Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Stadium 3


__ADS_3

"Om, apa kabar?" tanya nayra sambil tersenyum melihat pak amir yang tak sengaja berpapasan di dekat halaman rumah sakit.


"Baik nay, kamu sendiri gimana kabarnya?" tanya pak amir seolah tak tau apa-apa tentang nayra.


"Alhamdulillah nayra juga baik om." jawab nayra.


"Om duluan ya nay ada yang mau om temuin." kata pak amir buru-buru ingin segera menemui dokter nayra.


"Iya om, hati-hati." kata nayra sambil melihat om amir berlalu dan hilang di balik tembok rumah sakit.


Nayra berbalik dan terkejut saat melihat seorang pria berdiri terlalu dekat dengannya.


"Astaga!" kata nayra terkejut.


"Ayo pulang." ajak kenzo dan nayra pun menurut tanpa banyak bicara.


...*****...


"Jadi gimana hasil pemeriksaannya dokter?" tanya pak amir yang sangat penasaran.


"Ini sudah stadium tuga pak." kata dokter itu setelah membaca hasil foto rontgen kepala nayra.


"Maaf dok saya masih tidak mengerti." kata pak amir merasa tidak percaya.


"Baiklah akan saya jelaskan. Tumor di otak kecil nayra ini sudah masuk ke stadium tiga pak. Berbeda dengan tahapan sebelumnya, jadi di stadium ini tumor yang ada di otak nayra saat ini sudah bersifat ganas dan tergolong kanker." jelas dokter tersebut.


"Bagaimana cara mengobatinya dokter?" tanya pak amir dengan suara yang gemetar.


"Pada umumnya, kanker bisa di sembuhkan dengan cara oprasi, radiotrapi dan kemotrapi." jawab dokter tersebut.


Pak amir tak merespon ucapan pria berjubah putih yang ada di depannya.


"Kalau pansien mendapat tindakan lebih cepat, maka kemungkinan untuk sembuh juga akan semakin besar." ucap dokter yang masih duduk di depan pak amir.


Upacara pada hari senin berlangsung di bawa terik matahari yang sangat cerah pagi itu.


"Setelah upacara selesai akan ada intruksi dari kepala sekolah harap semua siswa tidak meninggalkan lapangan upacara." kata salah satu guru yang menjadi pembina upacara.


Selang beberapa waktu upacara pun selesai.


Kepala sekolah memberikan arahan untuk semua murid-muridnya.


"Saya peringatkan jangan membawa rokok, minuman keras, narkoba dan sejenisnya ke lokasi perkemahan. Pastikan tidak ada di antara kalian yang melanggar aturan atau poin kalian akan di kurangi. Beberapa anggota osis juga akan menjadi panitia, kalau ada yang tidak sopan dengan panitia maka poin -5. Mengerti?" Tanya kepala sekolah.


"Mengertii." jawab seluruh murid hampir bersamaan.


"Semua di persilahkan untuk bubar kecuali anggota osis." kata kepala sekolah.


"Aku mau ikutan jadi anggota osis." kata adi di barisan kelas sepuluh yang sedang bubar barisan.


"Kenapa?" tanya kenzo.


"Karna ada nayra." kata adi lalu tersenyum dan mengedip-ngedipkan matanya.

__ADS_1


Kenzo mangalihkan pandangannya dari adi dan dian tersenyum lalu merangkul adi.


"Kamu itu mirip banget sama sesuatu." kata dian.


"Apa?" tanya adi.


"Ulat." kata dian.


Kenzo dan adi mengerutkan keningnya dan melihat ke arah dian.


"Lucu tapi jijik." kata dian melanjutkan perkataannya.


"Kamu ngejek aku ya?" tanya adi sambil melepas rangkulan tangan dian dan pergi ke kelasnya.


"Aku tinggal ya ken." kata dian sambil meninggalkan kenzo dan berkumpul dengan anggota yang lain.


Kenzo berjalan menuju kelasnya dan berbalik melihat ke arah nayra.


"Sabar ya nay, aku akan berusaha bikin kamu sembuh." kata kenzo lalu kembali melangkahkan kakinya ke kelas.


...*****...


Hari yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Nayra menjadi salah satu panitia yang ada di perkemahan itu.


Setelah melewati berbagai kegiatan dari pagi hingga petang selesai, tibalah waktu untuk bersenang-bersenang.


Setiap kelompok akan melakukan pensi di dekat api unggun. Setiap kelompok tengah sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing.


Nayra masuk ke salah satu tenda yang beberapa anggotanya adalah si tiga srikandi. Siapa lagi kalau bukan fitri, ria dan yanti.


"Ada ada! aku di sini." teriak yanti yang sedang berada di gazebo bersama siswa-siswi lainnya.


Nayra langsung melihat ke gazebo dan menghampiri mereka.


"Kalian ngapain?" tanya nayra sambil duduk di dekat yanti.


"Kamu udah makan belum? mau makan ini enggak?" tanya yanti sambil memperlihatkan piringnya.


"Apa itu?" tanya nayra.


"Ini adalah nasi goreng karya dian and the geng." kata ria.


"Mau dong." kata nayra.


"Aku suapin ya." kata yanti menyuapi nayra.


"Mmm enak. Telornya juga dong." kata nayra sambil mengambil telor dadar yang ada di sisi piring yanti.


Semua pasang mata siswa siswi yang ada di gazebo melihat ke arah nayra saat mulai mengunyah telur dadar itu.


Nayra seketika berhenti mengunyah dan mengeluarkan sisa makanan yang ada di mulutnya.


"Minum minum." kata adi sambil menyodorkan botol berisi air teh.

__ADS_1


Seketika nayra menjauhkan botol itu dari mulutnya saat mulutnya di penuhi air teh. Ia memuntahkan kembali teh yang ada di mulutnya dan melihat adi dengan tatapan sinis.


"Gila ya?" tanya nayra.


"Udah nay, adi kan enggak tau." kata fitri.


"Nih minum." kata ria.


"Ini telor buatan siapa sih? asin banget, garam lagi murah ya?" tanya nayra dan semua hanya terdiam.


"Itu buatan adi nay." kata yogi yang kebetulan berada di gazebo dan satu kelompok dengan adi.


"Udah deh nay, lagian kan kamu sendiri yang mau makan telornya." kata yanti.


"Yan, kamu kalo ngomong suka bener deh. Sakit tau." kata ria.


Nayra berdiri dan melihat ke arah siswa siswi yang ada di gazebo.


"Aku akan ingat muka kalian dan kasih nilai minus." kata nayra sambil meninggalkan gazebo dengan wajah kesalnya.


"Yaahh jangan dong nay." teriak fitri.


"Kamu sih." kata yogi.


"Kok aku sih?" tanya yanti.


"Yee siapa suruh adi bikin telornya asin." kata ria.


"Nayra enggak suka teh ya?" tanya adi dengan wajahnya yang bingung.


"Nayra kalo minum teh itu suka di tambahin air." kata yanti.


"Nayra suka kok, tapi dia enggak suka manis." kata firi.


Flashback.


Adi tak sengaja bertemu dengan april saat selesai jelajah tadi sore.


"Ril, aku mau tanya dong." kata adi.


"Tanya apa?" kata april dengan gaya sok cantiknya.


"Kamu tau enggak nayra sukanya apa?" tanya adi.


"Ya elaah, nayra lagi nayra lagi. Apa bagusnya sih nayra? Aku kirain mau minta nomer aku ternyata tanya nayra. Apa aku kerjain aja ya?" fikir april dalam hati.


"Nayra suka minum teh." jawab april.


"Gitu ya, ya udah makasih ya." kata adi dan berlalu meninggalkan april.


"Selamat menikmati ya nay. Teh buatan adi yang akan bikin kamu langsung meleleh." kata april dalam hati sambil tersenyum licik melihat kepergian adi.


Flashback off.

__ADS_1


Bye : 나디아


__ADS_2