
Nayra memasuki kelas sebelas dengan santainya. Dua pasang mata melihat nayra dengan tatapan kesal. Ia duduk di bangkunya sambil terus memperhatikan kedua sahabatnya yang aneh itu.
" Kalian kenapa? " tanya nayra heran.
Yanti dan fitri hanya diam lalu memalingkan wajah mereka bersamaan.
Dua mata pelajaran awal menjadi tentram untuk nayra. Ia merasa tidurnya aman dan tentram dari gangguan yanti dan fitri hari ini.
Hingga waktu istirahat tiba dan nayra keluar dari kelasnya menuju kantin. Yanti, ria dan fitri menyusulnya dari belakang.
Di kantin, Dian dan adi tengah mengintrogasi kenzo yang sedang menyantap makanannya.
" Kamu tumben makan bakso. " kata adi.
" Pengen aja. " kata kenzo.
" Mau pake daun bawang nggak? " tanya adi.
" Enggak di. " jawab kenzo.
" Coba lah dikit. " kata dian sambil menabur dau bawang di atas mangkuk kenzo.
" Aissshhh aku nggak suka tau! " kata kenzo.
" Oh iya, tumben tadi kamu berangkatnya lama? " tanya dian.
" Lupa pasang alarm. " jawab kenzo sambil menyantap makanannya.
" Kamu sama nayra pacaran? " tanya adi.
Kenzo langsung tersedak saat mendengar pertanyaan adi.
" Itu nayra! " seru dian saat melihat nayra tiba. " Nayra! " panggil dian.
Nayra menoleh ke asal suara yang memanggil namanya dan tersenyum lalu menghampiri mereka.
" Makan apa kamu? " tanya nayra.
" Hm. " dian memperlihatkan mangkuknya. " Mau? " tanya dian.
Nayra segera duduk di samping dian dan menyeruput kuah baksonya.
Yanti, ria dan fitri ikut bergabung dengan mereka setelah mengambil makanan.
" Loh! itu punya siapa nay? " tanya ria.
" Dia. " kata nayra sambil menunjuk dian.
" Wahh tega banget kamu ngasih sisa. " kata ria.
" Aku juga nggak nyangka dia tahan sama rasanya. " kata dian.
Mereka tertegun mendengar perkataan dian lalu bergantian mencicipi isi mangkuk dian.
" Kecut benget. " kata adi.
" Nay ini nggak layak komsumsi. " kata ria.
" Selera kita nggak beda jauh. Aku bisa makan yang lebih kecut dari pada ini. " kata nayra sambil menyeka mulutnya.
" Wahh. " kenzo tak habis fikir mendengar perkataan nayra.
" Kenapa di habiskan? " tanya dian.
" Karna aku lapar. " jawab nayra dengan santainya.
" Kamu ada hubungan apa sama kenzo. " tanya fitri.
Spontan nayra melihat wajah fitri sambil mengerutkan keningnya menatap heran.
__ADS_1
" Maksudmu? " tanya nayra.
" Tadi kita liat kalian berangkat bareng. " kata yanti.
" Trus? " tanya nayra singkat. " Ketahuan de**h, tuhan tolong selamatkan aku. " lanjut nayra dalam hati.
" Kalian punya hubungan apa? " tanya fitri.
" Keluarga. " jawab kenzo spontan.
" Yang bener nay? " tanya dian.
Nayra hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum.
" Kalian berangkat bareng terus? " tanya adi.
" Iya. " jawab nayra sambil mengangguk.
" Kamu kok enggak pernah cerita sama kita? " tanya fitri.
" Karna enggak tanya. " jawab nayra singkat dan beranjak dari kursinya.
" Mau kemana? " tanya ria.
" Tidur. " jawab nayra lalu meninggalkan tempat duduk dan sahabatnya.
Setibanya di kelas, nayra duduk memikirkan apa yang baru saja di katakan kenzo.
" Kalo kenzo keluarga aku, setidaknya om amir pasti tau sesuatu. Tapi gimana caranya aku mau ketemu kalo aku nggak tau rumahnya? " fikir nayra bingung. " Harus cari ide nih. " kata nayra.
Setelah jam istirahat selesai, nayra masih terlihat berfikir sambil mengikuti jam pelajaran yang berlangsung.
" Kenapa dia? " bisik fitri bertanya pada yanti dan ria.
Yanti dan ria hanya mengangkat bahunya.
Teeeeet
Teeeeet
Teeeeet
Nayra segera berdiri mengambil tasnya dan berlari keluar tanpa memberi salam pada guru. Ia berdiri menunggu kenzo di parkiran sekolah sambil memegang kepalanya terus memikirkan cara.
" Kamu kenapa? " tanya kenzo yang sudah berdiri di belakang nayra.
" Aaa. " nayra memutar bola matanya bingung akan menjawab apa. " Ayo pulang. " ajak nayra.
" Aku ambil motor dulu. " kata kenzo. " Konyol. " kata kenzo dalam hati sambil tersenyum membelakangi nayra.
" Apa bener kalau mereka itu keluarga? '' fikir fitri dalam hati yang melihat mereka dari jauh.
Selama perjalanan pulang nayra terus berfikir tanpa henti.
" Aku harus ketemu sama om amir, tapi gimana caranya? " fikir nayra dalam hati sambil mengerutkan keningnya. " Nggak apa lah sesekali menjatuhkan harga diriku. " kata nayra manyun.
" Udah sampai. " kata kenzo yang menunggu nayra turun sedari tadi.
" Kamu punya buku nggak? " tanya nayra.
" Buku apa? " tanya kenzo bingung.
" Novel atau komik gitu. " kata nayra beralasan.
" Ada, besok ku bawain. " kata kenzo.
" Aku mau pilih sendiri bisa nggak? " tanya nayra. " Uhhh harga dirikuu. " kata nayra dalam hati.
Kenzo berbalik melihat nayra. " Kalo mau milih kamu harus ke rumahku. " kata kenzo.
__ADS_1
" Oke. " nayra langsung menyetujuinya.
" Ada apa ya sama nayra? tumben banget. " fikir kenzo dalam hati.
Nayra tiba di rumah kenzo setelah 20 menit dan kenzo langsung mengajaknya masuk ke ruang tamu.
" Kok sepi? " tanya nayra.
" Mungkin lagi di halaman belakang. " jawab kenzo lalu masuk ke kamarnya dan keluar membawa beberapa novel.
" Ehh masih ada nggak? " tanya nayra.
" Banyak. " jawab kenzo lalu menarik tangan nayra ke kamarnya. " Pilih aja sendiri. " kata kenzo setelah berada di sudut kamarnya.
" Ehhh iya. " kata nayra.
" Aku keluar dulu ya. " kata kenzo dan nayra hanya mengangguk.
" Kok aku jadi bego gini sih? Komik kenzo lumayan banyak. " fikir nayra lalu mengambil sebuah komik. " Astaga kamar kenzo dingin banget, aku bisa beku. " lanjut nayra dalam hati.
" Itu komik yang paling aku suka. " kata kenzo yang kembali membawa dua gelas minuman.
" Oh iya, aku nggak liat om amir tadi. " kata nayra.
" Papa masih di kantor, nggak lama lagi pulang. " kata kenzo lalu melihat tangan nayra yang memerah. " Kenapa tanganmu? " tanya kenzo.
" Hah? " nayra langsung melihat tangannya. " Ohh ini alergi. " jawab nayra.
" Dia punya alergi? Alergi apa? " fikir kenzo dalam hati. " Kamu mau ketemu sama papa aku? " tanya kenzo.
" Ehhh iya. " jawab nayra.
" Duduk sini, minum dulu sambil nunggu papa. " kata kenzo. " Aku keluar dulu. " kata kenzo lalu pergi.
" Aku bisa mati ke dinginan di sini. " kata nayra dalam hati lalu berdiri dan keluar dari kamar kenzu.
Brukk!!
Nayra kenzo tepat di atas tubuh kenzo. Nayra mengangkat wajahnya dan melihat wajah kenzo yang memerah seperti menahan sesuatu.
" Ehhh nay, bisa nggak kamu bangun sekarang? " kata kenzo membuat nayra membelalakkan matanya.
" Ehemm. " pak amir berdehem melihat nayra dan putranya lalu tersenyum membuat mereka segera berdiri.
" Ehh papa udah pulang. " kata kenzo.
" Nayra, tumben kamu kesini? ada angin apa? " tanya pak amir.
" Ehhh om, ada yang mau nayra tanya tapi ini privasi. " kata nayra.
" Kalo gitu kita bicara di ruang kerja om. Ayo! " ajak pak amir.
Nayra mengikuti pak amir dan tiba di ruang kerjanya.
" Ayo duduk. " kata pak amir mempersilahkan nayra.
Nayra tersenyum dan duduk di sofa yang ada di ruang kerja pak amir.
" Jadi apa yang mau kamu tanya? " tanya pak amir.
" Kalo boleh tau, om sama mama nayra ada hubungan apa? " tanya nayra penasaran.
~
~
~
나디아
__ADS_1