
"Kau selalu merusak kesenanganku!!"
'Buugghh'
Kenzo memukul Nic.
"Pergi kau brengsek!!"
Nic lalu mengangkat Ponselnya.
"Yes kakek, ada yang mau kau tanyakan?"
'Glekk'
Kenzo mundur beberapa langkah.
"Apa Kenzo pergi ke Diskotik atau main dengan wanita murahan lagi?" tanya kakek di sebrang sana.
Nic belum menjawab pertanyaan kakek kesayangannya. Dia menatap tajam Kenzo, Kenzo menempelkan jari telunjuk pada bibirnya, mengisyaratkan Nic agar tutup mulut.
"Kenzo?"
Tanya Nic.
"Ya, Apa yang dia lakukan saat ini, bisakah Kau memata-matainya dan laporkan semua yang dia lakukan??"
"Hhmm Kenzo, Kenzo sedang tidur di kamarnya"
Ucap Nic berbohong.
"Kamu tidak bohong??"
"Tidak kakek!!"
"God..., ok kalau begitu kakek tutup telpon ini"
"Yes kakek, Good night"
'Nittt'
Telpon pun terputus.
Kenzo berdiri tegap dihadapan Nic.
"Kau, bisakah kau mencari pekerjaan lain selain menjadi kacung untuk memata-matai aktivitasku, Nic???"
Nic hanya tersenyum dingin.
"Aku lebih senang menyebutnya dengan balas budi, keluarga Sminth begitu terkenal hingga pelosok Autralia dan seluruh dunia. Aku tidak akan membiarkan nama baiknya tercoreng hanya karena sifat bajingan mu itu, maka dari itu berubah lah Kenzo , lupakan masa lalu itu!".
Kenzo menarik kerah baju yang dikenakan Nic.
"Kau sangat mudah mengatakan itu, kau bahkan tidak mengerti bagaimana sakit yang menyiksaku selama puluhan Tahun ini, bremgsek!!?"
"Kenzo, aku lebih dulu merasakan kecewa dan sakit di hatiku, kau pun tau aku hanya seorang anak jalanan yang sering kau temui, hingga keluarga Sminth menerimaku atas permohonanmu,
Aku terlahir di jalanan, wanita yang telah melahirkan ku membuang ku begitu saja. Aku hidup mengais sampah lalu kujual, makan dari sisa atau belas kasihan orang.
Seumur hidup aku tidak pernah mengenal sosok seorang Ibu, tidak pernah merasakan kasih sayangnya, tidak sepertimu..
Sungguh sakit hati ini bila mengingat itu semua, tapi Aku menerimanya dengan ikhlas, Aku tidak pernah mengumpat wanita yang telah melahirkanku ke dunia ini walau kini entah dia berada dimana,
Kita sama-sama telah ditinggalkan oleh seorang Ibu, tapi kau lebih beruntung Kenzo! Kau sangat beruntung pernah merasakan kasih sayangnya, Kau hidup dengn berkecukupan,
Sedangkan Aku? Aku bertahan hidup di jalanan yang kejam tanpa kasih sayang siapapun..
Sampai akhirnya kau membawaku jadi bagian keluarga Sminth, Aku masih mengingatnya dengan baik,"
__ADS_1
"Berhentilah menyebutnya wanita ******, berhentilah mengumpatnya! Kau penerus keluarga Sminth, berilah Kakek kebanggaan di hari tuanya. Dia menaruh harapan yg besar padamu Kenzo,
Menjadi bajingan bukan obat yang terbaik untuk menyembuhkan luka di hatimu, justru itu akan membuat lukamu semakin menganga,
Kenzo, kita ini lebih dari sekedar sahabat!
Berubahlah...!"
Kenzo menjambak rambutnya sendiri dan berteriak.
"Aaaarrrrghh! Hentikan kata-katamu Nic!!
Tinggalkan aku sendiriii....!!!"
Nic hanya melepas nafas beratnya.
"Kau selalu menjadi anak keras kepala Kenzo, aku hanya mencoba menasehatimu,
Selama aku di rumah ini, berhati-hatilah, tugas utamaku disini untuk melindungi Bulan,
Bulan aman didekatmu, dan amanlah harta warisanmu dan namamu di keluarga Sminth.
Kasihan...kau berkuasa tapi sangat malang.."
Nic lalu meninggalkan Kenzo seorang diri. Terdengar Kenzo berteriak, memukul apapun yang ada di kamar itu, membantingnya hingga hancur.
Kenzo sosok anak yang terluka karena penghianatan sang Ibu, miris memang ketika ia kini menjadi bajingan yang tak punya hati seperti ini.
"Aaaaaarrrggghhhh!!!
Atika.....!! Kau yang lebih bajingan dariku!! Kau, Kau wanita durjana!! Kau juga yang membuat Papa meninggal dengan tragis! Dan Kau juga yang membuatku menjadi manusia kejam seperti ini!!!
Lihat! Kau lihatlah, semua orang menyalahkanku atas sikap terkutuk ku ini, seharusnya mereka sadar! Kaulah yang memberi contoh padaku, Kau yang bersalah! Kau yang harus di salahkan..!!!
Aku benci kamu Atikaaaa!!!"
Kenzo tenggelam dalam luka dan amarahnya, dia tak henti mencaci dan mengumpat Atika, Ibu yang telah melahirkan, dan meninggalkannya bersama laki-laki lain.
Teriak Kenzo pada ART yang tidak lain bekas Baby Sitter ketika dia kecil.
Wanita paru baya itu langsung bergegas datang. Betapa terkejut ketika melihat keadaan kamar yg seperti kapal pecah.
Dia melihat Kenzo yang tengah terlihat frustasi.
"Ada apa tuan memanggilku"
Ucapnya sambil tertunduk.
"Kenapa lama sekali?! Dasar perempuan tua lambatt!
Cepat ambilkan minumanku agar membuatku tenang!!"
Acy ketakutan melihat sikap Kenzo yang memang benar-benar seperti orang gila.
"Vodka yang seperti biasanya Tuan?!"
"No ! Bawakan aku The Winston Coktail! Hurry up !!"
"Ba..baik Tuan"
Acy lalu bergegas ke ruangan dimana Anjelo menyimpan stok minuman beralkohol yang dia Impor langsung dari luar negeri.
Kenzo memang sudah stres! Dia bahkan memukul TV dgn stik golfnya.
'Braakk,, Praang'
Nic begitu kaget melihat amarah Kenzo yang tak terkendali.
__ADS_1
"Kennanglah !!"
Nicho berniat menenangkan sahabatnya itu.
Tapi Anjek9 mengambil sebuah Samurai yg dia gantungk sebagai hiasan di dinding.
'Sliiinnggg'
Keluarlah Pedang Panjang asal Jepang itu dari sarungnya.
Anjelo menodongkan Samurai itu pada Nicho, hingga Nicho dan beberapa anak buahnyapun melangkah mundur.
"Jika berani ada yg mendekatiku,, Aku tidak segan2 mencincang tubuh kalian!!"
Ucap Anjelo sambil memainkan Pedangnya.
"Anjelo, Kau sudahku anggap sebagai adikku sendiri, Aku tdk bisa membiarkanmu seperti ini"
Nicho hendak melangkah mendekati Anjelo, tapi dia malah mengangkat Pedangnya ke udara dan...
'Sliiingggg!'
Hampir saja dia membelah kepala Nicholas, untung saja Nicho di tarik oleh anak buah dari Anjelo.
"Ambil suntikan Hormon Endorfin, cepat!"
Bisik ketua dari anak buahnya.
"Baik"
Anak buahnya lalu bergegas untuk mengambil obat penenang yg biasa di gunakan Anjelo, dan dia kembali secepat mungkin.
Nicholas mengambil tongkat Golf dan memukul tangan Anjelo hingga Samurai yg di genggamnya terlepas.
"Aaaarrrghh"
Pekik Anjelo kesakitan, karena tangan kanannya yg dipukul Nicho hingga biru lebam.
"Maafkan Aku Anjelo, Aku hanya tdk mau kau terluka, atau Kau membuat orang lain terluka,
Ayo cepat! Mana suntikan yg kalian maksud!?"
Salah seorang anak buah Anjelo masuk dan menyuntikan Hormon Endorfin di lengan Anjelo yg berotot.
Anjelo yg Amarahnya menggebu2, bak setan yg tengah murka, perlahan2 mereda.
Nafasnyapun sdh kembali ringan dan teratur, tdk terengah2 bercampur amarah seperti tadi.
Nancy mencoba memasuki kamar Anjelo sambil membawakan minuman yg Anjelo inginkan.
"Tu..Tuan, ini minuman yg Anda inginkan, The Winston Cocktail"
Nancy hendak memberikan minuman itu pada Anjelo, tapi Nicho dgn cepat merampas dan melemparkan minuman itu hingga pecah dan berceceran.
"Kau tdk boleh meminum itu Anjelo! Kadar Alkoholnya sangat tinggi!"
Ucap Nicholas geram plus khawatir.
"Tuan Nicholas, Tuan Anjelo bisa meminum 2 botol sekali teguk"
Anak buahnya menambahkan.
Nicholas sampai geleng2 kepala tak menyangka.
"Kau harus mencari kesenangan lain untuk menghilangkan beban yg menyiksa hatimu Anjelo,
Menjadi bajingan dan meminum minuman beralkol tanpa aturan akan membahayakan dirimu,
__ADS_1
Masih banyak hal positif yg dapat kau lakukan!"
"Jangan sampai kau menyesal Kenzo."