Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 57: Akhirnya Kepergok Juga


__ADS_3

Angelina aseek memilah-milah baju bayi di sebuah butik mewah di mal, di temani seorang ART nya. Wanita jelita ini jalan perlahan, mengingat perutnya yang makin besar di usia kandungan yang sudah jalan 9 bulanan lebih.


Tinggal menunggu hari-hari saja lagi untuk melahirkan. Sebagai seorang dokter dan sudah dua kali melahirkan secara normal, Angelina berharap melahirkan yang ke 3 ini kembali normal.


Sehingga dia sengaja bergerak aktif, agar proses melahirkan makin lancar. Saat itulah, tanpa sengaja matanya melihat Radin sedang berjalan santai di mal itu dengan…Stella.


Angelina tak emosi dan langsung melabrak suaminya, dia meminta ART nya membayar pakaian bayi yang tadi dia pilih tadi. Lalu diam-diam Angelina mengikuti kemana Radin dan Stella berjalan.


Keduanya ternyata masuk ke sebuah restoran dan agaknya akan makan siang di sana. Radin dan Stella yang tak sadar kalau aksi keduanya di pergoki Angelina, kini memesan makanan dan tak lama kemudian makan dengan santai berdua.


Saat itulah Radin menatap wajah Stella, pria tampan ini melongo…melihat istrinya yang hamil tua sudah berdiri di belakang Stella.


“Ada apa Bang, kok kayak kaget begitu?” tanya Stella heran sendiri, hingga berhenti menyuap nasinya.


“Itu...istriku…Ange…!” sahut Radin tergagap.


“Di mana…katamu sedang istirahat di rumah, karena menunggu saat-saat melahirkan?” Stella yang masih kurang paham balik bertanya.


“Ange Ma-mii…sa-sama siapa kamu ke mal ini…!” Radin tak menggubris ucapan Stella, hingga wanita cantik ini refleks menoleh ke belakang.


“Ha-haii…Ange…!” sapa Stella yang ikutan kaget, tak menyangka istri mantan suaminya ini justru berada di belakangnya.


“Hmm…teruskan saja…aku mau melanjutkan belanja-belanja baju anak ketiga kami!” sahut Ange dingin. Tapi bagi Radin sangat ‘menakutkan’.


Angelina lalu berbalik dan keluar dari restoran ini, Radin buru-buru minta maaf dengan Stella dan mengejar Angelina.


“Ange...Mami…maafkan papi, tolong jangan salah paham…kami hanya kebetulan bertemu di sini dan Stella ajak makan siang bersama!” Radin berusaha memegang tangan istrinya, tapi Angelina langsung mengibaskannya, dia berjalan menuju ke butik pakaian bayi tadi.


“Ternyata benar isu selama ini, papi mau rujuk dengan mantan istri papi itu. Baiklah…tak apa, kalau memang papi lebih memilih Stella, mami akan mengalah!” sentak Angelina, matanya terlihat memerah.


“Mami…Ange..tolonglah jangan salah paham, tak ada niat papi untuk rujuk dengan Stella, hubungan kami sudah seperti saudara…tolonglah jangan salah paham!” Radin berusaha membujuk istrinya ini.

__ADS_1


“Ahhh sudahlah minggir, kembali papi sana datangi Stella, mami mau pulang!” Angelina mendorong tubuh Radin, tapi Radin tetap berusaha membujuk istrinya yang ngambek berat ini.


Saat Stella akan bangkit dari kursinya dengan hati tak karuan. Wajah wanita cantik ini kaget bukan main, saat melihat di depannya duduk di bekas Radin tadi seorang pria, yang langsung membuatnya kaget sekaligus marah.


“Hmmm kamu Frans!”


“Stella…wow...kamu makin cantik sekarang…!”puji Frans sambil tersenyum tengil dan licik.


“Kupikir penjara akan membuatmu sadar…tapi melihat gaya mu saat ini, agaknya anggapanku salah,” sahut Stella tenang.


“Hemmm…agaknya kamu sekarang makin tajir Stella, apakah kamu berhasil memikat mantan suami kamu itu, hingga kamu di bantunya?”


“Bukan urusan kamu Frans, emanknya kamu siapa mau tahu urusan aku!” sentak Stella mulai jengkel.


Trangg…meja langsung berbunyi keras, saat Frans menggebrak meja, hingga mengagetkan semua orang di sana. “Jangan belagu kamu Stella, ingat aku pernah di penjara gara-gara kamu!” bentak Frans dengan marah.


Stella tak mau kalah, diapun berdiri dan menunjuk wajah Frans. “Dasar lelaki pengerat, sudah menipuku bertahun-tahun, berani lagi membentak aku. Menyesal aku sekarang, belang kamu terbuka kini, pergi kamu dari sini, muak aku melihat wajah bangsat kamu itu!” bentak Stella tak mau kalah.


Frans langsung emosi, tapi tiba-tiba tangannya yang akan menampar wajah Stella tertahan.


“Siapa kamu bangsat, ikutan campur urusan pribadiku!” bentak Frans.


“Aku bukan siapa-siapa wanita ini, tapi anaknya dan anaku berteman baik. Baiklah, kalau kamu ingin selesaikan secara laki-laki, kita cari tempat sepi, aku dengan senang hati duel dengan kamu!” tantang lelaki kini sambil menatap tajam wajah Frans.


Frans kaget dengan tantangan pria tak di kenalnya ini, tubuh pria ini tegap, badannya tinggi, Frans yang aslinya pengecut keder sendiri.


“Awas kamu!”


“Nggak usah main ancam bung, namaku Rohmano, kamu cari saja aku di tempat kerjaku, kapan pun kamu mau. Aku tak bakal mundur sedikitpun,” Rohmano lalu mendorong bahu Frans, hingga pria pengecut ini kaget dan akhirnya ngeloyor pergi.


“Terima kasih Rohmano,” Stella tersenyum menatap pria yang selalu senyum simpatik ini.

__ADS_1


“Kamu tak apa Stella, maaf ya, jadi ikut campur urusan pribadi kalian. Aku paling tak tega melihat seorang wanita di intimidasi seorang pria pengecut seperti tadi!”


Keduanya kini ngobrol santai, layaknya sahabat dekat. Rohmano saat itu lagi makan di tempat yang sama dengan rekan kerjanya.


Dia sebelumnya tak melihat, saat Stella dan Radin masuk dan makan di sini, lalu di pergoki Angelina.


Ketika selesai makan dan bermaksud pulang, Rohmano kaget saat melihat Stella berdebat dengan Frans. Dia pun turun tangan saat melihat pria ini ingin menampar Stella.


Di tempat lain, Radin masih berusaha membujuk Angelina, perdebatan keduanya sampai di depan butik ini.


“Kenapa papi masih di sini, sono cepat datangin mantan istri papi,” Angelina yang masih kesal dengan suaminya terus mengibaskan tangannya yang mau di pegang Radin.


ART mereka yang melihat tuan dan nyonyah besarnya ini terus berdebat tak berani mendekat.


“Aduhh….duhh..perutku sakit…!” Angelina tiba-tiba memegang perutnya, Radin sigap menahan tubuh istrinya.


“Mami…kenapa, apakah akan melahirkan!” tanya Radin agak panik, kali ini Angelina tak berani mengibas tangan suaminya, karena perutnya melilit sakit.


“Iya pi…cepat bawa aku ke rumah sakit atau klinik, agaknya bayi kita mau keluar, ketubannya sudah mulai pecah!”


Radin yang kaget tanpa pikir panjang mengangkat tubuh besar istrinya, Radin seakan memiliki tenaga ekstra. Padahal sejak hamil, tubuh Angelina melonjak hampir 7 kilo dari berat idealnya.


Setengah berlari Radin membawa istrinya keluar dari mal lalu bertanya pada seorang satpam di mana klinik terdekat di mal ini, sekuriti itu lalu mengawal dan menunjukannya.


Saat itulah Stella dan Rohmano ikutan kaget menatap dari kejauhan Radin yang tengah menggendong istrinya di kawal sekuriti mal itu.


“Bukankah itu Radin…dan istrinya…kenapa di gendong?” gumam Rohmano.


“Kayaknya istrinya mau melahirkan,” sahut Stella sambil menatap pasangan itu.


Rohmano melirik wajah cantik Stella ini dengan berbagai perasaan…tapi sejak hari ini, simpati pria tampan mantan tunangan Angelina ini mulai timbul diam-diam pada Stella…!

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2