
Setelah lima hari di rawat, Bulan di perbolehkan pulang. Angelia menyambut kepulangan sang Ibu dengan begitu gembira.
"Ibu...!
Aku kangen sama Ibu..!"
Angelia berlari dan memeluk ibunya yang baru saja memasuki kamar hotel tempatnya menginap.
"Sayaaang...
Ibu juga kangen banget sama litle Angel nya ibu..!"
Bulan menggendong serta menghujani Angelia dengan ciumannya.
Kenzo mengukir senyum bahagia melihat Ibu dan anak yang saling merindukan itu.
"Bukan cuma kau saja My Angel yang rindu sama Ibumu,
Dady juga! Ekheem!"
Mata Kenzo menatap genit ke arah Bulan.
"Anjelo..!"
Bisik Bulan menegur Kenzo, karena dia tau betul rindu yang suaminya maksud itu rindu yang seperti apa.
"Dady kok kangen sama Ibu? Dady kan di Rumah Sakit terus sama Ibu...?"
Perkataan polos Angelia membuat Kenzo terkekeh.
"Kau ini pintar sekali.
Dady rindu pingin peluk ibumu, seperti ini..!"
Kenzo lalu mendekap Bulan sekaligus Angelia yang tengah di gendong Bulan, bibirnya tak henti-henti mencium pipi Angelia yang menggemaskan. Sampai-sampai anaknya tertawa geli.
"Hihihi...Dady geli... Stop!"
Ucap Angelia sambil menyingkirkan wajah Dadynya lalu memeluk Bulan dengan erat, seraya tak mau berpisah lagi.
"Aaaahhhh...
Ibu sama anak sama ya?
Kalau di cium Dady bilangnya stop stop?!
Tapi yang lebih menyebalkan awalnya bilang stop, giliran mau di stop di tahan, menjengkelkan!
Ucap Kenzo sambil melirik sinis pada Bulan, sedangkan Bulan tersenyum malu.
Mereka bertiga lalu berbaring di atas tempat tidur yang begitu nyaman.
"Uuhhh nyamannya...
Sayangnya Ibu, bobo sama siapa waktu ibu di rawat?"
Tanya Bulan sambil berbaring dan memeluk Angelia.
"Sama suster...
Sekarang Aku gak mau bobo sama suster lagi, mau bobo sama Ibu..."
Ucap Angelia sambil memeluk ibunya semakin erat.
"Iya sayaaang..."
Bulan membelai rambut Angelia penuh cinta.
"Bukan cuma kau saja Princes yang pingin bobo sama Ibu, Dady juga...
Ternyata hoby kita sama ya?"
Kenzo lalu memeluk Bulan yang berbaring membelakanginya. Tapi Bulan malah menyikut perut Kenzo setelah mendengar kata- katanya.
"Kenzo, Kau ini..!?"
"Kenapa?
Ada yang salah?
"Iihhh Dady jangan peluk ibu!
Ini Ibuku!"
Pekik Angelia sambil menyingkirkan tangan Dady nya yang melingkari tubuh Bulan.
"Jangan dong,
Inikan Ibu Dady juga, masa Dady tidak boleh?"
Kenzo semakin membandel, ia justru membalikkan tubuh Bulan hingga berhadapan dengannya, lalu memeluk Bulan layaknya guling yang sangat nyaman.
"Dady...?"
Angelia berteriak sambil memukul-mukul Kenzo.
"Aaaaarrrgghhhh...
Aku kalah...!"
__ADS_1
Kenzo melepaskan pelukannya dan pura-pura terkapar.
"Yeeyy Aku menang...Dady kalah! Hhuuuu... Dedy payah! Makanya jangan peluk-peluk ibu!
Inikan Ibu Aku.
Iya kan bu?"
Bulan menganggukan kepala sambil tersenyum mendengar kata-kata polos puteri kesayangannya.
Begitu juga Kenzo, dia mencubit gemas pipi Angelia dan menciumnya.
"Angelia, Angelia...
Kalau Dady tidak memeluk ibumu, bagaimana kau bisa ada didepanku saat ini...?
Dady benar-benar bangga bisa memilikimu dan Ibumu,
Siapa sangka kau lahir dari rahim seorang wanita yang dulu sangat membenciku, bahkan tak segan mengumpatku dengan sebutan iblis berwujud manusia...
Ya, itu memang benar!
Tapi sekarang, Aku ingin menjadi suami dan Ayah yang terbaik untukmu, bidadari-bidadariku..."
Mereka bertiga tertawa dan bercanda begitu bahagia. Lalu, ponsel Kenzo berdering.
"Mike?"
Kenzo lalu beranjak dari tempat tidur dan segera mengangkat telpon dari jendral hebatnya itu.
"Ya!?
Informasi apa yang kau dapat?
'Cukup penting, kita harus membahasnya, hanya saja sekarang Aku tengaaaah...?"
"Ok, bersenang-senanglah dulu, setelah itu baru kita bicara, kau bersama Nic juga kan?"
Kenzo lalu memotong perkataan Mike seolah mengerti apa dan dimana Mike berada.
"Tentu! Nic di sampingku..."
"Carikan dia perempuan yang paling menggoda di tempat itu!"
Ucap Kenzo setengah berbisik, karena tidak mau Angelia mendengar perkataannya.
"Kau seperti orang yang belum mengenal Nic!? Dia itu pria baik-baik, tidak sepertimu...hahaha"
"S***t!
Ya sudah, Aku tunggu kau sampai jam satu malam!"
"Ok, thanks Bos !"
"Kau mau pergi?"
Tanya Bulan sambil mengelus badan Angelia yang matanya hampir terpejam.
"Tidak,
Aku tidak mau pergi kemanapun malam ini.
Karena...
Pistolku sudah lima hari tidak meledak! Itu membuatku tersiksa."
Bisik Kenzo di telinga Bulan, bahkan sentuhan bibirnya sampai membuat bulu roma Bulan berdiri.
"Sssssshhhhttt, Kenzo...?"
Ucap Bulan lirih.
"Cepat buat Angelia tidur,
Aku sudah tidak sabar..!"
Kenzo lalu menggerakkan tangannya dari ujung jari kaki Bulan hingga naik dan naik ke paha Bulan.
"Kenzo!Geli...!?"
Bisik Bulan yang mulai merasakan sesuatu. Bulan perlahan melepaskan pelukan Angelia dan menaruhnya di atas guling dengan berhati-hati.
Baru saja Bulan hendak beranjak, tapi Kenzo menarik Bulan ke pelukannya, ia mendekapnya begitu kuat.
"Kenzo, kau mau membuatku sesak nafas!"
Mata Bulan membulat, namun Kenzo terkekeh sambil melonggarkan pelukannya.
"Maaf, Aku terlalu bersemangat.
Kau kelihatan biasa-biasa saja?
Apa kau tidak merindukan belaianku?"
Bulan menggelengkan kepala.
"Tidak, biasa saja?!
Memangnya Aku harus bagaimana?"
__ADS_1
Tanya Bulan sedikit heran.
"Aaaaarrrgghhhh...
Kau ini kejam sekali! Kau selalu membuatku seperti pengemis,
Aku yang harus mengemis jika menginginkan sesuatu! Termasuk mengingankan Angelia!
Kau tidak punya inisiatif untuk membuatku lebih tersanjung ya?"
Bulan mengerutkan dahinya.
"Tersanjung?
Maksudnya seperti apa?"
Kenzo memutar bola matanya, lalu tangannya menarik hidung Bulan dengan gemas.
"Hhhhh...kau ini polos atau bodoh sih?
Aku mau setidaknya sekali dalam satu bulan kau yang lebih dulu mengajakku bercinta!"
"Bbbbbbrrrppphhh....!"
Bulan menahan tawa.
"Apa itu harus?"
Kenzo mengangguk.
"Hhmm, Aku kira hubungan suami istri kita lancar dan asik-asik aja biarpun kau yang mengajakku lebih dulu?"
"Apaa benar begitu?"
Sorot mata Kenzo mulai nakal.
Ia lalu membuka bajunya hingga bertelanjang dada. Tangannyapun mulai menurunkan rel sleting Bulan hingga punggung Arumi terbuka.
"Eeeiiitttssss...tunggu dulu!!!"
"Aaaaarrrgghhhh apa lagi?
Aku sudah on fire nih!
"Hehe...
Tunggu sebentar ya ganteng!!
Duuh..dimana yaa?"
Bulan membuka tas-tas bawaannya satu persatu.
"Kau sedang mencari apa? Apa yang kau cari itu lebih penting dari melayani suamimu?"
"Mmhh, Kenzo,
Apa kau lihat obatku dalam botol kecil?"
Wajah Kenzo seolah-olah tengah berfikir.
"Oohh...
Maksudmu, vitamin yang setiap malam kau minum yaa?"
"Iyaa iya, Betul! Kau melihatnya?"
"Mm...
Aku melihatnya di dompet cokelat milikmu, coba saja!?"
Bulan lalu bergegas membuka dompet yang dimaksud Kenzo, dan akhirnya diapun menemukannya.
"Ahaa
Ini dia..Akhirnyaa ketemu jugaaa!"
Bulan begitu senang, dia lalu mengeluarkan sebutir obat itu dan bergegas meminumnya. Kenzo yang mulai BeTe lalu bersandar di sofa.
"Jangan sering-sering minum itu! Nanti kau ketergantungan...!"
"Ini kan vitamin, Kenzo!"
Bulan yang suah menelan obat itu lalu menghampiri Kenzo dan duduk di pangkuannya.
Tangannya lalu merangkul Kenzo. Kenzo yang sudah menunggu lama tentu langsung ******* bibir Bulan.
"Kau akan terkejut jika kau tau yang kau minum itu hanya butiran permen biasa...
Kau membohongiku. Ternyata yang kau minum itu pil untuk menunda kehamilan yaaa?
Sekarang kau terima balasanku! Kau tidak bisa membohongi Kenzo.
Dan kau pasti akan terkejut ketika kau muntah-muntah nanti...
Kau dan Angelia sama saja!
Aku ingin memiliki anak lagi, tapi kalian merasa keberatan!
Aku sudah tidak sabar melihat ekspresi kaget darimu ketika kau mengetahui kau hamil lagi...
__ADS_1
Hahaha...!"
Gumam Kenzo dalam hati, sambil menghayati sentuhan demi sentuhan yang tercipta.