
Dua bulan kemudian…!
Radin kaget mendengar suara orang muntah-muntah di kamar mandi, saat melihat tak ada istrinya di samping, Radin buru-buru bangun dan menjenguk ke kamar mandi mewahnya.
“Kamu kenapa sayang…?”
Radin buru-buru memijat punggung istrinya, yang terus memuntahkan isi perutnya di kloset. “Hadeuh pah…perutku mulas banget…adik si Ryan, anak papah yang nomor dua ini menghajar mami!”
“Hahhh…jadi...ka-kamu…hamil sayang?” wajah Radin langsung berbinar-binar. Angelina hanya mengangguk.
Radin langsung memeluk istrinya dengan erat. Bahagia tak terkira pria ini bakal kembali memperoleh keturunan kedua, setelah Ryan.
Saking bahagia dan tak ingin melhat istrinya makin menderita, Radin memutuskan tak ngantor hari ini, dia menemani istrinya di rumah seharian.
Mira yang sudah tahu Radin dan Angelina menikah. Saat berkunjung hari ini kaget sekaligus ucapkan selamat pada pasangan ini.
“Hebat banget, belum juga tiga bulan udah hamil ajee…bikinnya maraton yaa?” olok Mira tertawa.
Saat melihat Mira yang suka makan camelan buah aseek makan kudapan itu. Angelina tanpa permisi langsung habiskan camelan buah tersebut, hingga muntah-muntahnya reda.
“Waduhh…pasti cewek ni adik si Ryan, camelanku di embat!” ceplos Mira. Angelina hanya tertawa. Dia tahu Mira sengaja makan kudapan buah, karena sahabatnya yang cantik ini sangat menjaga pola makan.
Hampir 3 jam Mira berkunjung, lalu permisi balik ke kantornya.
Angelina hari ini sangat manja dengan suaminya, selain minta di pijit, dia juga tak mau jauh-jauh dari Radin.
“Ingat ya…ini bawaan janin, bukan Mami?” saat Radin kecapekan memijati istri jelitanya ini. Kadang bergantian dengan Ryan, saat akan dipanggil tukang pijat, Angelina menolak.
Sejak hari itu, Radin jarang telat pulang dari kantor. Dia bahkan hampir 2 jam sekali VC kalau lagi di kantor.
Kebahagian yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Dulu saat dengan Stella, Radin juga berharap bekas istrinya itu hamil, agar dia bisa mencintai Stella. Namun harapan itu tak terkabul, yang ada malah membuka masalalu kelam sang mantan istri, yang dua kali pernah aborsi.
Tapi, satu bulan kemudian, Radin bingung, sejak siang hingga dia pulang sore ini pukul 5, ponsel istrinya tak aktif.
__ADS_1
Bahkan saat tiba di rumah hampir pukul 6 sore. Rumah terlihat sepi, beberapa kamar dia jenguk, batang hidung istrinya dan Ryan tak terlihat.
Dia pun mendatangi 3 ART nya di bagian belakang. Begitu tiba Radin kaget melihat ketiga ART nya mewek berjamaah.
“Kenapa kalian nangis, mana nyonyah besar dan tuan kecil. Bik Uni, kamu yang paling senior ayo bicara, jangan hanya nangis?”
“Tuan…nyo-nyonyah dan tuan kecil tadi siang pergi dari rumah, bawa baju?” Bik Uni mulai bicara.
“Hah…apa yang terjadi!” bukan main terperanjatnya Radin.
“Pagi tadi, setelah tuan muda pergi ke kantor, Tuan Besar dan Nyonyah Besar datang…tak lama kemudian Nyonya Muda menangis. Dan bilang akan pindah ke rumahnya untuk sementara waktu menenangkan diri. Lalu nyonyah muda pesan, agar Tuan Muda jangan dulu menyusul…Nyonyah Muda ingin menenangkan diri..!”
Radin pun hanya bisa terduduk lemas, dia meminta 3 ART nya pergi. Pria ini merenung dan mulai menyadari kesalahannya.
Terlalu aseek dengan istri berikut keluarga barunya, Radin sampai melupakan rencana. Untuk memberitahu kedua orang tua. Kalau dia dan Angelina sudah menikah.
Tahu-tahu orang tuanya datang, dan istri serta anaknya kini pergi. “Apa yang dikatakan papa dan mami ya…hingga Angelina menangis dan pergi membawa Ryan? Mana lagi hamil muda lagi…!” batin Radin bingung sendiri. Sekaligus khawatir dengan kandungan istrinya.
Radin memutuskan akan menemui kedua orangtuanya besok pagi, saking lamanya termenung, tak terasa jam sudah berdentang hingg 9 kali.
Paginya, dengan mata merah kurang tidur, Radin meminta Adon so-prinya langsung menuju ke rumah orang tuanya.
Baru saja duduk di ruang tamu dan belum bertanya apapun, Rudi Sasmita langsung mengeluarkan uneg-uneg dan kemarahan pada anaknya ini.
“Bagus sekali kamu yaa…ternyata itu wanita dulu yang kamu perkosa…tak di sangka, dokter Angelina…kamu benar-benar kembali bikin malu keluarga. Tak habis pikir papa, kok kamu bisa…mengambil dia itu jadi istri, nikah diam-diam lagi…benar-benar kamu ini!” semprot Rudi Sasmita.
“Bukankah papa dan mami juga yang minta Radin menikahi Angelina dulu?’
“Itu karena papa tidak tahu, kalau dia itu wanita yang dulu kamu perkosa! Kalau papa tahu, jangankan meminta kamu menikahi, di rawat dia pun papa tak mau waktu di rumah sakit!”
“Pah…Ange tak salah…akulah yang salah!” Radin tak mau kalah.
“Kamu ini…benar-benar anak yang keras kepala. Kamu sudah memalukan keluarga. Hancur kehormatan keluarga kita…cucu haram…menikah diam-diam, menantu pernah di perkosa hadeuhh…komplet malunya!”
__ADS_1
Rudi Sasmita langsung memegang dadanya, jantungnya kumat lagi. Rina Sasmita buru-buru memberinya obat. Rina serba salah, dia hanya diam memandang anak dan suaminya ini berdebat.
Setelah agak lega, kini Rudi memandang wajah Radin yang hanya menunduk. “Sekarang…papa minta, kamu segera ceraikan Angelina…!”
“Pah…Radin mohon…yang salah bukan Ange atau Ryan cucu papa, Radinlah yang salah!”
“Cucu siapa…cucu hasil perkosaan kamu...huhhh tak sudi aku mengakuinya sebagai cucu!”
“Pah…Radin mohon maaf…sampai kapanpun Ange tak bakal Radin cerai…apalagi kini Ange sedang hamil muda…anakku, calon cucu papa…mami…maafkan Radin!”
Radin pun langsung bangkit dan pulang. Saat di teras dia berselisihan dengan kakaknya, Delima yang baru datang.
“Kenapa kamu buru-buru Radin, bertengkar lagi dengan papa?” kakak sulungnya ini menatap wajah Radin keheranan.
Radin pun menceritakan secara singkat apa yang terjadi. Delima langsung terperanjat. “Jadi…Angelina wanita yang dulu kamu perkosa…maaf…kini jadi istri kamu?”
“Iya Ka Delima…aku tak bakal menceraikan Ange. Karena aku sangat mencintainya…apalagi kami juga sudah memiliki anak. Dan kini Ange sedang hamil muda, calon anak kedua kami!”
Radin lalu memanggil Adon, dia meminta sopirnya ini langsung menuju ke rumah istrinya, yang sempat lama kosong. Sejak Angelina ikut pindah kerumah suaminya.
Delima hanya memandang perginya mobil adiknya ini. “Tak ada habisnya ni anak, ada -ada saja masalah sejak dulu hingga kini!” batin Delima, lalu dan bertemu papa dan maminya.
Saat tiba di rumah Angelina, Radin kembali harus kecewa, istri ternyata sudah pulang ke rumah oang tuanya, yang juga mertuanya.
“Gimana tuan muda…apakah kita harus menyusul nyonyah dan tuan kecil ke rumah mertua tuan…?”
“Kita pulang dulu saja Adon!” sahut Radin lemah.
Radin hapal karakter Angelina sangat keras. Pasti saat ini istrinya sangat marah dan kecewa, dan tak mau bertemu dengannya.
“Sebaiknya ku biarkan dia tenang dulu…baru nanti aku akan menyusulnya. Aku juga akan selidiki, siapa yang membocorkan ke papa dan mami. Kalau aku dan Ange sudah menikah,” batin Radin sepanjang jalan.
*****
__ADS_1
BERSAMBUNG