
Pria yang masih sangat tampan dan gagah di usia belum genap 40 tahunan memandang wanita yang juga masih cantik di usianya 37 tahunan.
“Jadi apa yang kamu inginkan Della..? Kenapa kamu baru sekarang ini membuka kisah ini?” pria ini menatap lawan bicaranya.
“Aku tak perlu kamu nikahi Radin, karena akupun kini punya calon suami. Tapi hanya perlu pengakuan kamu, kalau Liana yang kini berusia 10 tahun adalah anak kita, darah daging kamu!” wanita yang bernama Della Songko kini menatap wajah Radin.
Radin hanya bisa termenung, dua hari yang lalu Della Songko yang juga pemilik PT Songko Jaya menelpon Radin dan mengajak bertemu secara pribadi.
Tak pernah Radin duga, hubungan mereka dulu bisa berbuah dan menghasilkan seorang anak perempuan yang kini berusia 10 tahunan, seumuran dengan anak nomor 2 nya, Jenny.
“Radin…terus terang saja…usahaku kini bangkrut, semenjak ayah meninggal dunia 3 tahun lalu…perusahaan ini kepayahan dan kini memiliki hutang besar…mungkin sebentar lagi aku harus pindah dari rumah yang selama ini aku tempati, karena di sita bank!”
Radin pun menatap wajah Liana di ponsel Della. Anak ini sepintas mirip Jenny, walaupun lebih banyak ke wajah Della Songko. Namun hidung dan matanya, sangat mirip Jenny, yang juga sama persis dengan dirinya.
“Baiklah Della, aku percaya dengan kamu, tak perlu tes DNA segala…berapa hutang kamu di bank..?”
Radin tidak mau terlalu pusing, dia paham saat ini Della butuh uang untuk melunasi segala hutang-hutangnya.
“Hutangku…50 miliar…tapi, aku tak berniat melunasi hutangku, biar saja semua di sita bank, baik rumah dan juga aset-aset perusahaan. Karena setelah ini, aku akan ke Turki, bersama calon suamiku. Tujuanku kemari adalah…ingin serahkan Liana ke kamu, untuk di pelihara!”
“Whats…Della, aku punya istri…anak-anak juga…bagaimana ini!” kaget bukan main Radin, dia tak bisa membayangkan apa kata Angelina istrinya, kalau Liana tinggal bersama.
“Hmm…kamu jangan lepas tanggung jawab Radin, Liana anak kandung kamu…apa sih susahnya memelihara anak yang sudah berusia 10 tahun?” Della kini mendesak Radin yang terdiam tak bisa bicara lagi.
Radin benar-benar tak menyangka hari ini akan menemui sesuatu yang tak pernah dia imppikan sekalipun.
Dan tak menunggu lama, datanglah seorang gadis cilik cantik yang kini duduk di samping Della Songko.
__ADS_1
“Liana…inilah ayah kandung kamu, mulai sekarang kamu akan tinggal bersama ayah kandungmu.”
“Iya mah…!” Liana kini menatap Radin, lalu gadis cilik ini menunduk lagi.
Radin benar-benar tak berkutik, Della ternyata sudah mempersiapkan semuanya, saat dia bicara dengan wanita ini. Liana tenyata sengaja di tinggalnya di mobil dan kini di chatnya agar datang ke sini, di antar sopirnya.
Della Songko kini bahkan sudah pergi meninggalkan Radin berduaan dengan Liana. Satu tas berisi pakaian gadis cilik ada di dekatnya. Sengaja di tinggalkan Della Songko, karena mulai hari ini Liana akan tinggal dengan Radin.
Radin terdiam memikirkan apa yang akan dia katakan pada Angelina, tentang jatidiri Liana ini.
Kini, barulah Radin menyesali kelakuannya di masalalu, tak dia kira hidupnya yang kini sudah tenang dan bahagia dengan 4 anak bersama istrinya Angelina. Kini timbul masalah baru yang tak di sangka-sangka dari Della Songko.
Radin mengajak gadis kecil bicara, dia tanya sekolahnya dan juga hal-hal ringan lainnya. Setelah itu Radin pun menggandeng Liana untuk di bawa pulang, dia bertekad akan terbuka saja dengan istrinya, apapun resikonya akan di hadapi.
Namun, saat akan masuk ke mobil, Radin melihat ada seorang wanita muda yang di tarik-tarik dua orang lelaki di depan kafe ini.
“Liana kamu masuk mobil, papa akan menolong wanita itu!” Liana mengangguk dan melihat apa yang akan di lakukan papanya saat ini.
Lalu buru-buru menggendong Liana dan memasukannya ke mobil MPV yang sudah menunggu di pinggir jalan.
“Paaaa…!” Liana sempat berteriak saat di dorong ke dalam mobil, Radin berpaling dan kaget bukan kepalang Liana di culik dan kini mobil penculiknya tancap gas.
Radin buru-buru berbalik mengejar dan makin terkejut saat melihat Adon setengah pingsan di depan setiran di mobilnya.
Radin makin marah, karena wanita yang di tarik-tarik dua orang tadi sudah menghilang. “Bangsattt bodohnya aku, ternyata mereka sengaja bikin masalah agar aku lengah, dan mereka membawa Liana!”
Setelah Adon di pijat-pijat dan di beri air minum, kini sopri ini sudah sehat dan Radin minta Adon duduk di sampingnya.
__ADS_1
Radin sengaja tak buru-buru lapor polisi, dia khawatir keselamatan Liana akan terancam. Tapi sambil jalan Radin berpikir keras bagaimana menolong anaknya bersama Della ini.
Sampai di rumah, Angelina menatap aneh wajah suaminya, yang terlihat tegang dan kusut, juga saat melihat wajah Adon yang pucat dan ada bekas pukulan di wajah.
“Pi…ada apa, kenapa wajah Adon begitu dan kenapa papi kayak orang bingung..?” Angelina menatap wajah suaminya ini keheranan.
“Anak-anak mana Mi, apakah sudah berada semua di rumah?’ Radin malah balik bertanya.
“Ada, tuh semua lagi main di taman belakang, si Ryan tadi setelah pulang sekolah izin ke sasana untuk latihan beladiri. Ada apa sih pi..?”
Radin menatap wajah istrinya yang sangat dia cintai ini, rasa bersalah menyergap batinnya. Setelah menghela nafas dan minum air putih yang disediakan istrinya ini, Radin pun mengajak Angelina bicara serius.
Angelina terdiam seribu bahasa, dia tak bisa bicara apa-apa saat Radin mengisahkan soal Liana dan kini sedang di culik.
“Mi…papi benar-benar minta maaf, papi tak menyangka masalalu papi malah jadi begini. Dan lebih tak menyangka lagi, Liana justru di culik. Papi sengaja belum lapor polisi, takut anak itu kenapa-kenapa!”
Tiba-tiba ponsel Radin berbunyi, tanda ada chat masuk. Isinya singkat saja: “Anak anda kami culik, jangan lapor polisi, tunggu intruksi kami selanjutnya!”
Radin memperlihatkan chat itu pada Angelina, istrinya hanya diam tanpa ekspresi, seolah masih marah dengannya.
“Uruslah anak papi itu, mami tak mau ambil pusing!” Angelina pun pergi dari hadapan suaminya, Radin terdiam dan hanya bisa terduduk, bingung dan pusing sendiri. Benar-benar bikin mumets.
Ryan yang baru datang dari latihan beladiri melihat ayahnya yang terlihat duduk termenung di ruangan tengah ini. Remaja ini pun mendekati pelan-pelan.
“Ada apa pah…?” ucapan Ryan mengagetkan ayahnya, pria ini lalu memandang wajah anak sulungnya, yang bak pinang di belah dua dengannya saat muda dulu.
“Ryan…papi mau bicara…!”
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG