Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 44: Jiwa Fuckboy Radin Bangkit Lagi


__ADS_3

Dengan tatapan sinis dan sedikit pongah, pria tampan perlente ini menatap pria di depannya ini. Berkas di hadapannnya tak sekalipun dia sentuh, cukup di tatapnya sekilas, seakan sudah paham isinya.


“Hmm...jadi perusahaan Wijaya Group ingin kami membeli aset-asetnya, karena hutang-hutangnya jatuh tempo?”


“Betul sekali pa Radin, mengingat hubungan baik dahulu. Kami harap bapak bisa mempertimbangkannya dan memberi kami kabar baik!”


Radin berdiri lalu melonggarkan dasinya. Sambil memandang Cokro dan dua orang anak buahnya yang tadi berdiri di belakangnya.


Radin lalu berpaling dan meletakan kedua tangannya di meja. “Baiklah…aku setuju, tapi ada syaratnya!” Radin menatap pria yang juga orang kepercayaan Langga Wijaya yang juga mantan mertuanya.


Lelaki yang merupakan Presiden Direktut Wijaya Group ini memandang ke Radin. “Tolong sebutkan pa Radin, apa syaratnya?”


“Saya akan beli semua aset Wijaya Group, tapi tak ada satu lembar pun saham Keluarga Langga Wijaya yang tersisa. Saya borong semuanya…tapi saya janji, khusus untuk jajaran manajemen, tetap aku pertahankan. Kecuali yang kinerjanya tak baik, langsung di pecat! Nah itulah keputusan saya, silahkan di pertimbangkan, paling lama 2 jam dari sekarang sudah ada jawabannya, lewat itu bye…selesai tak ada lagi pembicaraan apapun!”


Radin lalu bangkit lagi dan berjalan menuju pintu. Radin menatap Cokro dan dua Dirut Sasmita Group yang juga anak buahnya.


“Cokro…Amir, Joko, bereskan semuanya…aku jalan dulu!”


Tanpa menunggu jawaban siapapun, Radin melenggang kangkung diikuti Megi, Sekretarisnya yang buru-buru menyusul si CEO angkuh ini.


“Pa…pa tunggu!” dengan nafas ngos-ngosan Megi menyusul Radin. Radin pun berhenti dan menunggu Megi.


“Kenapa Megi?”


“Pa, ada tamu yang sejak tadi menunggu bapak!”


“Siapa tamunya?”


“Namanya Bu Della Songko, dari PT Songko Jaya!”


“Hmm…baiklah, aku akan menemuinya, suruh masuk ke ruang kerjaku!” Radin lau berbalik lagi dan tak memperdulikan Megi.


“Ya salamm…ngeri banget punya bos kembali kumat kayak dulu,” batin Megi dan kini dia pun kembali ke ruang kerjanya.  Di sana sudah menunggu seorang wanita cantik, sejak 3,5 jam yang lalu.

__ADS_1


Begitu masuk ke ruang kerja Radin, Della Songko sudah kagum melihat mewah dan luasnya, ruang kerja pria yang dulu pernah kerja dengan perusahaannya.


“Della…tumben ke mari…ada angin apa kamu ke sini?” sapa Radin duluan, kini dia memasang muka ramah pada wanita yang masih cantik ini.


Della langsung berpaling, karena di belakangnya sudah berdiri Radin sambil memegang dua gelas. Satunya langsung di sodorkan padanya.


Makin kagum lagi Della melihat betapa makin tampannya pria ini, dengan baju him, tanpa dasi dan lengan baju di gulung sebatas siku. Dada bidang yang berbulu tipis nampak menyembul dari him yang terbuka kancingnya.


“Hmm…hebat banget kamu Radin, tak kusangka kami makin hebat kini!”


“Berkat kamu juga kan…andai aku tak kenal kamu, mungkin aku masih menjadi Radin, si manajer operasional yang berkutat dengan debu jalanan!”


“Ha-ha…baguslah, kamu masih ingat masa-masa itu…itu artinya kamu tak pernah melupakan perusahaan kecil milikku!”


Tiba-tiba Della kaget bukan main, saat pinggangnya di rangkul Radin. “Tentu saja, aku tak bisa melupakan kamu…!”


Tiba-tiba Radin ******* bibir wanita cantik ini, hingga Della terperanjat dan sesaat sukmanya melayang entah kemana.


“Radin…gila kamu, ini kantor kamu, masa kita akan melakukan di sini!” terdengar suara Della berbisik. Hingga dengus nafasnya yang tak beraturan menerpa wajah Radin.


“Bukankah sejak dulu kami ingin begini, tapi dulu itu aku begitu bodoh menolaknya…!” bisik Radin lagi dan kembali mengecup bibir merah Della.


“Bukan begitu…aku ke sini justru ingin minta tolong ke kamu…setelah itu, barulah kita lanjutkan yang ini!”


Radin tersenyum dan bangkit dari kursi dan mengajak Della yang buru-buru merapikan baju bagian depannya. Lalu ikut pindah ke kursi di depan meja kerja pria ini.


“Oke…kita bicara bisnis, pertolongan apa yang ingin kamu minta dariku?”


“Radin…kami baru saja dapat tender jalan lagi, kali ini di daerah Kalimantan, nilanya 145 miliaran…tapi kami kurang modal…bisa nggak..!” ucapannya terpotong.


Radin berdiri dan duduk di sisi meja kerjanya, persis di samping kiri Della. “Kamu butuh berapa manis..?” Radin menarik dagu Della sambil tersenyum.


“Emm…hanya 50 miliar…!” lagi-lagi Della tak bisa meneruskan kalimatnya, dia kaget sekali saat Radin melepas resliting celananya.

__ADS_1


“Oke…deal…keuntungan 50-50 yaa…tapi bukan 50 miliar aku bantu, tapi 75 miliar…gimana!”


Della hanya diam tak berkutik, apalagi saat wajahnya di tarik pria ini ke celananya yang sudah terbuka tadi.


Ruangan kantor inipun sunyi, hanya terdengar suara-suara lenguhan halus. Megi pun tak berani masuk ke ruangan kerja bos nya ini.


Satu setengah jam kemudian, Megi tersenyum saja saat melihat Della Songko keluar dari ruang kerja Radin, lipstik wanita itu terlihat baru di poles lagi, tapi pakainnya agak lecek sedikit.


Dan yang membuat Megi makin tersenyum, cara jalan Della agak berubah, seakan menahan sesuatu yang menganggal di antara pahanya.


Megi sudah paham apa yang terjadi. Karena dirinya pun…sudah pernah merasaka apa yang di alami Della barusan.


Megi yang sudah bertunangan tak munafik, pesona Radin sangat tak bisa dia tolak.  Saat itu dia akan pulang, Radin yang sedang sendirian di ruang kerjanya memanggil dirinya.


Megi pun masuk, awalnya baik-baik saja, mereka bicara soal jadwal-jadwal kerja Radin yang makin padat.


Tapi saat itu itu Megi kebelet pipis, dan dia lalu izin memakai ruang toilet bosnya ini, Radin mempersilahkan.


Saking buru-burunya, Megi lupa menutup pintu toilet, dan Radin pun tiba-tiba sudah berdiri di pintu tersebut.


Saat Megi akan menaikan roknya, tanpa di duga pria tampan ini memeluknya dari belakang dan menyerbunya dengan ciuman-ciuman penuh gairah.


Megi kaget bukan main, sekretaris cantik ini akhirnya membiarkan sang bos tampan ini mengerjainya di toilet ini dan berlanjut di kursi tamu ruang kerja itu.


Namun, Megi juga bak dapat durian runtuh, setelah kejadian tak di duga-duga itu, bulan depannya gajinya naik 2X lipat dan mobilnya di ganti Radin dengan yang lebih mewah.


Tapi Megi rada aneh, Radin bukan tipikal orang yang setiap saat mau begitu, dia hanya mau kala moodnya baik.


Sehingga Megi bisa bekerja dengan tenang…walaupun kadang merindukan serbuan mendadak dari sang bos ‘angkuhnya’ ini.


*****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2