
"Menakutkan?! Mike... Kau belum tau kalau cinta itu akan membuat hidup kita lebih berwarna, dengan cinta kau bisa memperoleh penerus mu di masa depan, apa kau tidak mau memiliki Mike junior dimasa depan?"
Jelas Kenzo yang membuat Mike berfikir.
"Ahhh Aku tidak tertarik, Aku bisa mengurus dan melindungi diriku sendiri, banyak wanita diluar sana yang bisa menemani tidurku, hidupku sudah cukup sempurna dan menyenangkan, tidak harus memikirkan kata yang mengerikan yang kalian sebut Cinta!"
"Hey boys! Kau memang kloning diriku, prinsip hidupmu sama persis dengan prinsip ku jauh sebelum berubah ketika Bulan masuk kedalam kehidupanku yang rumit.
Kau tau betul, apa yang Kenzo tidak miliki di dunia ini? Harta, tahta, dan wanita...tiga hal itu sangat mudah ku dapatkan, tapi cinta!?
Itu memang kata yang sulit untuk kita cari maknanya, tapi ketika ku menyadari disaat aku takut kehilangan Bulan, Aku baru tau itulah yang dinamakan cinta, dan Aku butuh pengikat yang kuat agar Bulan tetap disisiku, menghadirkan Angelia...
Dan hadirnya Angelia adalah bukti cintaku pada Bulan,
20 atau 30 tahun kemudian kita tak lagi setampan dan semacho ini guys! Kita butuh penerus, dan seseorang yang menemani hari tua kita yaitu, seorang anak...
Dan mendapatkan seorang anak tentu harus ada seorang wanita yang melahirkannya, wanita yang akan menjadi teman hidupmu selamanya tanpa rasa bosan!"
Penjelasan Kenzo membuat dua orang sahabatnya berfikir.
"Aaahh Kenzo! Mengapa kata-kata mu membuatku ingin semakin cepat memiliki istri? Tapi sayangnya belum ada calon yang tepat...
Tapi Mike?
Jodohmu sudah di depan mata! Kenapa kau mengacuhkannya?
Rere terlihat sangat mencintaimu...!"
Mendengar ucapan Nic membuat Mike menatap jauh ke lautan dengan ombak besarnya yang menari-nari.
"Aku tau, tapi Aku tidak peduli!"
Sahut Mike ketus. Namun ucapannya lain dengan apa yang ada di hatinya. Entah mengapa semakin Mike bersikap tak peduli, bayangan Rere justru berlalu-lalang dibenaknya.
**************
Jauh diseberang lautan sana, Rere pun tengah menatap lautan yang tak berujung itu. Matanya meneteskan air mata yang mewakili rasa sakit di hatinya.
"Aku benar-benar mencintaimu Mike, bukan karena sekarang ku tau kalau kau itu bukan orang biasa, kau salah satu orang yang luar biasa di antara keluarga Sminth...
Dan sekarang, itu yang membuat ku merasa tak pantas mencintaimu, karena siapa diriku ini? Aku hanya gadis miskin yang tentu saja bukan selera dari Pria dari kalangan elit sepertimu...
Hiks...
Tapi Aku tidak bisa berbohong, semakin ku mencoba melupakanmu, cintaku justru begitu besar padamu..."
"Cinta...! Mengapa kau menyiksaku...!"
Teriak Mike dan Rere bersamaan dari sisi lautan yang berbeda.
'Bhahaha hahaha !'
"Seorang Mike yang pandai dalam taktik dan menyerang ternyata lemah berhadapan dengan cinta!
Sudahlah Mike, jangan ungkapkan saja apa yang ada di hatimu...
Kalau tidak, nanti akan seperti tertusuk pisau belati di dadamu,
Semakin di tahan, maka kian menusuk semakin dalam!"
Jelas Kenzo sambil meneguk Diva Vodkanya yang begitu mewah.
__ADS_1
"Oouuhhhh...semakin di tahan maka tertusuk semakin dalam,
Bukankah itu hal yang disenangi wanita?"
Tanya Nic polos sambil mengikik geli.
"Kalau wanita semakin di gempur semakin menancap kedalam, dasar bodoh! Hhhhh...
Beginilah nasib pria yang tidak pernah meledakkan senjatanya,?
Sangat naif..."
Ucap Mike dengan senyum meledek.
"Bukan hanya naif, tapi juga bernasib sial. Aku heran pada mu, Nic!? Atau jangan-jangan, kau...?"
'Bbhhugg'
"Kurang ajar! Beraninya kau memikirkan hal sekonyol itu!?"
Ucap Nic geram sambil meninju bahu Kenzo.
"Yang Aku fikirkan baru perkiraan sementara..."
Ucap Kenzo sambil terkekeh.
"Hei bodoh! Kalau kau mengira Aku tidak suka wanita, bagaimana dulu aku punya rasa yang besar pada Bulan ketika kau begitu kejam terhadapnya?
Untung saja kau bisa lebih lembut saat ini, kalau tidak Akulah Dady Angelia saat ini, bukan dirimu...!"
"Baiklaahh, kalau begitu sekarang aku tau kau pria sejati...
"Belum apa? Aku mudah saja jika mau melakukan itu, tapi Aku terlalu jijik menikmati wanita-wanita malam yang telah digunakan banyak pria, iuuhhh!
Ahhaa!
I have good idea!"
Nic tersenyum sumringah, membuat Kenzo dan Nic bertanya-tanya karena tak mengerti.
"What is that?"
Tanya Kenzo heran.
"Bagaimana kalau Aku saja yang menggoda Rere...
Kasian gadis secantik itu jika jatuh ke tangan pria yang kejam seperti Mike!?
Benarkan?
Mike memang tidak cocok dengan wanita baik-baik, kau lebih pantas dan cocok bersenang-senang dengan wanita di Club malam di seluruh penjuru Ausi dan dunia, you agrew with me Mr.Kenzo..?"
Kenzo berfikir sejenak dengan menaikkan satu alisnya.
"Apa yang kau katakan ada benarnya juga Tuan Nic, jika Mike tak peduli, biarkan tangan dan hati lembut mu lah yang memanjakan Rere dengan cintamu, pria lembut dan romantis sepertimu pasti dapat membuat Rere melupakan Mike,
Aku setuju dan kau ku izinkan untuk menemuinya besok!"
"Horee...
Yeey yey yey !!"
__ADS_1
Nic bersorak girang seperti anak kecil.
Mike hanya memutar bola matanya, ia benar-benar mencoba tak peduli dengan apa yang di katakan oleh kedua best friendnya itu.
Tapi apa yang dikatakan Kenzo dan Nic sukses membuat hatinya tak nyaman.
"Aku mau tidur, Aku butuh waktu istirahat yang cukup agar tubuh ku pulih kembali,
Dan untukmu Nic!? Silahkan kau goda perempuan udik yang bernama Rere itu, Aku tidak peduli"
Mike bangkit dan melangkah pergi sambil melempar botol wine-nya ketengah laut.
"Kau yakin tidak mau menarik kata-kata mu!?"
Tanya Nic yang sebenarnya hanya ingin menggoda Mike.
"Jika kau suka, ambilah! Dia bukan milik siapapun! Tidak usah menanyakan hal itu padaku"
Mike lalu melanjutkan langkahnya, pergi meninggalkan dua pria tampan dan macho lainnya begitu saja.
"Ternyata bukan saja kepalanya yang keras, tapi juga hatinya, kita lihat ekspresi pria sombong itu ketika wanita yang membayanginya terus di goda pria lain..."
Ucap Nic sambil menggelengkan kepala mengingat sikap Mike yang terkesan menutupi perasaan yang sebenarnya pada Rere.
"Kita lihat saja besok! Ini akan menjadi tontonan menarik ketika ku belum 100% aktif dan mencurahkan waktuku untuk mengurus bisnis yang semrawut itu"
************************
Mike berbaring di kamar mewahnya di dalam kapal pesiar itu. Otaknya ternyata tidak bisa di ajak kompromi, pembicaraan tentang Rere sangat mengganggu hati dan fikirannya.
"Shitt!
Kenapa mereka harus membahas wanita itu?! Membuat ku merasa terbebani saja!
Tapi...
Apa yang membuatku menjadi tak tenang begini?
Apa karena Nic yang mencoba mendekati Rere?
So what Mike?! Come on!
Dia hanya wanita pesisir yang...
Sebenarnya ia ingin mengucapkan kata udik dan bodoh, tapi tiba-tiba bayangan wajah cantik Rere yang terkena sinar sun set begitu indah dan eksotis, seketika hatinya berbunga
Wanita yang... Cantik!"
Sambung Mike dengan senyum yang melebar di wajahnya.
Dalam hitungan detik ekspresinya kembali dingin dan membosankan.
"Aapa?! Aku khawatir jika Aku mulai gila karena perempuan itu!"
Mike mencoba memejamkan matanya, tapi entah mengapa pelukan Rere tiba-tiba ia rasakan di tubuhnya, matanya pun kembali terbuka lebar dan bangkit duduk dengan wajah kacau.
Ia mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan karena gelisah. Bukan hanya itu, Mike pun kembali merasakan sensasi saat ia mencium bibir Rere dengan lembut, ia lalu menyentuh bibirnya.
"Ciuman itu pasti yang membuatku hampir gila saat ini! Aku harus memberi pelajaran pada mu Rere, seharusnya kau mengelak sewaktu Aku hendak mencium mu secara tiba-tiba!
Aaaaarrrgghhhh ! Lalu semua hal aneh yang kurasakan ini salah siapa?! Rere harus bertanggung jawab, Ia telah membuatku sulit memejamkan mata, awas kau nanti Rere?!"
__ADS_1