
Nah kan, wajahnya udah seperti akan membunuhku...tapi aku harus menghadapinya. Ku beranikan diriku mendekati wanita itu!
tapi baru beberapa langkah Kenzo sudah teriak.
"Bulan kau tidak usah ikut campur, kembali ke kamarmu !"
Bentak Kenzo padaku, tapi hati nuraniku sebagai perempuan tidak bisa membiarkan begitu saja wanita hamil ini di usir dengan kasar.
"Lepaskan wanita ini!! Kalian bisa menyakiti bayi yang di kandungnya!!"
Dan Mike pun memberi perintah kepada teman-temannya untuk melepaskan wanita itu.
"Lepaskan!"
Aku lalu membantunya berdiri, dia menangis, perutnya yang buncit membuat tubuhnya sulit berdiri.
"Mari Mbak saya bantu"
Ucapku dengan air mata yang menetes.
Dia berdiri dibelakangku.
Aku kembali meluapkan emosiku pada Kenzo dan yang lainnya.
"Kalian benar-benar keterlaluan ! Tanpa belas kasihan sedikitpun, kalian begitu tega !! Apa kalian hidup di dunia ini bukan karena berkat seorang wanita ?!
Dan kau Kenzo !! Ternyata Kau memang manusia berhati iblis !
Bisa-bisanya kau tidak mengakui anak yang dikandung wanita ini adalah Anakmu !!?"
Amarah mulai memenuhi Kenzo, sorot matanya begitu tajam menusukku. Sekarang dia yang mencengkram rahangku dengan kuat sekali.
"Diamlah wanita bodoh ! Kau jangan ikut campur, Aku tidak mau menyakitimu, kembali ke kamar !!"
"Tidak ! Aku mungkin bodoh, tapi Aku memiliki hati, tidak seperti Kau Kenzo ! Kau memang laki-laki brengsek tidak mengakui kalau ini adalah Anakmu!!"
'Plaakkk!!'
Setelah sekian lama Aku baru merasakan kembali panasnya tamparan Kenzo hingga bibirku berdarah.
"Anak yang dikandungnya bukan Anakku ! Kau jangan sok tau ! Sudah ku peringatkan padamu untuk tidak ikut campur urusanku!
Dan Kau wanita ******, Kenzo menunjuk wanita itu
Jangan mengaku-ngaku bahwa anak itu adalah Anakku, Aku ini bajingan berpengalaman,
Aku tidak pernah ceroboh ketika meniduri wanita manapun. Aku selalu mnggunakan pengaman!
Karena Aku tidak pernah menginginkan Anak di dunia ini..!!
Jika Kau butuh uang, Akan kuberikan...
Mike?!"
"Siap Bos!"
"Ambilkan uang satu koper milikku dan berikan pada wanita hina itu ! Kau masih beruntung Aku beri kesempatan hidup !
Dan Kau Bulan, apa membuatmu bangga membela perempuan penipu ini?!!!
Oohh Aku mengerti, Ibumu juga pasti melakukan hal seperti ini, mengemis pertanggung jawaban pada pria lain karena mengandungmu,
__ADS_1
pantas saja Kau memiliki insting yang sama, karena kalian memang perempuan murahan!!!"
'Plaakkkkk!'
Untuk pertama kalinya aku menampar Kenzo.
"Jangan Kau anggap wanita hina ! Dan jangan Kau hina wanita yang telah melahirkanku!
Dan jika kau anggap wanita itu hina, apa Kau lahir dari batu Kenzo?? Apa kau bukan lahir dari rahim seorang wanita ?!!"
Sambil mengusap darah yang menetes dari sudut bibirku, Aku berlari secepat mungkin meninggalkan mereka.
Hari ini Aku sadar, rasa yang sempat ku miliki untuk Kenzo adalah salah. Beruntung Aku belum menggali rasa ini lebih jauh, karena kalau tidak Aku pasti akan menyesal !
Benar Bulan, Kau akan menyesal. Pria seperti Kenzo tidak pantas untuk dimiliki.
Nic yang baru turun dari mobilnya berjalan penuh amarah ke arah Kenzo, dia menyaksikan sendiri bagaimana Kenzo menampar Bulan.
'Buugghhh...Bugghhh!!'
"Brengsek Kau Kenzo !! Aku benci melihatmu menyakiti Bulan !"
Nic yang baru datang langsung menghantam wajah dan perut Kenzo dengan kepalannya.
Kenzo tersungkur tanpa melawan.
Nic menghajar Kenzo tanpa ampun sampai anak buah Kenzo memegangi Nic yang penuh nafsu untuk menghabisinya.
"Lepaskan Aku !! Aku yang akan menghabisi laki-laki bajingan itu !!"
Kenzo lalu bangkit dengan hidung mancungnya yang bercucuran darah.
Titah Kenzo pada anak buahnya.
"Tapi Bos, dia bisa menghabisimu!"
"Aku bilang lepaskan dia...!!!"
Kenzo membentak anak buahnya.
Nic kembali menghajar wajah Kenzo dengan pukulannya.
'Buughh buughh'
Kenzo tidak melawan, dia malah tertawa sambil menusap darahnya yang terus bercucuran.
"Kalian, urus wanita itu jangan sampai dia kembali lagi kehadapanku!
Dan Kau Nic ! Hanya inikah kemampuanmu ? Hahaha!!"
"Jangan paksa Aku untuk menghabisimu, Kenzo!!"
"Apa Kau sudah puas?!"
"Belum ! Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Bulan !!"
"Kata-katamu terdengar seperti laki-laki yang membela kekasihnya?! Apa itu benar Nic??"
Kini Nic hanya terdiam, dia memalingkan wajahnya dari tatapan Kenzo.
"Kenapa Kau tidak menatapku, apa kata-kata Ku menyinggung mu?! Katakan, apa Kau mencintai Bulan ?!!!"
__ADS_1
Dengan nafas terengah Kenzo berteriak dan menarik kerah baju Nic.
Nic lalu menepis kedua tangan Kenzo.
"Ya ! Kau benar ! Aku mencintainya !! Kenapa , kau keberatan?!"
Bagai tersambar petir yang meluluh lantakkan hatinya, Kenzo bergetar, kepalannya sudah siap menghantam Nic.
"Sejak kapan,
Sejak kapan Kau mengkhianatiku Niccccc!! Jawab ?!"
'Buugghh'
Satu pukulan Kenzo mampu membuat Nic langsung tersungkur.
"Mengkhianati ?! Memang Kau siapa Bulan, Hhah?! Kau sendiri tidak menganggapnya seorang Istri, dimana Aku mengkhianatimu ?!"
"Sejak kapan Kau mencintainya !! Pengkhianat !!?"
Nic bangkit sambil tertawa.
"Sejak Ku tau Kau begitu kejam kepadanya , Aku ini Pria berhati lembut, Aku tidak sanggup melihat gadis sebaik Bulan mendapatkan nasib buruk karena mu...
Berapa hutang Bulan kini, biar Aku yang melunasinya asalkan Kau membebaskan Bulan dan membiarkannya hidup bersamaku !"
Kemzo tidak mampu berkata-kata. Andai keberaniannya untuk menyatakan cinta sehebat dia berbisnis atau menghajar seseorang, mungkin kini dia tidak terjebak dengn kondisi seperti ini.
"Bagaimana tawaranku Kenzo?! Aku bahkan akan membayar dengan 5 kali lipat..!"
Kenzo masih diam tak menjawab. Dia malah berlalu meninggalkan Nic, mungkin dia sedang bimbang.
"Kenzo tunggu, urusan kita belum selesai !!!"
Kenzo menghentikan langkahnya.
"Aku butuh waktu untuk berfikir"
"Berfikir untuk apa? Bukannya Kau menahan Bulan hanya karena dia masih memiliki hutang??"
Kenzo terus melangkah tanpa mempedulikan Nic.
"Kau tidak rela kan Bulan lepas dari tanganmu? Apa karena Kau juga mencintainya ??! Jawab Kenzo ?!"
Kenzo membalikkan badannya dan menatap sinis ke arah Nic.
"Seharusnya Kau sudah tau, bagaimana Aku bisa bertahan denga satu wanita selama berbulan-bulan tanpa rasa bosan...
Aku kira kau sangat mengenalku, ternyata tidak"
"Hhhh! Kalau Kau mencintainya kenapa Kau selalu kasar padanya ?! Itu bukan cinta Kenzo !!"
"Aku terlalu bodoh untuk urusan cinta, yang Aku tau.. Ketik aku bercinta dengan nya bukan karena Ego untuk memiliki wanita, Aku melakukannya dari hatiku yang paling dalam...
Mungkin Aku tidak pantas untuk memiliki Bulan, maka...Aku akan membiarkannya memilih..."
Wajah Kenzo berubah murung, dia masuk ke kamarnya dengan hati yang sesak gundah gulana, andai saja dia bisa mengutarakan cintanya sejak lama dan bisa lebih lembut dengan Bulan, mungkin kini dia tidak akan menderita karena ulahnya sendiri.
'Aaaarrgghhh... apa yang harus aku lakukan?! Bulan maafkan aku. Aku janji suatu saat nanti akan ku jadikan kau wanita yang paling bahagia di dunia ini. Itu janjiku padamu.
Jangan lupa tinggalkan komen dan like dan follow author agar lebih semangat...
__ADS_1