
“Aku sebenarnya tak ada niat untuk membunuhnya, tapi entah mengapa saat melihat si Ryan, aku jadi ingin membunuh kedua-duanya.” Cetus Alfito.
“Kamu harus hati-hati, karena mobil buat menabrak Ranti sudah ditemukan polisi,” ceplos Dewi, hingga terdengar helaan nafas Alfito yang bilang inilah ke tololan anak buahnya, sehingga jejak mobil akhirnya di ketahui polisi dan para pelakunya mula di buru.
Tangan Ryan sudah bergetar saking marahnya, ingin rasanya dia melabrak Alfito dan Dewi saat ini juga.
Tapi dia masih menahan hatinya dan terus mendengarkan kedua orang ini ngobrol, yang intinya sama-sama kebingungan karena mulai kehabisan uang.
Akhirnya Ryan melongo, karena kedua manusia keblenger ini ingin menghabisi nyawa Rika, adik Alfito sendiri, untuk kuasai harta orang tuanya.
Mereka bahkan mulai berbisik-bisik untuk atur cara membunuh Rika. Ryan benar-benar marah bukan main, sampai segitunya otak Alfito saat ini.
Ryan lalu pergi dari sana dan dia langsung kontak detektive Ujang Kosworo, termasuk mertuanya Irjen Jimi Subowo, dan mereka bertemu di sebuah tempat rahasia.
Ryan pun bongkar tentang pembicaraan Dewi dan Alfito, yang berencana akan habisi Rika, yang notabene adik kandungnya sendiri.
Irjen Jimi Subowo sampai bergetar tangannya, saking marahnya. Tapi sebagai perwira polisi berpangkat Jendral bintang 2, dia berkali-kali menarik nafas menahan emosinya. Lalu ketiga orang ini kemudian mengatur sebuah rencana.
Sebulan kemudian, di sebuah rumah mewah…!
Tante Gea, istri mendiang Komjen Joko terlihat menunggu anak gadisnya Rika, untuk menghadiri sebuah undangan.
“Ayo Rika cepetan, kamu lambat banget sih,” tegur Tante Gea kesel, karena sudah hampir 30 menitan menunggu, Rika belum juga keluar-keluar juga dari kamarnya.
“Iya bentar…!” keluarlah seorang wanita cantik dengan dandanan yang sangat fashionable habis.
“Kamu ini semenjak jadi janda, dandan nggak pernah sebentar,” sungut Tante Gea.
“Ih Mami…Rika kan sengaja, biar cepat dapat suami lagi. Dulu kan mantan suamiku cerai’in aku karena di bilangnya aku nggak cantik lagi!” cetus Rika tak mau kalah.
__ADS_1
“Suka-suka kamulah, mami hanya berharap kalau kelak kamu nikah lagi, nggak cerai-cerai lagi. Kamu itu sudah 2X janda…kenapa sih salah mulu dapat laki!” ceplos Tante Gea jengkel.
Keduanya kini melangkah ke teras, saat akan masuk ke mobil, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor nyolong masuk ke halaman rumah mewah ini.
Kedua penunggang motor ini kenakan helm tertutup, orang yang berada di belakang motor ini mengarahkan sebuah pistol dan dorr…dorr…dua kali tembakan membuat dua anak beranak ini terkapar bersimbah darah, tanpa sempat berteriak lagi di dekat mobil mewahnya.
Si sopir yang tak menyangka dua nyonyah nya di tembak orang tak di kenal, hanya bisa melongo lalu berteriak ketakutan sambil meminta tolong. Kejadian mengerikan ini sangat cepat sekali.
Saat akan kabur dan baru saja keluar dari pintu pagar rumah mewah ini, tiba-tiba sebuah mobil menabrak motor dua penembak ini dan keduanya terjungkal dari motor tersebut. Saat akan merangkak bangun untuk kabut, 7 orang berpakaian preman langsung meringkusnya.
Bahkan keduanya langsung di hadiahi timah panas, tak tanggung-tanggung, kedua kaki mereka di tembus peluru.
Lalu 3 orang lainnya bergegas mendekati Tante Gea dan Rika yang terkapar bersimbah darah. Tak jauh dari tempat ini, ada lagi insiden, saat sebuah mobil MPV ingin kabur namun niatnya di hadang mobil lain.
Lalu terdengar bunyi tembakan, mobil yang ingin kabur tersebut sopir nya melepaskan tembakan. Tapi balasan dari 5 orang yang sengaja menghadang mobil ini, membuat dua orang dalam mobil itu terkulai dan diam tak bergerak.
Begitu 5 orang ini mendekati mobil tersebut, terlihat wajah dua orang penumpangnya, yang ternyata Dewi dan Alfito. Dua orang ini tewas akibat tembakan balasan yang di lesakan 3 orang tadi, ternyata mereka 5 orang polisi yang lagi menyamar.
Kejadian yang sangat menghebohkan ini di ketahui Ryan saat menyaksikan breakingnews di TV. Ryan hanya bisa menghela nafas panjang.
“Berakhir juga riwayat kamu Alfito dan kamu Dewi, kalian benar-benar durhaka, saudara dan ibu kandung sendiri di bunuh, hanya untuk kuasai harta. Benar-benar manusia tamak dan tak punya lagi hati!” gumam Ryan lega.
Dengan tewasnya Dewi dan Alfito yang menjadi tersangka utama pembunuhan Tante Gea dan Rika yang kini koma di rumah sakit.
Terbongkar juga siapa dalang penabrak Ranti, dan pelakunya siapa lagi kalau bukan kedua orang ini. Kasus pun di tutup polisi, karena dalangnya sudah tewas.
Ryan kini plong sudah, terlebih dari hari ke hari Ranti makin sehat. Bahkan kini sudah bisa berjalan-jalan tanpa bantuan tongkat ataupun kursi roda, di taman belakang rumah ortu Ryan yang besar bak Istana.
Tiga setengah tahun kemudian…
__ADS_1
Ryan mendorong pelan-pelan kursi roda, di kursi ini duduk seorang perempuan cantik sambil bergelayut manja. Perutnya terlihat sangat besar, tanda sebentar lagi akan melahirkan.
Ranti sudah sehat 100 persen, bahkan setahun yang lalu, dia sudah bisa melayani Ryan dengan normal sebagai istri seutuhnya. Hasilnya, tiga bulan kemudian Ranti hamil anak pertama mereka.
Kehamilan Ranti ini langsung di sambut gembira Radin dan Angelina, serta Irjen Jimi Subowo dan istrinya Tante Oni Tutiana, yang kadang di panggil Tante Oni kadang Tante Tuti.
Sebelum hamil, Ryan sempat membawa Ranti kembali ke China dan dokter Shia langsung beri tanda Ranti boleh hamil, dan Nyonya Ryan Sasmita ini sudah sembuh 100 persen. Keajaiban Tuhan tercipta lewat tangan dingin dokter ramah ini.
Ranti sangat bersyukur, suaminya ini benar-benar setia dengannya, mau bersabar dan merawatnya hingga bertahun-tahun. Sebelum akhirnya Ranti sembuh dan kini hamil anak pertama mereka.
Pasangan ini makin gembira, saat melihat siapa yang datang berkunjung hari ini. Ternyata Jenny dan suaminya, serta anak mereka yang baru berusia 2,5 tahunan.
Jenny langsung memeluk kakak iparnya dan meminta sang ipar agar jangan sampai kecapekan, apalagi ini anak pertama.
Si gemoy anak Jenny dan Rahman langsung bermanja-manja dengan dengan Ranti. Karena sejak dulu dia sering di jenguk Ranti, dan si gemoy ini selalu panggil Mami Ranti pada tante nya ini.
Dua minggu kemudian, Ranti melahirkan seorang bayi laki-laki, melalui bedah caesar. Kelahiran anak pertama Ryan dan Ranti benar-benar melengkapi kebahagian seluruh keluarga besar Radin dan Angelina, juga Irjen Jimi Subowo dan Tante Oni Tutiana.
Melhat istrinya sangat kecapekan saat hamil, Ryan pun tak tega melihat Ranti hamil lagi. Sehingga keduanya sepakat hanya miliki satu anak.
Kebagiaan ini tak lama, karena kakek Rudi Sasmita berpulang di usia 78 tahunan, saat ultah buyutnya, anak Ryan dan Ranti yang ke 5 tahun. Lalu setahun kemudian istrinya Rina Sasmita juga menyusul suaminya, juga karena usia tua.
Ryan Sasmita akhirnya benar-benar jadi CEO Kanah Group, setelah ayahnya Radin Sasmita memutuskan pensiun di usia 65 tahunan, dan menikmati masa tua dengan istri tercintanya dokter Angelina.
Di usianya yang sudah menginjak 37 tahunan, Ryan Sasmita kadang senyum sendiri melihat masalalunya yang penuh liku. Mulai jadi juara dunia petarung bebas dua sabuk sekaligus! Hingga harus bersabar bertahun-tahun menjaga istri tercintanya, Ranti Sasmita yang sempat sakit keras sampai koma, akibat insiden mengerikan dulu. Dan kini memilik anak tunggal yang makin tampan, Angga Sasmita.
Pembaca yang terhormat, sampai di sini dulu kisah ‘Novel Tirai Kasih yang Terkoyak’ semoga terhibur dan sampai bertemu lagi di lain kisah.
*****
__ADS_1
SELESAI