Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Salah Paham


__ADS_3

"Siapa yang kau bilang bermandikan keringat? Aku tengah sibuk bercengkrama dengan calon mertuaku...


Aaarrrggghhh, semua ini sangat melelahkan...


Dan kau tau? Sejak pagi tadi Nyonya besar kita menjauhkan ku dari Rere, rupanya ia ketakutan kalau Rere aku terkam sebelum di hari pernikahan kami"


Mike tertawa singkat.


"Apa kau bahagia?"


Tanya Nic dengan wajah tak bersemangat.


"Aku lebih bahagia ketika Aku dapat menghemat uangku untuk tidak terlalu sering bersenang-senang di Club"


Datanglah pelayan membawa empat botol Wine dan menghidangkannya di atas meja.


"Silakan Tuan"


"Terimaksih"


Balas Nic sambil tersenyum, dan pelayan itu segera mengundurkan diri.


'Glekk glekk glekk'


Nic meneguk sebotol wine itu sekali tegukan, Mike pun melongo melihat Nic yang tak seperti biasanya.


"Are you ok Nic?"


Tanya Mike sambil ikut meneguk Wine kemasan premium itu.


"I'm so bad!"


Ucapnya sambil tersenyum getir.


Mike menatap wajah Nic dengan serius.


"Apa yang membuatmu sedemikian buruk? Apa ada hal yang mengkhawatirkan?"


Nic mengangguk sambil tersenyum miris pada dirinya sendiri.


"Pantas ia tidak merespon ucapan ku, ternyata dia sudah menikah"


'Glekk glekk glekk'


Nic kembali meneguk botol Wine lainnya.


"Apaa?!"


Mike terheran-heran dengan ucapan Nic.


"Kau mabuk ya?"


"Tidak, aku hanya sedikit kacau"


"Apa masalahmu, ceritakan dengan jelas...siapa yang kau maksud telah memiliki suami?


Orang yang memiliki suami, kau yang galau seperti ini...


Hahaha, Nic Nic, ada-ada saja kau ini!"


Mike geleng-geleng kepala, tak habis fikir dengan sikap Nic.


"Baguslah jika kau mentertawakan ku, setidaknya nasibku membuat kau senang"


"Hey jangan bicara seperti itu, aku tidak sejahat yang kau kira Nic"


Mike merangkul bahu Nic.


"Wait, aku mulai mengerti! Kau, mencintai isteri seseorang?"


"Seratus untuk mu Mike"


Sahut Nic dengan malas.


"Woww itu keren! Tak ku sangka seleramu sangat ekstrim, luar biasa Nic, lanjutkan! Aku mendukungmu"


Ucap Mike bersemangat.


"Dasar bodoh! Aku bukan pria brengsek seperti kalian. Sebelumnya, aku tidak tau kalau ternyata ia...


Ouhh..."


Nic kembali merungut.


"Lalu, siapa wanita itu?"


Tanya Mike penasaran.


"Jesy"


Ucap Nic sangat pelan.


"Jesy?" tanya Mike mencoba memastikan, kalau pendengarannya tidak salah.


"Jesy...!" Kini Nic berteriak di telinga Mike.


"Hey! Aku tidak tuli!!"


Bentak Mike sambil mendorong bahu Nic.


"Jadi orang yang membuatmu sekacau ini, Jesy? Sekretaris si Nenek sihir mantan Kenzo itu?"


Nic mengangguk.

__ADS_1


"Apa Kenzo tau hal ini?"


Nic hanya menggelengkan kepala dengan malas.


"Ayo cepat panggil Bosmu kesini, dan tertawakan aku sesuka kalian, hingga kesialan ku lebih berarti"


"Bbbrrrpppffff!!!


Tentu sajaaa..."


dan saat itu pula babang Kenzo pun datang sambil bertelanjang dada, memamerkan tubuhnya yang atletis itu mengkilat oleh keringat.


"Rupanya kau disini Nic? maaf Aku tidak mengangkat telponmu, kau tau itu kan?"


Kenzo tersenyum sambil duduk bergabung dan komposisi merekapun sempurna.


Nic hanya melirik dan mendengus kasar pada adik angkatnya itu.


"Hhhh!"


"Beruntung kau cepat datang Bos, ayo hiburlah kakakmu yang tampan ini"


ucap Mike sambil terkekeh.


"Memang kau ini kenapa Nic? kau ingin naik pelaminan juga seperti Mike?


itu mudah, akan ku buatkan pesta yang lebih spektakuler dari..."


"Tidak perlu!"


Nic memotong kata-kata Kenzo, ia lalu bangkit berjalan ke tepian balkon, dan itu membuat Mike berteriak dan lekas beranjak menarik tangan Nic hingga mereka berdua jatuh dan Nic menimpa tubuh Mike.


"Nic stop! Kau jangan bunuh diri!!"


'GUBRAAAKKKK'


"Bahaha!" Kenzo terbahak melihat kedua sahabatnya jatuh dengan konyol.


"Aaarrggh! "


teriak Mike yang di timpa tubuh Nic.


"Ouhh shitt! dasar bodoh, siapa juga yang mau bunuh diri!!"


umpat Nic yang juga merasakan sakit karena terjatuh.


"Aku fikir, kau ingin mengakhiri hidup karena patah hati,


ya sudah menyingkirlah!"


Nic pun bangkit sambil melepas tuxedonya, mengendorkan dasinya dan kembali berbaring di atas sofa.


Kenzo menatapnya dengan heran.


Nic malah memejamkan mata, dia tidak menjawab pertanyaan Kenzo.


"Itu benar Bos! Nic tengah patah hati, ia menyukai seorang wanita, tapi ternyata wanita itu sudah memiliki suami dan anak, hahaha.."


"Waahh seleramu sangat ekstrim Nic! ayo lanjutkan saja, aku mendukungmu 1000%"


ucap Kenzo menyemangati.


Kini Nic menatap sinis pada Kenzo.


"Aku bukan pria gila sepertimu Kenzo!"


"Heyy biar pun aku segila ini, tapi aku belum pernah bermain dengan isteri seseorang,


makanya aku memuji keberanianmu...


ayoo lanjutkan saja! jangan pedulikan suaminya!?"


Nic hanya menggelengkan kepala.


"Ok... bagaimana jika aku habisi saja suaminya? jadi wanita itu akan menjadi milikmu seutuhnya? iya kan!?"


"Usul yg bagus "


timpal Mike sambil berfikir.


"Tidak tidak! Kalian fokus saja dengan pernikahan Mike besok, kalian malah sibuk ingin membunuh orang, aku bisa move on kok!"


jawab Nic sinis.


"Hmm, memang siapa wanita yang mampu mencuri hati seorang Nicholas hahh?"


tanya Kenzo sambil membakar lintingan tembakau miliknya.


"Dia Jesy Bos, sekretaris Celsi, mantan terindahmu Itu"


jelas Mike sambil terkekeh.


Kenzo yang baru saja menghisap rokoknya pun tesedak.


'uhhukk uhhukk! ! '


"Jesy!? wanita jangkung itu?"


Nic hanya menghela nafas.


"Ya memang menurutmu Jesy yang mana lagi di Dominic Group itu?"


tanya Mike yang ikut mengepulkan asap dari mulutnya.

__ADS_1


"Jadi, jadi Jesy?


Oh my god Nic....dia itu masih single!!


Jesy bukan hanya sekretaris si Nenek sihir itu, tapi ia juga sepupunya!"


mendengar penjelasan Kenzo, Nic yang berbaring dengan malas kini bangkit dengan mata berbinar.


"Kau serius?!


aaahh atau kau mau menipuku ya!!?"


"Nicholas that is true!"


Nic kembali mengingat saat ia mengantar Jeslin pulang.


"Tapi, ada seorang anak yang memanggilnya Mommy, anak itu bernama Jason, jujur aku langsung shok mendengarnya"


"Seingatku, anak laki-laki itu adalah anak dari kakaknya yang sudah meninggal, mungkin Jesy lah yang mengasuhnya sehingga anak itu memanggil nya Mommy"


penjelasan Kenzo membuat Nic mengukir senyum di wajahnya yang sempat kusut.


"Sepertinya kau tau banyak Bos tentang kehidupan Celsi? apa kau masih sempat memantaunya ya?


waahh ternyata"


Mike nyengir sambil geleng-geleng kepala.


Kenzo pun ikut tertawa, tapi belum sempat ia menjelaskan pada Mike, Bulan lebih dulu berdekhem.


"eekhhemm!"


dan ketiga cowok keren itu menoleh sampai terperanjat, apalagi Kenzo.


"Oh My God, help me!"


gumam Kenzo dalam hati sambil menelan ludah.


"Perang dunia ke 3!"


gumam Mike.


"Kabur, atau stay untuk nonton ya? sepertinya seru!"


gumam Nic.


Kenzo gugup, salah tingkah dan gemetar.


"ssss..sayang...sayang"


Kenzo tersenyum takut.


"kkau..kau mencariku?"


"Hhhuuaaamhh! iya, aku mencarimu, sepertinya aku ingin makan...."


Bulan belum sampai menyebut makanan apa yang ia mau, Kenzo lalu memeluknya dan bersedia memenuhi keinginan istrinya yang sedang ngidam itu.


"Ouuhhhh sayang! ayo sebutkan apa yang kau mau, aku akan mencarinya saat ini juga"


Kenzo pun merasa lega, ternyata Bulan yang setengah ngelindur itu tidak mendengarkan obrolan mereka yang menyebut-nyebut nama Celsi.


Kenzo lalu menggendong Bulan dengan mesra dan menciumnya.


"Aku pergi dulu, dan kau Mike , siapkan mental mu untuk besok!


dan kau Nic, kejarlah jika kau yakin, aku jamin dia wanita yang baik"


"Wanita?"


tanya Bulan yang ingin tau.


"Iya, Nic menaksir seorang wanita "


jelas Kenzo sambil menuju kamar mereka.


"Kau mengenalnya sayang?"


"Tentu"


"Siapa nama wanita itu?"


"Jesy"


sahut Kenzo.


"Jesy? apa dia bekerja di SIC?"


"Tidak, dia bekerja dengan Celsi, di Dominic Group "


'oopss'


Kenzo keceplosan.


"Dasar bodohh kau Kenzo !"


umpatnya pada diri dia sendiri.


Mata Bulan yang lengket karena kantuk kini terbuka lebar.


"Celsi? Celsi mantan pacarmu itu kan?!"


"Mmmhh...

__ADS_1


Kezo bingung mau jawab apa.


__ADS_2