
Angelina merasa aneh, kenapa suaminya setelah makan malam nge-don di ruang kerjanya. Biasanya mereka bercanda berdua dan akan di akhiri dengan bercinta. Anak-anaknya juga tak terlihat.
Radin dan Angelina bak botol ketemu tutup, selalu mesra! Dan Radin mengakui body istrinya membuatnya candu, walaupun sudah miliki 3 anak yang besar-besar. Tubuh Angelina bak wanita usia 25 tahunan saja.
“Pada kemana nih semuanya,” batin Angelina dan memeriksa kamar masing-masing, tapi tak terlihat satupun. Sampai capek Angelina ke sana kemari mendatangi kamar anak-anaknya. Saking luas dan mewahnya rumah mereka ini.
Angelina pun mendatangi ruang kerja suaminya, si papi yang tetap tetap ganteng dan memiliki body kokoh ini, malah aseek berempat dengan 3 anak mereka nonton TV.
Ke empatnya tak sadar, saking aseek dan tegangnya melihat tayangan TV itu, si mami yang mangkel ini sudah di ruangan luas dan mewah ini.
“Hmm…dasar si papi dan anak-anak, ngapain sih nonton TV di sini, bukan di ruang keluarga,” batin Angelina bergerak pelan, dan melongolah wanita jelita ini, saat melihat di tayangan TV berukuran 50 inci yang di siarkan secara live itu.
Saat itu sedang bertarung…Ryan melawan Panai. Jual beli pukulan darai jarak dekat tak terelakan. Pertarungan ini sangat seru dan mendebarkan!
Bahkan si bungsu Delano saking tegangnya sampai memeluk Jenny dan kini sama-sama terlihat melongo.
Bila wajah atau badan Ryan kena tendangan atau pukulan, Delano langsung menyembunyikan wajahnya ke pangkuan Jenny.
Delima beda lagi, si cantik yang agak tomboy 100 persen mirip Radin, kadang tangannya mengepal, dan bersuara kecewa kalau pukulan Ryan tak masuk.
Tapi bila Ryan kena pukul Delima terlihat jengkel. “Ehh kenapa maju sih, mundur dong ahh…tu kan kena kan…kena kannn!” seru Delima gemas. Radin beda lagi, walaupun diam, tapi dari wajahnya terlihat sangat tegang.
Ryan dan Panai secara keras saling adu pukulan, keduanya sama-sam ngotot dan keras lawan keras. Wajah Ryan dan Panai sama-sama bengap. Tapi Panai lebih parah, wajahnya terus mengeluarkan darah.
“Iyahhh…hajarrrr…ehh kok mundur…maju Ryan, sikattt…!” teriak Angelina tanpa sadar.
Melongolah Radin, Jenny, Delima dan Delano sambil menatap Mami mereka yang kini sudah ada di dalam ruangan ini, dan malah teriak-teriak begitu.
Tapi hanya sesaat, kini semuanya kembali tegang menatap layar kaca lagi. Kali ini pertarungan sudah masuk ronde ke 3.
Ryan yang sudah bengap wajahnya terlihat masih bugar, lawannya Panai malah kepayahan, darah tak berhenti mengucur di wajahnya.
__ADS_1
Di arena pertandingan…!
“Hajar terus, tendang kakinya, agaknya si Panai sudah kepayahan!” bisik Bang Ramos.
Ryan mengangguk dan kembali berdiri di sisi ring setelah tadi istirahat 3 menit. Ini merupakan ronde 3 atau ronde penghabisan.
Ryan bertekad akan menghabisi Panai di ronde ini, begitu wasit memberikan kode tanda figth lagi. Remaja ini bak kesetanan terus merangsek maju. Tendangan dan pukulan terus dia layangkan.
Doble cover Panai jebol oleh tendangan dan pukulan Ryan, saat itulah Ryan melakukan tendangan berputar dan bukkk…Panai limbung dan di susul pukulan beruntun dan bertubi-tubi Ryan lakukan, akibatnya Panai kini lunglai di ujung ring octagon.
Ryan di nyatakan menang TKO di ronde ke 3 atas Panai, musuh besarnya ini tak berdaya dengan wajah berlumuran darah.
Ryan sukses menang secara menyakinkan di pertandingan perdananya, hatinya puas bukan main melihat seteru beratnya ini sampai di tandu ke luar dari ring octagon.
Dan kini Ryan otomatis rangkingnya naik, dan cukup 3 pertandingan lagi, kalau menang terus, Ryan punya kesempatan nantang juara bertahan di kelas ini.
Ryan tak tahu, di rumah besarnya, Mami nya lah yang paling heboh melihat dirinya sukses taklukan musuhnya di ring ini.
Sampai ke 3 adiknya, termasuk Radin terkaget-kaget melihat si mami jelita ini jingkrak-jingkrak kesenangan.
Angelina langsung pasang wajah berwibawa…dan keluar dengan wajah anggun dari ruangan ini.
Meledaklah tawa semuanya, Delano sambil guling-guling menertawakan ulah Mami nya yang dianggap lucu bingit tersebut.
Tiba-tiba Angelina balik lagi dan menatap tajam semuanya, tawa seketika berhenti.
“Papi…malam ini juga suruh Ryan pulang, kenapa tak pernah minta izin ke Mami kalau sekarang dia sudah jadi atlet tarung bebas…!”
“Tapi Mi…nggak bisa begitu, pasti Ryan sedang bersama tim-nya sekarang!” bantah Radin.
“Ya udah besok pagi kalau begitu!” sela Angelina, Radin langsung mengangguk. Begitu si mami jelita ini keluar, kembali ke empat terbahak-bahak.
__ADS_1
Tiba-tiba si Mami nongol lagi. “Hmm…berani ya ketawain Mami…awas…semua dapat hukuman!”
“Yahhhh…gawat nihhh!” seru Delima, lalu menghamburlah Jenny, Delima dan Delano mengejar Maminya! Radin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istri dan anak-anaknya.
Radin langsung nelpon Ryan dan ucapkan selamat atas kemenangan sang putra tercintanya ini. Sebagaimana ayah kebanyakan, Radin tentu bangga bukan main atas prestasi anaknya ini.
“Boleh santai malam ini, tapi besok pagi pulang ya, Mami kamu tuh marah ntar. Tau sendiri kan, papi aja keok kalau udah si Mami kamu yang bicara!”
“Oke Pi, besok Ryan pulang…!” sahut Ryan, yang kemudian tertawa, ketika papinya mengisahkan kelakuan ibunya di rumah.
Hari Minggu, semua keluarga besar Radin berkumpul, termasuk Rudi Sasmita dan Rina Sasmita, kakek dan neneknya.
Keduanya kaget bukan kepalang saat tahu Ryan yang masih kelas 12 SMU ini, malah jadi atlet petarung bebas.
“Dasar kamu ini Radin, nyari apa sih si Ryan itu, uang…? 10 turunan juga uang kalian tak bakal habis. Lantas mau cari apa si Ryan jadi petarung bebas sampai wajah bengap-bengap begitu,” semprot Rina Sasmita pada Radin.
“Lhaa kok aku yang dimarahin Mi…mending tanya yang bersangkutan lahh!” sela Radin senyum sendiri. Karena ibunya masih tetap anggap Radin ini bak anak nakal yang masih bujangan. Padahal dia sudah punya anak yang besar-besar.
“Oma…nanti kalau Delano gede, Delano mau kayak Abang besar yaa, boleh ya Oma!”
“Apaa…dasar ni bocahhh sinii…!” bentak si Oma jengkel, sambil mengulurkan tangan ingin menjewer kuping si bocil ini.
Delano langsung ngacir saat Oma-nya ini begitu dan si tengil ini joget-joget sambil tertawa.
Rudi Sasmita sampai tertawa lebar melihat cucunya yang paling menggemaskan ini bertingkah begitu.
Dan muncullah orang yang jadi topik omongan, wajahnya terlihat berseri-seri, walaupun masih bengap-bengap…!
Angelina dan Radin saling pandang dan menahan tawa, saat Oma Rina langsung berdiri dan siap-siap menjewer kuping si cucu kesayangan ini…!
“Waduhh-waduhhh…kacau nihh…!” pikir Ryan, yang kini langsung kebingungan.
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG