
Setahun berlalu...
Jika ada waktu luang, Nicho dan sang isteri menyambangi sang adik yang begitu ia sayangi sejak kecil itu.
Walaupun banyak orang yang menganggap Kenzo manusia tanpa hati, tapi nyatanya ketulusan hati Kenzo yang memohon pada keluarganya untuk menjadikan Nic, si anak jalanan itu bagian dari keluarga Sminth. Hal itu yang tidak pernah akan di lupakan oleh Nic, dan alasan itu yang membuatnya berada di barisan pertama dalam membantu Kenzo dalam segala hal.
Menghadang musuh, bisnis, percintaan, dan melindungi keluarga kecil mereka.
Keluarga kecil?
Hingga satu tahun pernikahannya, Nic dan Jesy masih belum di beri kepercayaan oleh Tuhan. Kadang hal itu membuat Jesy terpuruk. Tapi tentu saja sebagai suami yang baik dan penuh kasih, Nic tidak pernah menekan Jesy soal anak.
"Hanya dirimu saat ini, lebih dari cukup membuatku mensyukuri hidup yang Tuhan beri untukku Jes..."
"Tapi tanpa anak, rumah tangga belum sempurna Nic..."
Kata Jesy sedih.
"Sempurna itu hanya bagaimana kita menilainya Jesy, seperti aku yang merasa begitu sempurna, saat bersamamu..."
Mata Jesy berkaca-kaca, ia begitu terharu memiliki suami yang sangat mengerti isi hatinya.
"Nic, bagaimana kalau kita ikut program bayi tabung?"
Nic cukup kaget.
"Bayi tabung? Apa, kita sudah tidak bisa melakukannya secara alami?"
"Tapi aku sudah tidak sabar, aku jenuh setiap hari berkutat dengan orang-orang yang gila bisnis.
Kertas-kertas itu...
Obrolan yang selalu sama saat bertemu klien...aku bosan...!
Aku ingin hidup dengan profesi baru, profesi yang lebih sempurna dan mulia...
Yaitu menjadi seorang Ibu..."
Nicho tersentuh, ia lalu memeluk Jesy dengan segenap jiwa.
"Jika itu yang terbaik dan membuat mu bahagia, aku setuju..."
**Di sebuah rumah sakit ternama**
Nic menggenggam kuat tangan Jesy, berjalan bersama dengan senyum yang menghiasi wajah manisnya.
Sebenarnya, ia sempat berfikir untuk mengajak Jesy untuk cek up bersama ke dokter kandungan. Tapi, demi menjaga perasaan sang isteri, ia tidak berani mengutarakan itu.
*****
"Kalian mau menjalani program bayi tabung?"
Tanya sang dokter.
"Benar dok"
Jawab mereka bersamaan.
"Kalian masih muda,
Sudah berapa tahun belum memiliki momongan?"
"Eeemhh,
Baru satu tahun dok"
Jawab Nic.
"Baru satu tahun?"
"Iya dok, tapi aku sudah tidak sabar ingin memiliki momongan"
Timpal Jesy penuh harap.
"Hmm, baiklah. Tapi, sebelum itu, anda berdua harus melewati beberapa pemeriksaan medis terlebih dahulu"
"Baik dok..."
*
*
*
Menunggu hasil pemeriksaan.
"Nic, jujur...
Aku sangat iri ketika melihat kebahagiaan Nona Bulan dan Rere...
Mereka wanita yang sempurna,
Cantik, sudah menjadi seorang isteri dan seorang ibu...
Dan aku selalu gemas ketika menggendong dan melihat tingkah lucu Antonio dan Edward.
Aku merasa menjadi isteri yang payah..."
__ADS_1
Jesy menundukkan kepalanya.
Tapi Nic tidak membiarkan Jesy bersedih, ia lalu menggenggam tangan Jesy.
"Tapi tak lama lagi kita akan meraih kebahagiaan itu kan?
Jangan bersedih, dan jangan berhenti berusaha ya..."
Jesy lalu mengangguk, ia tersenyum setelah secercah cahaya dari ucapan Nic selalu membuat hatinya merasa lebih baik.
"Hasil pemeriksaan kesehatan reproduksi Tuan Nich, bagus tidak ada masalah"
Nic dan Jesy mendengarkannya dengan seksama.
"Hanya sajaa...
Hasil pemeriksaan Nyonya Jesy..."
"Kenapa dok?
Apa aku mandul?!"
Tanya Jesy dengan air mata yang siap menetes.
"Tidak...itu tidak benar,
Nyonya tidak mandul, pantas sel ****** sulit membuahi sel telur anda,
Karena di rahim anda terdapat kista,"
"Kista?!"
"Yaa, tapi anda tidak perlu khawatir, kami bisa membuang kista itu dan membuat rahim anda berfungsi dengan seharusnya.
Jadi, ini langkah pertama sebelum melakukan program bayi tabung.
Namun setelah itu, saya menyarankan untuk menunda niat anda menjalani proses itu,
Karena jika kistanya sudah tidak ada lagi, kemungkinan besar anda bisa melakukan inseminasi secara alami"
Jelas dokter.
"Apa...itu benar dok?"
Tanya Jesy tak yakin.
"Kalau belum mencoba, kita tidak akan tau hasilnya"
Kata dokter itu sambil tersenyum.
Tapi ini sudah tertulis untuk mereka, dan membuat Jesy mempunyai harapan baru dan menjalani hari-harinya lebih semangat.
1 bulan berlalu...
Jeslin bangun tidur dengan menyiapkan sebuah test pack.
'Celup...'
Menunggu hingga beberapa menit, dan hasilnya...
"Huuuhff...
Satu garis! Menyebalkan!"
Ia lalu melempar test pack itu ke tong sampah.
Setelah mandi dan berpakaian, Nic datang menghampiri Jesy dan memeluknya dari belakang.
"Apa ada kabar baik?"
Ucapnya sambil mengecup kepala Jesy.
Dengan wajah murung ia menggelengkan kepalanya.
"Ouhh tak apa...
Berarti jam malam kita harus di tambah"
Bisik Nic di tepat di telinga Jesy, membuat bulu romanya berdiri.
Jesy pun kembali tersenyum.
Bulan ke 2 . . .
"Nic, aku telat 3 hari!
Semoga kali ini berhasil!"
Kata Jesy bersemangat.
"Oya?
Aku turut bahagia..."
Jesy begitu berbunga-bunga.
"Lihatlah hasil test pack kali ini, pasti hasilnya..."
__ADS_1
"Negative..."
Sambung Jeslin lesu. Ia lalu tersipu di lantai sambil menjatuhkan test pack itu.
"Jesy?"
"Hiks hiks hiks...
Dokter itu bohong!
Dia bilang setelah kista ku di angkat, akan mudah untuk hamil,
Tapi mana?!
Sudah dua bulan masih negative terus...!
Huu..huu..."
Nic menggelengkan kepala dan berlutut di depan Jesy, ia pun mencoba kuat.
"Jes..."
Jesy bangkit dan menjatuhkan diri di tempat tidurnya, ia terisak dengan menyembunyikan wajahnya di balik bantal.
"Dont touch me..."
'Fiuhhhh'
Nic menghembuskan nafas berat, dan berjalan mendekati Jesy yang lagi-lagi terpuruk.
"Why...?"
Tanya Nic lembut sambil membelai rambut Jesy.
"Karena aku isteri yang payah!" isak Jesy.
"Itu tidak benar...
Kau itu wanita yang hebat...dan selalu membuatku bahagia"
"Kau bohong!"
Ucap Jesy.
"Aku tidak suka berbohong...
Kau tau itu kan?
Memiliki anak bukan hanya sekedar soal cinta, usaha ataupun obsesi...
Tapi kehendak Tuhan,
Mungkin saat ini, Tuhan tengah menguji kesabaran kita,
Karena kau tau hunny?
Tuhan akan memberi apa yang kita minta, dan Tuhan akan memberi apa yang kita butuhkan...
Ini hanya soal waktu,
Dan untuk menjawab kapan itu, hanya Tuhan lah yang tau..."
Jesy membalikkan tubuhnya hingga mereka saling menatap satu sama lain.
Tangan Jesy perlahan menyentuh pipi Nic, dan Nic terpejam sambil meresapi sentuhan penuh cinta dari istrinya.
"Aku bahagia Nic, banyak orang yang begitu kuat dan tangguh di luar sana...
tapi, 1 dari 10 di antara mereka belum tentu bisa menguatkan hati seseorang dan care dengan apa yang mereka rasakan...
tapi kau...
kau special, dan kau lah yang terbaik"
mata Jesy pun sembab, air mata menetes mengalir di pipinya.
Nic tersenyum sambil menghapus tangis yang membasahi wajah sang istri tercinta.
Nic menggelengkan kepalanya.
"Jangan dengan air mata, karena air matamu lah yang melemahkan ku...
jika kau mencintai ku dan menginginkanku menjadi pria yang kuat, teruslah tersenyum untuk ku"
Jesy semakin terharu, ia lalu mendekap Nic dengan erat.
"Sssstttt...
jangan pagi ini...
nanti bajumu bisa berantakan"
goda Nic pada Jesy.
"Uuuwhhhh Nicho...!"
Jesy mencubit pipi Nic dengan gemas.
__ADS_1