Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Tertabrak Motor


__ADS_3

Pagi itu menjadi pagi yang amat riuh dengan canda tawa. Sayang, Agnes lebih cepat pamit pulang bahkan ia tak sempat untuk sarapan pagi bersama karena sang suami yang jadwal nya padat.


Bulan mesem-mesem ketika melihat dua pengantin baru itu sampai di meja makan.


"Eekhemm..."


Kenzo berdehem.


"Ekhemm juga!"


balas Nicho.


"Selamat pagi semua..."


sapa Jesy yang lalu duduk di sebelah Nic.


"Kenapa bangun sepagi ini, aku kira kau tidak akan keluar kamar sampai 3 hari 3 malam..."


sindir Kenzo yang membuat Mike dan Rere menahan tawa.


"Ituu...bukannya kau ya Bos?"


tanya Mike mengingatkan bagaimana dulu Kenzo habis-habisan mencicipi Bulan.


Di sindir oleh Mike, Kenzo hanya nyengir sambil mengedipkan matanya pada Bulan.


Bulan hanya geleng-geleng kepala.


"Hhhhh, Kenzo kan robot, tentang hal itu, ia tidak ada matinya..."


sambung Nic.


"Terus membara..."


timpal Mike.


"5x3 jam sehari..."


tambah Nicho.


"10 botol Vodka."


"Itu rahasianya, iya kan?"


"Dan tidak ada wanita hebat yang mampu menandingi Kenzo selain Bulan..."


puji Nicho pada Bulan


'ahahahaha.....'


Mike dan Nicho tertawa, sedangkan Kenzo menatap dingin pada mereka.


"Nicho yang baru saja malam pertama, kenapa aku yang jadi bahan gosip kalian?!"


"Itu bukan gosip Kenzo, itu nyata...ahahaha..."


Nicho terbahak.


Kenzo yang geram lalu melempar roti tepat ke dalam mulut Nicho.


"Tertawamu terlalu lebar Nic! Ahaha...rasakan itu!!"


"Duhh kalian ini seperti anak kecil saja! Ayo kita makan...Jesy, Rere, jangan hiraukan 3 orang aneh itu.."


Kata Bulan.


Jesy dan Rere hanya mengangguk sambil menahan tawa.


Setiap hari, kebersamaan mereka semakin hangat dan kompak. Kini Bulan pun memiliki sahabat dari istri sahabat suaminya. Dia tak perlu khawatir akan jenuh dan bosan tinggal di rumah besar itu ketika Kenzo pergi ke luar negeri. Ada Rere dan Jesy yang menemani.


*****


2 minggu sebelum tahun berganti.


Bulan tengah termenung, pandangannya jauh menatap langit yang berhiaskan bintang.


"Sayang..."


Panggil Kenzo yang menghampirinya.


Bulan menoleh.


"Kenzo?"


"Ini sudah jam 9 malam, kenapa masih di luar? Ayo masuk, tidak baik ibu hamil bergadang, apa lagi kehamilanmu sudah mau menginjak 9 bulan.


Dan sebentar lagi, Kenzo junior akan lahir, benarkan super hero dady?"

__ADS_1


Kenzo mengelus perut Bulan. Namun mata Bulan malah berkaca-kaca.


"Sayang, kenapa kau malah bersedih? Apa ada yang sakit?"


Tanya Kenzo khawatir.


Bulan menggelengkan kepalanya.


"Aku..ingin pulang"


Kenzo kaget.


"Pulang? Maksudmu, ke Indonesia?"


Bulan lalu menatap Kenzo.


"Aku rindu dengan semua kenangan kita disana. Dan, entah kenapa, aku ingin melahirkan disana Kenzo, sama saat aku melahirkan Angelia...


Dan aku...


Ingin berziarah ke makam Ibu dan Kakek mu.


Apa kau bisa mengabulkannya, Kenzo?"


Kenzo berfikir sesaat, ia memikirkan kondisi Bulan yang tengah hamil besar.


"Tapi sayang, kau tengah hamil besar. Bagaimana ke Indonesia nya setelah kau melahirkan saja? Bagaimana? "


Bulan malah menangis.


"Sudah ku duga, kau tidak akan mengabulkan permintaanku." Isak Bulan.


"Ss...sayang...Jangan menangis. Hhmmm baiklahh...kita akan pulang ke Indonesia"


"Benarkah Kenzo?"


Kenzo mengangguk dan tersenyum.


"Terimakasih sayang ku...!"


Bulan memeluk dan menciumi wajah Kenzo.


"Iya iya sayang. Apapun akan ku lakukan untuk membuatmu dan anak-anakku selalu tersenyum dan bahagia..."


Kenzo selalu berusaha menjadi suami yang terbaik untuk Bulan. Karena ia pernah bersumpah, tidak ada lagi Kenzo yang kejam dan berdarah berdarah dingin seperti dulu.


****


"Perjalanan menuju Indonesia biasanya singkat, tapi kenapa kali ini terasa begitu lama?!" Gumam Kenzo dalam hati.


Kenzo menatap Bulan yang tengah terlelap di kursi pesawat business class itu.


"Jujur, aku berat hati sayang,


bukan tidak mau menginjakkan kakiku di tempat kelahiran mu dan Mommy ku, hanya saja..."


Kenzo mencoba tersenyum dan mengelus perut Bulan yang tengah mengandung anak laki-laki nya itu.


"Positif thinking Kenzo, ini hanya permintaan aneh dari isteri yang tengah mengandung. Besok juga ia pasti ingin pulang, karena Angelia tidak ikut."


Ya, Angelia tidak ikut, ia bersama kedua Auntie nya Jesy dan Rere, karena Kenzo memastikan hanya 2 hari di Indonesia.


Landing.


Bulan menebar senyum terbaiknya. Ia menarik nafas dalam-dalam.


"Ahhh, Aku rindu tanah kelahiranku."


Kenzo tersenyum.


"Tanah kelahiran Mommy ku dan Angel ku juga pastinya"


Bulan lalu menggandeng tangan Kenzo dan merebahkan kepalanya di bahu Kenzo.


"Mungkin ibu hamil ini ingin bernostalgia"


Ucap Nic yang ikut di boyong Kenzo bersama Mike juga tentunya.


"Yamg di ingat hanya yang indah-indah saja,


yang pahit di buang jauh-jauh"


Sambung Mike yang berjalan di belakang Kenzo dan Bulan, tentu di iringi beberapa anak buahnya.


"Kalian salah, aku tidak pernah mau melupakan bagaimana sosok Kenzo dulu,


karena dengan mengingat itu semua, aku lebih dan semakin mencintai suamiku saat ini"

__ADS_1


Bulan mendongakkan wajahnya menatap Kenzo dengan penuh cinta.


Kenzo lalu mengecup kening nya.


"Dan aku akan selalu menjadi yang terbaik untukmu"


"Oouuhhh so sweeet..."


goda Nicho.


"By the way, apa kita akan ke rumah lama mu Bos?"


tanya Mike.


"Tidak, aku ingin pergi ke taman yang dulu sering kita jumpai Kenzo.


Taman dimana kau bertemu dengan Mommy mu,


kau ingat? "


Kenzo hanya tersenyum getir.


"Bagaimana aku melupakan hal itu, Sayang?


ayo..."


Merekapun menuju taman yang penuh sejarah bagi Kenzo dan Ibunya.


Sesampainya di taman, Bulan begitu bahagia. Banyak orang-orang yang menatap mereka.


'Siapa kiranya orang yang di kelilingi begitu banyak bodyguard?'


'Apa orang penting? Atau orang yang begitu banyak uang'


Kiranya seperti itulah pendapat orang-orang di taman itu.


Bulan meminta Kenzo untuk membelikannya ice cream dan meminta pada Kenzo untuk menyuapi nya.


Hari ini Bulan benar-benar manja.


Dari kejauhan, seseorang tengah mengamati gerak gerik rombongan konglomerat dari Australia itu.


Orang itu mendengus dan mengumpat pada Kenzo.


"Cuihhh, ini sungguh tidak adil! Kau bisa bersenang-senang dengan orang yang kau cintai sementara Aku, tidak?!"


"Kau, telah menghabisi suamiku trio brengsek! Dan tunggulah pembalasanku!"


Wanita itu begitu marah, sampai-sampai ia meneteskan air mata dan mengepalkan kedua tangannya.


Lalu ia menelpon seseorang.


"Ini saatnya..!"


Lalu, ada seorang pengendara motor melaju dengan kencang di taman itu. Tentu itu perbuatan yang melanggar, tidak boleh ada kendaraan masuk ke dalam area taman. Tapi, orang suruhan wanita itu tetap melaju dengan kencang kearah Kenzo dan Bulan.


'Bruum bruum bruum...'


Orang itu menarik ulur gas, dan...


'Bruuuuummmmmmm!!a


"AAAARRRRRGGGHHHHH!!"


Orang itu dengan brutal menabrak lima orang bodyguard di belakang Kenzo dan Bulan hingga terpental.


Dan bagaimana nasib Bulan?


Orang misterius itu langsung mengebut setelah menabrak orang-orang Kenzo, termasuk Bulan yang terjatuh dengan posisi tengkurap.


"Bulan...!"


Teriak ke tiga pria itu histeris. Orang berkerumun seketika.


"Aaaaarrgghhhh, Kenzo perutku sakiiittt!"


Teriak Bulan yang merasakan sakit yang teramat sangat. Darah segar mengalir di pahanya. Kenzo yang ikut terpental lalu membopong Bulan.


"Sayang, bertahanlah! Siapapun, tolong bantu isteri ku ke rumah sakit!!"


"Biadab. Kejar orang yang berani membuat isteri ku seperti ini!"


Kenzo murka, tapi ia harus fokus dengan keselamatan Bulan dan bayi yang di kandungnya.


Kira-kira bagaimana ya nasib Bulan. Apakah selamat dari jurang kematian?


Ikuti terus Kisah Kenzo dan Bulan...

__ADS_1


__ADS_2