Tirai Kasih yang Terkoyak

Tirai Kasih yang Terkoyak
Ch 2 - Buku Panduan


__ADS_3

Nayra dan April sedang berada di kantin. Menambahkan saus dan kecap ke dalam mangkuk baksonya.


"Nay, nanti sore temenin aku ke toko buku yuk!" ajak April.


"Oke, sekalian aku mau cari novel baru," jawab Nayra setuju.


Nayra dan April tengah menyantap baksonya dengan lahap. Tiba-tiba April teringat oleh penyakit Nayra.


"Gimana penyakit kamu? Masih sering kumat?" tanya April.


"Yah begitulah, belum ada perubahan. Pengen banget makan dessert box," jawab Nayra. Nayra sedih karna sudah lama tidak memakan kue itu.


"Sabar Nay, kamu ambil hikmahnya aja. Itu tandanya kamu nggak di ijinin keluar malem dan nggak boleh konsumsi gula supaya nggak diabetes," canda April.


"Kata siapa?"


"Kata aku barusan."


"Iya deh iya."


Meskipun Nayra dan April belum lama bersahabat. Tapi mereka sudah seperti keluarga. Tidak ada yang di tutupi, saling menghibur dan sering melakukan hal konyol. Mereka selalu berbagi dan saling membantu.

__ADS_1


"Udah selesaikan? Balik yuk!" ajak April yang sudah menuntaskan isi mangkuknya.


"Bentar, aku minum dulu. Srroooott," Nayra segera menghabiskan minumannya.


Tanpa mereka sadari, Kenzo hampir mendengar semua percakapan Nayra. Karna jarak tempat duduk Kenzo tidak jauh dari tempat duduk Nayra. Kenzo tengah menikmati nasi lalapan dengan Dian.


"Heh Ken! Bengong aja, ntar ke sambet loh," ujar Dian. Sedari tadi dia melihat Kenzo melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Eh enggak kok," jawab Kenzo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Masa sih? Kalo kamu ada masalah, cerita aja sama aku," tanya Dian.


"Iya bener. Ayo balik, ntar keburu belnya bunyi," ajak Kenzo.


Dian adalah sahabat Kenzo saat masih TK. Sekarang mereka kembali di pertemukan di SMA secara kebetulan. Tentu Kenzo dan Dian sangat senang karena bisa menyambung kembali tali persahabatan mereka.


*****


Matahari tampak bergerak makin turun dan condong ke barat. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. April sudah menunggu 10 menit di kamar Nayra.


"Duuh Nay! Lama banget sih nyari jaketnya...," keluh April sambil berguling-guling di ranjang.

__ADS_1


"Ya sabar ... nah ini udah ketemu!" seru Nayra setelah mengobrak-abrik isi lemarinya.


"Ya udah ayo, ntar keburu gelap." April segera bangkit dan keluar dari kamar Nayra.


"Iya bawel," ucap Nayra yang segera menyusul April keluar.


April dan Nayra pun berangkat menggunakan motor matic milik April. Setibanya di toko buku, mereka langsung masuk mencari apa yang mereka butuhkan. April ingin mencari beberapa buku yang menarik. Sedangkan Nayra, dia sedang bingung  memilih beberapa novel yang sudah ada di tangannya.


"Beli aja semua," ucap seorang laki-laki yang sedang duduk membaca membelakangi Nayra. Laki-laki itu tak lain adalah Kenzo.


"Kayaknya aku memang harus beli semuanya," sahut Nayra yang tak menyadari siapa yang bicara dengannya.


Nayra membawa novelnya ke meja kasir dan bertemu dengan April. Dia melihat april membawa buku yang bertulis 'Panduan Untuk Menaklukan Hati Pria' di covernya.


"Sini biar aku yang bayarin." Nayra mengambil buku yang di bawa April dan meletakkannya di di atas novelnya.


"Aku tunggu di luar ya." April langsung nyelonong keluar.


Setelah Nayra membayarnya, dia berbalik dan wajahnya berhadapan dengan dada bidang seorang laki-laki. Dia tidak tau sejak kapan laki-laki itu berdiri di belakangnya. Siapa lagi kalau bukan Kenzo.


☺☺

__ADS_1


나디아


__ADS_2