Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Resepsi Pernikahan Mike Dan Rere Part 2


__ADS_3

Rere malah menggelengkan kepala sambil menunduk.


Mike mencoba menahan emosinya, terlebih para tamu undangan sudah begitu heboh meneriaki mereka untuk segera berciuman.


Mike yang kesal dengan teriakkan mereka yang berisik dan kesal juga karena Rere telah mempermalukannya, membuat Mike mendengus sambil menarik Rere kepelukanya tanpa terduga.


Mata Rere melebar ketika ia berada di pelukan Mike.


'GLEKK '


kini Rere menelan ludahnya karena takut.


"Tolong siapkan kamera kalian dan bersorak lah sekeras mungkin"


Ucap Mike membuat para undangan tertawa.


dan...


Mike langsung ******* bibir Rere tanpa memberi aba-aba. Mereka yang melihat pun tertawa, para fotografer pun berlomba mengabadikan moment itu.


"Yesss Akhirnyaàaaa!"


Bulan ikut bahagia sampai ia memeluk Kenzo begitu erat.


"Sa..sayang! kau membuatku sesak nafas! "


"Gak apa-apa, hanya beberapa detik lagi pasti aku lepaskan"


Kenzo hanya mengangguk dengan pasrah.


"Hey! cukup untuk saat ini, lanjutkan nanti malam"


teriak Nic memicu gelak tawa orang yang ada.


"Mereka tidak mau berhenti berciuman!!"


"Hahaha, iya, lucu sekali!"


ucap para tamu undangan.


Rere yang merasa malu lalu mendorong tubuh Mike ingga ciuman mereka berakhir.


"Cukup"


"hhhhaaahhh?"


para tamu tidak percaya Rere melakukan itu.


"Beraninya kau!!"


gerutu Mike dalam hati.


Ia kembali menarik tangan Rere dan mencium kembali bibirnya, semua orang kembali tertawa.


Bulan hanya memutar bola matanya.


"Kenzo, Mike, memang orang yang tidak tau malu! berciuman selama itu di depan orang banyak?"


Kenzo lalu melirik sinis pada Bulan.


"Memang ada yang salah?"


Bulan geleng-geleng kepala sambil tersenyum paksa.


"Oohhh tentu tidak, kalian melakukan hal yang tepat!!"


Kenzo semakin besar kepala dan sok keren.


"Sudah ku duga, kami tidak pernah salah"


"Oya Tuan, selamat ya, Aku senang bisa berbesan dengan Anda"


Kenzo menjabat tangan Ayah Rere sambil tersenyum.


"Sama-sama Tuan, saya benar-benar tersanjung dan beruntung "


"Ayooo lempar bunganyaaa!"


Para tamu yang masih single pun berdiri dan berlomba ingin mendapatkan bunga yang akan dilempar Mike dan Rere.

__ADS_1


"Jangan bilang melempar bunga saja kau tidak bisa!?"


Rere hanya merungut sambil tertunduk.


"Aku yang memberi aba-aba, dalam hitungan ketiga, lempar bunga ini, ok?"


Rerepun mengangguk.


"1,2, lemparrr!!"


'huuwaaaaaaaa!!'


mereka yang berebut pun histeris.


"Aku dapat, aku dapat!!"


semua mata tertuju pada orang yang menggenggam seikat bunga itu.


"Jesy?"


"T..Tuan Nic?"


'yuhuuuuu....waaah so sweet yaa'


para tamu pun bertepuk tangan. Ternyata Nic dan Jesy lah yang mendapatkan bunga itu, mereka menggenggamnya bersamaan. Postur tubuh mereka yang tinggi memudahkan mereka menggapai bunga itu.


Wajah mereka berdua kini bersemu merah.


"Ini, untukmu saja"


dengan malu-malu Nic melepas genggamannya pada bunga itu.


"Tidak, ini untuk Tuan Nic saja"


Jesy kembali menyodorkan bunga itu pada Nic.


Melihat adegan yang sepertinya sudah di gariskan Tuhan itu membuat Kenzo menghampiri mereka.


Ia lalu merangkul bahu Nic dan Jesy.


"Sudahlah...bunga ini untuk kalian berdua!"


Nic yang tak kalah tampan dengan mempelai pria hari ini, mengambil segelas minuman biasa non alkohol, karena Nic tau para wanita tidak biasa minum alkohol.


"This is for you"


Nic menyodorkan gelas berisi minuman itu pada Jesy yang tengah tengok kanan kiri mencari seseorang. Ia pun terkejut, tapi bahagia ketika sosok di depannya itu pria lembut dan hangat.


"Tuan Nic? terimakasih "


Jesy mengambil gelas itu dan tersenyum malu.


"Mmm, panggil saja Aku Nic, agar terdengar lebih akrab"


Wajah Jesy kembali bersemu merah.


"baiklah..."


"Ruangan seluas ini sangat sejuk, tapi kenapa aku berkeringat seperti ini? bicara dengan Jesy membuat detak jantungku seperti habis berlari maraton"


guman Nic sambil mengusap keringat di dahinya.


"Aku lihat dari tadi, sepertinya kau tengah mencari seseorang, apa dugaanku itu benar?"


kata Nic kembali memulai pembicaraan.


"Benar Tuan Nic..Mmm, Nic. Aku tengah menunggu Nona Celsi, tapi dari tadi belum juga datang, Aku telpon tapi ponselnya tidak aktif, aku jadi khawatir"


Jesy terlihat panik karena Bos sekaligus sepupunya yang belum kunjung datang.


"Dia baik-baik saja, percaya padaku"


ucap Nic meyakinkan Jesy. Ia lalu meneguk minumannya sambil tersenyum licik.


***Flashback Sebelum Acara Resepsi***


Kenzo berbicara empat mata dengan Nic.


"Apa sudah kau urus Nic?"

__ADS_1


Nic mengacungkan jempolnya.


"Kau tenang saja, Celsi akan ku urus agar ia tidak bisa datang ke pesta pernikahan Mike."


Kenzo tersenyum lega.


"Baiklah, aku mengandalkan mu"


Kenzo lalu meninggalkan Nic dengan hati yang tidak gundah lagi.


*POV Celsi*


Wanita seksi yang bak sosialita ini mengemudi mobilnya dengan hati girang. Ia sudah tak sabar bertemu mantan terindahnya, siapa lagi kalau bukan si Hot Dady nan tampan, Kenzo si konglomerat dari keluarga Sminth.


"Kenzo pasti tidak berkedip melihat penampilan ku yang cantik ini. Dan Istrinya yang bernama Bulan itu jelas tidak ada apa-apanya di banding denganku!"


Celsi memuji dirinya dengan begitu bangga. Sampai di tengah perjalan tiba-tiba mobilnya di cegat oleh 3 mobil yang membuat Celsi me-Rem mobilnya dengan mendadak.


'NGIIKKK!'


"Shitt!!!"


Lalu Celsi mengintip keluar melalui jendela mobilnya.


"Heyy! ini jalan raya bukan tempat parkir! Minggir kau bodoh atau mobilmu akan ku tabrak!!"


Celsi menggertak dengan percaya diri.


Lalu, keluarlah pria-pria yang tinggi tegap dengan tuxedo dan kacamata hitamnya. Mereka semua berkumpul dan mengepung mobil Celsi.


yupz, mereka adalah Anak buah Mike, yang tak lain para bodyguard Kenzo. Mereka tentu telah mendapat titah untuk melakukan hal ini.


"Buka pintu mobilmu!"


Celsi yang sok garang kini mendadak ciut nyali nya.


"Ti..tidak akaan!!"


"Kalau begitu, kami akan menembaki mobil anda Nona"


ucap anak buah Mike sambil mengeluarkan pistol mereka.


Celsi kini gemetaran.


"Kau mau selamatkan? cepat berikan ponsel dan Undangan tuan Sminth yang kau bawa!!"


"Tidak akaan! jika aku berikan undangan ini aku tidak akan bisa masuk ke pesta itu!"


"Berikan undangan beserta ponselmu, atau pistol ini akan meletuskan peluru tepat ke kepalamu, nona cantik"


Celsi menutup wajahnya karena ngeri.


"Ayoo Celsi, utamakan keselamatanmu dulu! bertemu Kenzo bisa next time"


ujar Celsi dalam hati.


"Cepat! Jangan buat kami menunggu!"


bentak anak buah Mike membuat Celsi terperanjat.


"Baiklah baiklah! penampilan kalian begitu mewah tapi kenapa masih mau mencuri dari seorang wanita?!"


protes Celsi yang sedang membuka tasnya tempat dimana ia menyimpan tas dan undangan itu.


"Jangan banyak bicara!!!"


"Ini! ini yg kau inginkan kan?! ambillah!"


dengan cepat anak buah Mike mengambil ponsel dan undangan milik Celsi, lalu pergi kembali mengendarai mobil mereka.


"Tuan Nic, perintah anda telah kami laksanakan!"


Salah satu anak buah Mike menelpon Nic.


"Good job!"


🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ Mike gak punya malu...


Boleh di coba tu Mike biar pernikahan makin seru🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2