Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Pesta untuk Kenzo


__ADS_3

Saat penyandra asyik dengan ancaman-ancamanya, diam-diam Kenzo menekan tombol yang terpasang di telinganya.


Tombol canggih itu memberi sinyal darurat pada anak buahnya bahwa dirinya dalam bahaya dan itu dilengkapi dengan GPS sehingga anak buahnya dapat menemukan Kenzo sekalipun dia terperosok kedalam jurang bahkan tenggelam di dalam laut.


"Kau menyerah saja Kenzo, Aku tidak akan menghabisi mu begitu saja, itu terlalu mudah bagimu! Hahaha.."


"Pengecuutt !!"


Kenzo berjalan melangkah ingin menghajar orang itu, tapi lagi-lagi orang bertopeng itu mengancam akan menembak kepala Bulan.


"Sekali lagi kau melangkah, timah panas ini akan menembus kepala Istri tercintamu ini..bhahaha..!!"


Orang itu semakin menekankan pistolnya ke pelipis Bulan sehingga membuat Bulan berteriak.


"Aaaaahh!! Kenzo, tolong Aku...!!!"


Terlihat sekali di wajahnya antara murka dan panik bercampur jadi satu.


Setelah beberapa lama, datanglah 20 orang Anak buah Kenzo, Kenzo merasa lega.


"Beruntung kalian cepat datang, ayo bantu Aku menyelamatkan Bulan !!!"


Hal mengejutkan terjadi, Aku merasa kaget plus shock terlebih kenzo, entah apa yang dia rasakan ternyata 20 orang anak buah terhandal nya itu justru mengeluarkan pistol mereka dan menodongkannya kearah Kenzo.


"A..apa ?? Apa yang kalian lakukan!!!? Boby, Wisnu, Gerald, dan kalian semua, beraninya mengkhianati ku !!!"


Kenzo benar-benar murka, tapi dia tidak bisa main hajar saja mengingat Bulan yang masih disandra pria bertopeng itu.


"Hahahaa..


Betapa lucunya melihat ekspresi dan amarahmu yang terpendam itu Kenzo. Haahaha!!


Berlutut !! Atau tidak perempuan ini akan mati!!"


Kenzo menatap orang itu begitu tajam, di dalam matanya bagaikan ada kobaran api.


Terpaksa Kenzo mengikuti perintah pria bertopeng itu, dia berlutut, lalu tangannya di ikat kebelakang dan matanya ditutup oleh anak buahnya sendiri.


"Kalian akan menyesal karena telah mengkhianati ku !!!!"


"Permohonanku tidak sulit untuk mau kau kabulkan Kenzo, Kau begitu mudah memberikan tander dengan keuntungan lebih dari setengah Triliun kepadaku..


Permintaan kecilku hanya ingin bersenang-senang dengan Istrimu yang aduhai....benar-benar menggoda ! Hahaha..."


"Jangan sentuh Istriku .. atau Kau akan menyesal !!! Bulan, aku pasti bisa menyelamatkanmu.."


"Heey...,lihat tubuhnya yang **** ini, kita bisa menikmatinya secara bergiliran, hmm yummy...hahaha!!"


Aku menjerit kencang karena benar-benar ketakutan.


"Tidaaak!! Jangan sentuh Aku..!!"


"Bulan, Aku tidak akan membiarkan itu terjadi !!"


Ucap Kenzo menenangkanku.


"Baik, kalau Aku tidak bisa mendapatkan Istrimu, lebih baik Aku bunuh saja !! Hahaa...."


"Jangan lakukan !! Kau..Kau boleh mengambil semua hartaku asal jangan Kau bunuh Istriku..!!"


"Waooo, benarkah itu? Tapi sorry, Aku tidam akan berubah fikiran, bersiaplah....hahaha,


3,,2,,


Satu !!!"


Dan.. Doorrr !!!

__ADS_1


Satu tembakan pria bertopeng itu tembakan ke udara, bukan menembakku. Namun mulutku langsung di lakban hingga tidak bisa berbicara.


" Bulan....!!!!


Bulan..... Maafkan Aku....


Aaaarrrghh lepaskan Aku!! Aku mau membawanya ke Rumah. sakit... dasar pengecut !!


Bulan bertahanlah !!!"


Lalu seseorang dibelakangnya membuka semua ikatan dan tutup matanya . Kenzo bersiap menghajar orang-orang itu satu demi satu sampai tewas, dan mengejutkan semua berteriak...


"Happy Birthday Kenzo....


Wuhhuuuuuu.....!!!!


Horeee....


Happy Birthday !!!


Selamat ulang tahun yang ke 28.."


Tepuk tangan bergemuruh, semua orang bersorak termasuk Anak buahnya yang sempat mengira mereka telah menghianatinya.


Kenzo merasa lega melihat Bulan baik-baik saja, dia lalu menghajar wajah pria bertopeng itu hingga ia melepaskanku. Kenzo mendekapku dalam pelukannya mungkin sambil menangis.


"Oh My God, Bula...Aku benar-benar takut kehilanganmu !!!!"


Hatikupun lega ternyata ini semua adalah settingan untuk mengerjai Kenzo di hari ulang tahunnya.


Tapi siapa yang merencanakan Pesta ulang tahun seekstrem ini???"


Kenzo menatap geram anak buahnya satu persatu. Mereka hanya cengengesan plus takut.


"Kalian sudah bosan hidup rupanya ?? Beraninya kalian mengerjaiku seperti ini ?


Katakan, siapa otak di balik semua ini ??!"


"Nic??!"


Ucapku bersamaan.


Kenzo lalu melepaskan pelukannya pada Bulan, dia mencekram kerah baju Nic dengan amarah yang siap meledak


"Beraninya Kau Nic !!!!!"


"Hahaha...sorry...sorry..


Jangan marah begitu, ternyata dalam keadaan terdesak Kau bisa mengungkapkan betapa Kau mencintai Bulan...."


Semua orang bertepuk tangan dan bersorak 'Happy Birthday'


Pak Rich pun datang merangkul kami berdua sambil tertawa geli.


"Hahaha..maaf, maafkan kami Tuan Kenzo, sebenarnya ini bukan pestaku , melainkan pesta ulang tahun untukmu, Tuan Nic yang menyiapkannya."


Kenzo masih shock dan otaknya masih belum bekerja, dia masih terlihat kikuk yang memancing gelak tawa para tamu.


Kenzo ingin menghajar Nic dan semua Anak buahnya satu per satu hingga babak belur tanpa ampun, tapi karena banyak Relasinya yang datang, Kenzo menahan amarahnya itu.


Yang membuatnya begitu kesal adalah ketika membayangkan Nicho memeluk Bulan dari belakang.


"Pura-pura menyandra, bilang saja Kau ingin memeluk Bulan, dasar Brengsek!"


'Glek glek glek'


Kenzo meminum minuman beralkohol favoritnya.

__ADS_1


Wajah kacaunya masih terlihat jelas. Bahkan dia semakin kesal ketika melihat Bulan, fikirannya selalu dalam bayangan ketika Nic memeluknya.


'Fiuuhhh'


Kenzo menghela nafas geram sambil menaruh gelas yang sudah kosong di atas meja dengan kasar.


"Tuangkan Aku minuman lagi!"


Titahnya pada Bulan.


Tanpa banyak berfikir Bulan memenuhi keinginannya.


Sambil meneguk minuman itu matanya terus menatap Bulan.


"Kau terlihat senyum-senyum terus dari tadi? Yang Ulang tahun kan Aku, kenapa Kau yang bahagia?!!"


Seperti biasa, caranya ingin berbincang dengan Bulan dengan membicarakan hal yang tidak jelas, yang membuat Bulan membantah kata-katanya, padahal Bulan tidak senyum sedikitpun.


"Apa di wajahku ini terlihat rona kebahagiaan?? Aku masih shock Kenzo !!"


Kenzo memutar bola matanya.


"Hahah Shock? Alasan...bilang saja Kau terbayang terus karena Nic memelukmu, iya kan??!"


"Dia bukan memelukku, tapi menyandraku. Kau fikir Aku tidak ketakutan??!"


Kenzo menaikkan bahunya.


"Mana Aku tau Kau ketakutan atau pura-pura takut!!?"


"Laki-laki ini benar-benar menyebalkan!!"


Gumam Arumi dalam hati.


"Aku bukan orang yang pandai berpura-pura atau berakting sepertimu Kenzo.."


Kenzo menatapku dalam-dalam penuh curiga, bikin jantung dag-dig-dug terasa mau copot saja.


"Aku heran, kenapa tadi Kau teriak-teriak minta tolong padaku..?


'Kenzo.. Tolong Aku..Kenzo selamatkan Aku..' "


Ucap Kenzo menirukan gaya Bulan berteriak.


"Hhmm Aku kan takutt!!!"


Jawabku sambil memalingkan muka.


"Bukannya Kau selalu ingin Aku membunuhmu? Kalau yang tadi itu sungguhan, seharusnya Kau bersedia saja di tembak. Aku kan tidak repot-repot melepas tander yang bernilai besar demi menyelamatkanmu ?!


Memang mau dibunuh orang lain atau Aku apa bedanya??"


Kenzo mencecarku dengan banyak pertanyaan, dan bodohnya aku tidak bisa menjawabnya satupun.


Aku hanya tertunduk diam.


"Mengaku saja, Kau hanya ingin mati di tanganku kan??"


Ucap Kenzo dengan tersenyum licik.


"Bukan seperti itu ! Aku justru semangat hidup sekarang dan ingin cepat melunasi hutangku padamu, supaya Aku bisa hidup bebas dan membuka lembaran baru...duhh Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu..!"


Aku bersemangat sekali, sampai senyumku begitu lebar.


Tapi Kenzo malah terlihat marah, dia membanting gelasnya tepat di depanku, Akupun terkejut.


"Aku mau pergi dulu, tiba-tiba dadaku terasa sakit, Kau tetap disini ! Awas saja kalau berani tebar pesona, Aku akan membunuhmu dan juga Noni !! Paham !!!?"

__ADS_1


Kenzo berlalu meninggalkan rasa sakit di hatiku.


Apa yang dia katakan?? Dadanya terasa sakit ? Itu karena Kau pecandu berat minuman beralkohol, dasar laki-laki bodoh!


__ADS_2