Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Mata Mata Duke


__ADS_3

Para anak buah Duke rupanya tengah menyamar sebagai jurnalis palsu.


Mereka ikut memotret siapa orang-orang yang berada di belakang Kenzo, guna mencari celah dimana titik kelemahannya. Siapa orang yang berperan penting melindungi Kenzo, jumlah anak buahnya dan wajah-wajah orang-orangnya pun akan di save dengan baik.


Sebagian membuntuti mobil Kenzo hingga ke tempat tinggalnya, dan beberapa anak buah Duke yang menyamar sebagai jurnalis gadungan segera menemui Bos besar mereka.


****


"Ini dia Bos, wajah-wajah dari orang-orang si Kenzo itu!"


Anak buah Duke yang bernama Mark menjejerkan foto-foto hasil jepretan ia dan yang lainnya.


Duke mencoba mengamati dan mencermati karakter dari wajah-wajah orang dalam foto itu.


"Siapa ini? Wajahnya begitu tegas dan berkarisma?"


Tanya Duke sambil menunjukkan foto yang dia pegang.


"Dia Mike...


Orang yang paling depan mengawal Kenzo, sepertinya dia orang terpenting yang di andalkan Kenzo karena sepanjang jalan Kenzo hanya mengajak berbincang Pria itu..."


Jelas Mark yang tak kalah cekatannya dengan Mike.


"Hhmm...Mike yaa?


Lalu...ini puterinya?"


"Benar, Angelia... Wajahnya sangat manis bukan?"


"Yaa, Anak yang manis...


Dan perempuan ini..?"


"Itu Bulan, Istri Kenzo..."


Mata Duke menilik wajah Bulan yang tengah tersenyum pada para wartawan.


Dia memuji kecantikan yabg terpancar pada Bulan.


"Perempuan yang mempesona, di dalam foto saja wanita ini begitu cantik, seperti apa paras aslinya? Aku yakin ia 10 x lebih menarik dan anggun jika di tatap langsung...


Anak itu sangat mirip Kenzo, tapi dia cantik seperti Ibunya,


Siapa tadi namanya?!"


"Bulan Bos!!"


"Hhmm, Bulan?"


Duke memandang foto Bulan dengan tersenyum licik.


"Kenzo...


Aku yakin kau sangat mencintainya bukan...?


Bagaimana kalau aku ajak Istrimu bermain-main dalam urusan kita...


Pasti akan lebih menarik lagi...hahaha...!


Terus awasi Kenzo! Jangan sampai dia mengenaliku, dan mengendus busuknya rencana yang baru saja di mulai..."


"Serahkan semuanya padaku!"


Tegas Mark sambil menundukkan kepalanya.


"Kau boleh keluar dari sini!"


Mark hanya mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan Duke sendiri.


Duke lalu menemukan foto Kenzo dan Bulan yang tengah berdampingan.


Wajahnya berubah sangar, ia lalu merobek foto itu hingga gambar Kenzo dan Bulan terpisah.


"Bagaimana jika aku melakukan ini, Kenzo?

__ADS_1


Hahaha...!"


•••Di Rumah Besar Keluarga Sminth••


Rumah yang besar, hanya bayangan masa lalunya yang berlalu lalang di rumah ini. Agnes lebih memilih hijrah mengikuti sang Suami di Amerika.


Agnes ingin merasakan hidup bebas di tempat lain tanpa membawa nama besar Sminth, dia ingin hidup tanpa sorotan publik sebagaimana saat dia di Australia.


"Kasihan puteriku, dia pasti kelelahan. Bulan, baringkan Angelia di kamar sebelah sana, itu Kamarku...


Aku ingin menemui Nic, ada beberapa hal yang ingin ku bicarakan"


"Iya, Kenzo."


Kenzo lalu mencium bibir Bulan.


"Beristirahatlah, karena nanti malam kita akan mengadakan jumpa pers."


Bulan mengangguk, dan Kenzo segera melangkahkan kakinya di ikuti Mike di sampingnya.


"Aku tidak menyangka akan sepadat itu, hampir saja aku kehabisan nafas! Apalagi Aku sangat mengkhawatirkan Puteriku..."


Kenzo menghempaskan tubuhnya ke atas sofa mewah di rumah itu.


"Hahaha...


Kau tau Bos, tadi itu Kau seperti selebriti yang terkena kasus, semua media meliputmu...


Kau mau Vodka?"


Mike menyodorkan sebuah gelas berisi minuman beralkohol kelas premium itu.


Kenzo meraihnya, dia hirup aroma menyengat minuman favoritnya itu.


"Aku bisa bertaubat dari penikmat banyak wanita, karena aku telah menemukan wanita spesial yang luar biasa...


Tapi untuk Vodka, tidak ada yang dapat menggantikannya...


Aku selalu setia dan mencintai minuman luar biasa ini, sepertiku mencintai Bulan..."


Kenzo lalu menghabiskan minuman itu sekali teguk, Mike geleng-geleng kepala sambil terkekeh.


Hahaha...kau benar-benar sudah gila...!


Buang saja gelas itu, dan teguk ini langsung dari botolnya..."


Mike memberikan botol Vodka itu kepada Kenzo.


Dalam hitungan detik Kenzo menghabiskannya hingga tidak tersisa sedikitpun.


"Hal yang paling bahaya dari Vodka ini adalah membuat penikmatnya ketagihan..."


Ucap Kenzo engan rasa puas.


"Kau menginginkannya, tangkap ini!!"


Nic datang sambil melempar botol Vodka itu pada Kenzo.


'Hap!'


Botol itu langsung di genggamnya.


"Nic? Kemana saja kau Hhah? Aku kira kau akan menungguku di Bandara!


Dasar pembual!"


Umpat Kenzo kesal.


"Aku ingin melihat kau dari TV, dan Vodka itu sebagai permohonan maafku!"


"Aku baru tau kalau Aku sefenomenal itu..."


Kenzo tersenyum sombong sambil kembali meneguk vodka kedua pemberian Nic.


"Hhhh, tampaknya dia merasa sebagai seorang selebriti, cuihhh! Kau itu pewaris keluarga Sminth yang sudah lama tidak terekspos keberadaan dan kabarnya...

__ADS_1


Kau tau, mendiang Kakek yang selalu di cecar pertanyaan perihal kabar tentangmu...selama belasan tahun...


Kau sudah hidup bebas selama 20 tahun, kini kau harus merasakan kehidupan yang Agnes alami, kini dia pasti tengah hidup tentram dan nyaman..."


Jelas Nic membuat Kenzo membayangkan sosok kakek dan Agnes.


"Bos, apa nanti malam kita akan mengadakan jumpa pers?"


Tanya Mike memastikan.


"Tentu, itu harus di lakukan agar para investor asing tidak ragu akan saham yang mereka tanam sepeninggalan Kakek...


Walau bajingan begini, jiwa pembisnisku tak kalah hebat dari jiwa brengsekku...


Hanya saja, Aku sudah sedikit meminimalisir... Karena Aku harus menjadi suami yang lembut dan Dady yang menyenangkan..."


"Well well well....


Dimana snow white mu itu, Aku sudah tidak sabar ingin menciumnya...!"


Tanya Nic tentang Angelia.


"Puteriku tengah kelelahan, dia tidur bersama Ibunya...


Kau bisa mengajaknya bermain setelah ia bangun nanti...


Karena Aku akan mengajak main Ibunya, hanya kami berdua..."


Kenzo tersenyum sambil meneguk Vodkanya.


"Hahaha,


Nic, Kau harus menjadi baby sitter ketika Bisa Kenzo tengah sibuk bercinta..."


Mike dan Kenzo tertawa bersama sambil chears membuat botol vodka yang mereka genggam saling beradu.


"Oouuhh shitt...!


But its Ok, just one hours?!"


Nic memberikan tawaran pada Kenzo.


"What??


Satu jam? Hahaha... Aku bahkan belum berkeringat sama sekali...


Tiga jam!


Dan Kau akan ku teraktir kare-kare 100 porsi, bagaimana?"


"Ayolah Nic, kasihan Bos mu ini, semenjak memiliki Angelia ia tidak bisa fokus selama tiga jam, karena Angelia tau jika ia tidur sendirian...hahaha..."


'Fiuuuhhhh'


"Baiklah, dengan berat hati..."


Ucap Nic sambil merebut botol Vodka yang di genggam Kenzo.


Kenzo dan Mike lagi-lagi tertawa lepas melihat ekspresi sebal Nic.


"Berisik sekali kalian ini!


Dan....apa yang kalian lakukan?"


Mata Bulan melotot melihat botol-botol vodka yang berjejer di meja.


"Aku sudah bilang Kenzo, kau boleh menikmati minuman itu hanya saja tidak di sembarang tempat, kalau Angelia melihatnya bagaimana?!"


Mike dan Nic tidak berani menjawab bahkan menatap seorang Ibu muda yang tengah marah.


Kenzo hanya tersenyum, ia lalu beranjak dan menghampiri Istrinya yang tengah ngomel itu.


"Sssttt...!!!


Jangan berisik, kenapa kau bicara keras sekali Bulan?

__ADS_1


Nanti Angelia bangun bagaimana?"


Kenzo lalu memeluk mesra Bulan dan hendak menciun bibir Bulan.


__ADS_2