Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Terganggu


__ADS_3

Ciuman mereka semakin memanas, Bulan selalu di buat tak berdaya oleh sentuhan Kenzo.


Kenzo melepas bajunya memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang kekar.


"Ketika dekat denganmu selalu membuatku...kepanasan!


Hasratmu terlalu membara Bulan, padahal aku baru mencium mu sedikit..."


Kenzo tersenyum dan ******* kembali bibir Bulan, hingga dia tidak mempunyai kesempatan untuk membalas kata-kata Kenzo.


Suara ketukan pintu membuyarkan segala hal yang memanas diantara Bulan dan Kenzo.


Bulan melepaskan pagutan Kenzo.


"Tunggu, ada yang mengetuk pintu!?"


"Biarkan saja!"


Kenzo kembali mendekatkan bibirnya pada bibir Bulan, namun...


'Tok tok tok!!'


Lagi-lagi Bulan melepaskan pagutan Kenzo yang begitu bringas.


"Apa lagi?!"


Tanya Kenzo sedikit kesal.


"Ada yang mengetuk pintu, coba dilihat dulu siapa yang datang?!"


Kenzo semakin menarik tubuh Bulan dalam pelukannya, sampai nafas Bulan terhentak.


"Kau lebih fokus dengan suara ketukan pintu itu di banding menciumku?


Istri macam apa kau ini?!"


Tegas Kenzo dengan tangannya yang menarik perlahan tali piyama Bulan.


"Jangan hiraukan apapun! Jumpa Pers tadi membuat tenaga dan konsentrasiku berkurang...


Aku butuh hal yang membuat adrenalinku kembali naik!"


Kini piama Bulan sudah terbuka di bagian depannya.


"Untuk meningkatkan adrenalin mu?"


Tanya Bulan sambil mengelus dada bidang Kenzo.


Kenzo pun mengangguk sambil dengan mata terpejam merasakan sentuhan tangan Bulan.


"Kalau begitu, kenapa gak masuk ke kandang singa saja? Itu pasti membuat adrenalinmu meningkat..?"


Bulan terkekeh sedangkan mata Kenzo membulat.


Ia lalu memegang bahu Bulan, mendorongnya perlahan hingga Bulan mundur beberapa langkah hingga dinding yang menghentikan langkahnya.


"Kata-kata mu membuatku marah!


Tapi kenapa aku tidak berdaya di depanmu? Apa karena tubuh atau bibirmu yang indah? Atau mata besarmu itu?


Kau mampu melumpuhkan kemampuan bajingan ini di hadapanmu...


Aku begitu marah! Dan salah satu cara untuk membuatmu lemah adalah....


Menghujammu dengan cinta di atas tempat tidur...!"


Kenzo tersenyum penuh hasrat lalu menggendong Bulan.


"Stop! Jangan di kasur, nanti Angelia bangun!"


Ucap Bulan setengah berbisik.


"Kalau begitu di kamar yang lain!"


Kenzo hendak melangkahkan kakinya untuk keluar kamar, tapi lagi-lagi Bulan melarangnya.


"No!


Angelia sendirian...!?"


'HHhhhhhh'


Kenzo mendengus.


"Lalu di sofa lagi?


Tubuhku pegal!"


Protes Kenzo dengan wajah yang sudah tak sabar.


Suara ketukan terdengar lebih kencang.


"Kenzo, Aku Nic! Tolong buka pintu, ada hal penting yang harus kita bicarakan..!"

__ADS_1


Ternyata orang yang dari tadi mengetuk pintu kamar Kenzo adalah Nic, dia sudah mulai kehabisan kesabaran karena tak kunjung di bukakan pintu.


"Nanti saja! Aku sedang bersenang-senang! Kau mengganggu saja!


Lagi pula Aku sedang malas bicara denganmu!!"


Bentak Kenzo yang geram karena ada saja yang menahan untuk menyalurkan hasratnya.


"Ayo sayang, jangan hiraukan apapun..."


Ucap Kenzo lembut sambil membaringkan Bulan di atas sofa.


"Kenzo, ini tentang Pria yang membuat kegaduhan tadi!"


Kenzo yang mulai menindih Bulan kini kembali bangkit berdiri. Wajahnya berubah penuh dengan amarah.


"Kau bilang jangan hiraukan apapun?"


Sindir Bulan dengan nada ketus.


"Tapi ini urgent! Ternyata benar apa yang ku rasakan!


Urusan ini tidak akan lama...


Aku akan cepat kembali."


Kenzo membelai pipi Bulan dan mengecup leher Istrinya.


"Rapikan piama mu, Aku akan membuka pintu..."


Kenzo berjalan untuk membukakan pintu untuk Nic.


Nampak Nic tengah berdiri dengan wajah kesal.


"Kau membuat kakiku kesemutan!"


"Siapa suruh kau berdiri di depan kamarku!? Kenapa kau tidak menelpon ku saja?"


Nic menunjukkan panggilan keluar di layar ponselnya.


"Sudah 30x!


Sekarang jangan banyak bicara, ada hal penting yang harus kita bahas bersama Mike!"


"Ok...!"


Kenzo melangkah sejalan bersama Nic dengan bertelanjang dada.


"Kau terlihat murung, Kenzo?"


Tanya Nic sambil terkekeh.


"Jangan mencari gara-gara, karena semua syarafku masih tegang, belum relax!


Jika kau bicara macam-macam, aku bisa menghajar mu!"


"Hahaha...


Slow down Kenzo, jangan buang tenaga mu untuk memarahiku...


Itu dia Mike!


Hey Bro?


Apa sekarang waktunya bersenang-senang?"


Nic mengambil segelas wine yang baru dilihatnya. Dia menghirup aroma Wine yang sangat populer di kaum jetset Asia.


"Hhmm...


Menyengat, dan memukau..."


"Aaahh"


"Rasanya benar-benar fantastik! I love it...Kenzo, do you want to try?"


Nic menuang segelas Wine seharga 70 juta itu dan memberikannya pada Kenzo.


"Cobalah Bos, harganya tak semahal Diva Vodka mu, tapi Wine Merek Henry Jayer parantoux ini bisa kau jadikan selingkuhan setelah Diva Vodka mu...


Cheers!"


Mereka bertiga pun saling mengadukan gelas ke udara.


Lalu menenggak Wine yang di bawa Mike dalam sekali teguk.


"Aaaahhhh...."


Ungkap Kenzo merasa puas akan sensasi baru yang ia rasakan.


"How about taste?


Luar biasa bukan Bos?"

__ADS_1


Tanya Mike sambil kembali mengisi gelas-gelas kosong itu.


"Unique and classy...


I love it..!"


Kenzo kembali meneguk kembali segelas Wine yang sudah Felix tuangkan sebelumnya.


"Hhmm,


Apa yang membuatmu memanggilku kesini, Mike?


Kalian menggangguku saja! Kau tau aktivitas apa yang dilakukan pasangan suami istri dikamarnya? Apalagi peri kecil mereka tengah tertidur lelap?!"


Pertanyaan membuat Mike dan Nic saling menatap.


"Jawablah Mike, Aku belum memiliki Istri, bahkan menyicipi satu wanita saja Aku belum pernah..."


Ucap Nic sambil tertawa.


"Aku juga bukan seorang suami walau telah tidur dengan berbagai wanita...


So, Aku tidak tau jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Bos ku yang tampan ini...


Apa mungkin mereka bermain badminton?"


Canda Mike sambil meneguk gelas ketiga Wine-nya.


"Hhmm, jika Angelia tertidur mungkin mereka bermain play stasion?"


Sambung Nic sambil menahan tawa.


"Atau... Bermain Ludo online?"


Timpal Mike terkikik.


"Mobile lagend!"


Tambah Nic.


"Searching google untuk mencari gaya terbaru..!"


"Naahh itu baru tepat!"


Puji Nic pada Mike yang di iringi gelak tawa mereka berdua.


Kenzo hanya menatap mereka dengan wajah dingin dengan sorot mata yang tajam.


Mike dan Nic seketika terdiam.


"Kenapa kalian diam?


Tertawalah...!


Kau tau kan Mike pedang yang ku beli di Jepang 10 tahun yang lalu dari seorang samurai handal...?


Pedang itu dapat menebas sepuluh batang bambu yang disatukan....


'Blaasshhhh'


Bambu itu terpotong dengan mudah...


Aku tidak pernah lupa akan hal menakjubkan itu!


Dan sayang sekali pedang mahal dan sehebat itu hanya menggantung sebagai hiasan di dinding kamarku...


Aku sangat senang sekali jika malam ini bisa ku gunakan untuk mencacah sesuatu...?"


Mike dan Nic menelan slavina dengan susah payah, menyembunyikan rasa ngeri akan kemarahan Kenzo.


"Hehehe...


Just kidding Bro...!


Iya kan Mike?"


Nic mengedipkan mata memberi isyarat pada Mike.


"I..iya!


Iya Bos Kenzo itu benar, kita terlalu sering membahas hal yang kejam dan mengerikan...


Jadi sesekali kita perlu tertawa lepas" jelas Nic.


"Lalu bagaimana dengan hal penting yang ingin kalian bicarakan? Aku dari tadi berfikir keras untuk menerka hal itu...


Ayo, siapa di antara kalian yang akan memulainya?"


"Baiklah...


Menurut penjelasan dari keempat orang anak buahku, ketika Pria itu diseret datanglah seorang temannya dengan menggunakan topeng tengkorak dan menghajar anak buahku hingga tersungkur, lalu mereka melarikan diri!"


Ayo ikuti keseruannya jangan sampai bosen. Jangan lupa Like dan coment...

__ADS_1


__ADS_2