Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Obat Pencuci Perut


__ADS_3

Pov Nic dan Jesy...


"Sampaikan pada ibu dan ayahmu bahwa pernikahan kita di majukan satu minggu"


Nic membuka pembicaraan.


"Baiklah..."


Jawab Jesy malu-malu.


"Apa kau keberatan?"


Kini Nic menatap Jesy dengan senyum manisnya. Membuat hati Jesy terasa ingin meleleh.


Jesy hanya sanggup menggelengkan kepalanya.


Nic tersenyum sambil mengecup tangan Jesy


"Syukurlah...


Oya, dekorasi sesuai dengan yang kau inginkan..."


"Benar kah?"


Sahut Jesy dengan mata berbinar.


"Hhmm, garden party. Aku pun suka, sebentar lagi tim IO akan datang, untuk konsumsi dan para tamu semua akan segera beres.


Kau tidak perlu khawatir"


Jesy sangat bahagia, ia lalu memeluk Nic dengan erat.


"Terimakasih Prince Nicholas..."


"Yang terbaik akan ku lakukan untukmu, Jesy.


Hmmm, Jes?"


"Ya..?"


Jesy menatap Nic.


"Aku tengah memikirkan sesuatu, boleh aku minta tolong padamu, ini memang sedikit tega, tapi aku lebih tidak tega apabila, Bulan kenapa-napa karena kondisinya yang tengah hamil besar fikirannya tidak boleh tertekan"


Jesy mengerutkan dahinya, mencoba menebak apa yang di maksud Nic.


"Apa yang harus ku lakukan?"


"Mmhhh... Kemarilah, akan ku beri tau"


Nic pun berbisik di telinga Jesy, tentu saja agar tidak ada orang yang mendengarnya.


(.......)


"Ooohh, begitu, lalu siapa yang akan mewakilinya, apa aku?"


"Ohh tentu tidak, kau tidak akan kemanapun...


Hhmm, biar Alexander yang mewakilimu dari Dominic group, ok?


Apa rencana ini bisa di mulai?"


"Tentu saja...


Demi kebaikan! Hihihi..."


Jesy terkekeh, dan merekapun berjabat tangan.


"Deal!!"


Ucap mereka berdua bersamaan.


Menuju rumah Celsi...


Nic melihat arloji mewahnya.


"Apa ia ada di rumah?"


"Biasanya ia sedang bersantai menonton drama favoritnya"


Jawab Jesy.


"Oya? Ternyata hidupnya sangat suka drama..."


Ucap Nic membuat Jesy tertawa.


"Apa benar, ini Pizza kesukaannya?"


Lanjut Nic.


"Hmmm"


Jesy mengangguk.


"Pizza ukuran jumbo dengan potongan buah zaitun..."


Jawab Jesy.


"Baguslah, mungkin malam ini kita akan menjadi orang yang jahat. Tapi menurutku tidak seburuk itu. Celsi mungkin hanya kehilangan berat badan sampai satu kilo gram.

__ADS_1


Jadi itu baguskan?"


"Yupp, dia tidak harus bersusah payah berolahraga, hehe"


Nic tersenyum.


"Pertigaan belok kiri ya,,"


Kata Jesy menunjukkan arah.


"Ok.."


****


20 menit perjalanan, Mereka pun sampai di depan rumah Celsi.


'Ting tong'


Jesy menekan Bel. Tapi belum menunjukkan ada orang di dalam.


"Coba sekali lagi"


Kata Nic.


"Hmmm"


'Ting tong ting tong ting tong!!'


Entah berapa kali Jesy enekan bel itu dan baru lah ada tanda-tanda kehidupan di dalam.


"Oouhhh shittt!! Aku tidak tuli! Lagu pula siapa sih, ganggu orang tengah bersantai saja!!"


Celsi menggerutu sambil berjalan ke arah pintu.


"Dia ada di dalam...! Bisik Jesy pada Nic.


Celsi... Cepat buka kan pintu!!"


Teriak Jesy ari luar.


'Trekk tekkk'


Pintu terbuka.


"Kau! Heey dasar tidak sopan! Aku bisa melaporkan mu Jesy, kau bisa membuat telingaku tuli!!"


Umpat Celsi kesal.


"Sorry..."


Jawab Jesy ambil cekikikan.


Nic mengangkat lima jarinya untuk menyapa Celsi, dan kedatangan Nic bersama Jesy cukup membuat ia terkejut.


"Hai..."


Sapa Nic singkat.


"**..Tuan Nic...


Selamat malam...si..silahkan masuk."


Ucap Celsi terbata-bata.


Nic tersenyum.


"Thank you"


Lalu melangkah masuk ke dalam rumah Celsi. Jesy mengikuti langkah Nic.


"Tuan Nic silahkan duduk"


"Terimakasih"


Jawab Nic.


"Mmm, aku akan membuatkan anda minum, Jesy ayo bantu aku"


"Baiklah, oya kami membawakan mu Pizza spesial"


Ucap Jesy seraya membuka Pizza yang dibawanya.


"Wahhh kelihatannya lezat, padahal kalian tidak perlu repot begini. Dan rasanya tidak lengkap bukan pizza tanpa minuman?


Ayo Jes, kita ke dapur"


"Ok..."


Ketika Jesy dan Celsi pergi ke dapur, Nic lekas memastikan bahwa Celsi tidak melihat apa yang ia taruh di atas pizza itu. Pizza dengan mayonais paling banyak, tidak Nic taburi obat pencuci perut. Jadi, pizza dengan mayonais yang sedikit yang Nic taburi, karena Celsi tidak suka mayonais yang berlebihan.


Obat pencuci perut?


Ya, rencana Nic adalah, menggagalkan keberangkatan Celsi ke Singapur bersama Kenzo, walau ia belum tau kalau Kenzo yang akan pergi bersamanya.


Mengantisipasi Celsi yang terlalu agresif dan nekad, dan menghindari perselisihan antara Kenzo dan Bulan. Karena jika itu terjadi, tentu akan berdampak buruk pada kehamilannya.


"Maafkan aku Celsi, aku lebih sayang Kenzo dan Bulan dibanding dirimu..haha!"


Gumam Nic dalam hati. Setelah berhasil menaburi Pizza dengan obat pencuci perut, Nic kembali menutup pizza itu seperti semula.

__ADS_1


"Minuman dataaang..!"


Kata Celsi sambil membawa nampan berisi minuman.


"Silahkan Tuan Nic..."


"Terimakasih.


Oya, kedatanganku kesini ingin memberi tau anda bahwa...


Besok aku tidak bisa pergi ke Singapur bersama anda."


"What? Lalu, siapa yang akan..."


"Kenzo.


Dia yang akan pergi bersama anda"


Mata Celsi berbinar, ia begitu girang hingga ingin sekali rasanya ia melompat-lompat.


"Kenzo?!"


"Betul sekali, besok kami sudah mulai cuti, karena pernikahan kami di majukan 1 minggu lagi, tanggal 10 november nanti"


"Di majukan?"


Tanya Celsi kaget.


"Betul sekali, ini undangan untukmu"


Jesy memberikannya pada Celsi.


"Huumh, aku jadi iri, selamat yaa sepupuku..."


Celsi memeluk Jesy begitu juga sebaliknya.


"Iya, terimaksih.


Lalu, tunggu apa lagi, mari kita makan bersama..."


Jesy membuka pizza itu yang aromanya menggugah selera Celsi.


"Kelihatanya sangat lezat, aku cicipi yaa? Ayo Tuan Nic."


"Tentu saja..."


Nic pun mengambil sepotong pizza dengan sedikit mayonais, yang telah ia taburi obat pencuci perut tentunya.


Tapi melihat hanya pizza yang di ambil oleh Nic lah yang mayonaisnya sedikit, Celsi menghentikan Nic.


Tentu ini sudah sangat di rencanakan dengan matang agar menghindari kecurigaan Cecilia.


"Stop stop! Tuan, maaf...boleh aku meminta pizza yang anda pegang?"


"Kenapa harus pizza milikku, lihatlah, masih banyak pizza..."


"Semua pizza itu banyak sekali mayonaisnya, aku tidak suka"


Jawabnya malu-malu.


"Ohh begitu, Hmm..silahkan"


Nic kembali menaruh potongan pizza itu.


"Kalau begitu... Mari kita makan...."


Kata Jesy penuh semangat.


"Hahahaha....kau masuk perangkap ku, besok pagi kau pasti akan bolak-balik kamar mandi dan tidak bisa pergi ke Singapur bersama Kenzo..."


Obrolan mereka semaki seru, hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 00:00.


"Sudah larut malam, sebaiknya kami pulang. Karena besok anda akan bersiap menuju Singapur kan?


Ayo Jes..."


"Betul juga, ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan, dan terimakasih untuk pizza dan info yang sangat menggembirakan"


Nic tersenyum.


"Sama-sama"


"See you Cel..."


Jesy melambaikan tangannya.


"See you".


******


Keesokan paginya.


"Duuuhh mulas sekali, sudah 6x aku buang air terus! Bagaimana ini kalau begini terus aku pasti tidak bisa ke Singapur dengan Kenzo,


Uuhhh Kenzo!


'Kruubuk krubukk!!'


"Ouhhh sakit sekali perutku!!"

__ADS_1


Celsi kembali masuk ke dalam toilet.


__ADS_2