Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 80: Kenakalan yang Makin Menjadi


__ADS_3

Berangkatlah ketujuh orang ini menuju ke Desa Bandungan, untuk saksikan hiburan musik dangdutan yang ada penyindennya.


Ternyata apa yang dikatakan Kades Imron benar adanya, pertunjukan ini sangat ramai makin malam makin banyak saja warga yang berjubel menyaksikan acara hiburan ini, dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI.


Disediakan panggung setinggi 1 meteran, dengan musik Ortug dan gendang, plus satu guitar. Lalu di di depan panggung sengaja di kosongkan, buat para penonton nanti berjoget sambil nyawer para pesinden cantik, yang sengaja Kades Imron undang.


Di samping kanan panggung disediakan kursi buat pa Kades dan tamu undangan penting lainnnya.


Juga sekitar 10 pesinden dengan tampilan yang bikin Bambang, Anwar dan Budi juga Tomi sudah bergerak kalamenjingnya.


“Gileee coii…seksoiii abisss..!” bisik Bambang ke Ryan, sekaligus bilang kenapa si Amanda dan Dewi sampai ikutan, sehingga mereka agak susah mau ikut nyawer.


“Kamu bawa uangkan,” bisik Bambang lagi.


“Ada…buat apa sih?” Ryan sengaja dikit kaget, dengar bisikan Bambang.


“Ihh polosnya ni anak, buat nyawer lah!” bisik Bambang lagi gemas, karena Ryan sengaja pura-pura blo’on.


Amanda dan Dewi melotot saat Ryan mengeluarkan uang 1 bebat, pecahan 50 ribuan, yang diambil Bambang, Budi dan Anwar, termasuk Tomi. Mereka awalnya heran, buat apa uang segitu, setelah tahu, barulah keduanya kheki.


“Awas yaa kalau genit-genit, putus kita sebagai kekasih.” ancam Dewi, hingga Bambang nyengir saja.


“Kalau kamu ikutan nyawer ke para pesinden, aku ikutan juga joget yaaa,” bisik Amanda ke Ryan. Tapi Ryan balas berbisik, hingga Amanda langsung mencubit perut Ryan.


“Akika bilang juga apee, ngapain sih elo bawa si Dewi, nyahoo nggak loee!” olok Tomi dan kini bersiap maju, setelah 3 pesinden berkebaya ketat dan menonjolkan body masing-masing mulai bersiap.


“Ahh elo, tampilan ngondek, tapi masih doyan cewek!” Bambang tak mau kalah mengejek.


“Akika kan cuman gaya doang klemer-klemer nekk…aslinya jentonggg. Sorry ya, akika nggak doyan cowok, masih normal cyinnnn!” Tomi tak mau kalah, hingga Ryan mendorong ke duanya maju ke area joget.


Karena pesinden sudah mulai lenggang lenggok mengiringi lagu dangdut koplo, dari ortug dan gendang yang menghentak.

__ADS_1


Budi dan Anwar pun di dorong Ryan, karena kini sudah pegang duit masing-masing 1 jutan, hanya Bambang yang 2 jutaan.


Dan heboh sambil ngakak-lah penonton, saat melihat ke 3 remaja ini berebutan joget dengan 3 pesinden ini. Berebutan memilih yang paling seksoiii dan paling cantik.


Mata Dewi selalu melotot saat melihat Bambang mulai genit-genit, Dewi yang panas lalu minta duit ke Ryan dan dia ikutan joget. Dewi malah ikutan nyawer, hingga makin rame lah penonton bertepuk tangan.


Melihat ada cewek yang ikutan joget, Kades Imron tak mau kalah. Dia pun ikutan gabung dan dia menarik Dewi joget-joget, sambil menyawer Dewi, khekinya Bambang melihat ini.


Dewi malah joget bak sedang berada di diskotek, gayanya sensuil abisss. Kades Imrom sampai melongo melihat gaya Dewi yang ‘aneh’ ini.


“Manda, kamu lihat nggak siapa yang di ujung kiri panggung,” bisik Ryan ke Amanda.


“Hahh…itu kan pa Burhan, kok ke sini juga…?” Amanda langsung menatap ‘guru killer’ mereka yang terlindung dengan kepala para penonton lain yang berjubel, menyaksikan kemeriahan acara ini.


“Ahhh…pa Burhan kan pura-pura alim ajaahh, lihat dehh kalau nggak ada 4 orang teman kita itu. Pasti udah gatal pingin joget dengan para pesinden,” bisik Ryan lagi. Amanda tertawa kecil sambi mengangguk.


Penonton kini makin heboh dan makin hebat ketawanya, saat Bambang tiba-tiba menarik istri kedua si Kades, si Leni untuk ikutan berjoget ria.


Kedua remaja yang ‘biasa’ ke diskotek ini akhirnya bak berlomba pamerkan gaya joget yang tak biasa di mata warga Desa Bandungan.


Amanda kaget saat Ryan mengajaknya pergi dari sana. “Kita mau kemana sih…?” Amanda pura-pura tak paham, kemana si ganteng ini ngajaknya pergi.


Saat Ryan mengajaknya ke sebuah villa yang ada penjaganya, Amanda tertawa kecil, dia paham pasti si Ryan yang sedang puber-pubernya ini, masih penasaran dengan ulah mereka yang nekat di dalam bus 3 harian yang lalu.


“Kamu bawa pengaman kan, aku nggak mau jebol!” bisik Amanda sambil memeluk Ryan, setelah kini mereka berada di kamar villa ini.


“Tenangg…aman kok!” bisik Ryan.


Di saat Dewi, Bambang, Budi, Anwar dan Tomi aseek berjoget, di tempat lain Ryan dan Amanda juga aseeek berjoget berduaan sepuasnya di sebuah kamar villa di Bandungan ini.


Ryan sudah tahu, kalau di Bandungan ini terkenal sebagai wilayah abu-abu, dengan banyak villa jam-jaman yang bebas beroperasi.

__ADS_1


Inilah kenakalan remaja ini, mereka benar-benar bablas dan tak memikirkan resikonya. Walaupun Ryan rada kecewa, karena Amanda sudah tak gadis lagi, tapi dia akhirnya tak memikirkan itu.


Ryan sudah menjelma menjadi ‘Radin Sasmita’ muda, ayah kandungnya. Gayanya yang nekat, dan tak peduli resikonya benar-benar tak bisa di rem lagi.


Padahal kedua orangtuanya sering menasehati si tampan ini, agar berhati-hati bergaul. Namun semenjak di ‘ajari’ Meni bagaimana menyenangkan hati wanita, nasehat Angelina dan Radin Sasmita, masuk kiri keluar kanan.


Jelang tengah malam, mereka semua kembali ke perkemahan, Ryan sangat nyenyak tidur, bahkan sampai terdengar ngorok halus.


Bambang, Anwar, Budi dan Tomi sampai saling pandang! Aneh kenapa Ryan yang tak ikut joget malah seperti paling kelelahan di bandingkan mereka ber-empat.


Di tenda lain, Dewi juga aneh melihat Amanda juga ngorok halus dan tidur sangat nyenyak di tenda mereka.


“Hmm…ngilang kemana tadi si Amanda dan Ryan.” pikir Dewi, yang iseng lalu membuka dikit pakaian di bagian dada sahabat dekatnya ini.


“Idihhh….ada cap tawon di dekat gunung, berapa ronde dua orang ini berlayar tadi ya,” batin Dewi senyum-senyum sendiri dan akhirnya ketiduran di samping Amanda, hingga pagi menjelang.


Acara kemping ini pun berakhir juga pas hari ke 4, dan mereka kini bersiap-siap pulang kembali ke Jakarta.


Banyak kenangan dan cerita lucu bagi ke 5 sahabat ini dekat, Budi dan Anwar kini sudah jadi Cs Ryan, Bambang dan Tomi.


Dan keduanya juga punya hobby yang sama, main musik!


Budi jago main piano dan Anwar lead guitar. Sehingga Ryan tak susah lagi nyari pengganti Ranti di group band mereka ‘The Mita’.


Ryan lalu makin intensif berlatih dengan ke 4 cs nya, mereka berencana mau keluarkan singel baru.


Hubungan Ryan dan Amanda juga terus terjalin, tapi Ryan memang jadi petualang yang menganggap Amanda hanya seorang ‘pacar’ bukan kekasih serius.


Karena diam-diam, dia mulai sering chat-chatan dengan penyanyi muda berbakat yang sedang naik daun…Aura Minanti.


*****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2