
Amanda kini seolah memproklamirkan diri, kalau dia adalah ‘kekasih’ Ryan, padahal Ryan tidak pernah mengatakan cinta padanya.
Suatu hari saat jam istirahat, Ryan seperti biasa kumpul dengan Bambang dan Tomi. “Tomi, Ranti mana?” Ryan mencari satu sahabat dekatnya, yang tak terlihat dari tadi. Walaupun sama-sama IPA, mereka beda kelas dengan Ranti.
“Dyehhh…kok nanyain eike sihh…emank eike ortunya, rumpi dyeh ahh!”
“Dasar lo banserr! Tadi ku lihat di kantin sono Ryan, ngga tau nihh si Ranti sekarang aneh yaa…kayak menghindar gitu ama kita-kita!”
“Maklumlah cyinnn, hati betina selembut salju seputih tepung…kalau lagi cimbikirrr, maunya menyendiri ajee!”
“Husss…ngomong sembarangan aja kamu nihhh!” sentak Bambang, hingga si ngondek ini mencebi.
Ryan lalu berjalan dan menuju ke kantin lainnya. Di salah satu sudut kantin, dia melihat Ranti sedang duduk menyendiri.
“Ranti…kok menyendiri, kenapa nggak gabung lagi seperti biasa…?”
“Ryan…ahh nggak, aku hanya pingin sendiri ajahhh!”
“Aku ada salah yaa…kamu juga kemarin pas latihan nge-band nggak datang. Kenapa sih, sakit yaa…?”
“Ke-kemarin…aku nemani ibuku ke kondangan sepupu…maaf yaa, nanti aku akan datang lagi kok pas latihan berikutnya!” agak gugup juga Ranti.
“Ayoo kita ke kantin sono!” ajak Ryan. “Kalian saja, aku mau di sini ajah!” tolak Ranti.
“Hmm..gitu yaa…ya udah aku di sini juga yaa, nemani kamu.” Ryan lalu pesan minuman dan bertahan dihadapan Ranti.
Ranti tak bisa melarang si ‘opa korea’ ini duduk di depannya, dia hanya senyum saja, dan hatinya tiba-tiba saja berbunga-bunga. Namun, itu hanya sesaat.
“Duehhh di sini tuhh si gantengggg…!” tiba-tiba Boni datang, diikuti Dewi dan…Amanda.
Amanda langsung duduk di dekat Ryan. “Ryan, kamu kemana aja sih, tadi aku ke kantin sono, kata si Bambang dan Tomi, kamu ada di sini!” ceplos Amanda sambil bergelayut manja.
__ADS_1
“Maaf yaa…aku masuk kelas duluan, 10 menitan lagi kita harus masuk!” Ranti langsung berdiri dan tak menunggu jawaban Ryan.
Amanda senyum-senyum saja, Boni dan Dewi kedip-kedipan. Ryan…hanya bisa menghela nafas. Barabe ini…Ranti pasti salah paham, batin Ryan tak enak.
Namun Ryan bukanlah playboy atau pemain cinta, dia tetap bersikap baik pada Amanda dan rame lah mereka bercanda ria.
Saat pulang sekolah, Amanda tak berkutik, saat di tarik Andre masuk ke mobilnya, padahal dia sudah berniat mau ikut motor Ryan.
Ryan hanya tersenyum dan membalas lambaian Amanda yang sudah jalan di mobil Andre. “Huhh mentang-mentang kaya, seenaknya main tarik anak orang. Belum tahu kalee siapa bos eike ini..hupsss…sorry keceplosann!” Tomi langsung menutup mulutnya, saat mata Ryan melotot.
“Kamu itu banserrr, selaluu saja lupa,” tegur Bambang. Ryan memang sudah mewanti-wanti sahabat-sahabat dekatnya ini, agar jangan membocorkan siapa dia sesungguhnya.
“Udah ahh yuks pulang…!” ajak Ryan, mereka kini naik motor masing-masing.
“Ryan…tuh lihat Ranti kok jalan kaki, mana mobil jemputannya ya…samperan dia Ryan, kasian dia!” cetus Bambang.
Ryan mengangguk, dia lalu menggeber motornya mengejar Ranti yang terlihat sudah keluar dari gerbang sekolah dengan jalan kaki.
“Ranti…ayoo ikut motorku,” Ryan mampir tepat di samping Ranti, padahal dia sudah melambai ke sebuah taksi.
“Maaf ya Om…naik taksinya batal!” ceplos Ryan dan kembali menggeber motor sportnya dan kini Ranti mau tak mau memeluk tubuh Ryan, karena remaja ini lumayan cepat membawanya.
“Kita kemana Ryan…!” Ranti terpaksa agak nyaring suaranya, karena deru angin yang cukup kencang.
Ranti heran kenapa Ryan tidak pulang menuju ke arah rumahnya, pas di jalan belah dua Ryan ambil jalan ke kanan.
Padahal arah jalan pulang rumah Ranti adanya di kiri, namun Ranti diam saja dan membiarkan kemana Ryan membawanya.
Ryan dan Ranti sebenarnya bersahabat akrab sejak SMP, sedangkan dengan Bambang dan Tomi, Ryan sudah dekat sejak SD.
Sehingga Bambang dan Tomi tahu betul siapa sosok Ryan ini, yang merupakan anak crazy rich.
__ADS_1
Namun Ryan sudah pesan pada dua sahabatnya ini, agar jangan sekalipun membocorkan siapa dia sesungguhnya.
Ranti pun baru tahu siapa Ryan ini saat mereka kelas 9 SMP, ketika Ryan mengajaknya ke 3 sahabat dekatnya ini membentuk band.
Ranti heran, kenapa seorang Ryan punya sebuah studio musik yang mewah. Namun semuanya terjawab, saat Ryan membawa Ranti, Bambang dan Tomi ke rumah mewahnya dan berkenalan dengan kedua orang tua dan adik-adiknya.
Kini, keduanya sampai di sebuah tempat santai, yang ada kafenya. Ranti kaget sekaligus senang, karena tempat ini sangat indah dan sepi, juga asri.
“Tempat apa ini Ryan…?”
“Aku kalau lagi suntuk pasti ke sini Ranti, enak kan buat menenangkan diri…?”
“Iya indah banget, kok ada ya tempat beginian di Jakarta, aku pikir hanya ada di kawasan puncak atau di Bogor!” sahut Ranti sumringah, hingga saat senyum, lesung pipitnya terlihat jelas.
Ryan ikutan tersenyum dan dia senang si cantik kalem ini kembali terlihat ceria. Inilah sebetulnya tujuan Ryan, dia tak ingin melihat sahabat dekatnya ini gundah gulana.
Ranti tentu beda pemikirannya, di pikirnya Ryan mengajaknya ke sini…untuk pacaran!
Tiba-tiba keduanya kaget, saat melihat seorang wanita berlari sambil minta tolong, dan malah menuju ke Ryan dan Ranti.
“Tolongg…aku mau di perkosa!” kaget bukan main kedua remaja ini, apalagi di belakang wanita ini terlihat dua orang yang sedang mengejarnya.
Wanita ini langsung berlindung di belakang Ryan. “Tolong mas, aku mau di perkosa dua orang itu!”
Ryan langsung menghadang dua preman ini, yang terlihat marah, karena wanita ini berlindung di belakang Ryan.
“Ehhh malah ada gadis denok baru nih, kita sikat saja si remaja lelaki ini, gantinya lebih cakepan yang pake seragam SMU coiii, rejeki kita hari ini, malah langsung dapat dua hi-hi-hi..!”
Ryan langsung marah, agaknya si wanita ini tak bohong, dua orang preman ini ingin berbuat jahat pada wanita tak di kenalnya ini…!
“Ranti…mba…tolong ke samping, biar aku hadapi dua orang ini!” ucap Ryan tenang.
__ADS_1
*****
BERSAMBUNG