Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 54: Diam-diam Dekat Lagi dengan Mantan Istri!


__ADS_3

“Radin…maukah kamu memaafkan aku…?” Stella kini menatap wajah Radin. Radin terdiam, lalu menghela nafas. Dia kemudian meninggalkan Stella yang hanya bisa menghela nafas panjang.


“Hmm…masih sangat egois…keinginannya sulit di bantah, dan sangat pendendam!” batin Stella sambil di giring kembali ke dalam tahanan oleh seorang polwan.


“Baik pa Radin, kalau itu keinginan bapak, silahkan tanda tangani surat pencabutan laporan. Besok pagi Bu Stella akan kami bebaskan!” AKBP Jimi menyodorkan surat pencabutan laporan yang tadi di buat anak buahnya.


Radin juga dipersilahkan bawa kembali 4 tas berisi uangnya. AKBP Jimi tersenyum saat Radin meletakan uang 20.000 dolar amerika di atas meja. Sebagai ungkapan terima kasih.


Paginya…!


Stella kaget saat diberitahu kalau dia dibebaskan dari segala tuduhan, karena Radin Sasmita sudah cabut laporan tadi malam.


Setengah jam kemudian, Stella keluar dari halaman Mabes Polri menuju ke jalan, bermaksud akan mencari taksi.


Dia kaget tiba-tiba ada sebuah mobil SUV mewah mampir di depannya, lebih kaget lagi saat kaca mobil di buka.


“Stella, masuk…!” perintah orang di balik kemudi itu, ternyata Radin lah orangnya, yang menjemputnya sendiri, tanpa soprinya.


Dengan pikiran masih bingung Stella pun mengangguk, dan kini mobil pun meluncur membelah jalanan ibukota yang padat merayap.


“Thanks ya, kamu masih menaruh iba padaku dan cabut laporan…!” Stella memecah kesunyian diantara mereka.


“Stella…benarkah kamu ingin membuka kembali usaha…?”


Stella menoleh ke arah Radin sambil mengangguk. “Kenapa kamu bertanya begitu Radin?”


“Benarkah kamu sudah tak berhubungan dengan si Frans…jawab saja, aku hanya ingin tahu dan minta kejujuran kamu?”


“Iya…setelah tahu hamil dulu, aku memutus kontak dengan si Frans, sambil memelihara kandunganku. Aku juga baru sadar ternyata si Frans sudah memanfaatkan dan menipu aku. Saat itu aku memergokinya menggandeng wanita lain, padahal aku saat itu lagi terpuruk dan hampir saja aku keguguran!”


Stella mengisahkan mereka bertengkar hebat, Frans sempat lakukan kekerasan padanya. Dan menuding Stella telah berselingkuh dan hamil dengan lelaki lain.


Di saat bersamaan, Stella juga harus menerima kenyataan pahit, dia dan Radin bercerai. Usai melahirkan Jenny, masalah mulai datang, ayahnya yang juga seorang menteri di tangkap lembaga anti rasuah.

__ADS_1


Aset-aset usaha banyak yang di sita dan di rampas negara. Di saat itulah diam-diam Frans mulai mencuri uangnya.


“Bukan 25 miliar Radin, tapi hampir 100 miliar…yang 25 itu hanya sisanya, entah kemana laki jahanam itu menghabiskan uangku. Belakangan aku dengar dia habiskan di meja judi dan berfoya-foya dengan ratusan wanita!”


Radin kaget juga, saat Stella meneteskan airmata, mengisahkan kehancuran keluarga mereka. Ditambah lagi saat aset perusahaan satu-satunya yang tersisa di beli Radin habis sahamnya. Hingga makin hancurlah mereka.


Saat tak punya uang itulah, Stella ingat masih ada tabungan 100 miliaran, alangkah syoknya Stella, uang itu ludes di kuras Frans.


“Mungkin ini balasan Tuhan atas kesombongan kami sekeluarga, pada kamu dan keluarga kalian…hingga Tuhan menghukum kami kini!” terdengar serak suara Stella sambil menatap jalanan.


“Stella…kemana aku harus mengantar kamu, apakah ke rumah kamu dulu, atau ke apartemen?” Radin menyela kisah mantan istrinya ini.


“Aku…tak punya apa-apa Radin…rumah dan apartemen semua habis…dan rumah di mana polisi dulu menangkap aku…itulah rumah sewaan...yang akan habis sewanya minggu depan…itulah dulu kenapa aku mengantar Jenny pada kamu dan istri kamu!”


Radin lalu memutar mobilnya dan kini mengarah ke arah Jakarta Barat, menuju sebuah apartemen mewah miliknya, yang sangat jarang ia tempati.


Dan Stella kaget, karena dia tahu dulu awal-awal menikah, mereka sering bercinta di apartemen ini.


“Sudahlah Radin…jangan…aku tak mau istri kamu tahu, dan dia kelak cemburu dan salah paham?”


“Angelina tak tahu apartemen ini Stella…jangan khawatir!”


Stella tak punya pilihan lain, setelah itu Stella makin bingung, saat Radin meminta 2 satpam apartemen mengangkat tas…tas yang berisi uang dolar amerika ke atas apartemen, yang terletak di lantai 12.


“Radin…uang ini…kenapa tak kamu masukan lagi ke bank…?” tanya Stella kebingungan.


Saat kini mereka berduaan di dalam apartemen.


“Ini…buat kamu modal bangun usaha lagi…aku serahkan semuanya buat kamu. Bulan depan, Wijaya Group akan aku kembalikan ke kamu…nanti sahamnya 50 persen milik kamu dan…50 persen milik…Jenny, anak kita. Namun karena dia masih belum dewasa, maka otomatis aku mewakilinya…!”


“Ra-Radin…ka-kamu nggak bercanda kan…?” Stella saking tak percaya sampai melongo.


Radin memegang bahu Stella lalu mengangguk. “Tunggu saja, nanti si Cokro akan bantu semuanya yaa…aku percaya kamu wanita hebat yang akan mampu bangkit lagi, jadikan masalalu pelajaran ya…hati-hati dengan lelaki!”

__ADS_1


Stella langsung memeluk Radin dan berbisik kapok dengan lelaki manapun, kecuali dirinya.


Radin hanya tersenyum dan balas memeluk wanita yang sebenarnya masih dia sayangi ini.


Stella melepaskan pelukan, dan kini matanya yang berair di hapus Radin dengan jarinya.


“Kalau kamu ingin jenguk Jenny, jenguklah kapan pun kamu mau…!”


“Bolehkah Jenny tinggal denganku…?”


Radin terdiam sebentar. “Pelan-pelan saja, biarkan Jenny bersamaku dan Angelina dulu. Kamu mulai sekarang fokus benahi perusahaan ini. Kelak…kalau semuanya sudah lancar, silahkan kamu jemput Jenny!” Stella langsung mengangguk sambil tersenyum, sesuai dengan hatinya saat ini. Jenny lebih aman bersama Radin, ayah kandungnya.


Stella meraih tangan Radin dan mencium lengan kokoh mantan suaminya, yang rajin olahraga ini, sehingga tangan itu keras.


Radin menarik dagu Stella dan mencium bibir itu. Stella sempat kaget dengan perlakuan lembut Radin. Sesaat dia ingat kemesraan mereka dulu, tapi dia segera sadar, ini tak wajar, dia dan Radin bukan lagi suami istri.


“Radin…sudahlah…kasihan Ange…aku kini sangat memuja kamu. Tapi aku tahu diri…!” bisik Stella lembut. Matanya menyiratkan kebahagiaan.


Radin pun kemudin mengangguk, lalu permisi mau ke kantor. Saat Stella ingin menutup pintu apartemen, Radin berpaling. Stella terlihat menggerakan bibirnya.


“Radin…terima kasih…kamu…pria paling baik yang pernah ku kenal!” bisik Stella, Radin tersenyum dan mengangguk lalu berjalan menuju lift.


Radin sengaja menugaskan seseorang untuk memantau Stella, apakah benar bekas istrinya sudah berubah. Ataukah hanya omongan doank.


Dan dua bulan kemudian Radin dapat laporan, Stella benar-benar berubah 100 persen, Wijaya Group di tangan Stella perlahan tapi pasti mulai bangkit lagi.


Dan itu semua berkat Radin jugalah yang sering di mintai Stella petunjuk, sekaligus membantu koneksi ke beberapa investor dalam dan luar negeri.


Dan…ini semua tanpa sepengetahuan Angelina yang kini sedang ngidam anak ke tiga mereka..!


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2