Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 78: Bangornya Nekat!


__ADS_3

“Kenapa sih dari tadi liatin aku mulu…?” Leni senyum-senyum manis mendekati genit melihat si remaja ganteng ini.


“Soalnya…mba Leni cantik sihhh…!”


“Ihhh masih kecil udah pintar nge-gomballll….!” Leni yang sejak tadi gemas langsung mencubit paha Ryan.


Kalau tadi di teras, kini Ryan dan Leni di ruang tamu, walaupun pintu masih di buka. Sejak Ryan memberi uang 35 juta, Kades Imron langsung mengajak tamu istimewanya ini ngobrol di dalam rumah.


Di cubit di paha, Ryan langsung nekat mencipok pipi Leni, bukannya marah, walaupun kaget (padahal pura-pura) Leni langsung pasang wajah bersungut-sungut.


“Ihh nekatnya, kalau suami aku tahu, kamu bisa di gamparnya!” Leni pura-pura marah.


“Duehh…ja-jangan di bilangin ya Mba Leni, a-a aku tadi hanya iseng dong.” pucat bukan main remaja ini.


Gimana nggak grogi dan ketakutan Ryan, kalau sampai si Kades Imron tahu bini keduanya dia cium, apa nggak geger.


“Hmm…gimana ya…kamu sih nakal banget, main cium-cium saja nggak permisi!” sungut Leni pura-pura marah.


“Please dehh…kalau mba Leni nggak laporin, nanti aku kasih ponsel baru dehh...mau kan?”


“Ponsel apaa sihh, aku kan juga punya!” Leni dengan lugu mengeluarkan ponselnya yang merek China.


Ryan tertawa kecil, lalu dia mengeluarkan ponselnya yang bermerek buah Apple. “Mau nggak yang kayak gini?” pancing Ryan.


“Wuihh ini kan yang mehong ike tuh…boleh dehh kalau yang kayak gini. Janji yaa, kapan aku di belikan?”


Ryan lalu berbisik dan Leni terlonjak kaget kesenangan, dan kini tanpa sungkan memeluk remaja tampan ini.


Dan Ryan yang berasa nanggung dengan Amanda di bus, di pagi jelang siang ini nekat balas memeluk. Bahkan kini bukan hanya memeluk…tapi lebih dari itu.


Leni berbisik dan keduanya nekat masuk kamar diam-diam.


Ternyata ini merupakan rumah Leni. “Tau nggak si pa Kades bohong aja ke mau rapat, dia mau rapet dengan bini ke 4 yang baru 2 minggu di nikahinya.” Bisik Leni cekikan.


Dan benar saja, saat aseek bersama Ryan, ponsel Leni berbunyi dan pa Kades yang nelpon, dan bilang nggak jadi nginap malam ini di rumah Leni.

__ADS_1


“Tuhh aku bilang juga apahh…tapi nggak papa, kan ada kamiuuuu…lebih ganteng, lebih perkasa dan…lebih tajir nekkk!” bisik Leni kenes dan kembali terpekik kesenangan, apalagi saat tahu Ryan mentransfer uang 20 juta buat Leni beli ponsel baru.


Dan Leni dengan segenap kemampuannya, membuat remaja yang sedang puber pertama ini, di ajaknya terbang ke awan hingga lupa keadaan.


Ryan yang sudah ‘mabuk’ ini tak memikirkan lagi. Apakah perbuatan minus nya akan berakibat dia bakalan di grebek warga.


Di saat bersamaan, Amanda, Bambang dan Tomi kelabakan mencari kemana Ryan ngilang. Karena ini waktunya makan siang.


Amanda yang membawakan makanan keciwi berat, karena ‘sang pujaan’ hati ngilang entah kemana, ponselnya juga kagak aktif-aktif.


“Leni, mending makanannya buat aku aja yahh, kan mubazir tuh kalau nggak di makan!” seru Bambang, Dewi mendelik melihat kelakuan ‘pacarnya’ ini.


“Jangan marah dong sayang…kan aku hanya bilang sayang mubazir…!” bisik Bambang sok mesra ke Dewi, hingga Tomi kheki habis melihat kelakuan sahabatnya ini.


“Ihh itu dia datangg…cacamarica malah nongol kesindang!” teriak Tomi saat melihat Ryan terlihat mendatangi tenda mereka.


Amanda langsung menarik lagi makanan yang hampir di suap Bambang tadi. Hingga remaja ini melongo, padahal air liurnya udah netes, karena makanan ini enak sekali kayaknya.


“Heii ye keminong aja sih jali-jali, semua orang pada pusing nyarian ye…apalagi si bidadari ini!” semprot Tomi sambil ngelirik Amanda. Ryan senyum-senyum saja dan kini mendekati Amanda.


“Ihh di cuekin nekkk…!” Tomi pun pergi lenggang kangkung dan membiarkan Ryan dan Amanda bicara berdua di pojokan tenda.


“Aku…tadi sengaja lihat-lihat kampung di bawah, biar nanti kita nggak nyasar!” Ryan bikin alibi yang masuk akal.


Lalu Ryan pun makan lahap dan ditatap Bambang dengan air liur menetes, karena makanan itu tadi hampir jadi jatahnya.


Bagaimana tak lapar remaja ini, sebab dia baru saja berlayar dengan Leni istri kedua si Kades Imron yang genit itu, dan tenaganya terkuras banyak.


Amanda tentu saja senang bingit melihat makanannya di lahap ‘kekasihnya’ ini. “Enak banget Manda…masih ada lagi nggak!”


“Ihh, itu satu piring full loh, laper banget sihh, entar badan kamu gendut lohhh. Nih minum..!” tegur Amanda kaget sambil sodorkan air mineral.


Amanda, Bambang, Dewi dan Tomi bingung melihat Ryan yang malah ketiduran saat acara sore jelang senja ini.


“Mbang, akika curiga deehh…pasti ada sesuatu dengan ni anak, masa dari tadi molor ajahh!” bisik Tomi ke Bambang.

__ADS_1


“Nanti kalau dia ngilang, kita buntuti yuks?” Tomi langsung mengangguk, dengar usulan Bambang ini.


Hari kedua acara darmawisata ini seluruh siswa jalan-jalan menelusuri hutan sambil memperlajari alam.


Tubuh Ryan sudah fit lagi, sehingga dia terlihat segar dan Amanda tak mau jauh-jauh darinya, hingga ‘mantan’ kekasihnya si Andre menatap kesal dan cemburu.


Namun malamnya, saat rekan-rekannya beristirahat, dengan alasan mau cari angin, Ryan kembali ngilang dari tenda.


Bambang dan Tomi kali ini sepakat dan keduanya berindap-indah mengikuti kemana Ryan pergi.


“Lohh mau keminong sih si Ryan itu…?” bisik Tomi.


“Udah jangan bawel, kita ikutin saja kemana tu anak perginya,” sahut Bambang kesal. Tomi yang penakut di jalan gelap terus memepet tubuh Bambang dan kini mengikuti kemana Ryan pergi.


Setelah sampai di pedesaan yang tak terlalu rapat rumahnya, keduanya kaget saat melihat Ryan sampai di sebuah rumah, dan setelah lihat kiri kanan, Ryan masuk lewat jendela.


“Lohh-lohhh…kok masuk ke rumah orang kayak maling ajahh,” bisik Bambang kaget.


Bambang dan Tomi yang penasaraan lalu pelan-pelan beringsut mendekati jendela itu, dan mengintip suara di kamar yang lampunya sengaja di bikin redup.


Untung saja di bawah jendela ini agak gelap, sehingga ulah Bambang dan Tomi tak kelihatan.


Terdengar suara ******* dan bunyi ranjang berderit, Bambang sampai tegang bukan main mendengar suara itu.


Tomi juga sama, si banser ini sampai ikutan tegang dan dia dari tadi sangat penasaran. Apa yang dilakukan Ryan di kamar ini.


Tak lama kemudian terdengar suara teriakan lirih, lalu diam. Di saat bersamaan ada bunyi motor mampir di depan rumah ini.


Tiba-tiba jendela terbuka dan Ryan melompat! Ryan tak tahu kalau di bawah jendela ada Tomi dan Bambang, tapi kakinya malah terinjak kepala Tomi.


“Aduuhhhh…!”


“Heiii suara apa ituuu!” bentak seseorang yang baru datang naik motor.


“Meonggg…kucingggg omm…meongg!” Tomi lalu menyusul Ryan dan Bambang yang sudah ambil langkah seribu, dan Tomi dengan terbirit-birit juga kabur.

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2