Terpaksa Menikahi CEO Kejam

Terpaksa Menikahi CEO Kejam
Terpesona Dengan Rere


__ADS_3

Rere begitu terpukau dengan pemandangan kota metropolit sekelas Ausi, seumur hidup dia hanya melihat deburan ombak. Dan seumur hidupnya baru kali ini Rere merasakan berada di dalam mobil. Bulan ikut senang melihat Rere begitu bahagia.


"Apa kau menyukainya?"


Tanya Bulan sambil memegang punggung tangan Rere. Rere tersenyum dan menggenggam tangan Bulan.


"Aku sangat senang Nona! Seumur hidup Aku baru melihat gedung yang menjulang dan lampu yang menghiasi kota.


Aku tidak menyangka dapat menginjakkan kaki di ibu kota Australia."


Bulan mengikik geli.


"Akupun begitu. Aku tidak pernah menyangka akan menginjakkan kakiku dan mempunyai suami yang berasal dari kota ini.


Hmm, kita belum bicara banyak, awal pertemuanku dengan Tuan kaya raya itu tak seperti persepsi publik."


Bulan tersenyum tipis sambil menerawang masa lalu dan membelai rambut Angelia yang tengah terlelap di pelukannya.


"Maksud Nona?"


"Sebenarnya kisah kami begitu rumit, sulit kuhabiskan hari-hariku bersamanya dengan rasa takut dan benci padanya, bahkan...


Apa kau percaya?


Aku sampai mencoba bunuh diri demi terlepas dari Kenzo"


"Apa? Itu tidak mungkin?"


Rere tidak percaya dengan apa yang dikatakan Bulan.


"Hhmm, Aku sendiri tidak menyangka bisa jatuh cinta dengan pria yang pernah ku sebut sebagai iblis yang menjelma jadi manusia."


Bulan tersenyum mengingat masa-masa kelam saat masih menganggap Kenzo sebagai penjahat.


"Iblis?


Yang benar saja?!


Tuan Kenzo itu sangat tampan dan cute, bagaimana bisa kau menyebutnya Iblis, Nona?"


Bulan lalu menatap wajah Angelia yang sangat persis dengan Kenzo.


"Ya, Pewaris keluarga Sminth itu memang tampan, Saaangat tampan, tapi sifatnya itu yang membuatku muak, dia pernah begitu kejam dengan ku."


"Kejam?"


Tanya Rere yang bingung namun begitu tertarik dengan cerita di masa lalu mereka.


'Drrrttt Drrt!'


Ponsel Bulan bergetar, ia segera mengangkatnya karena pada layar ponsel itu tertulis nama 'My Husband'.


"Kenzo? Ada apa ya, Tumben telpon?!"


"Iya Tuan tampan? Kenapa harus bicara lewat telpon? Sebentar lagi kita bertemu di rumah."


"Aku dari tadi tersedak, kau pasti tengah membicarakan ku pada Rere kan?! Aaahh wanita memang senang menggosipkan pasangannya."


Mata Bulan melebar, dia benar-benar heran bagaimana Kenzo bisa tau dengan apa yang tengah ia bicarakan.


"Hahaha, kau seperti peramal saja Kenzo! Tapi sayang terkaanmu salah, kami tengah membicarakan kecantikan dan soal dapur!"


Terang Bulan mengelak.


"Hhhh...


Kau sudah pandai mengelak rupanya. Aku bahkan tau saat ini kau tengah mentertawakan ku diam-diam, Benarkan?"


"Woow Kau...hebat banget Kenzo."


Ucap Bulan pura-pura kagum.


"Seperti yang sudah kau ketahui dan rasakan Nona ****...?"


Kenzo menggoda Bulan.


"Jangan diteruskan..."


Ucap Bulan dengan pipi yang bersemu merah.


"Kenapa...?


Aku senang menggoda mu, berbeda mobil dengan mu membuatku tersiksa."


"Hhhh...itu terlalu berlebihan!"


Jawab Bulan ketus.


"Serius sayang. Aku suka bersandar di tubuhmu yang sintal itu, tapi saat ini, justru orang berbadan keras yang bersandar di bahuku! Benar-benar menyebalkan!

__ADS_1


Aahhh orang ini menyebalkan. Menyingkir lah kau pria kesepian!"


Bulan mengerutkan dahinya.


"Maksudmu siapa Kenzo?


Mike?"


"Bukan...


Tapi pria yang paling menderita di dunia, Nic!


Entah apa yang dia makan siang tadi sampai tidurnya seperti mayat begini, belum lagi dengkurannya yang memekakkan telingaku,


Kau bisa dengar kan?"


Bulan terkekeh, mentertawakan apa yang Kenzo rasakan saat ini.


"Itu balasan untukmu sayang, biasanya kau yang selalu memekakan telinga orang lain."


"Kau ini tega sekali sayang. Awas yaa jika sudah sampai rumah, Akan ku hukum kau!"


"Hukum saja, Aku tidak takut!"


"Kau menantangku!?"


"Hu'umh!"


Sahut Bulan sambil menahan tawa.


"Aaahh kau semakin membuatku gemass,


baby, Mike baru saja mengatakan Rere sedang apa?


Dia ingin mengajak Rere, Dinner malam ini!"


mata Mike membulat.


"Bos? Apa yang kau lakukan? Aku tidak mengucapkan apapun?!"


"Sudahlah, ini perintah!


Aku perintahkan kau untuk Dinner besama Rere malam ini!"


"Hiishh, perintah macam apa itu?!"


Mike mengacak-acak rambutnya.


Bulan merasa tak percaya.


"Benar,


Itu sebagai ucapan maaf darinya"


Jawab Kenzo.


"Waahh, baiklah! Aku akan mendandani Rere secantik mungkin!


Sampai bertemu di rumah sayangku, emmuuaachh!"


Akankah rencana Kenzo berhasil? Atau Mike justru bertingkah bodoh pada Rere?


"Intruksi Bos! tolong berikan aku perintah yang lebih berat seperti, masuk ke kandang singa, berburu harimau, atau...berenang di laut Antartika, aku siap!


Asal jangan... Dinner dengan wanita itu!


Kau tau, ketika bola mataku menatap wajahnya...


Ouuchh, jantungku terasa lepas dan jatuh ke rongga perut! Wajahku pasti terlihat bodoh."


"Ahahaha...


Mike, ternyata kau sama bodohnya dengan ku dulu, hanya saja saat ini Aku sudah lebih pintar dalam cinta,


Kau tau?! Itu tanda kalau kau jatuh cinta padanya Mike.


Saking bodohnya, kau bahkan tidak tau akan hal itu?!"


Kenzo menggelengkan kepala sambil tertawa.


"Apa?


Jj..jjatuh cinta?


Ooow ooww, tidak...


Itu tidak mungkin!


Sekalipun itu benar, Aku akan segera melenyapkannya!"

__ADS_1


"Kau ahli dalam melenyapkan musuh, tapi kalau melenyapkan cinta?


Apa kau sudah berlatih sebelumnya?"


Kenzo sedikit mengolok Mike yang wajahnya terlihat kusut.


"Aaarrrgghh, kenapa harus aku yang Dinner dengan Rere? Kenapa bukan pria yang paling menderita di dunia itu?"


Mata Mike mengarah pada Nic yang tengah tertidur sambil mendengkur keras.


"Di matanya tidak ada cinta yabg membara sepertimu, Mike!


Sudahlah, kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku yang begitu berpengalaman dengan banyak wanita.


Satu hal yang harus kau lakukan, turuti perintah Bosmu yang tampan ini, ok..?"


Mike terlihat keberatan.


"Tapi Bos?"


"Mike, kau senang melihatku tak berdaya di depan Bulan?


Aku sudah berjanji pada istriku agar merubah mu lebih manis lagi."


"Manis?


Apa wajahku selembut itu, Mr.Kenzo?!"


"Tentu, kau seperti cotton candy"


Ucap Kenzo sambil terkekeh.


"Ouhhh thank you!


Hhhhh..!"


Mike pasrah dengan apa yang ditugaskan Kenzo padanya.


****


"Nona...


Aku tidak enak memakai semua barang milikmu."


Rere menatap bayangannya yang terpantul di cermin besar di kamar Bulan dan Kenzo.


"Tak apa...


Sekarang apa yang kau gunakan itu milikmu!"


Jawab Bulan sambil menyemprot parfum ke tubuh Rere.


"Waaww, kau cantik sekali!!"


"Kau siap bertemu Mike?"


Tanya Bulan sambil menuntun Rere keluar dari kamarnya.


"Aku...Aku takut!"


"Tidak usah takut, karena ada Kenzo yang menghajarnya jika ia melakukan hal buruk padamu,


Suamiku punya banyak senjata yang mengerikan.


Berbagai jenis pistol, samurai,


oohhhh semuanya berbahaya.


Dan hebatnya Kenzo selalu menuruti kemauanku. Kau tenang saja."


Walau Bulan berkali-kali meyakinkan Rere untuk tenang, tetap saja jantungnya berdegup kencang. Antara senang, speechles dan takut, bersatu jadi satu dalam dadanya.


Terlihat Mike tengah duduk bersebelahan dengan Kenzo. Sepertinya mereka sedang bicara serius.


"Eekheemm! sayang, sepertinya kau harus menunda dulu pembicaraan kalian,


dan Mike, lihat siapa yang datang?"


Mike lalu menatap wanita yang tengah berdiri di samping istri Bos besarnya itu.


Pemandangan yang memukau hatinya hingga berdecak kagum.


Rambut coklat Rere di tata dengan cantik bergelombang, baju yang ia kenakan membuatnya semakin elegan, manis, dan tentunya berkelas.


Tanpa ia sadari, senyum tipis terukir diwajah Mike.


"Amazing!"


Ucap Mike refleks karena saking kagumnya melihat wanita yang selalu terang-terangan mencintainya itu kini terlihat benar-benar cantik.

__ADS_1


Malam sabtu gays... kita ngopi dulu sambil menikmati kencannya Mike dan Rere... Kira-kira Mike bersikap bodoh gak ya...


__ADS_2