Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Hamil


__ADS_3

Tangan Bulan mengepal, matanya menyorot tajam pada Kenzo dan Mike.


"Ooohhhh...jadi, trio sok tampan ini membohongi Aku ya!?


Iya?"


Bulan tolak pinggang dengan sorot mata yang tajam.


"Jangan marah padaku Nona, Aku hanya menjalankan perintah, otak di balik ini semua adalah...?"


Mike menatap Kenzo, tapi mata Kenzo berkedip bahkan sedikit menggelengkan kepala agar Mike tutup mulut.


Tapi Kenzo beruntung, suster kembali memanggil Bulan untuk masuk kedalam ruangan.


"Bu Bulan, jangan buat dokter menunggu"


"Baik sus!"


Sahut Kenzo.


"Nama kamu memang Bulan?!"


Kata Bulan jutek.


"Mmm...ya habisnya kau tidak menjawab. Ayolah kita masuk!" Kenzo menggandeng tangan Bulan.


"Tapi ini ruangan dokter Obgyn Kenzo..?"


"Oya? Tapi Aku kira, semua dokter punya alat untuk memeriksa tensi darah bukan?"


Kata Kenzo sambil membuka pintu ruangan dokter itu.


"**...tapi, ttaapi..?"


"Sudah jangan banyak tapi tapi!!"


Kenzo menghadap dokter itu dengan hati berbunga dan tersenyum lebar, sedangkan Bulan masih bingung dan bertanya-tanya dalam hati.


Setelah Kenzo menjelaskan panjang lebar.


"Ok baiklah! Ayo Nona, berbaring sebentar."


Titah dokter Byanca. Bulan pun berbaring, dokter Byanca lalu memeriksa tensi dan perut Bulan.


"Tensi darah bagus! 110/90. Dan...


Waaw..benar!


Nona Bulan, apa kamu tidak pernah peka akan kehadiran bayi mungil di antara kalian? ucap dokter Byanca.


"Bayi? Maksud dokter!?"


Bulan balik bertanya.


"Nyona Bulan, anda tengah hamil empat minggu, selamat ya untuk kalian berdua"


Dokter Byanca menjulurkan tangannya seraya memberi selamat.


Kenzo dengan mata berbinar menjabat tangan sang dokter, rasanya ia ingin sekali berteriak dan lompat-lompat saat ini.


"Terimakasih dok, kami sungguh bahagia, benarkan sayang?"


Bulan masih diam tak bergeming, mungkin dia shok dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Matanya lalu melirik tajam kearah Kenzo.


"Ini pasti gara-gara kamu. Iya kan Kenzo?"


Dokter Byanca mengerutkan dahinya, sedang Kenzo menepak jidat.


'Plak!'


"Come on sayang, pertanyaan macam apa itu? Itu Jelas perbuatanku!


Ahh kau ini"


Kenzo lalu tersenyum kikuk kepada dokter Byanca.


"Dokter, kalau begitu terimakasih"


Ucap Kenzo sambil bangkit berdiri.


"Iya Tuan, jadwal kontrol selanjutnya satu bulan dari saat ini. Ini resep vitamin yang harus anda bayar, Nyonya Bulan, sehat terus ya, jangan terlalu capek"


Bulan yang masih shok hanya mampu mengangguk.


Di luar ruangan, Mike dan Rere masih main curi-curi pandang.


"Kalau mau menatapku, tidak usah diam-diam begitu!"


Ucap Mike sedikit sok jual mahal dengan tatapan yang mengarah ke sisi lain.


"Aku takut"


Jawab Rere singkat.


"Takut? Apa wajahku menyeramkan?"

__ADS_1


Kini Mike menatap Rere.


"Tidak, wajahmu sangat tampan"


Mike langsung GR dengan menarik sebelah sudut bibirnya.


"Tapi sikapmu, yang terlalu menakutkan, tapi Aku tetap saja mencintai orang yang sama sekali tidak mencintaiku"


Wajah Rere menjadi sendu.


"Mungkin, Aku berusaha untuk membunuh rasa cinta ini, supaya anda tidak merasa terganggu"


Mike tercengang.


"Kau tidak tau cara membunuh! Aku saja yang ahli membunuh seseorang tidak sanggup membunuh kenyataan bahwa Aku pun cinta sama kamu!"


Mereka lalu bertatapan.


Rupanya Mike keceplosan, membuat ia salah tingkah.


Rere menatap Mike semakin dalam, membuat ia semakin salah tingkah.


"Apa yang kau lakukan!? Kau membuatku takut!"


Ucap Mike yang masih tak percaya bisa mengucapkan hal itu.


"Anda pasti terlalu banyak minum, jadi bicaranya ngelantur"


Rere mengukir senyum tipis di wajahnya.


"Sepuluh botol minuman tidak akan sanggup menguasai diriku, Rere!?"


"Kalau begitu, yang anda katakan tadi murni atas kesadaran anda?"


Mike kembali salah tingkah, membuat dirinya merasa bodoh.


"Aku...Aku...!"


Mike lalu menarik bahu Rere dan mengecup bibir Rere untuk waktu yang cukup lama, membuat mata Rere melebar.


"Apa ini mimpi?"


Gumam Rere dalam hati, untuk yang kedua kalinya Mike menciumnya.


Tapi kini Rere tidak mau terhanyut, sikap Mike yang plin-plan membuat dirinya hanya menjadi wanita bodoh.


Ia lalu mendorong Mike.


'Buughhh'


Mike pun mundur beberapa langkah.


Ini cambuk kan. Terasa sangat sakit di dada Mike. Ya ini semua karena sikapnya yang terlalu gengsi dan terlalu naif tentang cinta.


"Rere, mengapa hatiku sakit mendengar kau mengucapkan itu?"


Rere menatap Mike.


"Mengapa harus sakit? Kau mestinya tidak harus terluka kan? Karena di hatimu itu kosong, kau terlalu egois hingga wanita tidak boleh mengisi hatimu itu dengan cinta.


Lalu salahku apa jika kau merasakan Sakit di hatimu saat ini?"


Mike tidak bisa menjawab, dia menarik tangan Rere kedalam pelukannya.


Ia menatap mata Rere yang mulai di penuhi bulir-bulir air mata.


"Aku ini bodoh tentang cinta. Please, ajari Aku tentang hal itu!"


"Cinta itu tidak harus belajar, atau mengikuti intruksi dari seseorang Tuan Mike.


Cinta itu, membiarkan apa yang ada di hatimu itu mengalir, turuti kata hatimu.


Sepertiku saat ini, Aku menuruti kata hatiku untuk, melupakanmu"


Mereka terdiam beberapa saat, hingga tak sadar tontonan orang berlalu-lalang.


"Bohong! Kau bohong kan Rere? Kau masih mencintaiku. Ayo katakan!?"


Rere belum menjawab, tiba-tiba Bulan keluar dari ruang dokter dengan langkah tergesa-gesa, ia bahkan tidak mempedulikan Rere.


Kenzo menyusulnya.


"Hei lanjutkan itu di rumah! sekarang ayo kejar istriku!"


"Kenapa Nona Bulan?"


Tanya Mike dan Rere bersamaan.


(Mereka saling beradu pandang)


Kenzo garuk-garuk kepala frustasi.


"Dia kesal, atau shok?!


Karena Aku menghamilinya,


I dot know!!

__ADS_1


Ayo, kenapa masih berdiri disini!?


Telpon anak buahmu untuk mencegat istriku!"


"Di hamili suami sendiri, sampai shok dan kabur begitu?"


Begitulah kiranya yang berada di benak Mike dan Rere.


Dan akhirnya merekapun berlari mengejar Bulan, apalagi Kenzo dan Mike sampai sembarangan mendorong orang yang menghalangi langkahnya.


Akan tetapi di parkiran rumah sakit,


Para anak buah Mike mengelilingi mobil yang di tumpangi Kenzo dan Bulan.


"Dimana istriku?"


Tanya Kenzo khawatir.


"Di dalam Bos"


"Maksud kalian, di dalam mobil?"


"Iya Bos"


'Greekkk'


Pintu mobil terbuka, ternyata Bulan yang membuka pintu itu dari dalam.


"Sayang?"


Kenzo bergegas duduk di dalam mobil dan Bulan pun bergeser dengan senang hati.


"Sayang? Are you ok?"


Bulan tersenyum pada Kenzo dengan tersenyum paksa.


"Maaf Tuan Kenzo, apa kita kembali ke rumah?"


Tanya Mike yang sudah bersiap mengemudi.


"Hey, mau apa kau duduk disitu?"


Tanya Bulan sinis.


Hening sesaat.


"Maksud Nona, Aku?"


Tanya Mike kikuk.


"Iya! Memang siapa lagi Tuan membosankan!"


'Jlebb'


Kenzo mengedipkan matanya dan mengisyaratkan Mike agar cepat keluar dari mobilnya.


"Sayang, apa kau mau suami tercintamu ini yang mengemudi mobilnya?"


Kenzo tersenyum manis pada istrinya yang tengah memasang wajah masam. Bulan hanya mengangguk pelan.


"Mmm, baiklah. Hey Mike, kau tuli ya?


Istriku mau aku yang menyetir mobilnya. Cepat turun!"


"I..iya bos"


Mike lalu keluar dari mobil Kenzo.


"Ok. Kini kita hanya berdua sayang, menurutmu apa yang akan kita...?"


Kenzo belum melanjutkan kata-katanya, tapi Bulan langsung memotong ucapan Kenzo.


"Bukan berdua!"


Bentak Bulan.


"Lalu? Mike kan sudah keluar. Yang ada hanya Aku, kamu...?"


Bulan menyentuh perutnya seraya menepuknya pelan. Mata Kenzo membulat, ia lalu memasang senyum paksa.


"Oh My God! Dady lupa kalau ada Kenzo junior disini!"


Tangan Kenzo hendak menyentuh perut Bulan, tapi Bulan langsung menepis tangan laki-laki yang telah membuatnya hamil untuk yang kedua kalinya itu.


'Plakk!'


"Aawwhh! Sayang? Kenapa kau..?"


"Jangan sentuh Aku, mengerti?"


Kenzo cemberut manja.


"Kau ini bagaimana? Kau memiliki Angelia dan calon adiknya ini karena aku menyentuhmu, ibu?"


"Stop! Jangan banyak bicara lagi. Aku mau kita cepat pulang."


"hmmm..ok ok.."

__ADS_1


Selamat berjuang menghadapi Bumil Kenzo...


__ADS_2