucap Bulan menantang Kenzo dengan tangannya yang membuka kancing baju Kenzo satu persatu.
"Sejak kapan kau berani menggodaku?
Kau semakin membuatku lemah.
Kau sekarang berani membuka kancing bajuku Hhahh?!"
goda Kenzo sambil tersenyum.
"Sejak tadi...!"
Jawab Bulan sambil terkekeh.
Kenzo yang kembali terpancing, bibirnya mulai mengarah pada bibir Bulan, tapi Bulan menahannya.
"Eeiiittss, cukup untuk pagi ini...
Ada hal yang akan kau bicarakan dengan Mike kan?
Kau kan tadi bilang begituu...?"
Kenzo mengusap wajahnya dan lehernya sendiri, mencoba menetralkan apa yang membara pada dirinya.
"Kau?
Mulai nakal ya?!
Tunggu pembalasanku!"
Kenzo berhasil mengecup Bulan lalu bergegas pergi untuk menemui Mike.
Bulan menghela nafas sambil membenahi handuknya.
"Tidak ku sangka aku akan benar-benar mencintai pria yang dulu begitu brengsek pada wanita,
Kenzo...
Aku sangat mencintaimu..."
***
"Akhirnya...
Kau sampai membuatku pulas Bos, Kenzo!"
Jelas Mike sambil menguap.
"Kau tau ketika sedang berurusan dengan wanita yang sedang 'aroused'? Mereka akan sulit melepaskan kita..."
Jawab Kenzo sambil geleng-geleng kepala mengingat Bulan yang kini berani menggodanya.
"Hahaha, Kau benar sekali...
Sulit menyalakan wanita, tapi ketika menyala terus berkobar dan sulit padam..."
Mike begitu mengerti karena dia sendiripun begitu berpengalaman menikmati banyak wanita.
"So...
Apa hal yang akan kita lakukan mengenai orang itu?
Aku masih mengingat wajahnya dengan baik!
Wajahnya terlalu ramah dan lembut untuk menjadi lawan bajingan seperti kita..!"
"Wajah tidak bisa menjadi tolak ukur untuk menilai karakter seseorang.
Aku punya ide, bagaimana dengan sebuah pesta yang akan kau adakan untuk menjamu semua investor sebagai salam perkenalan darimu Bos?"
"Itu akan cepat ku realisasikan... Mereka harus mengenalku secara langsung sebagai Presiden Direktur SIC.
Dan Aku ingin bertatap langsung dengan mereka..."
"Itu bagus!
Dan buka peluang untuk mereka yang ingin menanam sahamnya di perusahaanmu, lalu telusuri lebih lanjut latar belakang mereka satu persatu secara signifikan.
Mungkin saja, ada di antara mereka yang ingin mengendap untuk menghancurkan mu dari dalam dengan berpura-pura menjadi investor di perusahaan mu yang maju pesat itu...! Bagaimana?"
Tanya Mike akan idenya yang selalu memukau Kenzo.
"Thats good idea, Mike!
Keamanan juga harus di tingkatkan...!"
Timpal Kenzo, pembicaraan mereka semakin serius.
__ADS_1
"Itu point yang paling penting...!"