
Nayra duduk di koridor kelas sambil membuka buku dearynya.
" Loh tu siapa ya? " kata yanti ketika melihat seseorang yang berdiri di balik tembok.
Ide jahil pun muncul seketika, yanti berjalan pelan mendekati orang itu lalu berdehem. " Eheem. "
Kenzo terkejut dan langsung berbalik ke arah yanti. Mata kenzo terbelalak saat berbalik dan melihat yanti ada di depannya.
" Ohh jadi kamu. " kata yanti.
" Ssstttt.. jangan brisik. " kata kenzo.
" Siiapa lagi namamu? emmm kenzo kan? " tanya yanti setelah mengingat.
" Ehhh, iya. " jawab kenzo sambil menunduk.
" Kamu ngapain disini? " tanya yanti sambil melihat ke belakang kenzo." Kamu ngintipin nayra ya? " kata yanti asal tebak.
" Enggak kok. " kata kenzo mengelak lagi😅.
" Trus ngapain di sini? " kata yanti mulai menyipitkan matanya.
" Ehh ken kamu aku cariin dari tadi tenyata lagi disini, ayo temani aku piket. " kata adi yang tiba - tiba datang entah dari mana asalnya.
" Ehh jawab kok diem? " tanya yanti mengerutkan keningnya.
" Aku tadinya mau minta maaf tapi nggak berani. " jawab kenzo.
Samar - samar nayra mendengar seperti ada suara orang berbicara tapi tidak melihat siapa - siapa.
Nayra menutup buku dearynya dan berjalan mendekati ke sumber suara. " Yanti? " Kata nayra saat melihat yanti di balik tembok.
" Ehh nay, udah dateng? " tanya yanti.
" udah dari tadi. kamu ngomong sama siapa? " tanya nayra penasaran.
" Nggak ada kok. " jawab yanti. " Ayo ke kelas. " ajak yanti dan nayra menurutinya.
" Ehh nay, yang di rumah pohon kemarin aku minta maaf ya. " kata yanti dan nayra hanya diam. " Kenzo nggak salah nay, ini cuma kebetulan dan kami yang terlalu kepo. " jelas yanti.
" Hm. " sahut nayra.
" Nay aku mau cerita sesuatu sama kamu. " kata yanti sesampainya di kelas.
" Apa? " tanya nayra.
" Temannya kenzo itu lumayan yah. " kata yanti.
" Siapa? " tanya nayra.
" Ada yang ikut ke rumah pohon kemarin itu loh. " jawab yanti.
" Kamu suka? " tanya nayra dan yanti mengangguk. " Dia suka sama kamu? " tanya nayra lagi.
" Nggak sih. " jawab yanti. " Bisa bantu aku nggak nay? " tanya yanti sambil mengedipkan matanya.
" Apa? " tanya nayra.
__ADS_1
*****
Fitri bertemu dengan dian di gerbang sekolah dan jalan bersama.
" Tumben ter, sendirian? " sapa dian.
" Gitu deh. Apa rencanamu hari ini? " tanya fitri.
" Aku mau cari tau nama perempuan yang di maksud papa aku. Kalo kamu? " balas dian.
" Aku harus minta maaf sama nayra hari ini, aku nggak terima kalo nayra salahin kenzo. " jawab fitri.
" Kalo gitu aku ke kelas dulu. Bye. " kata dian lalu masuk ke kelas sepuluh.
" Ehemm. " April berdehem di belakang fitri secara tiba - tiba. " Kayaknya ada yang naksir sama adek kelas nih. " kata april.
" Emang apa salahnya. " kata fitri dengan tatapannya yang sinis.
" Hati - hati loh fit, ntar di tikung sama sahabat sendiri. " kata april dengan senyum sinisnya lalu pergi.
" Bukan urusan kamu. Lagian kan dulu kamu sama nayra pernah dekat, apa bagusnya coba ngomongin orang dari belakang? " kata fitri kesal.
" Kita liat aja lah nanti. " kata april.
Fitri tak menghiraukan perkataan april dan masuk ke kelasnya. Ia membanting tasnya dengan wajah kesal dan duduk di samping yanti.
" Kamu kenapa fit? " tanya yanti bingung.
" Biasalah ada angin panas dari luar. " jawab fitri. " Emm oh iya nay, aku minta maaf ya tentang yang di rumah pohon kemarin. " kata fitri.
" Hm. " kata nayra cuek lalu bangkit dari duduknya setelah mengingat sesuatu.
" Ada urusan. " jawab nayra singkat.
" Aku titip ya. " kata yanti sambil mengeluarkan kotak kue dari tasnya dan memberikannya pada nayra. " Yang tadi. " lanjut yanti.
" Hmm. " nayra menerima kotak itu lalu keluar dari kelasnya.
Nayra tiba di kelas sepuluh dan menghampiri kenzo.
" Nayra! kenapa dia? apa aku bakalan di semprot sepagi ini? " kenzo bertanya - tanya dalam hati.
" Kasih temanmu. " kata nayra sambil meletakkan kotak itu di meja kenzo lalu pergi.
" Hah? " sambil menghela nafas. " Ternyata aku mikirnya terlalu jauh. " fikir kenzo.
Ria menunggu nayra di depan ruang osis sambil memegang sebuah map.
" Astaga dari mana aja kamu? " kata ria.
" Aku lupa. " jawab nayra.
" Cepat liat ini sebelum pak arif datang. " kata ria sambil memberikan map yang ada di tangannya. " Aku sampe bohong demi ini. " lanjut ria.
Nayra segera melihat isi map itu dan membacanya. Nayra berfikir sambil memberikan kembali map tersebut.
" Ada apa? " tanya ria dan nayra tidak menjawabnya. " Aku balikin ini dulu ya. " kata ria lalu pergi.
__ADS_1
" Kalo aku anak mama, kenapa mama nulis data dirinya di kolom wali murid? " fikir nayra.
" Nay! " panggil ria dan nayra menoleh ke arahnya. " Gimana? " tanya ria.
" Belum tau ri. " jawab nayra dan kembali ke kelas dengan ria.
*****
Pagi yang cerah, nayra sudah siap menggunakan seragam putih abu - abu sambil terus mondar - mandir di teras rumahnya.
" Ini anak kemana sih? Udah pagi gini belum keliatan batok kepalanya. " kata nayra kesal.
Tak berapa lama kenzo pun tiba. " Maaf aku ke siangan. " kata kenzo saat nayra menaiki motornya.
" Buruan dah jam berapa nih! " kata nayra kesal.
Kenzo dan nayra tiba di parkiran sekolah setelah 25 menit melaju di atas atas jalan raya.
Mata yanti terbelalak saat melihat siapa yang tiba di parkiran sekolah. " Itu nayra kan? " kata yanti sambil mengerutkan keningnya.
" Bukannya itu kenzo! yang di ajak kerumah pohon waktu itu. " kata fitri yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" Loh, emang kalian belum tau? Selama ini kan meraka berangkat dan pulang bareng. " kata ria saat melihat yanti dan fitri bingung.
Yanti dan fitri menggeleng secara bersamaan tanpa mengatakan apa pun. Rasa tak percaya menyelimuti fikiran mereka.
" Ayo ke kelas. " ajak yanti.
" Nggak nungguin nayra dulu? " tanya ria.
" Udah kita duluan aja. " jawab yanti.
" Emm kalian duluan aja ya, aku mau ke toilet dulu nanti aku nyusul. " kata fitri.
" Ya udah kalo gitu kita tunggu di kelas ya. " kata yanti lalu pergi dengan ria.
Fitri melihat pantulan wajahnya di cermin masih tak percaya dengan yang barusan dia liat.
" Siapkan hatimu. " kata april yang berdiri di pintu toilet sambil melipat tangannya di depan dada dan semyuman sinisnya.
" Jangan senang dulu, lagian cuma berangkat dan pulang bareng. Apa salahnya? " kata fitri tak mau kalah.
" Nggak nyangka ya fit, otakmu sedangkal ini! " kata april.
" Apa maksud kamu? " tanya fitri.
" Cinta itu tumbuh dari hal - hal kecil. " jawab april dengan senyum palsunya.
" Ini cuma kebetulan. " kata fitri.
" Kalo gitu kamu harus bisa pastikan ini kebetulan atau memang di rencanakan. " kata april lalu pergi.
" Kita liat aja nanti. " kata fitri lalu kembali ke kelasnya.
~
~
__ADS_1
~
나디아