
Nafas mereka terengah, rasa tentram dan nyaman hinggap di raga, begitu juga rasa cinta diantara mereka, semakin lengket sampai sulit dipisahkan. Bulan merebahkan kepalanya di dada bidang Kenzo. Kenzo membelai lembut rambut Bulan dan tangan yang satunya memeluk tubuh wanita yang sangat ia cintai di dunia ini.
"Bulan..."
"Hhmm?"
"Aku sangat mencintaimu"
"Aku juga..."
Sahut Bulan mesra.
"Bohong!"
Kenzo tak percaya, nada bicaranya yang tiba-tiba tinggi membuat Bulan terperanjat, dan membuat suasana romantis itu berubah menjadi lenyap.
"Kok bohong? Kamu gak percaya percaya!?"
Wajah Bulan menatap wajah suaminya yang berekspresi dingin.
Kenzo menganggukkan kepala.
"Iiihhhh...Nyebelin!
Terus kau anggap apa semua ketulusan Aku selama ini?!"
Kenzo hanya tersenyum sinis.
"Hahaah! Kau bicara soal ketulusan padaku!?
Kau seperti mengerti saja apa itu sebuah ketulusan!?"
Kenzo memalingkan wajahnya kearah lain. Bulan yang mulai kesal lalu beranjak duduk sambil menarik selimut menutupi tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai benangpun. Matanya melebar, hatinya tidak bisa menerima apa yang di katakan Kenzo.
"Apa kau bilang Tuan muda Sminth..?"
"Tidak ada siaran ulang!"
Jawab Kenzo ketus, semakin membuat Bulan meradang.
"Iiihh...
Kamu ini kenapa sih?
Baru aja bikin Aku...'
Tapi sekarang sudah bikin Aku marah!
Rasa cintaku padamu dan Angelia, mengurus kalian sepenuh jiwa, menerima dan bersabar menghadapi sikap manusia aneh sepertimu selama empat tahun, apa itu bukan sebuah ketulusan yang nyata dariku..?"
Jelas Bulan begitu menggebu-gebu.
"Kau bilang Aku manusia aneh? Enak saja! Kau tidak pernah bersyukur, Aku itu anugerah terindah dan terhebat dari Tuhan untukmu...
Kau ini bagaimana...?"
Ucap Kenzo dengan ekspresi sok gantengnya, membuat Bulan menganga karena perkataannya yang over PeDe.
"Hhah?
Yaaa itu memang , tapi kau Anugerah paling menjengkelkan jika membuatku kesal seperti ini!
Sebenarnya maksudmu itu apa sih Tuan sombong?"
"Kau memang sudah begitu tulus padaku, dan Aku sangat bersyukur dan mengapresiasi semua itu...
Tapi ketulusanku? Kerja kerasku? Keringatku? Dan benih yang ku transfer tadi....kenapa kau buat sia-sia?"
'Uhuuk uhhukk'
Bulan mendadak tersedak mendengar apa yang di ucapkan Kenzo.
"Maksudmu? Aku harus bagaimanaa?"
Kenzo lalu beranjak turun dari tempat tidurnya.
"Aaaaarrrgghhhh kau ini bodoh atau tidak peka sih?
Kau tau seorang pria bekerja sekuat tenaga dan ketulusan, tak kenal waktu dan lelah, membangun bisnisnya dengan hasil jutaan dollar setiap bulannya!
Dan tetesan usaha dan keringatnya terbayarkan oleh uang yang dihasilkan itu...
Sama halnya seperti saat kita bercinta, Aku yang berusaha keras, Aku yang meneteskan keringat, tak kenal lelah siang ataupun malam, selama empat tahun hasil yang ku dapat hanya satu?
__ADS_1
Satu orang puteri yang bernama Angelia!
Minimal Aku sudah memiliki tiga anak dalam kurun waktu tersebut!
Dan kau!
Itu semua karena kau tak mengerti arti ketulusan...
Yang Aku dapat hanya kepuasan yang selalu bikin penasaran dan ketergantungan, tapi hasilnya?
Nihil...!"
Bulan tertegun, dia mengerti apa yang dimaksud Kenzo, walau caranya yang selalu membuat otak berfikir keras untuk menganalisa kata-katanya yang rumit.
"Oohh...
Rupanya, kamu ingin anak lagi?
Iya?"
Kenzo mengangguk dengan wajah datar.
"Yaa ampun Kenzo...
Bilang pingin punya anak lagi aja kok ribet banget!
Sampai bikin aku naik darah.
Aku juga mau Tuan tampan!
Tapi Angelia masih sangat kecil, rencanaku nunggu Angelia berusia lima tahun..."
"Kalau Angelia berumur 5 tahun, seharusnya dia sudah memiliki tiga orang adik!"
'Hhuh!!'
Bulan menarik hidung Kenzo.
"Gampang ya kalau ngomong?
Kamu fikir melahirkan anak itu tinggal bersin aja lalu keluar?!
Dasar laki-laki!
Pokoknya Aku mau nunggu Angelia berumur lima tahun dulu!"
Jawab Bulan ketus, ia pun kembali berbaring dan memejamkan matanya.
Kenzo lalu merangkak di atas badan Bulan sambil menatapnya tajam.
"Kita lihat saja...
Do'a siapa yang dikabulkan Tuhan?"
Kenzo tersenyum licik.
"Hahaha... ok!
Bulan pun memasang wajah jutek pada Kenzo.
"Kita lihat saja seberapa ampuh permen yang ku berikan itu Arumi!?
Hahaha...
Dan nanti kau akan...
Mual dan pusing! Lalu Aku membawamu ke Rumah Sakit daaan......'surprise!
Selamat Tuan, Nyonya, kalian akan memiliki anak lagi!'
Yuhhuu...Aku sudah tidak sabar menunggu dokter mengucapkan itu padaku untuk yang ke dua kalinya..!" batin Kenzo yang ber angan-angan.
****
Di sebuah tempat bersantai di tepi pantai El Nido.
Kenzo, Mike dan Nic membuka pembicaraan yang sangat serius, sepulang Mike dan Nic dari sebuah Club malam.
"Apa hal penting yang ingin kau sampaikan Mike?"
Tanya Kenzo sambil meneguk Diva Vodkanya, yang membuat tubuhnya terasa hangat hingga angin laut di malam hari yang begitu menusuk tulang tidak berarti.
"Nic yang menemukan informasi penting itu"
__ADS_1
Kenzo pun mengarahkan pandangannya pada Nic yang tengah meneguk wine favorit Mike.
"Kalau begitu, cepat katakan"
Ucap Kenzo sambil meletakkan botol minumannya keatas meja.
"Ini tentang Ajay!"
Jawab Nic yang membuat wajah Kenzo serius.
"Pria brengsek itu!? Apa kalian berdua telah menghabisinya?"
"Belum, sulit menghabisinya karena dia selalu berkerumun dengan pengunjung pantai.
Menghabisi seseorang harus dengan langkah dan rencana seapik mungkin, mengingat kau yang menjadi sorotan publik saat ini..!"
Jelas Nic sambil meneguk kembali segelas wine.
"So..? Hal yang lainnya?"
Tanya Kenzoo semakin penasaran.
"Aku mendengar percakapan Ajay lewat ponselnya dua hari yang lalu, dimana seharusnya kau menggelar party untuk para investor dan pembisnis hebat di Asia maupun Eropa...
Dia hendak menyewa sebuah kapal pesiar di El Nido ini..."
"Kapal Pesiar?
Hahah! Gembel seperti dia apa sanggup menyewa kapal pesiar walaupun untuk satu jam?
Tunggu, justru itu yang mencurigakan!"
"Itulah yang kami fikirkan Bos"
Timpal Mike membuat pembicaraan semakin memanas.
"Hhmm...
Apa mungkin dia menggunakan kapal pesiar untuk mengirim miras-miras branded imitasi racikannya untuk dipasarkan?"
Nic mencoba menerka.
"Tidak mungkin! Kapal pesiar terlalu mewah untuk pemulung botol seperti dia!
Ada dua hal yang berada di benakku tentang ini...
Ajay mendapat suntikan dana dari petingginya, atau...
Dia bukanlah pria yang ia tunjukkan siapa dirinya pada kita!
Aku yakin dia seorang yang berasal dari golongan high class, apa yang ia tunjukkan pada kita itu hanya untuk mengecoh.
Fix! Dia memang mempunyai motif tertentu, dan pastinya dia mengarah padaku!"
Kenzo mencekik botol itu dengan begitu kuat, rasa bencinya pada Ajay membuat ia naik darah.
"Kau benar Bos! Maka dari itu, Aku dan Nic tengah menggali identitas sebenarnya tentang orang yang bernama Ajay itu!"
Terang Mike. Kenzo semakin muak pada orang itu.
"Aku akan tetap menggelar Party disini...
Lalu, perhatikan jika sebuah kapal pesiar bertepi di sekitar Laut El Nido ini...
Jika kapal itu tidak langsung berlayar, kerahkan anak buahmu Mike! Jika ada yang mencurigakan, geledah kapal sewaan si brengsek itu!
Aku ingin tau, siapa sebenarnya orang brengsek yang ingin menghabisi ku?!
Hahhah, seberapa liciknya kah ia berani berurusan dengan Kenzo...!"
"Kami akan mengikuti intruksi yang kau berikan Bos!"
"Dan Aku akan melindungi Adikku beserta anak dan istrinya..."
Sambung Nic sambil mengangkat gelas berisi winenya keatas udara.
"Cheers..!?"
'Tling...!'
"Untuk keutuhan keluarga Sminth!"
Semakin memanas... dukung terus authornya.
__ADS_1