
Sambil memijat sedikit pelipisnya, Bulan berjalan mencari Angelia. Kepalanya mulai terasa pusing, hingga ia mengurungkan niatnya untuk mencari Angelia.
"Maaf ya Nak, Ibu mau tidur dulu sebentar, kok kepala pusing juga ya?"
Ketika Bulan hendak membalikkan badan, ia sangat terkejut, bahwa Angelia, para pekerja, dan tentu trio cool yang menurutnya menyebalkan itu berdiri tepat di belakangnya.
"Selamat atas kehamilan anda Nyonya Bulan..!!"
Mereka semua mengucapkannya bersamaan sambil menundukkan kepala.
Sungguh Bulan benar-benar terharu.
Terlebih Angelia yang tersenyum dan berlari ke arahnya.
"Ibu...!"
Angelia lalu menubruk dan memeluk Bulan.
"Hei...hati-hati sayang! Di dalam perut ibu ada adikmu, pelan-pelan ya..?"
Kenzo sedikit khawatir hingga menasehati Angelia. Namun, Angelia yang baru berumur belum genap empat tahun, merasa ayahnya tidak menyayanginya lagi hanya karena ia menasehatinya.
"Uhh...Dady pelit!"
Teriak Angelia sambil cemberut.
"Bukan pelit, tapi Dady hanya memberi tau kalau kau harus...?"
"Hhwwaaaaa...hiks hiks..Dady galak!"
Kenzo belum selesai melanjutkan kata-katanya, tapi Angelia langsung menangis.
"Bukan galak angel...
Dady hanya..."
"Dady sayangnya sama dede bayi kan! Dady gak sayang Aku lagi!"
Angelia lalu lari menuju kamarnya dan di ikuti oleh para pengasuh dan Kenzo dibelakangnya. Yang lain hanya mengikik geli meliht sikap Angelia.
Bulan hanya mampu menikmati adegan itu sambil tersenyum tipis.
"Hahhh...
Kau juga sih Bulan, Angelia masih kecil sudah di buatkan adik saja, hehe"
Gurau Nic.
"Itu karena mereka sering olahraga malam Nic!"
Sambung Mike mengikik geli.
"Diam kalian pria-pria jomblo!
Lebih baik kalian cepat cari pasangan, seharusnya Angelia sudah mempunyai teman yaitu anak-anak kalian!
Kalian hanya pandai berkelahi, tapi tidak pandai mencari istri!
Gak malu sama otot!?
Dan gak kasihan juga sama Angelia?!
Hhhhhh...!!"
Bulan pergi meninggalkan mereka sambil mendengus kesal, rupanya ia ingin menghampiri Angelia yang tengah merajuk.
Mike dan Nic saling bertatapan.
"Jadi, ini semua kesalahan kita ya?"
"Aku kira 40% nya, iya! Karena kau yang membantu Kenzo menukar pil itu dengan permen."
Jelas Nic yang ikut menyusul Angelia dengan berjalan santai.
"Soal kesendirian kita pun disalahkan oleh Nona Bulan.
Aku tidak kebayang, bagaimana jika bayi itu laki-laki dengan perangai seperti Kenzo?
Pasti rumah ini akan sangat ramai"
Jelas Mike sambil meneguk wine yang membasahi tenggorokkannya.
Angelia duduk sambil betsedekap. Wajah lucunya nampak cemberut.
"Hhhh, belum apa-apa Angelia sudah cemberut"
__ADS_1
Gumam Kenzo sambil tersenyum.
"Baby? Maafkan Dady ya?"
Kenzo berlutut di depan Angelia sambil menakupkan kedua tangannya, tak lupa ia memasang wajah memelas.
"Dady bangun, jangan seperti itu, Dady kan Ayahku"
Angelia yang sejak dini di ajarkan sopan santun oleh Bulan, kini ia turun dari sofa dan duduk di lantai.
"Hmm, apa Nona cantik ini memaafkan Dady?"
Angelia menggelengkan kepalanya.
"Dady gak perlu minta maaf, Aku yang minta maaf."
Kini Angelia menunduk, Kenzo lalu menggendong Angelia dan memangkunya.
"Dady, kalau Dady dan Ibu punya bayi, apa Angelia masih di sayang?"
Sorot mata Angelia terlihat sendu dan berkaca-kaca.
"Baby...
Anak Dady yang paling cantik, tentu saja! Kau malaikat kami untuk selamanya,
Dan kau tau? Memiliki seorang adik itu menyenangkan.
Jika sudah besar nanti, kau dan adik-adikmu lah yang menjaga Dady dan Ibu, serta perusahaan Dady.
Yang pasti, kami akan memberi kasih sayang yang sama padamu dan adik-adikmu, ok..?"
"Dady janji?"
Kenzo mengacungkan kelingkingnya.
"Janji"
Angelia pun bahagia, dan ia memeluk serta mencium sang Dady berkali-kali.
"I love you Dad!!"
"I love you sweety"
Kenzo belum menjawab, tetapi Mike sudah menampakkan batang hidungnya.
"Halo Nona Angelia, Uncle disini"
Angelia menoleh ke arah sumber suara itu.
"Uncle..!!"
Gadis cilik itu lalu memeluk Unclenya.
"Main apa kita hari ini?"
Tanya Mike.
"Main kejar-kejaran sambil tutup mata"
Jawab Angelia exited.
"Haha, itu sih Uncle jagonya"
"Tapi kita ajak Auntie Rere ya Uncle?"
Wajah Mike seketika gugup.
"Mmh...?"
Mike masih berfikir.
"Uncle!"
"Ohh iya, tentu! Hehe,"
Mike tersenyum paksa.
"Tapi sebelum bermain ada hal yang mau Uncle bicarakan bersama Dady ya?"
"Ok".
Jawab Angelia dengan senyum.
"Hmm..? Ada apa?"
__ADS_1
"Sudah waktunya kau kembali ke dunia bisnis yang kejam itu Bos, ada sebuah perusahaan yang di pimpin oleh Ny.Celsi, dia menawarkan sebuah proyek besar, Nic sedang mengurus jadwal pertemuan mu malam ini"
Jelas Mike.
"Hhh...baiklah!
Tapi jika Aku tidak mdapatkan royalti di atas 60-70%, Aku tidak akan melanjutkannya"
"Kau pasti bisa Bos, kau pandai dalam berbisnis"
"Uncle...Ayo..!?"
"Baiklah...ayo!"
"Bye Dady...?"
"Kau istirahat ya sayang."
Ucap Kenzo sambil membuka pintu lemari. Matanya jelalatan mencoba memilah baju apa yang akan dia kenakan.
"Kau mau kemana? Apa ini waktunya kau kembali menjadi pria yang super sibuk memburu harta?"
Bulan terlihat cemberut.
"Aku belum mengatakan apapun, tapi kau dengan pandai nya menebak apa yang hendak aku lakukan.."
Kenzo melirik Bulan sambil tersenyum.
"Hhuhf"
Wajah Bulan semakin suntuk saja, entah mengapa kali ini ia ingin sekali berduaan dengan suaminya itu, tapi apa daya ia tidak mungkin melarang Kenzo yang akan kembali melebarkan sayap dan turun tangan akan segala bisnis dan hal-hal rumit yang biasa di lakukan kalangan atas.
Karena itu Bulan sedikit cuek pada Kenzo yang tengah berkutat di depan lemari enam pintu itu.
"Hmm sayang?
Bisakah kau memilah baju untuk ku kenakan malam ini?"
Tanya Kenzo penuh harap.
"Seperti itu saja sayang..hihihi"
Bulan membalikan tubuhnya menghadap Kenzo yang hanya mengenakan handuk.
"Ide bagus! Sepertinya kau sudah tidak mencintaiku lagi ya?"
Bulan lalu bangkit duduk dengan tatapan tajam.
"Kamu kok, berfikir seperti itu? Aku kan tidak bilang begitu Kenzo?"
"Iya, benar. Tapi menyuruhku keluar dengan handuk seperti ini apa kau siap jika aku menjadi sorotan para wanita?
Kalau Aku sih, fine-fine saja...?"
Kenzo tersenyum licik sambil menaikan sebelah alisnya.
"Apa?!"
Mata Bulan membulat.
"Kenapa? Kau jangan marah, itu kan perintah mu...?"
"Ihhhh...Aku cuma bercanda Kenzo! Huhff!"
Bulan cemberut sambil bersedekap.
"Aku pun bercanda sayang...ayolah..
Tolong carikan baju untukku"
Kenzo duduk di samping Bulan lalu memeluknya manja.
"Kau kan punya selera yang bagus Kenzo! Jadi pilih aja sendiri!"
Sahut Bulan sinis.
"Sayang, kau benar. Tapi, empat tahun terakhir style-ku selalu disediakan oleh wanita yang hebat...
Hmm, baiklah Aku mengerti, kau lelah ya? Kondisimu yang tengah berbadan dua seperti ini kau harus banyak istirahat..."
Kenzo bangkit dan hendak melangkahkan kakinya, lalu Bulan menggenggam tangan Kenzo.
Hujan hujan enaknya ngopi bareng **seru nih..
siapa yang tempatnya hujan deras**??
__ADS_1