Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 62: Terlibat Tawuran di Jalan Raya


__ADS_3

“Ryan mampir dulu yukss…!” Amanda menatap Ryan dan berharap si opa Korea ini mau singgah.


“Ee…bentar aja ya Manda, soalnya…sore nanti aku latihan nge-band!” Ryan mengelak halus.


“Oh yaa…aseeknya dongg…kamu bakalan jadi musisi, kalee aja kelak kayak Ariel cs yaa!” Amanda tertawa memperlihatkan giginya yang rata dan lidah pink nya.


Ryan pun memasukan motornya ke halaman rumah Amanda yang mewah ini. Walaupun Ryan tahu, di bandingkan rumah orang tuanya, masih tak ada apa-apanya. Jauh lebih mewah, bahkan ada helipad dan mini golf nya di taman belakang.


Tapi Ryan seolah-olah remaja ‘misqueen’ dia menampakan wajah kagum dengan kemewahan rumah Amanda.


“Heeii honey…lohh kok naik motoran sihhh, kenapa nggak bawa mobil. Eehh kemana si Andre, kan tadi pagi kamu di jemputnya?”


Keluarlah seorang wanita cantik yang bersuara tadi. Ryan sudah menduga, ini pasti ibunya Amanda, karena wajah cantik si tante ini sangat mirip Amanda.


“Ini siapa Manda…?”


“Ini Ryan mah, kami satu angkatan, tapi dia IPA, Manda kan IPS!”


“Siang tante…!” Ryan pun menyalami tangan si tante ini, wajah ibu Amanda bak menyeleksi Ryan, dia menatap remaja ini dari ujung kaki hingga ke wajah.


Tampan sihhh…tapiiii, agaknya dari kalangan biasa, kenapa bukan si Andre saja…kan udah ketahuan tajirnya, pikir Tante Susi, mama nya si ‘Anya Geraldine’ ini.


“Manda, kamu kan sore ini latihan golf, mending istirahat sono, ntar kamu nggak konsen lagi pas latihan!” wajah Tante Susi terlihat kedip-kedip ke Amanda.


Ryan yang tahu itu pura-pura saja tidak lihat, tapi batinnya sudah paham, si tante cantik ini mengusirnya secara halus.


“Manda…maaf yaa…aku pulang dulu, benar kata tante, kamu harus istirahat, lagian aku sore ini juga mau latihan band!” tanpa menunggu jawaban Amanda, Ryan pun membungkuk hormat, lalu kembali ke motor sportnya.


“Ihh motornya juga, paling seharga parfum gue,” batin Tante Susi lagi, sambil senyum agak sinis menatap Ryan, yang tetap bersikap sopan padanya.

__ADS_1


Ryan senyum saja di bibir, baginya tak aneh melihat kelakuan seperti Tante Susi ini. Ryan tadi sempat melirik ke garasi rumah Amanda ada 5 buah mobil berjejer, masih kelas Jepang dan hanya satu produksi Eropa yang terkenal dengan logo tiga hurup-nya.


Kalau Tante Susi tahu siapa Ryan ini, mungkin wanita itu akan pingsan sendiri, karena di garasi Ryan, mobil-mobil mewah berjejer bak show room. Dan separunya milik Ryan, pemberian papanya dan kakeknya.


Belum lagi kalau melihat rumah orang tuanya yang luasnya 10X lipat bahkan lebih dari rumah ortu Amanda ini.


Saat akan berbelok di jalanan yang agak sepi, Ryan sudah tak enak hatinya, sejak tadi ia melihat di spion motornya ada satu buah mobil mengikutinya.


Dan benar saja. Ciittttt….Ryan terpaksa mengerem mendadak, karena saat santai saja jalankan motor sportnya ini, jalannya di potong dan halangi.


Ryan terdiam sesaat, ketika melihat Andre dan 3 kawannya yang menghadang, Ryan tenang saja. Dia tahu remaja ini terkenal sebagai ‘jagoanya’ di SMU 69, banyak siswa tak yang berani dengannya. Karena Andre banyak punya pengikuti!


Ryan pun kini melepas helmnya dan menunggu apa mau-nya Andre ini. Dengan langkah dibuat gagah mendekatinya.


“Heii Ryan, ingat yaa…ini peringatan pertama dan terakhir buat kamu, jangan dekati Amanda lagi. Dia itu kekasihku, kalau kamu masih ngeyel, terima akibatnya,” Andre menarik krah baju Ryan.


Andre tak tahu, sejak kelas 7 SMP hingga kini Ryan masih rutin latihan beladiri. Tapi remaja ini memang paling tak suka konfrontasi dengan siapapun, kecuali terpaksa.


“Jangan mentang-mentang jadi Ketua OSIS ya, bisa seenaknya nge-rayu Amanda, tull ngga bos!” Tulai, anak buah Andre langsung mendorong bahu Ryan, tapi remaja ini tetap kalem dan tak terpancing.


“Sudah, ayo kita pergi, liat tuh wajahnya pucat!” ejek Andre lalu masuk ke mobilnya lagi diikuti 3 kawannya.


Setelah mobil Andre menghilang di jalan raya, Ryan yang sempat menggenggam tangan kanannya, langsung menghela nafas panjang.


“Sabar…sabarrrr…teman sendiri…satu sekolah lagi, malu-maluin kalau sampai bentrok,” batin Ryan.


Ryan melanjutkan perjalanannya. Baru 10 menitan jalankan motornya, Ryan bingung sendiri, karena terjebak kemacetan. Padahal kawasan ini termasuk jarang macet.


Ryan bahkan kaget sendiri, karena banyak orang berlarian dan berteriak ada tawuran. Batin Ryan mulai tak enak, kata tawuran ini pasti jauh dari anak-anak sebayanya.

__ADS_1


Ryan mulai waspada, apalagi saat ini dia berpakaian seragam SMU. “Gawat ini, bakalan bentrok, aku tak bisa putar balik!” pikir Ryan.


Ryan tanpa takut lalu menjalankan motornya, maksudnya ingn cari jalan lain di depan agar tak terjebak macet dan pastinya hindari tawuran.


Tapi seragam SMU Ryan ternyata mengundang petaka, 3 orang pelajar yang bikin onar dan membawa clurit serta parang tiba-tiba mengejarnya.


Ryan melihat ini tak mau konyol, dia lalu bergegas turun dari motornya, bukannya lari…tapi malah menyongsong 3 pelajar sebayanya ini.


Semua orang berteriak ngeri melihat ke 3 pelajar ini dengan beringas menebas cluritnya ke Ryan. Tapi remaja ini dengan lihai mampu mengelak, bahkan sebuah tendangan keras membuat satu pelajar itu terkapar di aspal.


Dua orang rekannya melihat ini lalu dengan beringas kembali menyerang Ryan. Tapi remaja ini lagi-lagi dengan entengnya bisa mengelak.


Bahkan kembali satu jotosan Ryan telak bersarang ke wajah pelajar bertubuh kecil dan kurus apes ini, kini sudah dua orang yang terkapar pingsan di aspal.


Satu orang pelajar ini terlihat kaget melihat dua rekannya keok. Nyalinya mulai ciut, tiba-tiba dia berlari, bukannya menyerang Ryan, tapi kabur sejauh-jauhnya.


Ryan yang marah lalu menngejar 5 pelajar yang terlihat memukuli dua orang pelajar, remaja, ia kini marah bukan main.


Kedua pelajar itu terlihat luka-luka, ia pun lalu mengamuk dan menghajar ke 5 orang itu, bahkan Ryan mengambil sebuah samurai milik pelajar yang menyerang dua pelajar tadi, akibatnya ke 5 nya menderita luka parah kena tebasan samurai ini.


Tak lama datang lagi 3 pelajar membawa samurai, ke 3 malah di serang Ryan duluan,. Akibatnya, ketiganya sama menderita luka berat. Ryan benar-benar mengamuk bak jagoan di tengah jalan raya.


Dan semua aksi Ryan itu di saksikan 4 orang di sebuah mobil…Andre dan 3 cs nya. Mereka melotot dan hampir tak percaya melihat Ryan seorang diri menghajar 13 pelajar dan membuat 5 pelajar lainnya ciut nyalinya dan berhamburan kabur, di tengah jalan raya lagi.


Andres cs malah ketakutan di dalam mobil, melihat 13 orang pelajar ngamuk dengan samurai dan clurit, mengejar para siswa berseragam SMU seperti yang mereka kenakan saat ini.


“Angkat tangan…lepaskan samurai itu, atau kamu kami tembak!” seorang polisi berseragam dengan pistol di tangan menodong Ryan.


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2