Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Karma Mike


__ADS_3

Pagi yang cerah, Angelia sedang latihan karate bersama kedua Uncle tampannya, ya siapa lagi kalau bukan Mike dan Nic. Dan si hot dady? tentu ia sedang berkutat dengan laptopnya.


"Ayoo semangat Angelia..."


teriak Bulan menyemangati.


Ia membawa 5 gelas susu dan Rere membawa sarapan pagi.


Kenzo lalu menoleh kepada dua bidadari yang tengah mengandung itu.


"Heyy para wanita korban bisa ular..."


sambil terkekeh ia bangkit dan mencium kening Bulan.


Bulan lalu menyimpan nampan berisi susu itu di atas meja.


"Dan...kau adalah pawang ularnya! huuhf! "


Kenzo segera memeluk Bulan.


"Jangan cemberut, kau semakin menggodaku..."


ucap Kenzo sambil mengelus perut istrinya.


ia lalu berlutut.


"Morning my super hero? sudah olahraga hari ini?"


'chupp '


Kenzo mencium perut Bulan yang sudah hamil menanjak 7 bulan.


Bulan lalu duduk di samping Rere yang tengah menatap suaminya.


"Sayang, dari semalam anak ini selalu menendang, rupanya ia persis sepertimu! "


"Ohh tentu saja, anak laki-laki ku akan menjadi pria..? "


Kenzo menghentikan kata-katanya karena tatapan Bulan sangat tajam padanya.


"Sayang...jangan menatapku seperti itu...


aku mau bilang anak kita akan menjadi pria sejati,"


Bulan tersenyum.


"Pria sejati yang di gandrungi para wanita...!"


sambung Kenzo sambil berlari menuju Mike dan Nic yang tengah melatih puteri nya.


"Kenzo...!!"


'mmuuacchhh!!'


Kenzo hanya menoleh sambil memberi kiss bye dan mengedipkan matanya, membuat Bulan jadi senyum-senyum sendiri.


"uuhhh dasar Kenzo! "


melihat kemesraan Kenzo dan Bulan membuat Rere iri.


"Mmm, Tuan Kenzo sangat romantis ya Nona?"


Bulan menoleh pada Rere.


"Apa? romantis? hahaha...


tepatnya dia itu pria yang menjengkelkan! tapi... aku bahagia kini ia telah berubah, kau ingat kan masa laluku bersamanya seperti apa?"


Rere mengangguk.


"Iyaa"


"Kau tau, Kenzo bukanlah pria yang lembut dan hangat seperti Nic. Dulu aku sempat mengaguminya, tapi berjalannya waktu, aku justru mencintai pria yang sempat ku juluki sebagai iblis itu...


haah, kita tidak bisa menebak takdir.


Tapi, kau salah satu wanita yang beruntung Rere..."


"Beruntung?"


"Iyaa, Mike yang tak kalah dingin dan kejam itu mau merubah dirinya dalam waktu sesingkat itu...hebaat,


sedangkan aku, harus melewati dan merasakan kejamnya dan kerasnya pukulan tangan Kenzo. . .


Oya, siang ini kita akan ke dokter bersama kan?"


"Iya Nona..."


"Apa ada keluhan yang kau rasakan? "


sambung Bulan.


Rere berfikir sejenak.

__ADS_1


"Sepertinya tidak, aku tidak merasa pusing ataupun mual...hanya saja, justru Mike lah yang..."


'hhuueekk! ! "


Bulan dan Rere lekas menoleh pada Mike yang tiba-tiba ingin muntah.


"Mike?!"


ucap Bulan dan Rere bersamaan.


Latihan berhenti sejenak, karena yang mengajari Angelia jurus terbaring lemah di pinggir lapangan sambil memegang kepalanya. Nic dan Kenzo saling bertatapan.


Sedangkan Angelia lalu berlari menyusul Mike.


"Uncle...kenapa latihannya berhenti? Ayo aku mau belajar jurus baru, ayo Uncle...!"


Angelia menarik tangan Mike.


"Sabar ya satang...Uncle tengah merasa...


'hhuueeggkk! '


"Uncle, Uncle sakit?"


tanya Angelia sambil memeluk Mike.


"Tidak Angelia, hanya saja, Uncle tengah..."


'hhuueeggkk! '


"Ouhhh ****! keadaan ini benar-benar mengganggu aktivitasku!"


keluhnya dalam hati.


Nich dan Kenzo duduk di sebelahnya.


"Hahahaha, Mike, ayo katakan...siapa yang telah menghamili mu! biar aku hajar dia! benarkan Kenzo?" Nic menggoda Mike.


"Itu benar sekali, By The Way, kau ini sudah telat berapa bulan?"


'hahahahah...!!'


Kenzo dan Nic masih terpingkal-pingkal.


"Dady dan uncle Nic jahat! kalian jangan mentertawakan Uncle Mike! dia kan lagi sakit.


Iyaa kan Uncle?"


"Angelia, Uncle Mike tidak sakit, ia hanya mau punya bayi..."


jelas Nic sambil membelai rambut Angelia.


"Punya bayi?"


tanya Angelia heran.


"Iyaa sayang, sebentar lagi kau akan punya dua orang adik, adikmu yang kini di dalam perut ibu, dan adikmu satu lagi yang berada di perut Auntie Rere."


jelas Kenzo membuat mata Angelia berbinar.


"Yang benar Dady?! dady tidak berbohong kan?"


"Tidak sweety..."


'horeee...'


seru Angelia sambil melompat-lompat.


Bulan dan Rere lalu menghampiri mereka.


"Auntie, apa benar Auntie mau punya bayi...?"


"Iya Nona Angelia..."


jawab Rere sambil memegang dagu Angelia yang membuat gemas.


Angelia lalu memeluk Mike sambil berteriak.


"Yeeyyy...Uncle Mike akan jadi dady...!"


Semua pun tersenyum bahagia.


Mike lalu mencium kening Angelia.


"Terimakasih Nona Angelia...


'hhuueeggkk! ! ! '


Mike kembali mual.


"Semuanya, aku permisi dulu!"


Mike lalu bergegas menuju kamar mandi karena sudah tidak bisa menahan rasa mualnya.

__ADS_1


Mereka hanya bisa diam dan bengong melihat Mike yang berlari sangat cepat sambil terus mual-mual.


"Waktu ibu hamil, ibu juga mual-mual terus kan?"


tanya Angelia sambil menatap Bulan.


"Itu benar sayang, ibu hamil pasti akan mual-mual"


jawab Bulan sambil tersenyum.


"Tapi bu... yang hamil kan, Auntie ...


tapi kenapa yang mual Uncle Mike?" tanya polos Angelia.


Mereka saling menatap satu sama lain ketika mendengarkan kata-kata polos Angelia. lalu....


"hahahahahahahah...!"


merekapun terbahak-bahak. Bahkan Nic sampai meneteskan air mata.


"Ini lucu sekali, Angelia saja merasa bingung dan aneh...ahahaha..."


Nic tertawa sambil memegang perutnya.


"Heyy Nic, kau jangan sering mentertawakan Mike, karena kita tidak tau kan? jika Jesy mengandung nanti, mungkin kau senasib dengan Mike...


ahahahaha...!"


Bulan dan Rere ikut tertawa, namun kini Nic tidak ikut terbahak, justru ia tersenyum kikuk sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


***


Hari ini jadwal cek up pertama Rere,


sampailah mereka di sebuah rumah sakit ternama di Australia.


Kenzo duduk di antara Angelia dan Bulan dengan bahagianya. Bahkan ia mendekap kedua bidadari nya itu dengan kasih sayang.


Nic? ia ikut serta walau hanya menemani. Ia tengah senyum-senyum sendiri karena chatting bersama calon istrinya, Jesy.


Begitu juga Rere, ia duduk di sebelah Bulan dengan nyamannya.


Semua mata tertuju pada sang bodyguard berwajah dingin itu yang terlihat gelisah.


Mike bolak-balik, berjalan ke kanan dan ke kiri, ia terlihat gugup. Sikapnya membuat mereka yang melihat terheran-heran.


Rere lalu menggapai tangan Mike saat melewatinya.


"Mike, tenang lah...kau ini kenapa? apa ada yang salah?"


tanya Rere lembut.


"Rere benar, duduklah. Lagi pula kenapa kau terlihat gugup?"


timpal Kenzo.


"Mungki iaa ingin...huuekk-hhuekk di kamar mandi, haha, betul kan?"


sambung Nic meledek.


"Aku sendiripun tidak tau. Rere ya g akan di periksa kenapa aku yang gemetaran. Ini anehh! sangat aneh!"


"Nona Bulan, silahkan masuk"


panggil seorang suster. Bulan dan Kenzo segera bangkit dari duduknya.


"Ayoo sayang ...cepat lah...aku sudah tidak sabar melihat baby boy ku!"


Kenzo menggandeng tangan Bulan dan tangan satunya menuntun Angelia . sungguh keluarga yang menyenangkan.


Mike masih gelisah. Dan sikapnya menjadi bahan godaan Nic.


"Sudahlah Mike. Kau ini ahli menghabisi musuh, tapi kenapa kau terlihat ketakutan disini? payah!"


umpat Nic dengan mata yang tetap tertuju pada laptopnya.


"Aku takut dengan dokter! puas!?"


'bbbbrrrPpphhffff'


Nic menahan tawa.


"Mau tuli ya? yang akan di periksa itu Rere...bukan kau Mike! "


'hhhhhhh'


"Iya Mike, ini hanya pemeriksaan, tidak akan terjadi apa-apa."


Ucap Rere sambil tersenyum.


"Memang aku yang menghamilimu, tapi, aku tidak tau jika wanita hamil mualnya bisa menular...Hhhhh"


Hai... semua jangan bosen ikuti terus keseruan keluarga kocak mereka😉😉

__ADS_1


__ADS_2