
Waktu sudah menunjukkan pukul 09:22 pagi. Tapi, nayra belum juga membuka ke dua matanya yang sebam.
Beberapa pesan dan panggilan yang membuat ponsel nayra bergetar tak mampu membuat nayra membuka ke dua matanya.
Fitri mencoba hubungi nayra sedari pagi tapi nayra tak merespon panggilannya.
"Gimana kalo kita ke rumahnya." saran yanti yang sedang berada di rumah fitri.
"Iya juga sih. Ken juga sempat ngabarin aku semalam kalo nayra nangis terus." kata fitri hawatir.
"Kita ke rumah nayra aja. Aku takut nayra kenapa-napa." kata yanti.
"Kita ajak ria ya?" tanya fitri.
"Boleh." sahut yanti.
Fitri menghubungi ria untuk datang menyusul ke rumah nayra untuk memastikan keadaan nayra baik-baik saja.
Fitri tiba bersama yanti di depan rumah nayra. Mereka menekan bel bahkan mengetuk pintu berkali-kali. Tapi, tak ada respon dari sang pemilik rumah.
Ria turun dari taxi lalu menghampiri fitri dan yanti.
"Kalian kenapa masih di sini?" tanya ria.
"Kalo pintunya ke buka kamu juga pasti udah enggak di sini." kata fitri.
"Apa nayra ada di dalam ya?" tanya yanti bingung.
"Tapi ini lampu terasnya nyala." kata ria.
"Coba hubungi kenzo deh. Aku takut nayra kenapa-napa." kata fitri sambil menekan layar ponselnya.
Halo.
Iya halo ken. Ini aku fitri.
Ada apa fit.
Ini aku sama ria, yanti lagi ada di depan rumah nayra. Kita udah pencet bel, ketuk pintu tapi nayra enggak ada respon. Kamu bisa ke sini enggak ken?
Ya udah ke sana. Kalian tunggu bentar ya.
Ya udah buruan ya.
Fitri memutuskan panggilannya. Ria dan yanti langsung melihat fitri dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Kalian kenapa liat aku kaya gitu? Aku cantik ya? tanya fitri dengan pedenya.
"Yeee dasar jomblo. Apa kata kenzo?" tanya yanti.
"Dia mau dateng enggak?" tanya ria.
"Iya tunggu aja paling enggak lama lagi." kata fitri.
"Heran deh perasaan kalo urusan nayra, kenzo pasti gesit banget." kata yanti.
"Ya wajar lah nayra kan sepupunya. Beda kalo gesitnya sama kamu." kata ria.
"Kenapa emang? aku kan sahabatnya nayra." tanya yanti.
__ADS_1
"Berarti dia bucin." sahut ria nyolot.
"Udah udah. Kalian rame banget sih kaya pasar." kata fitri kesal.
Ria dan yanti pun terdiam saling membelakangi dan sibuk sendiri.
Tak berapa lama, yang di tunggu oleh tiga srikandi akhirnya tiba. Kenzo tiba menggunakan mobil dan terburu-buru mendekati pintu rumah nayra lalu membuka kuncinya.
"Kamu kok bisa punya kunci rumah nayra?" tanya fitri.
"Udah deh jangan banyak tanya dulu." kata kenzo buru-buru masuk rumah nayra di susul oleh tiga srikandi.
Pintu kamar nayra terbuka, Kenzo, ria, fitri dan yanti segara masuk membangunkan nayra yang tak sadarkan diri.
"Kita bawa nayra ke rumah sakit." kata kenzo.
Kenzo menggendong nayra masuk ke dalam mobilnya. Ria dan yanti ikut masuk menghimpit nayra agar tetap duduk. Fitri memilih duduk di depan dan kenzo di kursi pengemudi langsung mamacu gas ke rumah sakit untuk menemui dokter nayra.
Mereka tiba di rumah sakit dan membawa nayra ke IGD yang di bantu oleh beberapa perawat.
"Kami akan memeriksa ke adaan pasien. Silahkan tunggu di luar." kata salah satu perawat lalu menutup pintu.
"Kalian tunggu di sini. Aku mau urus administrasinya dulu." kata kenzo.
"Eh, kalian merasa aneh enggak sih? Kenapa setiap nayra sakit ibunya enggak pernah di kabarin?" tanya fitristanyal duduk di antara ria dan yanti.
"Iya juga ya." kata yanti.
"Ibu macam apa yang enggak peduli gitu sama anaknya." kata ria.
"Kasian nayra. Sayangnya dia enggak pernah mau cerita sama kita." kata yanti.
"Apa jangan-jangan ibunya nayra itu bukan ibu kandung?" fikir fitri.
Ponsel yanti bergetar dan segera melihat ponselnya.
"Kenapa yan?" tanya fitri.
"Mama aku suruh balik nih. Penting katanya." jawab yanti.
"Ya udah balik aja kan masih ada aku sama ditri." kata ria.
"Sorry banget ya aku duluan. Salam nanti buat nayra." kata yanti sambil berjalan di lorong rumah sakit.
"Mau kemana?" tanya kenzo saat berpapasan dengan yanti.
"Sorry ya ken aku di suruh balik sama mama aku." jawab yanti.
"Oh iya. Hati-hati ya." kata kenzo lalu berjalan menemui fitri dan ria. "Kalian enggak balik?" tanya kenzo.
"Aku mau balik sih tapi nanti kalo nayra udah keluar." sahut fitri.
"Balik aja kan ada aku yang jagain." kata kenzo.
"Ya udah aku sekalian anterin yanti kalo gitu." kata fitri meninggalkan mereka.
"Bye." kata ria.
Pintu IGD akhirnya terbuka.
__ADS_1
"Gimana dok ke adaan saudara saya?" tanya kenzo.
"Pasien perlu banyak istirahat. Ini adalah salah satu gejala dari penyakitnya. Saya permisi dulu." kata dokter itu lalu pergi.
Nayra di bawa ke ruang rawat dan di ikuti oleh kenzo dan ria.
"Penyakit apa?" tanya ria setelah duduk di samping nayra.
"Ha?" kenzo bingung dengan pertanyaan ria.
"Nayra sakit apa?" tanya ria.
"Kanker otak ri, sudah stadium tiga." jawab kenzo.
"Apa dia enggak mau di obati?" tanya ria.
"Dia belum tau. Aku enggak tau gimana ngomongnya." jawab kenzo.
"Kamu sepupu nayra kan?" tanya ria.
"Iya." jawab kenzo bingung.
"Kenapa kamu enggak hubungi orang tuanya?" tanya ria.
"Maaf ri, aku enggak bisa jawab itu." kata kenzo.
"Kita akan bicara lain kali. Ini udah sore jadi aku harus pulang. Aku ada latihan nanti malam." kata ria.
"Iya hati-hati. Maaf ngerepotin." kata kenzo dan melihat ke pergian ria.
...*****...
Sebuah mobil terparkir rapi di halaman rumah nayra.
"Mana putri kamu?" tanya pak herman.
"Dia lagi enggak ada di rumah. Mungkin keluar sama temannya." jawab ibu yati sambil menyiapkan makanan di atas meja makan.
"Rumah tante rapi ya." kata reyhan yang mengamati ruang tamu.
"Iya terima kasih. Ini semua karna anak tante." kata ibu yati.
Reyhan meraih sebuah boneka beruang kecil yang ada di sofa dan teringat akan sesuatu lalu tersenyum.
"Makanan sudah siap, ayo kita makan." ajak ibu yati pada keluarga herman.
Hanya ada bunyi sendok dan garpu saat makan malam berlangsung. Hingga makan malam selesai, pak herman mulai membuka bicara.
"Rey, novi. Kalau papa menikah dengan tante yati apa kalian keberatan?" tanya pak herman.
"Papa mau nikah?" tanya reyhan.
"Itu tergantung jawaban dari calon ibu sambung kalian." jawab pak herman.
"Saya tidak keberatan kalau kalian setuju." sahut ibu yati.
"Novi setuju kok pa, jadi bisa punya teman di rumah nanti." kata novi.
Pintu rumah terbuka dan nayra masuk dengan santainya. Beberapa pasang mata langsung tertuju pada nayra.
__ADS_1
"Kamu?" kata reyhan saat nayra berbalik melihat ibu yati dan keluarga herman.
Bye : 나디아