
“Ryan, ayolah kita ke rumah Ranti, kita kan sahabatnya yang paling dekat sejak kelas 7 di SMP. Masa kamu ogah-ogahan gitu?” Bambang membujuk sahabatnya ini.
Hari ini Minggu, Ranti sengaja undang 3 sahabatnya datang, untuk hadiri acara selamatan. Sebab besok Ranti dan keluarga akan boyongan ke Kalimantan, karena ayahnya akan menjabat Wakapolda Kalimantan Selatan.
“Dyeehh wecee…bokap Ranti kan selamatan mau ke Kalimantan, dia udah bela-belain ngundang kita…!” Tomi juga ikut membujuk Ryan.
“Hmm…baiklah, taruh motor kalian di garasi, kita pakai mobilku saja!”
“Asekk mobil apaan nihh…?”
“Mobil terbang banserr…nanya ajee loh!” sela Bambang nyolot, hingga Tomi langsung nunggingkan pantatnya.
Dan melototlah kedua sahabatnya ini, saat Ryan mengeluarkan mobil hadiah ultah dari papanya ketka dia berusia 17 tahun yang lalu.
Mobil bermerek Bugat** Divo berharga hampir 85 miliaran ini kini nangkring di depan dua remaja ini.
Mata Tomi dan Bambang melotot, karena di Indonesia hanya bisa di hitung dengan jari mobil jenis begini ada di negara ini.
“Ladalahhhh…mimpi apa eike semalam, hari ini bisa naik mobil keren dan mehong ini nekkkk!” Tomi tiada henti-hentinya berdecak kagum dan berselfong ria sepuasnya, saat mobil mehong ini mulai membelah jalanan ibukota.
Bambang beda lagi, remaja ini tegang bukan main, saat Ryan mulai meliuk-liuk di jalan raya, membawa mobil mahalnya ini.
“Ryan, jangan bawa mobil kayak punya nyawa rangkap deh, gue masih muda kelesss, belum pernah nikah. Kawin sih udah..!” Bambang sampai kencangkan sabuk pengaman, saking tegangnya.
“Dasarrr ye ini, badan ajee gede, naik mobil kencang takut, liat dong eike!” Tomi malah olok sahabatnya ini.
Ryan santai saja dan terus membawa mobil mahal ini, dia sudah biasa latihan di sirkuit, sehingag membawa kencang dan meliuk-liuk bukan hala yang aneh lagi.
Kini mobil mewah ini terpaksa berhenti tepat di lampu merah.
Pas di sebelah kiri mobil Ryan, ada mobil SUV yang ternyata berisi 3 wanita abege, melihat mobil mewah begini, mereka kompak membuka kaca mobil.
“Heii pemilik mobil mehongg, buka dong kacanya…!” teriak ketiga abege centil ini.
__ADS_1
Bambang pun membuka. “Heii cewekkk…kenalkan gue Bambang, nih di samping gua sopir pribadi!” sahut Bambang spontan, hingga Ryan melotot di sebut sopri nya, lalu Tomi sekonyong-konyong ikut keluarkan kepalanya.
“Heiii racun dunia, nggak usah di tanggapin ye…dia udah buntingan dua gadis!” Bambang langsung mendorong wajah Tomi, hingga ke 3 gadis centil terbahak-bahak melihat kelakuan kedua orang ini.
Begitu lampu menyala hijau, Ryan langsung tancap gas dan brrmmmm…mobil super car mewah ini hilang dalam sekejap mata, meninggalkan 3 abege centil yang kecewa berat.
Rumah ortu Ranti kini terlihat lumayan rame, namun saat mobil Ryan datang, semua mata melotot melihat kemewahan mobil ini, bahkan satpam di rumah Ranti langsung sibuk dan membuka jalan agar mobil mewah dapat parkir khusus.
Ortu Ranti, Kombes Jimi dan Tante Oni sampai heran melihat mobil siapa yang sangat mewah ini, hingga bikin dua satpam mereka sibuk.
“Itu siapa pah..?” Tante Oni berbisik pada suaminya.
“Hmm..nggak tau, mungkin teman Ranti kale Mom!” sahut Kombes Jimi, sambil menerima uluran tangan beberapa tamu yang terus berdatangan. Kombes Jimi dan istri menerima di teras depan. Acara selamatan berlangsung di halaman samping dan di pasangi tenda.
“Ranti, siapa sih yang pakai mobil itu?” Tante Oni yang penasaran. Ranti hanya angkat bahu, tapi setelahnya Ranti langsung berlari kecil menyongsong, saat pintu terbuka dan yang duluan keluar Bambang, lalu Tomi dan terakhir…Ryan!
Setelah berpelukan dengan Bambang dan Tomi, Ranti terlihat kikuk untuk memeluk Ryan.
Ryan mengembangkan tangan dan Ranti akhirnya memeluk Ryan, dan saat itu ada seorang pemuda tampan berambut, cepak yang menatap dengan pandangan cimbikirrr.
“Pah…si Ryan ternyata..?” bisik Tante Oni, Kombes Jimi juga ikut melihat.
“Udah telat kali Mom, si Ranti akan segera bertunangan dengan si Alfito, anaknya Komjen Joko.”
“Bisa di batalin nggak pah,” lagi-lagi Tante Oni berbisik.
“Hussh…jangan bikin malu Mom, kan momi yang minta pertunangan itu dulu. Jangan bikin papa malu di depan Komjen Joko, sang Wakapolri!” sungut Kombes Jimi.
“Iya sihh…hadeuhh…!” keluh Tante Oni kecewa berat. Nasi sudah jadi bubur, kedatangan Ryan dengan mobil mewahnya sudah bikin Tante Oni gamang.
Ryan hari ini seolah jadi bintang, padahal bintang itu awalnya adalah Alfito, anak Wakapolri yang akan di umumkan bertunangan dengan Ranti.
Setelah berpelukan dengan Ryan, tiba-tiba Alfito mendekat.
__ADS_1
“Kenalkan, saya Alfito…calon tunangan Ranti!” Alfito mengenggam erat tangan Ryan, lalu mencueki Bambang dan Tomi, langsung menarik tangan Ranti mendatangi Kombes Jimi dan Tante Oni.
“Cuihhh…gayanya, songong amirrr, kita ini dianggapnya jongos kalee yaaa…!” sungut Tomi.
“Sudahlah, yukss kita cari tempat duduk.” Ryan menengahi dan membawa kedua sahabatnya masuk ke tempat acara dan kini mereka pun dapat meja bundar.
Banyak para gadis cantik yang terus menatap ‘si Opa Korea’ ini, apalagi saat tahu tunggangan yang dibawanya.
Ryan seolah bintang yang paling bersinar di acara Kombes Jimi dan Tante Oni. Tak lama kemudian semua tamu undangan makin terkagum-kagum saat melihat dua tamu yang datang, dengan mobil mewah dan 4 pengawal.
Yang lelaki tampan dan matang, di sampingnya seorang wanita cantik jelita dengan tubuh semampai, dengan dres yang sangat elegan.
Semua tamu sudah menaksir kalau pakaian wanita jelita ini pastinya puluhan jite bahkan bisa saja mendekati tus-tusan jite.
Siapa lagi kalau bukan Radin Sasmita dan dokter Angelina Braja Sasmita, kedua orang tua Ryan. Kombes Jimi menyambut bersama Komjen Joko dan istrinya, orang tua Alfito.
“Ryan, bokap dan nyokap ye ternyata ikutan datang!” bisik Tomi. Saat itulah Angelina melambai pada Ryan dan menyuruhnya mendekat.
Ryan pun berdiri dan mendekati kedua orang tuanya, di tatap semua orang, tak terkecuali Kombes Jimi, Tante One dan Komjen Joko bersama istrinya.
“Ini Ryan anak sulung kami,” Angelina mengenalkan pada kedua pejabat kepolisian ini, Tante Oni berbinar-binar menatap Ryan, sampai Kombes Jimi menowel lengan istrinya.
Istri Komjen Joko terlihat berbinar-benar menatap Ryan dan kedua orangnya.
“Duehh…kenapa sih Rika anak kita, adiknya Alfito nggak ikut ke sini ya pi. Coba kalau ikut kan bisa dikenalkan dengan Ryan ini,” Tante Gea istri Komjen Joko terlihat kecentilan melihat wajah ganteng Ryan, apakagi saat tahu siapa ortu remaja ganteng ini.
Tante Oni sampai berdehem-dehem…!
Ryan malah menatap Ranti dan terlihat Alfito kaget di tinggalkan begitu saja oleh Ranti, yang mendekat ke arah Ryan dan Ortunya. Angelina sampai menatap tajam kelakuan Ryan ini.
*****
BERSAMBUNG
__ADS_1