
Dua orang yang tadi Ryan hajar menunjuk-nunjuk dirinya, Ryan sudah siap dengan segala kemungkinan.
“Heii kamu mau jad jagoan ya di daerah sini hahhh!” seorang dari 7 orang ini membentak Ryan dalam Bahasa Inggris yang fasih.
“Aku hanya membela dia, dari kelakuan dua orang teman kamu itu. Bukan bermaksud mau jadi jagoan!” sahut Ryan kalem, membalas ucapan pongah pria kasar itu.
“Ini wilayah kekuasaanku, apapun yang dilakukan anak buahnya sama dengan menganggu kami, jadi kamu ingin nantang kami ya..!” si pria yang agaknya kepala preman mulai naik spanning.
“Hmm begitu yaa…ya sudah apa mau kalian!” tantang Ryan, yang jengkel juga melihat keangkuhan sang kepala preman ini.
“Ehh nantang kam yaa?” bentak sang kepala preman ini, tujuannya agar nyali Ryan tontok, tapi kali ini si kepala preman ini kecele dengan Ryan. Pemuda ini tetap tenang saja, jangkan takut, mundur pun tidak.
Si kepala preman ini makin marah melihat lagak Ryan yang dianggapnya berani menantang mereka. Dia pun memberi tanda, agar 4 anak buahnya segera hajar Ryan.
Ryan yang sudah siap kini di kurung di tengah-tengah, Prija Nat langsung sembunyi ke samping dengaan wajah pucat.
“Harus ku beri pelajaran kelompok preman ini, agar tak lagi sewenang-wenang di sini!” pikir Ryan.
Begitu dua jurus menghantam tubuhnya, Ryan langsung menyingkir, lalu dua kali menendang, dua penyerangnya ini langsung terjengkang. Tapi datang dua serangan, kali ini bahkan menggunakan pisau.
Banyak warga yang menyaksikan pertarungan tak seimbang ini hanya menonton, mereka tak berani ikut campur.
Dua tusukan kembali berhasil Ryan hindari, tiba-tiba sebuah tendangan menghantam punggung Ryan, hingga pemuda ini hampir terjengkang.
Ternyata si kepala preman ini yang sudah turun tangan dan langsung menghajar Ryan. Hampir saja Ryan terjatuh ke tanah, kini Ryan benar-benar marah, setelah berbalik, Ryan langsung menerjang si kepala preman tadi.
Brett…sebuah tusukan belati hampir mampir ke perut Ryan! Makin murkalah Ryan, karena hampir saja perutnya tertusuk belati itu.
Ryan lalu berbalik dan sebuah tendangan keras yang sering membuat musuh-musuhnya terkapar Ryan layangkan.
__ADS_1
Bukkkk…orang ini kena telak, dan tersungkur ke tanah, Ryan cepat mengambil belati itu. Lalu saat sebuah tusukan di lancarkan ke perutnya. Ryan secepat kilat membalas dengan menusukan belati tadi.
Crassss…tusukan ini tepat mengenai bahunya, lalu Ryan lanjutkan dengan pukulan keras, hingga orang ini pingsan seketika.
“Majulah sekarang kalian berlima, biar cepat beres ni urusan!” tantang Ryan tanpa basa-basi.
Dua orang yang sebelumnya Ryan hajar tentu saja ragu-ragu maju. Si kepala preman malah mendorong kedua anak buah nya yang lain.
Tapi begitu mereka maju, Ryan secara tiba-tiba melompat. Bukk..bukk…dua tendangan kembali Ryan lontarkan, akibatnya dua orang ini ikut nyusul dua temannya.
Tendangan Ryan yang sudah bikin musuh-musuhnya terkapar di ring octagon tak sanggup menahan tendangan keras ini, mereka kini susul dua temannya, setengah klenger di tanah.
“Sekarang kamu maju bangsat!” dengus Ryan pada sang kepala preman ini.
Mau mundur apalagi kabur, si kepala preman ini memukul Ryan, tapi Ryan mampu menghindar.
Puas sekali Ryan menghajar ke 5 orang ini, dua orang tadi dia hajar sudah kabur duluan dari tempat ini.
Ryan kini menginjak dada si kepala preman. “Kalau kamu dan anak buahmu mengganggu Prija Nat lagi, aku tak segan patahkan lengan dan kakimu!” bentak Ryan, hingga sang kepala preman ini langsung berteriak ampun-ampun.
Kini kelompok preman yang tak di kenal Ryan pun ini beringsut pergi dari sana. Prija Nat langsung mendekati Ryan dan memegang lengan kokohnya.
“Mari Prija, kamu ku antar pulang!” Ryan pun menjejeri langkah Prija Nat menuju ke rumahnya, yang ternyata masuk sebuah gang dan akhirnya sampai juag di rumah ini.
Saat Ryan akan permisi, tiba-tiba Prija Nat menyebut ada melihat sebuah papan bilboard. “Bukankah kamu yang ku lihat bilboard gede, yang akan bertarung melawan Panchorn Ado beberapa hari lagi?”
“Iya Prija, akulah Ryan Sasmita yang akan bertarung dengan Panchorn Ado, sang juara bertahan dari negara kamu!” sahut Ryan apa adanya.
Ryan pun lalu permisi dan kembali ke hotel. Prija Nat tersenyum manis menatap kepergian pemuda tampan ini.
__ADS_1
Dan dua hari jelang pertandingan, di adakanlah jumpa pers. Panchorn Ado terlihat tersenyum dingin menatap Ryan. Apalagi saat melihat Johanes, yang dikatakan sebagai tim official Ryan. Panchorn Ado sempat pangling melihat mantan seterunya yang kini kurus itu.
Tentu saja Ryan menatap kagum ketenangan calon musuhnya. “Hebat juga, ni orang tenang dan tak banyak gaya. Justru gaya begini yang berbahaya..!” batin Ryan, yang kini tak berani anggao remeh musuhnya ini.
Panchorn Ado pun sama kagum menatap Ryan yang juga terlihat tenangnya, setelah acara timbang badan, keduanya pun di tanya wartawan.
“Saya akan bikin KO penantang dari Indonesia ini…di ronde kedua, sama seperti musuh-musuhku dulu!” ceplos Panchorn Ado, yang mulai anggap remeh penantangnya ini.
Saat wartawan bertanya ke Ryan, pemuda ini pun menjawab ringkas dan bilang akan mengambil sabuk juara ASEAN dari pinggang musuhnya ini.
Saat pertandingan pun tiba, Prija Nat ikut menonton pertandingan langsung ini melalui sebuah chanel TV di rumahnya yang sederhana.
Wanita cantik ini tentu saja dukung Ryan, dia tak peduli Panchorn Ado merupakan kebanggaan negaranya. Karena hatinya sudah suka dengan penolongnya ini.
Keduanya kini sudah saling berhadapan, tubuh Ryan menang tinggi lebih tinggi 5 centi dari Panchorn Ado, yang bertinggi badan 178 centi, sedang Ryan 183 centimeteran.
Namun Panchorn Ado tak takut melihat Ryan lebih tinggi dan badannya juga kekar sekali, tak kalah dengan bentuk tubuhnya.
Wasit sudah menerangkan bagaimana syarat-syarat pertarungan. Kini keduanya sudah sama-sama berdiri di sudut ring, dan Ryan berada di sudut merah dan Panchorn Ado berada di sudut merah.
Begitu rings girls berpakain minim masuk lalu berkeliling dan keluar lagi dari ring octagon ini, kedua petarung ini pun kini saling berhadapan.
Ting…bel ronde pertama berbunyi.
Panchorn Ado langsung merangsek Ryan dan tancap gas lakukan seranagn ertubi-tubi ke Ryan…!
*****
BERSAMBUNG
__ADS_1