
“Buat apa kamu kemari Ange?” Radin berjalan dan membuka pintu kos nya dan mencueki Angelina, lalu masuk ke dalam kamar kosnya dan membuka jendela serta melepas baju kotornya dan meletakannya di baskom kosong.
“Radin, aku bermaksud baik!” Angelina masuk ke kos ini, karena pintu kos itu tidak tertutup.
“Terima kasih…tapi kalau kamu datang hanya untuk mengasihaniku apalagi berniat menghina keadaanku. Sebaiknya kamu pulang saja sekarang. Aku tak butuh itu kasian itu, dan kini kamu bisa tertawa melihat keadaanku sekarang!” keangkuhan pria ini masih kuat.
Radin kini mengambil handuk dan bermaksud mau mandi.
“Huh…aku ke sini tidak mengasihanimu apalagi menertawakan keadaan kamu. Semua orang pasti alami fase jatuh bangun, tapi tak ada yang se-angkuh kamu!” cetus Angelina mulai jengkel juga dan baru sadar peringatan Mira benar adanya.
Radin berbalik dan menatap wanita jelita yang harum tubuhnya menerpa hidungnya. “Lantas, buat apa kamu ke sini…?”
“Aku ke sini karena Ryan, anak dan darah daging kamu itu, dia setiap saat bertanya kemana papanya selama hampir 2 tahunan ini!”
“Bilang saja papanya sudah mati…!” sela Radin agak kasar sambil duduk di tepi kasur dan kini menatap kosong ke lantai kos.
“Belum pernah aku bertemu seorang lelaki yang begitu putus asa begini, padahal aku pun pernah menngalami hal yang lebih berat dari kamu. Tak usah aku ceritakan, kamu pasti tahu kisahnya…kamu…sangat memalukan sebagai lelaki, kalah dengan perempuan!” sindir Angelina dan mangkel melihat keketusan suara pria ini.
“Satu hal lagi…jenguklah ayah kamu di rumah sakit…dia baru saja operasi jantung dan sering menanyakan kamu!”
“Apaa…papa…operasi jantung…?”
Angelina tanpa permisi lalu keluar dari kos ini. Sepanjang jalan di gang kecil menuju mobilnya yang terparkir di luar jalan besar, wanita ini terus bersungut-sungut.
“Benar-benar kepala batu, niatku baik menemuinya, ehh dianya malah begitu!” sungut Angelina dan kini meminta sopir pribadinya jalankan mobil pulang kembali ke rumahnya.
Lama Radin termenung, ucapan Angelina barusan bak palu godam yang langsung mengena di hatinya.
Radin akhirnya mandi dan membersihkan tubuhnya, pikirannya benar-benar blank. Ingin rasanya dia mengejar Angelina dan minta maaf atas sikap kasarnya. Tapi rasa angkuhnya menghalangi niatnya.
__ADS_1
*****
Lima hari sebelum Angelina menemui Radin di kos nya…!
Angelina menatap seorang pria setengah tua yang tengah berbareng di kasur rumah sakit, kamar VIP. Dua hari lalu menjalani operasi jantung, dan hasilnya berjalan sangat baik dan lancar.
Satu ring sudah terpasang di jantung pria yang tertulis bernama Rudi Sasmita. Kini tinggal pemulihan saja lagi.
Angelina sudah mulai di kenal sebagai spesialis jantung yang handal di rumah sakit ini. Rata-rata pasiennya selalu puas dengan pekerjaannya dan tak rugi bayar mahal.
“Terima kasih ya dok…dokter Angelina!” Rudi Sasmita membuka mata dan menatap wajah cantik Angelina yang berbaju putih, seragam dokter.
“Syukurlah bapak sekarang sudah baikan, setelah nanti bisa jalan dan rasa nyeri berkurang, bapak bisa pulang kembali ke rumah, panggil saya Ange saja.” Angelina kembali memasang wajah tersenyum dan ia tahu, inilah kakek Ryan, ayah dari Radin, tapi Angelina tak mau membocorkannya.
“Kamu cantik sekali…apakah kamu sudah berumah tangga dokter Ange…?”
“Belum…!”
Terdengar lembut suara Rudi Sasmita, sangat kebapakan, hingga Angelina pun merasa senang bercakap dengan pria setengah tua ini.
Bahkan saat tertawa itu, 100 persen wajah Rudi Sasmita mengingatkan Angelina ke wajah Radin.
“Belum ada yang kena di hati pak, banyak sih yang berniat dekatin Ange, tapi hati Ange belum terbuka!” akunya apa adanya.
“Andai saja waktu bisa di putar balik, aku ingin anakku si Radin itu dapat istri seperti kamu Ange. Menyesal sekali bapak dulu menjodohkan dia dengan Stella, yang justru berakhir perceraian dan membuat si Radin bangkrut!” Rudi Sasmita kini menatap kosong ke dinding rumah sakit.
“Sudahlah pak, tak ada yang perlu di sesali, tuh semua sudah terjadi!”
“Ange…bapak juga terlalu angkuh…dulu si Radin pernah memperkosa seorang wanita dan katanya si wanita itu hamil…mungkin si wanita itu sangat marah dan teraniaya, si Radin kini kena karmanya…bercerai dengan istrinya dan usahanya bangkrut. Coba dulu bapak marahi si Radin itu, agar mau bertanggung jawab…semoga saja wanita malang itu kini hidup berbahagia, aku akan minta Radin sesekali kunjungi wanita itu!”
__ADS_1
Angelina terhenyak kaget…tak dia sangka Rudi Sasmita kini malah curhat dengannya, dan tak sadar kalau wanita yang di maksud pria setengah tua ini adalah dirinya.
“Buat apa Bapak minta Radin mengunjungi wanita itu?” Angelina mulai tertarik sekaligus penasaran.
“Kalau wanita itu pernah hamil oleh si Radin, dia harus bertanggung jawab, minimal membiayai anak itu sampai dewasa. Bagaimana pun yang salah si Radin, anaknya tidak, termasuk wanita malang itu!”
Kagetlah Angelina, salut juga dia dengan ucapan Rudi Sasmita ini, padahal dulu dipikirnya kakek Ryan ini tidak jauh beda dengan Radin, angkuh dan sombong, karena kaya raya.
“Ange…!”
“Iya-iyaa pak...!” Angelina tergagap, karena tanpa sadar dia tadi termenung, ingat kejadian di masa lalu.
“Mau nggak kamu kenalan dengan Radin…bapak yakin kalian akan cocok, mungkin dengan kejadian ini, si anak bengal itu sudah sadar dan bisa merubah hidupnya!”
“Ahhh bapak ini bisa saja, ku dengar dia itu sangat tampan, di gilai banyak wanita kaya raya, mana mau kenalan dengan saya yang hanya dokter biasa dan dari keluarga sederhana!”
“Dulu…iya…sekarang tidak! Bapak malah dapat informasi dari Mira sepupunya, tu anak malah tinggal di sebuah kos sederhana dan kerja serabutan. Benar-benar keras kepala, padahal bapak akan bantu dia bangkit lagi, tapi dia tak mau. Alasannya tak ingin repotkan orang tua, benar-benar bikin pusing. Padahal kalau bapak meninggal, dialah yang warisi semua harta ini, dua saudaranya sudah enak-enak dan tak butuh warisan lagi!”
Angelina tersenyum, lalu memperbaiki selimut pasiennya ini. Beralasan ingin menjenguk pasien lain, Angelina pun permisi dengan Rudi Sasmita.
Akhirnya selama di rumah sakit, Angelina malah jadi akrab dengan Rudi Sasmita dan Rina Sasmita yang selalu setia menemani suaminya.
Kadang Rudi memarahi anaknya ini, kenapa sampai kini tak juga datang menjenguknya. Angelina hanya bisa menenangkan, agar ayah Radin ini tidak kumat jantungnya.
Bahkan Angelina sering tersipu, bila Rina Sasmita memujinya sebagai calon mantu idaman. “Moga si Radin bisa kenalan sama kamu dokter Ange…kemana saja anak itu, kenapa bapaknya sudah 5 hari di rumah sakit, tak pernah mau menjenguknya!” sungut Rina memarahi anak kesayangannya di hadapan Angelina.
Dan gara-gara itulah Angelina nekat mendatangi Radin di kos nya, tak di nyana pria ini memang keras kepala dan ogah di kasihani.
*****
__ADS_1
BERSAMBUNG