Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Pendonor


__ADS_3

Nayra tiba di ruangan panitia dengan wajahnya yang kesal.


"Kenapa kamu?" tanya pak arif, pembina osis.


"Bapak enggak liat muka saya lagi kesal?" tanya nayra.


"Iya tau kesalnya kenapa?" kata pak arif.


"Karna bapak sudah tau saya kesal tapi bapak masih tanya." kata nayra lalu keluar dari ruangan panitia.


"Ihh punya murid kok gitu banget ya." kata pak arif.


Nayra keluar dari ruang panitia menyusuri koridor sekolah sambil mengusap ponselnya.


Nayra berjalan menuju ruang guru untuk mengambil beberapa kertas. Tapi baru saja kaki kanannya menaiki anak tananakke lima, kakinya langsung tergelincir dan terguling.


Beberapa siswa yang melihat nayra langsung mendekatinya dan satu orang yang mencari sahabatnya.


"Nanti malam habis pensi kita ngapain?" tanya yanti.


"Tidur." kata dian.


"Ayo mabar." ajak dian.


"Ogah." kata fitri.


"Nonton." kata dian.


"Ogah." sahut kenzo.


"Nonton apa hayooo." kata ria sambil mengarahkan telunjuknya pada dian.


"Upin ipin lah." kata dian.


"TIPU!" sahut adi dan kenzo hampir bersamaan.


"Srikandi!" kata seorang siswa yang berlari mendekati gazebo.


"Kenapa dia?" tanya yanti heran.


"Nayra jatuh." kata siswa tersebut sesampainya di depan gazebo.


Kenzo langsung berdiri dan di ikuti dengan yang lainnya.


"Jatuh dimana?" tanya kenzo.


"Tangga kantor." jawab siswa itu. dan kenzo langsung buru-buru ke sana.


"Ehh ken tunggu!" kata fitri.


"Tungguin oy!" teriak adi.


Nayra tak sadarkan diri dan di bawa ke ruang uks oleh beberapa siswa.


Kenzo masuk ke ruang uks melihat kondisi nayra yang sudah sadarkan diri.


"Ada yang sakit?" tanya kenzo.


"Enggak ada." jawab nayra cuek.


"Pulang aja ya." kata kenzo.


"Males." kata nayra.


"Nayraa." kata ria setelah masuk ke ruang uks dan di ikuti dengan yang lain di belakangnya.


"Ada yang sakit enggak?" tanya fitri.


"Kamu itu ngapain sih nay mainan di tangga, emangnya enggak ada tempat lain?" kata yanti.

__ADS_1


"Kalian berisik banget sih kaya petasan aja." kata adi.


"Bilang aja iri." kata dian.


"Kamu bisa bangun enggak nay?" tanya ria.


Nayra segera bangun dan duduk tapi ia tak bisa menggerakkan kaki kanannya.


"Pulang aja deh." kata kenzo.


"Iya bener pulang aja." kata fitri.


"Kalian itu bisa diem enggak sih?" kata nayra yang kesal mendengar temannya. "Telingaku sampe mau jebol tau." lanjut nayra dan semua orang terdiam sesaat.


...*****...


"Ril kamu mau ngapain sih?" tanya gustin.


"Udah liat aja nanti." kata april.


April menuangkan minyak goreng di tangga bagian tengah lalu mengajak gustin untuk meninggalkan tempat itu.


Beberapa saat kemudian semua siswa heboh karna ada yang jatuh dari tangga.


"Ini rencana kamu?" tanya gustin.


"Iya." jawab april.


"Kalo yang jatuh sampe kenapa-napa gimana?" tanya gustin.


"Ya syukurin." jawab april dengan wajahnya yang santai.


...*****...


"Ini mobil siapa?" tanya nayra.


"Ini mobil siapa?" tanya nayra setelah masuk ke dalam mobil.


"Aku suruh supir aku jemput." jawab kenzo.


"Motor kamu mana?" tanya nayra.


"Yang bener aja kamu pulang mau naik motor." kata kenzo.


"Lagian ngapain pulang sih." kata nayra manyun.


"Pak nanti di dekat mini market berhenti sebentar ya." keta kenzo pada supirnya.


"Baik tuan." jawab supir itu.


Tidak ada satu pun yang memecahkan keheningan di dalam mobil. Setelah beberapa menit mobil pun berhenti di sisi jalan.


"Tunggu di sini sebentar." kata kenzo lalu keluar.


Nayra hanya diam dan acuh melihat ke luar jendela. Samar-samar terlihat seorang laki-laki yang terasa fimiliar di fikiran nayra.


"Kak ramadhan." kata nayra dalam hati dan bergegas keluar dari mobil.


Nayra menghampiri laki-laki yang dilihatnya sedang memasukkan barang di bagasi dan ia berdiri di belakangnya.


"Kak madhan." kata nayra dan laki-laki itu mengacuhkan nayra. "Kak." kata nayra dengan suara yang lebih tinggi.


"Kamu manggil aku?" kata laki-laki itu setelah melihat nayra.


"Kamu ramadhan kan?" tanya nayra dengan suara yang bergetar.


"Ha?" tanya laki-laki itu bingung.


"Kak reyhan!" panggil perempuan yang ada di seberang jalan dan di ikuti oleh pria yang nayra kenal.

__ADS_1


Perempuan dan pria itu menghampiri napriasehingga wajahnya terlihat jelas.


"Om herman." kata nayra saat melihat pria itu.


"Nayra! kamu nayra kan?" tanya pria itu merasa tak percaya saat melihat nayra.


"Iya om." jawab nayra.


"Oh iya rey, masukan ini di bagasi." kata pak herman.


"Rey?" kata nayra bingung melihat pak herman.


"Iya. Ini reyhan anak saya dan ini adiknya namanya novi." jelas pak herman.


"Papa kok kenal?" tanya novi.


"Ini perempuan yang pernah papa ceritain. Nayra yang donorkan darahnya ke reyhan waktu kecelakaan." jawab pak herman.


"Jadi ke celakaan ituu.." nayra tak melanjutkan perkataannya dan melihat reyhan. "Kamu ramadhan kan?" tanya nayra.


"Aku reyhan." jawab reyhan.


"Aku enggak mungkin salah orang. Apa kamu lupa sama aku?" tanya nayra dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Kalian saling kenal?" tanya pak herman bingung.


"Enggak pa, rey enggak kenal." jawab reyhan.


"Nayra." kata kenzo yang tiba-tiba ada di belakang nayra. "Kamu ngapain di sini? Aku kan suruh kamu tunggu di mobil." kata kenzo tapi nayra mengacuhkannya.


"Apa betul kamu enggak kenal sama aku?" tanya nayra menahan air matanya.


"Betul." jawab reyhan.


"Apa kamu yakin?" tanya nayra.


"Sangat yakin." kata reyhan dan masuk ke dalam mobil.


Nayra susah payah menelan ludahnya dan meneteskan air mata dalam satu kedipan.


"Nayra, om enggak tau masalah kamu. Tapi, apa om boleh minta nomer kamu? Siapa tau om bisa bantu." kata pak herman sambil menyodorkan ponselnya.


Nayra meraih ponsel pak herman dan mengetik nomor kontaknya lalu mengembalikan ponsel pria itu.


"Kalo begitu om pamit dulu ya." kata pak herman dan nayra hanya mengangguk.


"Salam kenal dan sampai jumpa." kata novi lalu masuk ke dalam mobil bersama om herman meninggalkan nayra dengan kenzo.


Nayra termenung melihat mobil yang di kemudi pak herman dengan air mata yang tiada henti membasahi pipinya.


"Nay." kata kenzo sambil meraih kepala nayra dan memeluknya.


Seketika tangisan nayra pecah di pelukan kenzo. Isakan tangisnya yang tiada henti memecahkan keheningan selama perjalanan menuju rumahnya.


Kenzo membantu nayra berjalan hingga masuk ke ruang tamu. Kenzo hawatir kalau gejala penyakit nayra akan tiba-tiba kambuh.


Kenzo melihat di tangan nayra sudah muncul beberapa bentolan. Ia bingung harus melakukan apa. Bagaimana caranya agar nayra berhenti menangis.


"Kamu mau nonton tv?" tanya kenzo.


"Cari chanel yang paling sedih." kata nayra yang masih terisak-isak.


Dan kenzo memilih film spongebob tapi berniat untuk menghiburnya tapi nayra tak hentinya menangis.


"Kenapa masih nangis?" tanya kenzo bingung harus melakukan apa lagi.


"Karna patricknya bodoh." jawab nayra lalu menunduk memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya yang sembap.


Bye : 나디아

__ADS_1


__ADS_2