Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
....


__ADS_3

Ria, yanti dan fitri tengah duduk di depan nayra.


Nayra duduk dengan santainya memainkan permainan yang ada di ponselnya.


Ria mengambil ponsel nayra hingga nayra melotot padanya.


"Jelasin." kata ria.


"Apa?" kata nayra mengambil kembali ponselmu.


"Apa yang di bilang april tadi malam itu bener?" tanya yanti.


"Kenapa? pentingkah? bukan urusan kalian." kata nayra.


"Kamu nganggap kita apa? kamu itu sadar enggak sih nay, kamu itu udah berubah." kata fitri.


"Aku belum bisa cerita ke kalian." kata nayra sambil keluar dari kelasnya.


"Sebenarnya aku percaya enggak percaya sama yang di bilang april tadi malam." kata yanti.


"Ya emang sih nayra dekat sama dian tapi apa iya nayra dekat karna punya alasan?" kata ria.


"Kita harus punya waktu yang tepat buat introgasi nayra, pasti nayra punya masalah sampai bikin nayra berubah gini." kata fitri.


"Kita harus tau kebenarannya." kata yanti.


"Hem bener tu." kata ria.


...*****...



Dian menunggu nayra di suatu tempat yang tidak terlalu ramai.


"Ngapain suruh aku kesini?" kata nayra sambil menghampiri dian.


"Aku mau nanya sesuatu sama kamu." kata dian.

__ADS_1


"Ya apa?" kata nayra.


"Kamu punya masalah apa sama april?" tanya dian.


"Kalo kamu panggil aku cuma buat bahas ini, aku belum bisa cerita sama kamu dan yang lain." nayra berbalik dan pergi meninggalkan dian.


Dian mengusap ponselnya dan mengirim pesan grup whatsapp.


Dian.


"Gagal."


Yanti.


"Sudah ku duga."


Ria.


"Ngumpul di rumahku, kita fikirkan cara lain."


...*****...


Nayra membuka pintu dan berlalu ke kamarnya.


"Nay,," sapa mama nayra saat melihat nayra dan menyusul ke kamarnya.


"Mama tumben masih di rumah." kata nayra setelah duduk di sebuah kursi dan memainkan layar ponselnya.


"Iya ini mama mau berangkat, lain kali kita makan bareng ya." kata mama nayra.


"Mama ngapain sih suruh aku makan malam bareng?" nayra memanyunkan bibirnya saat tau maksud perkataan mamanya.


"Udah pokoknya kamu ikut aja ya." kata mama nayra.


"Terserah." jawab nayra dan beranjak untuk mandi meninggalka mamanya.


...*****...

__ADS_1


Nayra berpura-pura tidur di bangkunya.


April melirik ke arah nayra dan tersenyum sinis lalu menghampirinya.


"Nay, tugas sejarah udah selesai belum?" tanya april.


"Blum." kata nayra tanpa mengangkat kepalanya.


"Enggak usah ngibul, mau rahasiamu aku bocorin?" bisik april di telinga nayra.


Nayra langsung bangkit dari duduknya mandorong tubuh april dan menarik kerah bajunya.


Semua orang yang ada di sekitar mereka langsung memperhatikan nayra.


"Apa kamu fikir aku enggak tau tentang kamu?" kata nayra. "Cewek murahan." kata nayra dengan suara lebih pelan lalu melepaskan april.


Nayra keluar kelasnya dan pergi ke belakang gedung perpustakaan.


Nayra berjongkok dan menangis di tempat itu.


"Hey, ngapain di situ?" tanya kenzo yang melihat nayra dari jendela perpustakaan.


Nayra tak menjawab kenzo dan menghapus air matanya lalu berdiri.


Nayra ingin pergi tapi dua orang pria tiba-tiba berjalan ke arahnya.


Kenzo menarik tangan nayra dan memeluknya.


Mata nayra terbelalak.


Kenzo menyembunyikan wajah nayra di dada bidangnya.


"Wahh,, apa-apan mereka ini, bermesraan di sekolah." kata siswa yang lewat di belakang nayra.


Nayra berdiri tegak menatap kenzo dengan matanya yang sebam.


"Apa maksud kamu?" tanya nayra.

__ADS_1


"Jangan sembunyikan sesuatu dari aku nay." kata kenzo. "Kamu bisa nutupi masalahmu ke yang lain tapi tolong cerita sama aku." lanjut kenzo.


Nayra mengerutkan keningnya dengan heran tak mengerti maksud kenzo.


__ADS_2