
Aku tengah melamun sambil memperhatikan mereka yang terlihat bersenang-senang dengan pesta ini.
Tapi aku merasa jenuh.
"Ini bukan life style ku..sangat membosankan!"
Aku duduk sambil menopang dagu. Tiba-tiba ada uluran tangan dari Nic.
"Mau berdansa??"
"Aku..tidak bisa berdansa"
"Pasti bisa, Aku yang akan mengajarimu,"
Aku pun menggapai tangan Nic.
Bergabung dengan orang-orang yang tengah berdansa dengan lagu yang santai.
"Nic, Aku tidak bisa"
Bisikku pelan.
"Ini mudah..taruh tanganmu dileherku, dan.. aku memegang pinggulmu.."
Aku yang tidak mengerti tentang pesta, dansa atau apapun yang menjadi kebiasaan kalangan elit hanya menurut saja, tapi musiknya memang sangat enak untuk di dengar, benar-benar cocok untuk orang yang tengah kasmaran.
"Aku tidak melihat suamimu, kemana dia??"
Tanya Nic memulai pembicaraan.
"Aku tidak tau, orang itu sangat aneh, terkadang bad moodnya datang , marah-marah dan pergi.."
"Kau belum mengenal Kenzo, Aku berteman sudah cukup lama, biasanya dia menghindar ketika ada sesuatu yang tidak nyaman di hatinya, hanya saja dia tidak pandai mengungkapkannya...
Dia sebenarnya anak yang baik,"
"Hhah? Baik? Tukang marah dan menyebalkan seperti dia baiknya dimana? Kau mengatakan itu karena dia adalah temanmu.."
"Cobalah lebih peka dengan sikapnya yang terkadang tidak jelas itu,
Kenzo memang kasar, tapi masih ada sisi baik di hatinya,
Kau tidak bisa lihat ketika Kau ku sandra tadi?
Kenzo terlihat begitu panik, bahkan dia menyebutmu Istrinya, ketika Aku minta untuk tidur dengan mu, tapi dia bilang untuk melangkahi mayatnya dulu..
Apa itu tidak berarti apa-apa dimatamu..???"
Aku mengerenyitkan dahiku sambil berfikir sejenak.
"Aku tidak mempedulikan kata-katanya, lagi pula untuk apa, dia sendiri yang bilang kebersamaan kami disini tidak lebih dari Akting,
Lagi pula mau Kenzo sebaik apapun aku tidak mau punya suami seperti dia ! Biarpun Aku terlahir dari laki-laki hidung belang, tapi Aku tidak mau mempunyai suami hidung belang juga!!"
"Tapi Kenzo menginginkan Istri sepertimu...itu sangat terlihat dari sikapnya, dia selalu membuatmu kesal hanya untuk mencari perhatianmu..."
"Aku dan Kenzo tidak akan pernah cocok!"
Entah dari mana datangnya Kenzo tiba-tiba berada dibelakangku.
Dia lalu melepaskan tanganku yang merangkul leher Nic dan menarik ku dengan kasar menuju mobilnya.
Dia membuka pintu mobilnya dengan kesal.
"Masuk !!! Aku bilang masuk !!"
Aku pun masuk kedalam mobil. Di susul dengan Kenzo yang lalu menancap gas mobil itu dan melaju dengan cepat.
Nafasnya terengah seakan-akan emosinya akan meledak.
__ADS_1
"Kau benar-benar wanita centil, Bulan! Sudah ku bilang kau jangan tebar pesona, tapi Kau malah menggoda Nic !!"
"Aku tidak menggoda Nic !!"
"Tidak mungkin! Diam-diam kau pasti menggodanya!!"
"Aku bilang tidak !! Nic justru menyuruhku agar bersikap baik padamu, tapi aku enggan melakukannya."
"Itu alasanmu saja !! Kenapa Bulan kau begitu mudah membuatku marah!!?
Tolong jangan rusak persahabatan kami !!"
"Aku tidak berniat merusak persahabatanmu Kenzo!!"
"Tutup mulutmu atau Aku akan....!"
"Akan apa ???!"
Bentak Ku menantang Kenzo.
Kenzo lalu menghentikan mobilnya.
"Aku akan..."
'Cupp'
Kenzo mencium bibirku.
"Jika kau terus bicara dan melawanku, Aku akan terus mencium mu!!"
Aku pun segera menutup mulutku denga kedua tanganku.
***
Setiap hari terasa begitu melelahkan hati, Kenzo selalu mengajakku untuk berdebat dengannya, jika dia terdesak kehabisan kata-kata, hanya ancaman yang mampu dia lontarkan.
Tugasku menjadi pelayan dan pemuas nafsunya tak terasa sudah berjalan 8 bulan. 8 bulan bagaikan 8 abad.
Anehnya, ketika dulu aku begitu jijik ketika Kenzo menjamahku, tapi kini justru aku yang berharap agar dia sering menyentuhku, bukan karena Aku menikmati hal itu, Aku hanya ingin segera melunasi hutangku dan terbebas darinya.
Tapi akhir-akhir ini, Kenzo terkesan menjauhiku. Sudah seminggu dia tidak merayu atau membujukku untuk bercinta dengannya.
Dan itu membuatku kesal, dia benar-benar ingin menyiksaku lebih lama.
Sudah 3 malam Kenzo selalu pulang hampir pagi. Bahkan aku baru sadar ketika hendak bangun tidur kalau ternyata Kenzo sudah pulang dengan baju yang bau minuman.
Aku mencoba mengendus bajunya lebih dekat.
"Dia mabuk. Semalam Kenzo pasti dari Diskotik. Kalau begitu dia pasti bersenang-senang dengan wanita malam disana?! Pantas saja dia tidak mau menyentuhku !
Kalau begini gimana aku melunasi hutangku Kenzo???!
Jika setiap malam Kenzo terus menyentuhku, dalam waktu seminggu aku pasti akan segera bebas! Tapi caranyaa???"
Apa yang ku duga ternyata benar, dia sengaja menjauhiku dengan melampiaskan nafsunya di tempat lain.
Pagi ini seperti biasa aku sudah menyiapkan air hangat untuknya mandi dan sarapan pagi seperti sandwich dan juice jeruk kesukaannya.
Ketika ia berpakaian, atau sarapan di meja makan dia hanya membisu, tanpa menoleh sedikitpun padaku.
Aku sebenarnya enggan menanyakan perihal kenapa dia menjauhiku, tapi aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.
"Kenzo kenapa akhir-akhir ini kau seperti menjauhiku??!"
"Aku sibuk !!"
Jawabnya ketus sambil mengunyah sandwich buatanku.
"Setiap malam kau selalu pulang pagi dan bajumu itu bau Alkohol, kemana kau pergi!?"
__ADS_1
Kenzo menghentikan sesaat sarapannya, Aku lalu tertunduk karena takut Kenzo marah dan bisa saja sandwich yang telah dikunyahnya dia semburkan padaku.
"Sejak kapan kau peduli aku pergi kemana?? Itu urusanku, Kau tidak ada hak menanyakan itu !!"
Jawab Kenzo etus sambil melanjutkan makannya.
"Kau pasti tidur dengan perempuan lain di Diskotik kan?!"
Tanyaku sambil mengaduk jus jeruk Kenzo dengan kuat.
"Hey jangan buang tenaga dong mengaduknya, nanti gelas mahal ku pecah! Kau mau aku masukan kedalam hutangmu itu?!
Lagi pula itu urusanku mau tidur dengan wanita manapun! Sejak kapan kau....?? hmmm..sepertinya kau cemburu yaa?!"
Ucap Kenzo sambil menatapku penuh curiga.
"A..apa! Cemburu?! Hahaha...kenapa juga aku cemburu!??"
Lalu Kenzo mengangkat telepon masuk pada HP nya.
"Halo sayang...!!"
Sambil membereskan dapur yang berantakan, Aku mencoba menyadap pembicaraan Kenzo dengan seseorang yang menelponnya itu, Kalau dia bilang sayang, sudah pasti itu seorang wanita.
"Uuuhh aku juga kangen, padahal setiap malam kita bertemu dan saling menikmati,
Kau begitu ****, hingga aku selalu tergoda saat di dekatmu.."
"Nanti malam ?? Iyaa ok ok.. Apa yang gak sih buat kamu!
Apa ? Istriku ??! Biarkan saja, dia itu sangat baik, tidak pernah protes Aku mau jalan dengan wanita manapun, dia tidak akan marah"
Kenzo melirik ke arahku, tapi aku pura-pura tidak melihatnya.
Aku mencuci piring dengan heboh, piring dan gelas beradu menimbulkan suara yang menjadi ciri khas para wanita ketika marah.
"Bulan, tolong pelan-pelan mencuci piringnya...nanti pecah aku bisa rugi, perabot di rumah ini aku impor semua dari luar negeri!!"
Bentak Kenzo menegurku.
"Hmmm!!"
Jawabku ketus Melanjutkan mencuci piring seperti perang kali ini makin heboh.
"Ah.. perempuan ini di suruh pelan malah seperti perang. Bukan, bisa pelan gak?"
"Iya!!" Jawabku singkat.
Kenzo lalu melanjutkan telponnya.
"Maaf ya, tadi Aku bicara dengan Istriku...
Apa?? Tidak..dia tidak marah...bahkan dia mendengar percakapan kita."
"Kau bisa saja...yang tadi malam itu belum seberapa, Aku bisa lebih ganas dari itu.."
Tidak tau kenapa telingaku panas sekali mendengar percakapan mereka.
"Ganas?! Kau itu bukan ganas tapi......"
"Hey perempuan bodoh! Kau tidak usah ikut bicara, fokus saja pada pekerjaanmu !!"
Sungguh kata-kata yang menyakitkan!
"Ok baby, sampai jumpa nanti malam yaa...eemmmuuuaacch!!"
Kenzo menutup telponnya, lalu beranjak pergi dari meja makan.
Tapi ada sesuatu yang membuatnya kembali, dia memanggilku.
__ADS_1
"Bulan, tolong masak untuk nanti malam makanan yang special, karena Sherin kekasihku akan menginap disini, semuanya harus sempurna !! Ingat itu!!"
Kenzo lalu pergi, pergi dengan menggores luka dihatiku.