
"Mark, kau sudah menghubungi orang dari Rusia itu?"
Tanya Duke sambil menikmati setiap iris daging steak yang tersaji begitu mewah.
"Sudah Duke,
Barang itu akan datang sebelum Kenzo menggelar pesta di Pantai El Nado...
Pilihan tempat yang sangat menguntungkan kita."
Jawab Mark bersemangat.
"Tentu saja!
Rencana kita akan berjalan dengan mulus dengan bantuan alat super canggih itu, walaupun aku harus merogoh kocek yang begitu besar!
Tapi untuk enyahnya Kenzo dari dunia ini, itu tak berarti apa-apa...!"
"Akupun sudah tidak sabar menghabisi Kenzo dan para pengawalnya dengan 'Stapor', senapan elektromagnetik yang dapat menembak dari jarak jauh tanpa menggunakan peluru dan bunyi ledakan...
Mereka semua akan terkapar dan membuat yang lainnya terkejut ketika sesuatu yang tidak terlihat dapat memecahkan jantung mereka...!"
Mark tersenyum picik.
"Kau salah! Tidak semua, Kenzo harus tetap hidup dalam insiden itu!"
Mark terkejut mendengar perkataan itu.
"Kau tidak bercanda, Duke?
Kau mengeluarkan Kocek begitu besar, 10.000 US$ untuk membeli sebuah alat keluaran Rusia itu!
Tapi kau hanya membunuh para pengawalnya? Apa nyawa Kenzo begitu berharga?!
Bukannya kau ingin membalas dendam atas kematian adikmu, Chris?"
Duke beranjak dari meja makan, ia tersenyum sambil melangkahkan kakinya menuju foto Chris yang terpajang di dinding rumahnya.
"Itu memang rencanaku Mark!
Membunuh para pengawalnya, termasuk Mike dan Nic yang sudah seperti bayangan Kenzo...
Mereka harus dilenyapkan agar Kenzo lemah!
Dia bukan siapa-siapa tanpa kedua orang itu...
Tembakkan itu hanya membunuhnya dengan damai Mark! Kenzo harus menderita! Dia akan ku bunuh secara perlahan hingga ia sendiri yang meminta kematian dari tanganku...
Dan Bulan...
Tentu akan menjadi milikku...
Hahaha hahah!"
Mark betepuk tangan, dia salut atas rencana yang sudah di persiapkan oleh Bosnya yang bertampang orang yang ramah dan baik-baik, tapi ternyata dia adalah 'Otak Pembunuh' kelas kakap.
***
"Kau yakin akan menggelar pesta itu di Pantai El Nido, Kenzo?"
Tanya Nic yang baru saja bergabung sambil membawa dua botol wine dengan merk favorit Mike.
"Kau membelinya juga?"
Tanya Mike sambil merebut sebotol wine idolanya itu.
"Aku terpesona dengan rasa dan aromanya...
Mari kita nikmati bersama, wine ini sangat tepat untuk membuat pembicaraan kita semakin hangat!"
Jelas Nic.
"Oya Bos, kau belum menjawab pertanyaan Nic tentang Pantai yang menjadi tempat untuk menggelar acara itu?!"
Tanya Mike sambil meneguk minumannya.
Tatapan Kenzo menjadi sendu, dia terbayang ketika ia dan Agnes waktu kecil dulu, disaat mereka berlari di temani Mommy dan sang Dady, Vallentino Sminth yang terkenal.
"Aku merindukan tempat itu!
Pantai El Nido menyimpan kenangan betapa hangatnya masa-masa kebersamaan kami dulu...
Lagi pula, aku ingin memperkenalkan tempat itu pada Angelia dan menceritakan masa kecilku yang bahagia..."
Kenzo tersenyum dengan hati yang sedikit sesak.
"Hhmm, Aku setuju, itu memang tempat yang Indah...
Dan tentunya banyak wanita-wanita cantik yang berjemur di tepi pantai...
Mike pasti menculik salah satu gadis itu dan menguncinya di kamar berdua dengannya...hahaha...
Benarkan Mike?"
Ucap Nic sambil mengikik.
"Aku bisa menculik dua wanita sekaligus dan yang satunya akan ku berikan untukmu Nic...bagaimana??"
"Hhmm, tidak! Terimakasih...
Aku hanya ingin menyentuh wanita, yaitu istriku...!"
'Bbbbrrrrpppfff...!'
"Hahaha hahaha!"
Mike dan Kenzo tertawa terpingkal-pingkal.
Nic hanya mengerutkan dahinya.
"Kenapa kalian tertawa?
Apa ada yang salah?!"
Kenzo dan Mike terus tertawa terbahak-bahak. Bahkan Kenzo sambil meneteskan air mata.
"Kau...kau lucu sekali Nic!
Aku tidak percaya kalau kau masih perjaka..!
Kau tidak usah menipu kami...
Di usiamu yang sudah 32 tahun, kau belum pernah menikmati satu wanitapun!?"
"Kenzo... Coba jelaskan berapa banyak wanita yang sudah kau nikmati?!
Dan beri Nic cara untuk menggoda wanita hingga tergila-gila denganmu!? Hahaha!"
Mikepun tidak bisa berhenti tertawa.
"Sudah ratusan tentunya!
Aku sudah menjadi bajingan sejak berumur 20 tahun..."
__ADS_1
Terang Kenzo sambil meneguk wine yang dibawa Nic.
"Dan Aku tau siapa wanita yang pertama kali mengenalkanmu dengan surga dunia..."
Ucap Mike mencoba membocorkan masa lalu Kenzo.
"No no no! Jangan pernah bahas itu Mike...!"
Ucap Kenzo terkekeh.
"Ayo Mike, katakan saja...
Aku penasaran!?"
Desak Nic.
"Wanita itu...?"
"Mike...?!"
Kenzo melotot ke arah Mike.
"Wanita itu bernama Chelsea...
Mantan Kenzo yang polos dan aduhai...
Aku ingat betul bagaimana Kenzo begitu bringas menikmati inchi demi inchi gadis itu...
Kenzo memang bajingan, jauh-jauh wanita itu datang dari Manila, tapi hanya menjadi amukan hasrat Kenzo. Bukan karena cinta, kejamnya Kenzo malah mengusirnya pulang ke Manila!
Ckckckck... Luar biasa untuk Kenzo!"
Jelas Mike membuat Nic tercengang.
Kenzo hanya tertawa sambil menikmati wine yang begitu memikatnya.
"Crazy!"
Ujar Nic tak percaya.
"Dia sebenarnya merindukan Chelse, tapi karena dia tidak mau kembali ke Manila pada saat itu, yaa Kenzo memutuskan mengakhiri hubungannya..."
Nic lalu menatap Kenzo.
"Kau dari tadi tersenyum, Kenzo?"
"A..apa? Aku tidak tersenyum?!"
Jawab Kenzo mengelak.
"Aaaahhhh mungkin dia merindukan Chelsea?!"
Ledek Mike sambil cekikikan.
"Mungkin kembalinya dia ke Ausi ada rencana untuk mencari keberadaan Chelsea?"
Timpal Nic sambil 'Tos' dengan Mike.
"Omong kosong!"
Jawab Kenzo dingin.
"Mari kita lihat schedule Kenzo...?
Apakah ada misi untuk mencari mantan kekasih yang ia rindukan, sehingga menjadikan wanita lain sebagai pelampiasannya?!"
Lagi-lagi Mike cekikikan.
"Hahaha..!
Lagi pula jika aku ingin mencarinya
Aku tidak akan mengajak dua orang pria tukang gosip seperti kalian!"
Celetuk Kenzo ketus.
"Ooooohhhh seperti itu?
Kau membuat jadwal untuk mencari mantan terindahmu juga, Tuan Kenzo Vernando Sminth?!"
Tegas Bulan dengan wajah marah, entah sejak kapan Bulan berada di belakang ketiga pria kekar dan macho itu.
"Bulan?!"
Teriak mereka kaget.
Kenzo terciduk tengah membicarakan mantannya yang di mulai oleh Mike.
"Sayang?!"
Kenzo gugup.
Bulan tolak pinggang dengan wajah ketus.
"O..oww...!"
Ucap Nic dan Mike bersamaan.
"Jadi ini yang kau bicarakan dengan Nic dan Mike...?
Hhmm bagus bagus!
Pembicaraan yang begitu penting!?"
Bulan membulatkan matanya yang besar.
"Mmmbbb...
Sayang...!
Aku....
Aku...
Maksudku...?
Aaarrrgghhh aku harus bilang apa!?"
Kenzo bingung sendiri, dia tidak bermaksud membicarakan mantannya yang bernama Chelsea itu, Nic dan Mike saja yang terlalu memeriahkan pembicaraan itu hingga terdengar oleh Bulan.
"Kenzo, sorry aku lupa kalau hari ini aku ada jadwal Gym...
So...see you...!
Bulan? Sabar yaa!"
Nic terkekeh sambil melarikan diri karena tidak mau terlibat.
"Emmhh, Bos...
Aku belum memberi pengarahan pada semua pengawalmu untuk persiapan pesta di Pantai itu...
Permisi..."
__ADS_1
Mike mengundurkan diri sambil memamerkan giginya karena tersenyum lebar.
"Hey, Kalian jangan kabur!
Kalian harus tanggung jawab...
Lihat istriku, jadi Marah..!"
Kenzo memberanikan diri menatap mata Bulan.
"Jangan salahkan mereka, aku sendiri mendengarnya kau mau mencari dia..!
Ayo jujur!"
"Bu... Bulan...
Apa yang kau dengar itu tidak seperti yang kau fikirkan...!
Itu semua omong kosong!
Mereka terlalu melebih-lebihkannya..."
Kenzo lalu menggapai tangan Bulan, tapi Bulan menepisnya.
"Omong kosong?!
Apa salah soal kau memiliki mantan di Manila?
Tanya Bulan dengan rasa cemburu yang meluap-luap.
"Be..beb..benar...
Itu benar! Tapi..."
"Lalu apa mantanmu itu bernama Chelsea?!"
Bulan kembali mengintrogasi Kenzo.
"I..iya...
Itu..itu benar, dengar dulu....
Aku..."
Tapi lagi-lagi Kenzo tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan.
"Dan kau akan mencarinya? Kau merindukannya!
Dan jangan-jangan kau hanya menjadikanku pelampiasanmu?!"
"Itu dulu sayang...!
Sudah lama sekali.
Masa itu sudah 12 tahun yang lalu...
Biarpun kini aku kembali, Aku tidak berniat mencarinya...!
Untuk apa? Aku sudah memiliki dua bidadari ysng cantik, yaitu kau dan Angelia...
Kau salah faham...!"
Jelas Kenzo dengan lembut. Namun mata Bulan berkaca-kaca.
"Kau jahat sekali Kenzo...!
Iiihhh Aku sebal sama kamu!
Kamu pasti bohong kan?"
Gertak Bulan tak terima.
"Aku tidak berbohong...!
Percaya padaku sayang..."
Kenzo terus meyakinkan Bulan yang tengah cemburu berat.
"Aku butuh waktu sendiri!
Jangan ikuti aku!
Hhuuhff...!"
Bulan lalu berlari menuju kamarnya. Meninggalkan Kenzo yang tertunduk lesu sambil menggaruk kepalanya, membuat pengawal yang berjaga dan berlalu lalang miliriknya sambil menahan tawa.
Tatapan Kenzo pun mengincar para pengawal yang tengah merasa geli akan adegan tadi.
"Apa?
Apa yang kalian lihat?!
Kau, kau, dan kau...
Apa sudah bosan hidup !!!!?"
Para pengawalnya pun lalu berlarian menghindari Kenzo sejauh mungkin karena ketakutan.
"Nic...!
Mike...!
Kalian berdua harus bertanggung jawab...!
Karena mulut kalian yang tukang gosip itu membuat Istriku marah besar karena salah faham!
Aaarrgghhh...!"
Nic dan Mike cekikikan mendengar teriakan Kenzo dari dalam rumah.
"Apa sekarang saatnya kita bantu Kenzo untuk klarifikasi yang sebenarnya pada Bulan?"
Tanya Mike yang bersandar di kursi santai di pinggir kolam renang.
"Jangan dulu...
Mereka terlalu so sweet dan bergairah, sesekali kita menikmati seorang bajingan sehebat Kenzo takluk oleh seorang wanita yang sangat dia cintai...
Dia selalu bangga membuat wanita tenggelam dalam pesonanya, kini kita lihat...
Seberapa mudahnya kah Kenzo membuat Bulan tenggelam dalam belaiannya..."
Jelas Nic sambil membayangkan wajah murung Kenzo yang menurutnya sangat menggelikan.
"Menurutku akan sulit baginya membuat Bulan respect lagi tanpa klarifikasi dari kita...
Kita harus membuat kesepakatan.
Klarifikasi dengan 10 botol Diva Vodkanya, atau jika ia keberatan, tersiksa lah dia jika tidak menyentuh Bulan semalam saja..hahaha...
Cheers?"
Nic mengajak Mike bersulang.
__ADS_1
"Hahaha, cheers untuk Kenzo yang tengah berjuang meyakinkan istrinya...hahaha!"