
Lima jet ski meluncur dengan cepat di atas air. Ternyata penyusup itu adalah orang suruhan Duke yang di badannya ditanam Bom, orang yang sungguh bodoh, entah apa yang di imingi Duke padanya hingga ia mau melakukan itu.
Penyusup itu sudah di ikat sedemikian rupa pada tangan dan kakinya. Bom yang dipasang di tubuhnya tidak bisa dilepaskan begitu saja. Salah satu jalan ialah membuang orang itu sejauh mungkin dari pantai ketengah lautan, jika bom itu benar-benar meledak, maka dampaknya tidak terlalu besar di daerah pesisir.
"Lima menit lagi! Aku harus membuang manusia bodoh ini sejauh mungkin!"
Ujar Nic sambil memacu Jet Ski itu begitu cepat dan lihai.
Bibir pantai kian tak nampak, posisi mereka sudah berada di tengah laut.
4 menit lagi.
Nic menghentikan Jet Ski yang ditumpanginya dengan orang yang membawa bom di tubuhnya yang diikat pada Body Jet Ski agar tidak jatuh.
"Stop!
Kalian semua kembalilah! Biar Aku yang membereskan pecundang ini!"
Teriak Nic pada anak buah Mike.
"Tapi Tuan?"
"Jangan banyak bertanya! Waktu semakin sempit! Jika kalian mengikuti ku tidak cukup jauh kalian dari ledakan bom itu! Kita tidak tau seberapa besar kekuatan ledakannya!"
"Kalau begitu buang orang itu disini saja?"
"Tidak! Disini masih terlalu dekat! Jika ledakannya jauh dari pesisir orang akan menganggapnya nelayan yang sedang mencari ikan menggunakan peledak!
Ayo cepat pergi!"
Nic terus mendesak agar anak buah Mike pergi menghindarinya. Namun tidak di sangka, Mike menyusul dengan memacu Jet Ski yang di tungganginya begitu cepat.
Rupanya dia sudah membereskan Duke ketika mendengar penyusup itu telah tertangkap, timah panas Mike dan para Snipernya membawa Duke menyusul Mark, dia pun ditenggelamkan begitu saja.
"Nic dan kalian semua, kembali ke darat!"
Bentak Mike sambil menarik paksa tangan Nic hingga ia tercebur ke laut, Mikepun segera menunggangi Jet Ski yang sebelumnya di naiki Nic.
"Kembali dan jaga Kenzo eserta keluarganya! Biar Aku yang meneruskan misimu!
Cepaaat pergi! Waktu tinggal 3 menit lagi!"
Para anak buah Mike lalu memutar arah, mereka tidak berani membantah padahal di hati mereka ada rasa takut kehilangan Mike, ia tidak mungkin kembali, jika ia yang membawa penyusup itu, jelas ia akan ikut meledak bersamanya.
"Felix! Biar Aku yang menyelesaikannya bodoh!"
"Jika Aku mati masih ada Mike lainnya! Anak buahku sudah ku latih sekuat dan setangguh Mike!
Ada dua hal kenapa aku yang harus mengakhiri ini semua!
Yang pertama, kau mengerti bisnis hingga kau tak hanya menjadi pengawal tapi rekan bisnis yang handal.
Yang kedua, Aku kasihan padamu! Seumur hidup kau tidak pernah menjamah wanita! Maka dari itu aku tidak membiarkanmu mati!
Senang memiliki partner sepertimu, Nic!"
'Bbbrrrmm'
Mike memacu Jet Ski-nya secepat mungkin. Meninggalkan Nic dengan hati yang sesak.
Waktu tinggal 2 menit lagi.
Nic terpaksa kembali mengikuti kemauan Mike. Memang sudah tidak ada jalan keluar lagi, ini satu-satunya keputusan yang terbaik untuk menyelamatkan Kenzo dan yang lainnya.
__ADS_1
Setengah perjalan menuju bibir pantai, Nic mendengar suara dentuman yang terdengar begitu jauh.
'DDHHEEMMMM!!!'
"Felix!"
Nic menghentikan laju Jet Ski-nya, tak terasa air matanya menetes.
"Kau pria hebat! Youre the best!
Kenzo pasti sangat terpukul dengan kenyataan ini..!"
Nic kembali memacu Jet Ski-nya. Ketika sampai di bibir pantai, pesta sudah berakhir, para tamu undangan sudah kembali ke kamar hotelnya masing-masing.
Nampak Kenzo berdiri di kelilingi anak buah Mike dengan wajah sendu dan mata berkaca-kaca.
Wireless earphone mereka semua menangkap sebuah info dari Tim Monitor.
"Untuk semuanya, kami kehilangan kontak dengan Tuan Mike, komunikasi seketika terputus..."
Jelas seseorang dari Tim Monitor dengan nada suara yang tersayat.
Begitu pula Kenzo, wajah dinginnya memerah, sesak memenuhi relung hatinya.
Nic turun dari Jet Ski dengan langkah tertatih ke arah Kenzo.
"Kau bilang...
Semua akan baik-baik saja? Tapi Mike?"
Nada suara Kenzo melemah, kakinya terasa lunglai tak mampu menopang tubuhnya.
"Mike mengorbankan dirinya demi keselamatan kita semua."
Kenzo lalu berlari ketengah laut dengan rasa tak berdaya, ia tidak percaya akan kehilangan sosok pengawal dan sahabat sehebat dan setulus Mike. Ikatan Bos dengan pengawal yang sudah tejalin 15 Tahun lamanya, disaat Kenzo masih sangat muda yaitu berusia 18 tahun dan Mike 20 Tahun, mereka sudah seperti saudara mengingat sifat dan hoby mereka pun sama.
"Feliiiiiiix...!
Kembalilaahhh! Kau Pria tangguh! Kembalilah...!"
Namun teriakan Kenzo di jawab oleh deburan suara ombak dan angin laut yang meniup hati Pria-Pria hebat yang tengah terluka.
Kehebatan, ketangguhan dan kesetiaan Mike kini tinggal kenangan.
Kenzo tentu terkoyak hatinya.
"Rasanya ini seperti mimpi, Mike..
Mike...Aaaaarrrgghhhh!!
Kenapa Tuhan, Kenapa?
Apa dosaku terlalu banyak sehingga satu persatu kau ambil orang-orang yang begitu berharga dari sisiku?!
Aku sudah berubah jauh lebih baik Tuhan, Aku tidak sebrengsek dulu..kini pola fikirku lebih dewasa, terlebih tanggung jawabku yang semakin berat...
Aku, Aku tidak tau apa Aku sanggup melawan musuh yang menyelinap seperti Duke tanpa Mike...
Hartaku sangat banyak, tapi sayang itu tidak bisa mengembalikan kau, Mike...
Kenzo berlutut di atas deburan ombak
Mike, Tuhan mengutukku!
__ADS_1
Kembalilah...!
Aku perintahkan kau kembali Mike!
Mike! Jawab panggilanku! Aku Bos mu!
Kenapa kau tak menjawab?!
15 Tahun kau tidak pernah membantah perintahku!"
Kenzo menunduk, mungkin air matanya menetes, rasanya dia tidak sanggup kehilangan orang yang sudah seperti kloning dirinya itu.
"Aku bilang, kembali...patuhi perintahku...hiks"
Suara Kenzo lirih, orang segarang Kenzo ternyata bisa meneteskan air mata, kehilangan sahabat terbaiknya membuat hati dan jiwanya porak poranda.
Bulan yang sudah berganti pakaian menatap Kenzo dengan rasa sedih. Suami yang begitu ia cintai tengah hancur hatinya. Anak buah Mike dan Nic hanya terdiam mengawal Kenzo di belakang Kenzo, tentu dengan hati yang tak kalah sakit dan hancur.
Bulan perlahan menghampiri Kenzo yang berlutut sambil menundukkan kepalanya. Jelas sekali dia sedang menjatuhkan tetes demi tetes air matanya. Tangan Bulan menyentuh bahu Kenzo. Walau Bulan belum membuka mulut, tetapi Kenzo sudah mengetahui tangan siapa yang menyentuh bahunya.
"Sayang, tolong Aku...!"
Keluh Kenzo sambil meremas tangan Bulan yang berada di bahunya.
Bulan yang merasakan penderitaan yang sama langsung memeluk Kenzo sambil terisak.
"Ini kehendak Tuhan Kenzo... Kita benar-benar berhutang nyawa pada Mike, dia benar-benar orang baik."
Kenzo lalu membalikan badannya dan membalas pelukan Bulan.
"Kau pasti meledekku kan!? Karena melihatku menangis malam ini..."
Kenzo memang benar-benar menangis di pelukan istri tercintanya.
"Tidak, menangislah Kenzo. Jika itu membuatmu lebih baik."
Bulan membelai rambut Kenzo dengan lembut dan tentunya dengan hati yang hancur juga.
"Apa yang harus ku katakan pada keluarganya, sayang?
Apa yang harus ku berikan pada mereka untuk mengobati rasa sakit kehilangan putera terbaik mereka?!
Aku benar-benar tak berdaya saat ini. Aku bukan Pria tangguh tanpa suport darinya selama ini.
Mike, Mike..."
"Kenzo, kita masih mencoba menaruh harap, kita berdo'a pada Tuhan, semoga ada keajaiban, walau dirasa tidak mungkin bagi logika manusia, tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan!"
Mendengar ucapan Nic ada secercah harapan bagi mereka.
"Semuanya! Ayo cepat kita sisir lautan ini...! Dan temukan Mike! Ayo bergegas!"
"Baik Tuan Nic!"
"Aku ikut!"
Sahut Kenzo sambil bangkit berdiri.
"Kau jaga saja Istri dan anakmu, biar ini yang menjadi tugas kami!"
Kira-kira Mike selamatan dari medan bom itu kah?"
Penasaran? yuk ikuti terus jangan lupa tinggalkan jejak...
__ADS_1