Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Mimpi Buruk


__ADS_3

Sayang Kenzo tak kuasa menahan Bulan agar tetap di sisinya.


Perlahan tapi pasti, bayangan Bulan pun memudar, ia menggoreskan senyum dan melambaikan tangannya hingga benar-benar hilang dari pandangan Kenzo.


"Sayang!


Sayang!


Jangan tinggalkan Aku sayang!


Aku mencintaimu...


Demi Tuhan aku tidak sanggup hidup tanpamu...


Sayang...!"


Kenzo mengigau, dan ia segera bangkit duduk di atas kasurnya. Keringat membasahi seluruh tubuhnya, matanya sembab dan nafasnya terengah.


"Sayang..."


Kenzo kini sempurna membuka matanya yang basah karena ribuan tetes air mata telah mengalir.


Lalu matanya kembali menangkap sosok Bulan.


"Sayang...?


Kau masih di sisiku?"


"Kau fikir aku mau pergi kemana Kenzo?


Aku tengah hamil besar! Tidak mungkin pergi ketempat sembarangan!


Lagi pula kau ini kenapa?


Hanya di senggol motor sampai tak sadarkan diri hampir 24 jam...


Kau ini pingsan atau tidur?


Bikin khawatir saja..!"


Kenzo mengucek matanya.


"Sayang...!


Kau...?


Katakan padaku kalau ini bukan mimpi! Kau masih isteri ku kan?


Kau tidak akan pergi meninggalkanku!?


Dan mana putera ku?!"


Kenzo tengok kanan kiri, atas bawah...mencari bayi laki-laki nya yang terakhir kali ia ingat, kalau ia memberikannya pada Nic untuk di gendong.


"Mana Nic?!


Nicholaaas...!


Mana putera ku? Kembalikan! Jangan culik putera ku!"


"Kenzo!"


Bulan geram dan menyumpal mulut Kenzo dengan apel.


"Lihat perutku! Kau fikir di dalam perutku ini apa? Bantal?


Lalu yang kau cari anak siapa?!


Ohh Ya Tuhan, jangan-jangan-jangan kepalamu terbentur hebat dan...


Oohhh tidak...


Kenzo kau jangan gila...!"


Kenzoo mengerutkan dahinya.


"Enak saja! Aku masih waras sayang!"


Kenzo lalu menatap perut Bulan dan mengelusnya, hingga bayi di dalamnya merasakan sentuhan sang ayah dan bergerak.


Kenzo tersenyum lebar.


"Ooouhhh...kau masih di dalam sini ya?! Jadi, tadi aku hanya bermimpi!?"


Bulan bangkit sambil menepis tangan Kenzo.


"Kau bermimpi dan membuat telingaku tuli! Hhhh...syukurlah jika kau baik-baik saja, aku fikir kau jadi gila..."


Ucap Bulan terkekeh.


Kenzo menaikkan sebelah alisnya.


"yaa...aku memang sudah gila...


aku tergila-gila padamu sayang!


ohhh Bulan ku tercintaa..."


Kenzo tanpa basa-basi langsung mendekap tubuh Bulan.


"Don't leave me again...!?"


Kenzo benar-benar merasa kalau mimpi itu seperti kenyataan.


"Again?


memang kapan Aku meninggalkan mu Kenzo?


yang ada, kau yang selalu meninggalkanku ke luar negeri.


tapi aku biasa saja..?"


Kenzo semakin erat memeluk sang isteri.


"Pokoknya kau jangan kemana-mana!


tetap disini bersamaku!"


Bulan memasang wajah masam.


"Manjaa sekali kau ini, Angelia yang mau punya adik pun tidak seaneh kau, Kenzo.

__ADS_1


Aku curiga, jangan-jangan ada yang tidak beres dengan kepalamu..?"


ucap Bulan sambil memperhatikan kepala Kenzo.


"Sayang, kau tidak tau...


tadi aku bermimpi buruk sekali...


seakan-akan itu nyata...


aku takut..."


jelas Kenzo dengan manja.


Bulan melepaskan pelukan Kenzo di tubuhnya.


"Sebelum kau tertabrak, pasti kau banyak minum!


omongan mu jadi ngelantur!"


"Kok, ngelantur...?


itu...


itu benar sayang,


lalu...aku membunuh seseorang dengan begitu kejamnya...dan..."


Kenzo belum menyelesaikan kata-katanya, Bulan segera bangkit berdiri dan berlalu.


"...dan kau harus minum obat, atau kepalamu harus di periksa lebih lanjut ke dokter, dan di suntik dengan suntikan yang saaaangat besar!"


Bulan terus melangkah ke luar dari kamar mereka, dan Kenzo menyusulnya.


"Ss..sayang...


aku tidak mau ke dokter!


dokter itu...


menakutkan..."


jelas Kenzo yang tengah berjalan sambil memeluk Bulan.


Dan itu membuat Bulan kesal, karena keadaannya yang tengah hamil besar, di tambah adanya Kenzo yang tinggi kekar bersandar dan memeluk dirinya.


"Kenzo, kau tidak sadar?


lebih menakutkan dirimu di banding harimau di hutan!


Kau itu berbahaya!


Aahh sudahlah, jangan seperti anak kecil begini, kau itu berat.


Jalan biasa saja...!"


"Tidak mau!


Aku tidak ingin jauh darimu! "


jawab Kenzo ketus.


Dan tingkah Kenzo membuat kedua sahabatnya heran.


Apa ada luka dalam yang kau rasakan?"


tanya Nic sambil memeluk Jesy. Mike dan Rerepun berada satu ruangan dengannya.


"Luka dalam?


tentu ada..."


jawab Kenzo.


"Oyaa?


bagian mana yang kau rasakan?!"


sambung Mike serius.


Kenzo lalu memegang dadanya.


"Hatiku...


hatiku terasa sesak..."


Bulan hanya memutar bola matanya.


"Hati?


Kau memilikinya?


Bukankah hatimu telah mati dan di kubur hingga ke dasar bumi?"


gurau Nic membuat Jesy, Rere dan Mike terkekeh.


"Itu benar,


tapi karena Bulan di sisiku, aku seperti telah melakukan cangkok hati..."


'bbbbrrrPpphhffff..


ahahahahaa..'


kata-kata Kenzo membuat yang mendengarnya terbahak-bahak.


Kenzo lalu menatap curiga pada Jesy yang tengah bersandar pada Nic.


"Jesy?!"


"Iya Bos...


ada apa?"


jawab Jesy penuh hormat.


"Katakan yang sebenarnya...


siapa Toria! "


Seketika Jesy mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Toria?


aku tidak kenal dengan yang namanya Toria,"


jelas Jesy penuh keheranan.


"Jangan berbohong! Toria itu kakakmu kan?!"


gertak Kenzo pada Jesy.


Jesy dan yang lainnya di buat tak mengerti.


"Jesy ini hanya dua bersaudara, dan kakaknya itu namanya Evelyn!


tegas Nic geregetan.


"Tidak mungkin!"


Kenzo tak percaya.


Nic dan yang lainnya saling bertatapan karena heran.


"Nic, Mike ayo ikut aku ke ruang bawah tanah!"


"Untuk apa?"


tanya Bulan bingung, dan yang lainnya pun merasakan hal yang sama.


Kenzo lalu duduk di tengah-tengah Nicho dan Mike dengan wajah serius ia berkata...


"Aku telah membakar seseorang di ruang bawah tanah ku!"


"Apa?"


Semua orang yang mendengarnya terkejut.


"Kapan kau melakukan itu? Kita baru tadi pagi sampai, dan kau lalu pingsan selama hampir 24 jam?"


tanya Mike mencoba berfikir dengan logika.


"Begitu ya?"


sahut Kenzo yang ikut bingung.


"Kenzo...


Kau ini kenapa?


Kau pasti bermimpi buruk sekali ya?"


tanya Bulan khawatir.


Lalu Kenzo kembali teringat akan mimpinya saat di tinggal Bulan. Ia kembali memeluk Bulan seperti anak kecil yang takut di tinggal ibunya.


"sayang...


kau mau kemana? "


"Aku?"


Kenzo mengangguk.


"Suamiku yang paling tampan dan mempesona sejagat raya ini...


Aku mau ke toilet!


jadi berhentilah memelukku!"


"Tidak, aku akan terus memelukmu...


aku tidak mau kehilangan mu sayang!


Kenapa kau tidak mengerti hal itu?"


Mike, Nicho dan istri tercinta mereka hanya menahan tawa menyaksikan adegan yang mengocok perut mereka.


"Aku ulangi ya...


AKU MAU KE TOILET!


TOILET KENZO. . . TOILET!


Ohhh ya ampun...


minggir!"


bentak Bulan geregetan sambil menghempaskan tangan Kenzo.


"Bulan, tunggu...


hati-hati di toilet ...


aku tidak mau kau kenapa-kenapa!?


sayang...?"


Dan tingkah lebay Kenzo yang bikin Bulan sewot masih berlanjut.


Kenzo terus berdiri di depan pintu kamar mandi di kamarnya.


"Sayang are you ok?"


Dan setelah beberapa lama Bulan keluar dari kamar mandi.


"Kenapa lama sekali?


apa perutmu sakit?"


Bulan mengangguk sambil meringis.


"Iya...perutku, terasa mulas...


tapi sepertinya, bukan ingin buang air..."


"Apa kau mau melahirkan sayang?"


Kenzo lalu mengusap perut Bulan.


"Entahlah..."


jawab Bulan yang kemudian berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Hehe... maaf ya... ngeprank dikit gak papa😉🤭✌✌


__ADS_2