
"Taaraa...
Si cantik Kenzo siap menghibur kalian semua."
Aku girang sekali bisa mengerjai Kenzo.
Dia bercermin, dan...
"Waah aku cantik juga...
Hey Bulan, apa aku bisa kembali tampan??!"
"Bisa...
Kau hanya mencucinya saja."
Terangku yang membuat hatinya lega.
"Kalau anak buahku melihat wajahku seperti ini, bisa 7 hari 7 malam mereka mentertawakan ku"
Ketika kami berdua tengah tertawa bersama, ponsel Kenzo bergetar.
"Halo ??!"
'Halo Kenzo, lu bisa ketempat gue sebentar?"
Dan ternyata yang menelpon itu adalah Noni.
"Langsung saja, ada apa??"
Tanya Kenzo tegas.
"Ihh jangan galak-galak dong...ganteng-ganteng kok galak sih??
"Begini, gue gak suka berbasa basi.
Berapa uang yang kau mau, Kenzo??"
"Hahaha..."Kenzo tertawa tidak berhenti.
Aku tidak butuh uangmu, to the point aja!"
"Lepaskan Bulan, karena gue ada klien nih, duitnya lumayan."
Ucap Noni dengan santainya.
Sedangkan Kenzo meradang.
"Apa maksudmu Noni?!
Kau mau menjual Kenzo pada pria lain?!!"
Bulan terkejut bagai mendengar petir disiang hari.
Apa yang Kenzo dan ibuku bicarakan??
"Nahh lu pinter Kenzo?!
Kalau iya kenapa ?! Lu kan udah abis waktunya sama si Bulan!"
"Kau ini Ibu macam apa tega menjual anak sendiri demi uang?!"
Kenzo benar-benar sangat emosi.
"Hahaha...
Nah lu laki-laki macam apa yang membeli perempuan itu??
Kita ini sama-sama bajingan jadi gak usah saling mencela satu sama lain...
Besok antar Bulan ke temu gue, gue mau ngenalin dia dengan orang itu..."
"Tidak akan !!!"
Bantah Kenzo dengan emosinya yang hampir meledak.
"Iihhh ...lu gimana sih? Bulan itu anak gue, gue yang berhak mengatur dia sama siapa?!"
Bentak Noni tidak mau kalah.
"Bulan juga istriku! aku suaminya, dan aku tidak akan membiarkan laki-laki manapun memiliki Bulan!
Jangankan memiliki, menatapnya saja maka kedua bola mata orang itu akan ku cabut?"
"Eehhh gak bisa gitu dong...
Lu itu kan nikah cuma pura-pura!!"
__ADS_1
"Kau benar, biarpun kami menganggap pura-pura, tapi pernikahan kami sah secara agama dan Negara,
ditambah Bulan sedang hamil saat ini !!"
"Apa????!!"
Noni benar-benar terkejut.
"Duuhh Kenzo !!!! Kenapa lu bisa hamilin si Bulan??
Jahat banget lu..!!"
"Aku sengaja, dan aku yang menginginkannya!!"
"Kenzo lebih baik kita bicara secara langsung!!"
Telpon pun terputus.
Bulan benar tak menyangka dengan apa yang ia dengar.
Dia menarik-narik tangan Kenzo sambil menangis.
"Kenzo... Jawab...
Apa benar yang ku dengar tadi?!
Ibuku...ibuku setega itu...?!"
Kenzo langsung memeluk erat Bulan, dan ia mencium keningnya dengan penuh rasa cinta.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kau istriku, bukan wanita malam ku...
Sebagai suami aku harus menjaga hati dan martabat mu...
Percayalah padaku..!"
Kenzo lalu mencuci wajahnya yang dipoles make up oleh Bulan hingga ia terlihat cantik.
Memakai jaket kulit berwarna hitam, dan menggunakan jam tangan Rolex koleksinya.
Aku berdiri, memegang tangan Kenzo,
Kenzo menoleh kearah ku.
"Kenapa??"
Tanya Kenzo sambil mengelus pipiku.
Tanyaku sambil meneteskan air mata.
"Haha...
Sejak kapan kau mempedulikan ku?? Biasanya kau selalu acuh kemanapun ku pergi...?!"
Ucap Kenzo sambil menyisipkan senjata api di balik jaket kulitnya.
"Kau bawa senjata? Untuk apa??"
Tanyaku khawatir.
"Ya untuk menembak, Bulan. Kau fikir untuk membuat gelembung?
Aku akan menemui Ibumu! Enak saja dia mau menjual mu kepada laki-laki lain!"
Amarah sangat terlihat di wajah tampan Kenzo.
Aku kembali menarik tangannya.
"Jangan sakiti Ibuku, Aku sangat sayang padanya..."
Jelas ku terisak-isak.
"Tidak akan, tapi aku harus waspada karena Ibumu pasti tidak sendiri...
Aku pergi."
Kenzo lalu membuka pintu, tapi dia kembali memutar langkahnya dan berlutut di depanku, lalu mencium perutku.
"Dady pergi dulu, jadi anak baik...
Dady mau memberi pelajaran untuk nenekmu itu ! Enak saja dia mau memisahkan kita..."
Kenzo untuk sekian kalinya mencium perutku.
"Aku pergi, jangan berpikir untuk menyusul ku, Aku jamin Ibumu tidak akan terluka..."
Ia melempar senyumannya padaku, dan benar-benar pergi.
__ADS_1
Rasa khawatirku semakin memuncak, Do'a ku tak henti panjatkan dalam hati.
"Semoga tidak terjadi hal buruk pada Kenzo dan Ibuku..."
Aku mengangkat kedua tanganku dengan tatapan ke arah langit berharap pada sang Kuasa.
Kenzo berangkat di iringi 5 mobil anak buahnya yang selalu setia.
Ia dan anak buahnya yang berjumlah 25 orang.
"Dasar gila kau, Noni! Kalau saja kau bukan Ibu Bulan, sudah ku pecahkan kepalamu!!"
Kenzo mengatur nafasnya yang sesak karena menahan amarah. Tangannya mengepal kuat.
"Mike, apa semua anak buahmu membawa senjata?"
"Tentu bos!"
"By the way, untuk apa 3 koper berisi uang ini??"
Tanya Mike.
"Semua uang ini untuk menutup mulut si Noni !
Jika lelaki yang ingin membeli Bula dariku datang bersamanya, tarik dan habisi dia!!
Jangan biarkan oksigen melewati pernapasannya, dan urus jasadnya dengan rapi!"
"Baik Bos!"
Merekapun sampai di Diskotik milik Ibunya Bulan.
Kenzo turun dari mobil di iringi 10 anak buahnya yang menjaga ia dari depan dan belakang, sisanya menunggu di luar untuk memastikan tidak ada hal yang mencurigakan agar Kenzo tetap aman.
"Hey menantuku yang tampan..."
Sambut Noni dengan dandanan glamor dan jaket bulu yang menjadi favoritnya.
Para pelanggan menyingkir karena kedatangan Kenzo beserta anak buahnya.
Kenzo duduk sambil menaikkan kedua kakinya ke atas meja.
"Tidak usah berbasa-basi, itu membuatku muak!
Apa yang ada di otakmu hahh? Bulan istriku, dan dia sedang mengandung anakku! Kau main jual saja, kau fikir Bulan kucing peliharaan?!"
Kenzo mengisyaratkan Mike untuk membuka 3 koper berisi uang kehadapan Noni.
"Ini semua untukmu! Uangku bagaikan sampah, setiap hari selalu menumpuk!
Anggap itu hadiah dari seorang menantu! Dan jangan berani mengatakan atau menawarkan Bulan pada laki-laki lain! Atau aku akan membakar tempat ini hingga rata dengan tanah!!!
Mengerti??!"
Noni yang mata duitan matanya langsung berbinar-binar.
Dia lalu memeluk dan menciumi koper-koper itu.
Ia mengangguk.
"Ok...ok...
Beres pokoknya! Gue gak lagi-lagi deh, hehe..."
Kenzo bangkit berdiri.
"Lain kali kalau kau ingin uang, jangan memancing emosiku, karena bisa saja itu akan menjadi hari terakhirmu di dunia ini!
Kau sudah membuat istriku bersedih, Anakku juga pasti bersedih karena mu!
Aku tidak bisa terima.
Ku tunggu dalam waktu 1x24 jam, jika kau tidak datang ke rumahku dan meminta maaf pada Bulan,
(Kenzo mengeluarkan pistolnya)
Peluru yang hangat ini akan bersarang di kepalamu!"
Noni memasang wajah takut.
"I...iya...
Besok gue akan menemui Bulan...
Ma...makasih yaah...!"
Kenzo lalu pergi meninggalkan Noni di ikuti anak buahnya.
__ADS_1
"Dasar perempuan mata duitan!"
Gerutu Kenzo sambil berlalu. Bagaikan langit dan bumi Bukan dan ibunya. Entah tercipta dari apa hati Noni itu!!