Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Bab 40: Akhirnya Terucap Juga…!


__ADS_3

Baru saja Radin akan membuka mulut, tiba-tiba ada ketukan dan kembali Megi Sekretarisnya yang masuk. Megi ternyata membawa banyak berkas.


Selain kontrak-kontrak baru. Juga berkas lamaran calon pegawai baru yang akan di rekrut PT Sasmita.


Melihat Radin begitu tekun melihat berkas itu satu persatu, Angelina membuatkan kopi dari minibar yang terdapat di ruangan kerja mewah ini.


Satu buatnya dan satu buat Radin.”Minum dulu bang, biar nggak ngantuk, aku lihat dari tadi menguap terus!”


Angelina minum kopi satunya. Dia kaget saat Radin malah meminta kopi yang barusan di minumnya.


Lalu dengan entengnya meminum gelas yang barusan dia minum tadi. Angelina tersenyum saja melihat ulah pria ini. “Romantis banget ni pria..?” batin Angelina.


“Kenapa cuman gelasnya yang di rasakan, bibir aslinya nggak mau ya?” bisik Angelina pelan, sengaja menggoda Radin.


Radin kaget dan menatap wajah Angelina yang senyum-senyum kecil itu. Radin lalu berdiri dan tanpa di duga, menarik pinggang wanita jelita ini. Angelina seakan pasrah dan keduanya saling tatap dari jarak yang sangat dekat.


Bibir mereka sudah bersentuhan, namun terdengar ada suara, Angelina langsung melepaskan diri dari pelukan pria tampan ini. Karena Ryan tiba-tiba bangun.


“Mah…pah…pulang yuks?” ajak Ryan tiba-tiba.


Angelina menatap Radin, seakan minta persetujuan pria ini, agar mengantar mereka pulang. Radin pun paham, dia mengumpulkan berkas itu dan berencana akan memeriksa di apartemennya saja.


“Sini Bang, biar aku yang bawa berkas itu!” Angelina langsung mengambil berkas-berkas dari tangan Radin.


Radin tak sempat mencegah, dan kini mereka bertiga keluar ruangan ini. Megi langsung berdiri dan memberi hormat. Kalau dulu Radin akan berlalu dengan cuek terhadap sekretarisnya, kini berbeda.


“Megi, ini sudah sore, pulang ya…jangan dipaksakan. Masih ada hari isok, kerjaan itu kalau dipaksakan, hasilnya malah tak baik…hati-hati di jalan!”


“Siap pa…nangungg masih dikit lagi!” sahut Megi ceria.


Angelina pun kagum dengan gaya Radin, penuh kebapakan dan bijak terhadap anak buahnya. Benar-benar beda juah dengan dulu.


Dari cerita Mira, Angelina tau gaya Radin saat di kantor, semua anak buahnya rata-rata tegang, kalau Radin sudah berada di kantor.


Radin pun mengangguk dan setelah ketiganya menghilang di balik pintu. Megi membatin dan bersyukur, sang big bos nya ini berubah total.


Megi sudah tahu reputasi Radin, dari mantan Sekretaris Radin yang dulu. Pria tampan ini dikatakan terkenal arogan, kasar, angkuh dan cuek. Serta tak segan pecat pegawai yang dianggap tak becus kerja.


Kini dia bersykur, sang bos ini berubah total. “Mungkin faktor istrinya itu kale yaa…anggun banget dan berwibawa lagi!” pikir Megi, yang mengira Radin dan Angelina sudah menikah diam-diam.

__ADS_1


Megi tentu juga tahu siapa Angelina, walaupun rada aneh. Tapi dia pikir kejadian perkosaan dulu itu hanya gimmick belaka. “Lucu juga sih, masa suami di jebloskan ke penjara…hadeuh, pusing pala birbie gue mikiran sang bos!” batin Megi.


Begitu sampai di rumah Angelina, Radin kaget saat tangannya di pegang wanita jelita ini.


“Kenapa nggak kerjakan di rumah ini saja pekerjaan yang tadi?”


“Tapi…ntar ganggu kamu Ange…?’


“Hmm...nggak, aku malah bahagia kalau Abang mau di sini malam ini, sekalian Abang harus rasakan masakan Ange, mau yaa!”


Radin terdiam sejenak, akhirnya pria ini pun mengangguk, ia pun kaget juga dengan ulah Angelina yang kini makin jinak-jinak merpati.


Tentu saja Radin tak sadar, Angelina sudah tahu soal kontrak 100 miliar dan juga...hatinya!


Setelah mandi dan berganti baju, Radin selalu bawa baju ganti di mobilnya.


Setelah makan malam bertiga dengan Ryan. Angelina dengan setia menemani Radin di samping meja kerjanya sambil melihat TV, Ryan sejak tadi sudah ke kamarnya tidur.


Kadang Radin senyum senyum, melihat Angelina tertawa sendiri melihat tayangan TV tersebut, yang berisi lawakan.


Saking tekunnya, Radin tak sadar, Angelina malah ke tiduran di depan TV. Radin lalu merapikan berkasnya.


Kini dia menatap Angelina. Lalu secara perlahan mengangkat tubuh wanita jelita ini dan menggendongnya ke kamar.


“Abang mau kemana…?” tegur Angelina, Radin kaget, dipikirnya Angelina tidur sejak tadi.


“Abang…mau tidur di ruang tamu..?”


“Di sini saja…!”


“Ta-tapi…!” Radin sangat kaget dengan permintaan Angelina yang tak biasa ini.


“Ayolah…di sini saja, temani aku!” ajak Angelina sambil menatap lembut.


Radin akhirnya mengalah dan kini pelan-pelan membaringkan tubuhnya di samping wanita cantik ini. Hatinya agak nervous juga, seolah-olah baru pertama kali berdekatan dengan seorang wanita.


“Bang…katakan…apa yang ada di hati Abang sekarang?” nafas harum Angelina sampai menerpa wajah Radin, saking dekatnya kini mereka berdua.


“Aku…!” Radin agak ragu mengucapkan kalimat itu.

__ADS_1


Angelina menarik dagu Radin yang kini dipenuhi cambang bauk tipis. “Siapa wanita yang Abang katakan malaikat itu…?” bisik Angelina lagi sambil menatap wajah Radin.


Radin terdiam sejenak, lalu mendekatkan wajahnya…dan Angelina langsung memeluknya erat.


Malam ini, Radin secara apa adanya mengungkapkan seluruh perasaannya pada wanita jelita ini.


“Sebenarnya…aku juga sudah lama menantikan moment ini…Abang saja yang kurang peka!” bisik Angelina merengut, Radin tersenyum dan mengecup bibir Ange.


“Terus kenapa Ange mau bertunangan dengan si Gubran?”


“Itu karena Abang tak pernah mau mengungkapkan yang tadi…aku wanita Bang. Butuh ke pastian, bukan hanya perhatian…aku tak ingin menua sendirian!”


“Kapan Ange siap…?”


“Siap apa…?” Angelina menatap heran.


“Siap menjadi Nyonyah Ange Radin Sasmita?”


Wajah wanita ini langsung memerah dadu, untung saja sejak tadi lampu kamar sudah di ganti lampu tidur. Sehingga perubahan wajah Angelina tak terlihat. Radin secara jantan malam ini sudah melamarnya.


“Kapanpun Abang melamar dan ngajak ke penghulu, aku siap…!”


“Nggak nunda-nunda kan kayak si Gubran!” goda Radin.


“Ihh…nama itu mulu di sebut, sebal banget!” Angelina berbalik dan memunggungi tubuh Radin.


Radin memeluk dan menciumi leher Angelina, untuk sesaat Angelina terbuai. Namun dia kaget saat baju tidurnya mulai terbuka di bagian dada.


Angelina mendorong pelan. “Bang…sabar…tunggu setelah ijab kabul,” bisik Angelina. Sambil menahan deburan jantungnya, yang secara alami terbangkit akibat ulah Radin barusan.


Angelina tak munafik, hanya Radin lah laki-laki pertama yang pernah sejauh ini menjamah tubuhnya.


Dan pria ini pula yang telah merengut kegadisannya, hingga hamil dan melahirkan Ryan, hampir 9 tahunan silam.


Radin kaget, lalu buru-buru merapikan pakaian Ange dan meminta maaf, karena sudah lancang. Angelina tersenyum saja dan memeluk kembali wajah Radin. Keduanya kini tidur berdua, tanpa terjadi apapun sampai pagi.


Kebahagian yang saat ini mereka rasakan, berbanding terbalik dengan seorang pria yang kini kecewa berat.


Gubran…pria ini sudah merencanakan sebuah pembalasan buat Angelina, juga Radin!

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2