Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Ch 1 - Impossible


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya, Nayra memakai jaket tebal dan kaus kaki panjang ke sekolah. Nayra Qalista, gadis remaja berusia 16 tahun ini memiliki penyakit urtikaria. Nayra pertama kali menyadarinya saat berusia 12 tahun. Nayra pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter, biar bagaimanapun Nayra juga takut, karna penyakitnya sering kambuh tidak kenal waktu. Namun saat Nayra memeriksakannya, ternyata Nayra baik-baik saja dan tidak ada masalah yang menyebabkan hal itu terjadi. Dokter pun juga heran, Nayra di minta untuk mengingat apa yang dia makan sebelum tubuhnya di penuhi bentolan berwarna merah. Setelah Nayra memberitahukannya, dokter mengatakan bahwa dirinya alergi dengan cuaca dingin dan rasa yang manis. Dari gejalanya, penyakit itu disebut biduran atau urtikaria.


Biar bagaimanapun Nayra menerimanya dengan lapang dada dan ikhlas. Hanya saja itu sering membuat Nayra merasa tidak nyaman karena harus membatasi aktifitasnya. Nayra juga harus berhenti memakan makanan kesukaannya.


Nayra tinggal seorang diri di rumah sederhana. Orang tuanya sudah lama bercerai. Ayahnya menikah lagi dan ibunya berkerja di luar kota. Sejak kecil Nayra di asuh oleh neneknya dan selalu dilatih agar mandiri. Setelah memutuskan untuk ikut dengan ibunya, Nayra sudah terbiasa dan harus tinggal sendiri.


Karna liburan sudah berakhir, Nayra harus siap menyambut kembali aktifitas belajar mengajar di sekolahnya. Nayra selalu semangat ke sekolah karena sahabatnya, yaitu April. April adalah sahabat Nayra sejak pertama kali duduk di bangku SMA. Hanya April yang mau berteman dengan Nayra, karena murid lain mengira bahwa Nayra sangat cuek dan jarang tersenyum.


Teeeeet!


Teeeeet!


Teeeeet!

__ADS_1


"Karna jam pelajaran sudah berakhir, saya ingin memberitahukan sesuatu pada kalian. Pertemuan selanjutnya, kalian akan refresing di luar kelas secara berkelompok. Silahkan lihat nama kelompok kalian, terima kasih atas perhatiannya," ucap wali kelas sebelas. Beliau meninggalkan kertas di atas meja lalu keluar dari kelas.


April segera memasukkan bukunya ke dalam tas dan mengajak Nayra melihat kertas di atas meja guru.


"Kita sekelompok," ucap April sambil bergelayutan di tangan Nayra.


"Siapa yang namanya Kenzo?" tanya Nayra setelah membaca nama ketua kelompoknya.


"Aku," sahut murid laki-laki tinggi dan tampan yang sudah berdiri di belakang Nayra.


Meskipun ini hari pertama Kenzo menjadi murid baru, tapi tidak sedikit murid perempuan yang sudah menggodanya. Dengan body yang sangat proposional, dada bidang, alis tebal dan bibirnya yang sexy, tidak ada perempuan yang tidak terpesona olehnya. Tidak sedikit juga laki-laki yang iri dengannya. Tapi sayang, belum ada perempuan yang bisa menarik perhatiannya.


"Udah puas liatnya?" Kenzo berjalan keluar dengan angkuhnya.

__ADS_1


"Siapa sih itu orang?" Nayra mendengus kesal melihat ke angkuhan laki-laki itu.


"OMG Nayra! Kamu kemana aja sampe nggak tau kalo ada murid baru setampan itu di kelas kita?" heran April.


"Cih! Tampan? Sok ke cakepan palingan juga buaya," cibir Nayra sambil memutar bola matanya dan berjalan keluar.


"Palingan kamu juga suka," ledek April yang berjalan di samping Nayra.


"What! Aku suka sama dia? Impossible!" tegas Nayra.


"Udah ngaku aja, awas nanti kemakan omongan sendiri baru tau rasa."


☺☺

__ADS_1


나디아


__ADS_2