Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Masa Kecil Kenzo


__ADS_3

"Sayang, i miss you... bagaimana keadaan jagoanku ini?"


Kenzo lalu memeluk dan mengelus perut Bulan yang membesar.


"Aku sehat, seperti yang kau lihat..."


Jawab Bulan sambil memeluk Kenzo erat.


"Kok dady tidak menanyakan kabar aku?"


ucap Angelia sambil cemberut.


'Hahaha... '


Kenzo tertawa dan langsung menggendong Angelia.


"Ouhh my angel jealous rupanya, bagaimana kabar kakak Angelia? dady saaangat merindukanmu.


Oya, dady ada kejutan untukmu sayang"


Mata Angelia berbinar bahagia.


"Benarkah dady? "


"U'umhh"


Angelia engangguk.


"Mmm, aku juga punya kejutan untuk Dady..."


balas Angelia.


"Benarkah? apa itu?"


Angelia lalu turun dari gendongan Kenzo.


Ia lalu menarik jari sang ayah.


"Ayo dady, Uncle Mike, follow me "


"Baiklah princes"


jawab Mike yang lalu mengikuti Angelia bersama Kenzo.


"Ayoo...cepat...


dady pasti suka...! "


ucap Angelia bersemangat.


"Iyaa iyaa..."


Kedua pria tampan yang sangat Angelia sayangi itu terus mengikutinya. Dan sampailah mereka di sebuah stand ice cream dengan dekorasinya yang modern dan menyajikan berbagai rasa ice cream untuk hari esok.


"Taraaaaa!


dady tau? tempat ini yang paling aku suka, karena di tempat ini ada baaaanyak ice cream...


do you want to eat, dady?"


'Hhmmmbbb'


"No no no... thanks, dady... Mmhh..."


Kenzo erbata-bata, sedangkan Mike tersenyum licik.


"Uncle, 1 gelas ice cream vanilla yang suuuuper duuper untuk dadyku yang tampan ini..."


Angelia meminta orang yang menjaga stand ice cream itu.


"Baik Nona"


"Mmh, tidak baby... dady... dady...."


Kenzo mundur beberapa langkah.


"Heyy, kalian sudah sampai rupanya, ohh, Angelia, kau baik sekali, ayo suapi dadymu dengan ice cream beraneka rasa itu..."


ucap Nic bersemangat.


"Ohh tidak tidak..."


Kenzo menggelengkan kepala.


"Dady ayooo, 'Aaaaa' ..."


Angelia menyuruh Kenzo buka mulut, ia ingin menyuapinya dengan ice cream, makanan yang dapat menyiksa Kenzo.


"Tidak babu, dady tidak suka ice cream. . ."


"Hiks hhikss... dady jahat, aku kan cuma ingin menyuapi dady ice cream ini, hiks hiks! "


air mata Angelia mulai meneteskan air mata.


"Ayolah Kenzo, masa kau tega membuat Angelia menangis!? ayo cepat makan ice cream itu.."


Bulan ikut memaksa Kenzo.


"Ayo Kenzo..."


timpal Nic.


'glekkk'

__ADS_1


"Baiklah...


hehehe...ayo sweety, suapi daddy dengan ice cream yang... yang lezat itu"


"Ini Dady, 'Aaaaa' "


'nyamm'


Kenzo terpaksa menyuap ice cream setelah 25 tahun berhenti mengkonsumsi makanan itu dan membencinya.


"Hhuuueekk! dady, dady mau ke kamar mandi dulu!"


Rere, Bulan dan Angelia hanya bengong, namun Mike dan Nic malah tertawa terpingkal-pingkal.


"Bhahahahahahahah! !"


para wanita cantik itu termasuk Angelia hanya menatap heran pada Kenzo yang terbirit-birit.


"Kenapa pria menyeramkan itu? Dia tidak suka ice cream?


aku baru tau itu..."


kata Bulan tak habis fikir.


"Dady payah... ice cream ini kan manis dan lezat sekali..."


sambung Angelia sambil cemberut.


"Dady mu itu memang payah...! hahaha "


tambah Nic sambil terus tertawa terpingkal-pingkal dengan Mike.


"Apa ada riwayat buruk sebelumnya, Tuan Kenzo dengan ice cream?"


tanya Jesy kepo.


"Tentu saja...


dan itu sangat menggelikan!!"


jawab Mike sambil mengusap air matanya yang menetes.


"Oya?


coba beri tau aku,


hmm, Kenzo idak pernah cerita apapun tentang ice cream yang tidak di sukainya..."


jelas Bulan.


"Tentu dia tidak akan membongkar pengalaman buruk dirinya dengan ice cream, itu semua hanya kami yang mengetahuinya,


benarkan Mike? ahahaha..."


"Sebenarnya sebelum ada tragedi yang menyeramkan baginya, selain penggila wanita, ia juga salah satu pria penggila ice cream,


sulit di percaya bukan?"


jelas Mike.


'Hhaaahh?'


Bulan, Rere dan Jesy saling bertatapan.


"Kok bisa? lalu, kalau ia pernah begitu suka dengan ice cream, apa yang membuat dia begitu membencinya?"


tanya Bulan bingung.


"Pertanyaan bagus!"


jawab Nic.


"Kenzo itu pria yang perfect. Selain tampan dan tajir melintir, bodyny juga begitu athletis,


tapi apa kalian semua percaya, kalau Kenzo itu sempat over weight?"


"Over weight? maksudmu, Kenzo pernah gendut?"


tanya Bulan tak percaya.


"Yupz, gendut dan sering menangis karena sakit gigi, karena ia selalu makan ice cream...


hahahahah...


Aku tidak bisa membayangkan, jika saat ini body Kenzo seperti bola basket, apa Bulan masih mencintainya??


ahahaha!"


'bbbbrrrpphhffff! '


"Hahahah hahahahaha "


ketiga bidadari dari pria-pria tampan itu pun ikut terpingkal-pingkal.


"Kenzo endut? ahaha...


aku tidak bisa membayangkannya, ohh ya Tuhan...!"


Bulan terus tertawa sambil memegang perutnya.


"Dan Tuan Kenzo sering sakit gigi?"


sambung Rere membuat mereka terus tertawa.

__ADS_1


"Yaa begitulah, sampai akhirnya ia harus diet ketat selama satu tahun...


kau tau dia pria yang penuh tekanan dan stress berat, hanya ice cream yang membuat hatinya merasa lebih baik.


Tapi efek sampingnya seperti itu...


ahahaha, aku ingat sekali bagaimana Kenzo berjuang membentuk badannya yang seksi itu..


dulu ia hampir pingsan karena lari mengitari lapangan sepak bola...


aahhhh kenangan yang sangat manis untuk tetap di kenang!"


'ahahahaha!'


cerita Nic tentang Kenzo terus mengocok perut orang yang mendengarnya.


"Nicky!


dasar pria tukang gosip!


beraninya kau membongkar kisah menyedihkan ku pada semua orang?!"


bentak Kenzo yang kini telah kembali.


"Hihihi, dady...


dady aku yang ganteng ini, pernah gendut karena makan ice cream?"


ucap Angelia yang polos sambil cekikikan.


Kenzo garuk-garuk kepala.


"Dan kau sering sakit gigi?


ahahahah. . ."


sambung Bulan.


"Ahhh kalian benar-benar tega." Kata Kenzo menghela nafas panjang.


****


Hari Pernikahan


"Aku..Aku nervous sekali..."


Kata Jesy sambil bercermin. Penampilannya sungguh mempesona, ia begitu anggun dengan balutan gaun yang bertabur diamond, Jesy benar-benar seperti bidadari yang turun dari kayangan.


"Aku juga seperti itu"


Jesy menoleh ke sumber suara itu.


"Rere?"


Kata Jesy yang melihat Rere berada di depan pintu kamarnya.


Rere pun berjalan ke arah Jesy.


"Kau pasti gemetar kan?"


Tanya Rere sambil tersenyum.


Jesy mengangguk dengan wajah gugup.


"Tenanglah, semua akan berjalan dengan lancar. Kau beruntung akan menjadi istri dari pria semanis dan sehangat Nic"


Jelas Rere sambil menggenggam tangan Jesy. Mendengar ucapan Rere, hati Jesy ulai merasa lebih tenang.


"Ayo, ayahmu, dan semua tamu undangan sudah menunggu mempelai wanita yang cantik ini, termasuk Nic"


Jesy mengangguk dengan senyum yang begitu lebar.


Mereka berdua pun berjalan bersama menuju Altar pernikahan.


Nic yang sudah berdiri tegap menunggu Jesy, sudah siap untuk mengucap janji suci sehidup semati pada wanita pujaannya.


Mata Nic berbinar, hatinya berbunga, jantung kian berdegup kencang ketika melihat Jesy yang begitu anggun berjalan kearahnya tentu sambil di gandeng sang ayah di sampingnya.


Senyum terus menghiasi wajah manis Nic. Begitu juga para tamu undangan, dan tentu saja kedua pria yang tak kalah menggoda dari dirinya itu, siapa lagi kalau bukan Kenzo dan Mike


"Kakinya pasti gemetar"


Ucap Mike meledek Nic.


"Dan jantungnya pasti hampir jatuh ke rongga perutnya"


Sambung Kenzo sambil tersenyum menatap Jesy yang sudah menggapai tangan Nic.


"Dan itu yang kau rasakan juga Mike?"


Sindir Rere pada Mike.


Mike menoleh dingin.


"Tidak juga, biasa saja, mungkin kau yang demikian, karena saking bahagianya di sunting pria setampan diriku, benarkan?"


Rere tersenyum dan merebahkan kepalanya di bahu Mike.


"Itu benar..."


Mike pun tersenyum sambil mencium kening Rere.


Dan Bulan...?

__ADS_1


__ADS_2